ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah status gizi dan gejala emosional. Perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, disertai perbandingan sosial dan perkembangan persepsi terhadap citra tubuh baik positif atau negatif yang dapat memengaruhi gejala emosional. Perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja laki-laki dan perempuan menunjukkan respons gejala emosional yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif analitik menggunakan data sekunder. Desain penelitian ini adalah | analitik Cross-Sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 578 remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Jumlah responden paling banyak berjenis kelamin perempuan berjumlah 53,8% (331 remaja), sedangkan responden laki-laki berjumlah 46,2% (267 remaja). Data penelitian yang digunakan adalah data sekunder dari hasil skrining Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan data antropometri yaitu, tinggi badan dan berat badan remaja di Puskesmas Kota Tarakan tahun 2025. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p value 0,001, bahwa terdapat perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih. Perbedaan gejala emosional pada kategori abnormal lebih tinggi pada remaja perempuan (42,4%) dibandingkan laki-laki (16,9%). Sementara itu, pada kategori normal sebagian besar lebih tinggi pada remaja laki-laki (70,8%) dibandingkan remaja perempuan (45,7%). Remaja perempuan memiliki proporsi gejala emosional abnormal yang lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai gejala emosional pada remaja laki-laki dan perempuan dapat muncul dalam bentuk yang berbeda. Dukungan lingkungan yang positif dan penerimaan terhadap kondisi fisik remaja diharapkan dapat membantu menurunkan risiko munculnya masalah gejala emosional pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di tengah meningkatnya permasalahan kesehatan mental pada dewasa muda, perilaku self injury atau menyakiti diri sendiri menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian global. Self injury merupakan tindakan melukai diri sendiri secara sengaja tanpa tujuan mengakhiri hidup yang dilakukan sebagai cara untuk meredakan tekanan emosional yang dirasakan individu. Salah satu intervensi yang dapat membantu individu mengekspresikan emosi secara lebih adaptif adalah teknik expressive writing. Efektivitas teknik expressive writing dalam membantu individu memahami dan mengelola pengalaman emosional yang dialaminya. Sebanyak dua orang klien dengan kecenderungan self injury diberikan Tindakan Keperawatan Ners, kemudian dilanjutkan dengan intervensi inovasi berupa teknik expressive writing yang dilaksanakan selama lima sesi. Kedua klien dilakukan pengukuran menggunakan kuesioner Self Injury dan Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Form (DERS-SF) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian asuhan keperawatan, skor self injury pada kedua klien mengalami peningkatan, namun masih berada pada kategori sedang. Skor DERS-SF juga mengalami peningkatan, tetapi tetap berada pada kategori sedang. Setelah diberikan intervensi expressive writing, skor self injury pada kedua klien kembali meningkat sehingga kategori berubah dari sedang menjadi rendah. Sementara itu, skor DERS-SF juga meningkat, namun kategorinya tetap berada pada kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan keperawatan dan expressive writing meningkatkan kemampuan koping dan regulasi emosi, serta menurunkan kecenderungan self injury pada kedua klien. Penerapan Expressive Writing sebagai intervensi inovasi dalam asuhan keperawatan jiwa membantu menurunkan kecenderungan self injury dan mengembangkan mekanisme koping yang lebih adaptif, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai intervensi pendamping pada klien dengan perilaku self injury.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media promosi Universitas Borneo Tarakan yang selama ini memanfaatkan website, media sosial, brosur, dan gambar statis dinilai belum mampu memberikan pengalaman yang interaktif kepada calon mahasiswa maupun masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media promosi berbasis website dengan menerapkan teknologi Virtual Tour 360 Derajat, mengimplementasikan aplikasi yang dihasilkan, serta mengevaluasi tingkat kelayakan dan usability aplikasi sebagai media promosi kampus. