Analisis Sistem Pengereman Dinamik dengan Injeksi Arus DC pada Motor Induksi Tiga Fasa Dahlander
.
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
.
Motor induksi tiga fasa Dahlander adalah motor yang sering diaplikasikan pada dunia industri adapun beberapa kendala yang sering terjadi pada saat mengontrol motor terkhususnya pada pengereman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pengereman dinamik dengan metode injeksi arus DC pada motor induksi tiga fasa Dahlander. Penelitian ini dilakukan untuk memahami karakteristik pengereman dinamik yang dihasilkan dengan injeksi arus DC terhadap waktu berhenti pada motor Dahlander dalam kondisi berbagai kecepatan. Data penelitian mencakup berbagai parameter seperti, kecepatan motor, arus, tegangan, dan waktu berhenti motor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengereman dinamik dengan injeksi arus DC dapat secara signifikan meningkatkan proses pengereman pada motor induksi tiga fasa, pada masing-masing putaran, di mana waktu berhenti motor pada putaran rendah dapat diminimalkan dari 74 detik hinggah 0,04 detik dan pada putaran tinggi dari 144 detik hingga 0,08 detik. Penelitian ini dapat menjadi dasar penting dalam pengembangan sistem pengereman yang lebih efisien dan responsif dalam aplikasi industri.
.
Kesegaran ikan bandeng dipengaruhi oleh mata, sisik, insang, Bau, Daging, dan Dinding Perut ikan. Mengidentifikasi kesegaran ikan bandeng dapat dilihat warna mata ikan dan sisik ikan.Untuk mengatasi masalah tersebut akan dilakukan perancangan alat yang dapat menentukan kesegaran ikan bandeng secara otomatis. Dalam pembuatan alat ini akan digunakan mikrokontroler Arduino dan sensor warna TCS3200 untuk mendeteksi warna RGB mata dan sisik ikan. Hasil dari dua sensor tersebut yang berupa 4 parameter atau fitur untuk nantinya akan digunakan untuk menetukan kesegaran ikan bandeng. Dari pengambilan data hasilnya adalah persentase akurasi keberhasilan ketika mendeteksi bagian mata ikan segar sebesar 70%. Pada pengambilan data mata ikan tidak segar sebesar 60% sedangkan sisik segar dan tidak segar sebesar 70% dan 80%.Persentase tingkat kegagalan ketika mendeteksi bagian mata ikan segar sebesar 30%. Tingkat kegagalan mata ikan tidak segar sebesar 40% sedangkan tingkat kegagalan sisik segar dan tidak segar sebesar 30% dan 20%.