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang meliputi tahapan concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Pengembangan aplikasi dilakukan menggunakan teknik image stitching dengan bantuan perangkat lunak 3DVista Stitcher dan 3DVista Virtual Tour Pro, kemudian diintegrasikan ke dalam website Universitas Borneo Tarakan. Aplikasi dilengkapi dengan fitur panorama 360 derajat, Hotspot navigasi, Hotspot informasi, Hotspot URL, peta navigasi dinamis (bird eye view), panduan pengguna, kontrol audio, serta mode layar penuh. Pengujian sistem dilakukan menggunakan Black Box Testing, validasi ahli materi, validasi ahli media, dan Usability Testing terhadap 20 responden menggunakan skala Likert berdasarkan lima aspek tersebut hasil dari usability, yaitu learnability sebesar 90,5%, efficiency sebesar 90%, memorability 90%, errors 90,5%, dan satisfaction 94,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh fungsi aplikasi berjalan dengan baik berdasarkan pengujian Black Box dan penerapan teknologi Virtual Tour 360 derajat berhasil dilakukan sebagai pengembangan media promosi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kecerdasan emosional secara teoritis dipandang berperan penting dalam kemampuan remaja mengelola emosi dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan Kecerdasan Emosional dengan Perkembangan Sosial-Emosional siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan jurusan Akuntansi, Perhotelan, Perkantoran, Bisnis Digital, Pemasaran, dan Pariwisata. Metode penelitian kuantitatif korelasional dengan teknik simple random sampling terhadap 177 responden. Instrumen berupa angket Kecerdasan Emosional dan Perkembangan Sosial-Emosional yang disebarkan secara online. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga analisis menggunakan Spearman’s rho. Uji linearitas dengan Deviation from Linearity memperoleh signifikansi 0,915 > 0,05, yang berarti hubungan kedua variabel linear dan layak diuji korelasi. Hasil korelasi Spearman’s rho menunjukkan koefisien r = -0,002 dengan signifikansi p = 0,981 > 0,05. Berdasarkan kriteria Guilford (1956), nilai tersebut termasuk kategori sangat lemah atau tidak ada hubungan. Dengan demikian H₀ diterima dan H₁ ditolak. Secara deskriptif, tingkat Kecerdasan Emosional siswa berada pada kategori cukup-baik dan Perkembangan Sosial-Emosional pada kategori tinggi. Ketidaksignifikanan hubungan disebabkan faktor eksternal lebih dominan memengaruhi Perkembangan Sosial-Emosional, seperti sistem teaching factory, Praktik Kerja Lapangan, budaya layanan 5S, Standar Operasional Pelayanan, serta lingkungan sosial sekolah. Temuan ini konsisten dengan penelitian Pratiwi (2021) dan Sari (2022) pada konteks SMK. Implikasi penelitian menekankan bahwa peningkatan Perkembangan Sosial-Emosional siswa SMK tidak cukup hanya melalui penguatan Kecerdasan Emosional internal, tetapi perlu dioptimalkan melalui ekosistem sekolah, pengalaman praktik, dan lingkungan sosial yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bahwa Perkembangan Sosial-Emosional bersifat kompleks dan dipengaruhi interaksi faktor internal dan eksternal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan Penelitian Ini, Yakni Untuk Mengetahui Pengaruh Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja Dan Promosi Terhadap Pendapatan Pengrajin Batik Dikabupaten Malinau 2024. Penelitian Ini Ialah Penelitian Kuantitatif Yang Menggunakan Metode Analisis Regresi Linear Berganda, Penelitian Ini Pun Dilaksananakan Pada Pelaku Usaha Atau Pengrajin Batik Dikabupaten Malinau, Data Yang Digunakan Yakni Data Primer Pada Kurun Waktu Satu Tahun Yaitu Tahun 2024. Yang Mana Terdapat 14 Responden Yakni Pengrajin Batik Malinau, Dan Dalam Peneitian Ini Menunjukan Bahwa Secara Parsial Total Produksi, Dan Promosi Berpengaruh Secara Parsial Dan Jumlah Tenaga Kerja Tidak Berpengaruh Secara Parsial, Namun Secara Simultan Seluruh Variabel Yakni Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja, Dan Promosi Terhadap Pendapatan Berpengaruh, Koefisien Determinasi Sebesar 87,2% Variasi Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja, Dan Promosi Mampu Menjelaskan Variasi Dari Pendapatan Sedangkan 12,8% Dijelaskan Oleh Faktor Lain Yang Tidak Diteliti Oleh Peneliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Perubahan pola hidup remaja generasi alfa di era digital dapat memengaruhi kondisi kesehatan fisik dan emosional. Status gizi yang tidak optimal berpotensi memengaruhi kesehatan mental remaja, termasuk munculnya gejala emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan gejala emosional pada remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan gizi normal di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif analitik dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 2.209 remaja generasi alfa yang diperoleh menggunakan teknik total sampling berdasarkan data pemeriksaan kesehatan seluruh Puskesmas di Kota Tarakan tahun ajaran 2024–2025. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan gejala emosional diukur menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0,001 yang berarti terdapat perbedaan gejala emosional berdasarkan status gizi pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan. Remaja generasi alfa dengan status gizi kurang lebih tinggi berada pada kategori gejala emosional normal (68,6%), sedangkan proporsi gejala emosional abnormal lebih tinggi ditemukan pada remaja dengan status gizi normal (31,1%). Kesimpulan penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa status gizi berhubungan dengan perbedaan gejala emosional pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan, meskipun kondisi emosional remaja juga dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, dan penggunaan media digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui pemantauan status gizi, edukasi kesehatan, serta skrining kesehatan emosional secara berkala guna mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL , STRES KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG TARAKAN FARIDAH SYAHIRA Budi Hasyim, S.E., M.Sc., P.hD Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana kecerdasan emosional, tingkat stres kerja, serta kepuasan kerja memengaruhi komitmen organisasi pada karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tarakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui teknik survei, dengan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dan stres kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi. Sebaliknya, kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi karyawan. Hal ini mengindikasikan bahwa kepuasan dalam bekerja menjadi faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan komitmen dibandingkan variabel lainnya. Secara umum, hasil penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan kondisi kerja yang kondusif, pemberian penghargaan yang adil, serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan sebagai langkah strategis dalam memperkuat komitmen organisasi. Adapun kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengujian ketiga variabel secara parsial dalam sektor perbankan, khususnya pada BRI Cabang Tarakan, sekaligus memberikan bukti empiris bahwa tidak seluruh faktor psikologis memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Perkembangan teknologi digital yang mendorong perubahan perilaku konsumen dalam melakukan pembelian tiket bioskop secara online, khususnya melalui aplikasi TIX ID. Meskipun aplikasi ini menawarkan kemudahan dan berbagai fitur menarik, masih terdapat masyarakat yang belum sepenuhnya memanfaatkannya. Hal ini menunjukkan adanya faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian, seperti promosi, electronic word of mouth (E-WOM), dan kepercayaan (trust). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh promosi, electronic word of mouth, dan kepercayaan terhadap keputusan pembelian tiket bioskop melalui aplikasi TIX ID di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 180 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) serta pengujian hipotesis melalui uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi dan kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan electronic word of mouth (E-WOM) tidak berpengaruh signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin menarik promosi yang diberikan serta semakin tinggi tingkat kepercayaan konsumen, maka semakin besar kemungkinan konsumen untuk melakukan pembelian. Promosi dan kepercayaan menjadi faktor utama dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen, sementara E-WOM belum memberikan pengaruh yang berarti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seseorang dengan pengelolaan emosi yang rendah biasanya kesulitan mengidentifikasi dan memahami emosi mereka sendiri, tidak menyadari penyebab dan dampak emosi pada pikiran dan perilaku mereka, kesulitan mengendalikan emosi yang kuat seperti marah atau sedih, mengalami emosi yang tidak stabil dan mudah berubah -ubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik mindfulness untuk meningkatkan pengelolaan emosi siswa kelas XII di MAN Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimen model one group pretest and posttest. Hasil pretest menunjukkan bahwa tingkat pengelolaan emosi siswa berada pada kategori sedang (57,1%) dan rendah (42,9%). Setelah diberikan treatment (perlakuan) menggunakan teknik mindfulness, hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan, dengan empat siswa (57,1%) berada pada kategori tinggi, dan tiga siswa (42,9%) pada kategori sedang. Analisis paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,004 (p 0,05) yang berarti terdapat pengaruh positif dari teknik mindfulness terhadap pengelolaan emosi siswa. Teknik ini membantu siswa mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka dengan lebih baik, serta merespons situasi dengan lebih tenang dan terkontrol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan serta mekanisme penegakan Kode Etik Profesi Polri terhadap anggota yang terlibat homoseksual. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya pelanggaran kode etik oleh anggota Polri yang menimbulkan polemik masyarakat, khususnya terkait ketidakkonsistenan dalam penjatuhan sanksi terhadap pelanggaran yang memiliki karakteristik serupa, sebagaimana terjadi dalam kasus di Polda Kalimantan Utara. Permasalahan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kepastian hukum, keadilan, serta kesetaraan dalam penegakan kode etik di lingkungan Polri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan non-hukum yang dianalisis secara kualitatif dengan metode desktiptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara normatif, pengaturan mengenai kewajiban dan pelanggaran anggota Polri telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Disiplin Anggota Polri, serta Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri. Mekanisme penegakan kode etik dilakukan melalui tahapan pengaduan, pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam), pemberkasan, hingga sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEP) dengan penjatuhan sanksi yang bersifat etik dan administratif. Hal ini disebabkan karena homoseksual tidak dikualifikasikan sebagai tindak pidana dalam hukum positif Indonesia. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ketidakkonsistenan dalam penjatuhan sanksi terhadap pelanggaran yang relatif serupa, sehingga belum sepenuhnya memenuhi asas kepastian hukum, keadilan, dan kesetaraan di hadapan hukum. Selain itu, penegakan kode etik juga dihadapkan pada tantangan dalam menyeimbangkan antara kepentingan menjaga moralitas dan citra institusi dengan perlindungan terhadap hak individu. Oleh karena itu, diperlukan penguatan melalui penyusunan parameter yang jelas, objektif, dan terukur dalam penjatuhan sanksi, serta peningkatan konsistensi penerapan kode etik agar tercipta penegakan hukum yang adil, transparan, dan menjamin kepastian hukum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, komunikasi, dan kompetensi terhadap kinerja ASN Kementrian Agama Kota Tarakan. Kinerja merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan organisasi, yang tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh aspek psikologis dan nilai-nilai individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah ASN Kemenentrian Agama yang berlokasi di Kota Tarakan, dengan jumlah sampel sebanyak 195 responden yang ditentukan menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, kompetensi dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Secara simultan, kompetensi, komunikasi dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada penguatan strategi efektif dalam meningkatkan kinerja pegawai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang program pengembangan pegawai yang lebih holistik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan jumlah responden sebanyak 385 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Selain itu, kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kecerdasan emosional secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Sebaliknya, work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja maupun kinerja. Pengaruh tidak langsung work-life balance terhadap kinerja melalui kepuasan kerja juga tidak menunjukkan dukungan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sementara itu, work-life balance belum menunjukkan peran yang signifikan dalam model penelitian ini. Oleh karena itu, peningkatan kinerja pegawai lebih efektif dilakukan melalui penguatan aspek kecerdasan emosional dan kepuasan kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan dukungan organisasi terhadap keinginan berpindah kerja, dengan gaya kepemimpinan sebagai variabel mediasi pada ASN tenaga kesehatan di RSUD Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah ASN tenaga kesehatan yang berstatus PNS dan PPPK, dengan jumlah sampel sebanyak 163 responden yang ditentukan menggunakan teknik stratified random sampling proporsional. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan dukungan organisasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan berpindah kerja. Selain itu, gaya kepemimpinan juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan berpindah kerja. Lebih lanjut, gaya kepemimpinan berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara kecerdasan emosional dan dukungan organisasi terhadap keinginan berpindah kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional dan dukungan organisasi akan lebih efektif dalam menekan keinginan berpindah kerja apabila diterjemahkan melalui gaya kepemimpinan yang suportif, partisipatif, dan berorientasi pada prestasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tata kelola administrasi desa merupakan elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan administrasi desa yang disebabkan oleh keterbatasan kapasitas aparatur desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional perangkat desa terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perangkat desa di Kabupaten Malinau dengan jumlah sampel sebanyak 210 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perangkat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Pengelolaan sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Demikian pula, kecerdasan emosional perangkat desa terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Secara simultan, kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan partisipasi anggota melalui promosi, citra koperasi, dan kualitas pelayanan dengan kepuasan sebagai variabel mediasi pada Credit Union Femung Pebaya. Partisipasi anggota merupakan indikator utama keberhasilan koperasi, karena keberlanjutan lembaga sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif anggota dalam aktivitas simpan pinjam dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada anggota aktif Credit Union Femung Pebaya di Kabupaten Malinau. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan citra koperasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan anggota, sedangkan promosi memiliki pengaruh yang relatif lemah. Kepuasan anggota terbukti berpengaruh signifikan terhadap partisipasi anggota. Uji mediasi menunjukkan bahwa kepuasan memediasi pengaruh kualitas pelayanan dan citra koperasi terhadap partisipasi anggota, namun tidak secara signifikan memediasi pengaruh promosi. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan partisipasi anggota lebih efektif dilakukan melalui penguatan kualitas pelayanan dan reputasi koperasi yang mampu menciptakan kepuasan anggota.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan partisipasi anggota melalui promosi, citra koperasi, dan kualitas pelayanan dengan kepuasan sebagai variabel mediasi pada Credit Union Femung Pebaya. Partisipasi anggota merupakan indikator utama keberhasilan koperasi, karena keberlanjutan lembaga sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif anggota dalam aktivitas simpan pinjam dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada anggota aktif Credit Union Femung Pebaya di Kabupaten Malinau. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan citra koperasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan anggota, sedangkan promosi memiliki pengaruh yang relatif lemah. Kepuasan anggota terbukti berpengaruh signifikan terhadap partisipasi anggota. Uji mediasi menunjukkan bahwa kepuasan memediasi pengaruh kualitas pelayanan dan citra koperasi terhadap partisipasi anggota, namun tidak secara signifikan memediasi pengaruh promosi. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan partisipasi anggota lebih efektif dilakukan melalui penguatan kualitas pelayanan dan reputasi koperasi yang mampu menciptakan kepuasan anggota.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Tata kelola administrasi desa merupakan elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan administrasi desa yang disebabkan oleh keterbatasan kapasitas aparatur desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional perangkat desa terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perangkat desa di Kabupaten Malinau dengan jumlah sampel sebanyak 210 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perangkat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Pengelolaan sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Demikian pula, kecerdasan emosional perangkat desa terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Secara simultan, kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, budaya organisasi, dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bulungan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan sampel 101 responden dari populasi 223 pegawai yang dipilih dengan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan path analysis serta uji Sobel dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (β=0,583; p=0,000), sedangkan kepemimpinan dan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan. Kepemimpinan (β=0,373; p=0,024) dan budaya organisasi (β=0,361; p=0,029) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai secara langsung, namun kecerdasan emosional dan kepuasan kerja tidak signifikan. Kepuasan kerja tidak berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan ketiga variabel independen terhadap kinerja (nilai Z-hitung1,96 untuk semua jalur). Koefisien determinasi menunjukkan model penelitian mampu menjelaskan 48,5% variasi kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai sektor publik lebih efektif dilakukan melalui penguatan kepemimpinan dan budaya organisasi secara langsung, rather than melalui peningkatan kepuasan kerja sebagai variabel perantara.