BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pantai amal sebagai kawasan petani rumput laut di kota Tarakan dengan total produksi 501.169.624 ton pada tahun 2020. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui peran kelembagaan sistem agribisnis rumput laut di kelompok tani sinar amal abadi pantai amal kota Tarakan. (2) menganalisis persepsi petani terhadap peran kelembagaan sistem agribisnis kelompok tani sinar amal abadi kelurahan pantai amal kota Tarakan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan analisi deskriptif dan menggunakan skala likert / skoring. Hasil yang di peroleh adalah dalam sistem agribisnis rumput laut memiliki 4 sub sistem rumput laut ya itu (1) sub sistem hulu, lembaga yang terlibat yaitu toko anda, kelompok tani sinar amal abadi dan pengepul, lembaga lembaga tersebut berperan sebagai penyedia bibit rumput laut serta melakukan penyediaan modal, menyerap aspirasi dari anggota. (2) sub on farm lembaga yang terlibat di dalamnya adalah kelompok tani sinar amal abadi, lembaga ini berperan sebagai budidaya rumput laut, (3) subsistem hilir lembaga terlibat di dalamnya adalah kelompok tani sinar amal abadi dan pengepul. (4) subsistem jasa dan penunjang lembaga yang berperan adalah dinas perikanan dan kelautan kota Tarakan dan penyuluh. Menganalisis persepsi terhadap peren kelembagaan sistem agribisnis kelompok tani sinar amal abadi pantai amal kota Tarakan. Hasil yang di peroleh adalah persepsi petani rumput laut di kelompok tani sinar amal abadi, dapat di kategorikan tinggi dengan skor (29). Dengan masing masing sub sistem: (a) sub sistem hulu dengan skor (6) kategori tinggi (b) subsistem on farm dengan skor ( (10,8) kategori tinggi (c) sub sistem hilir dengan skor (8,73333) kategori tinggi (d) sub sistem penunjang dengan skor (3,466667) kategori sedang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pantai amal sebagai kawasan petani rumput laut di kota Tarakan dengan total produksi 501.169.624 ton pada tahun 2020. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui peran kelembagaan sistem agribisnis rumput laut di kelompok tani sinar amal abadi pantai amal kota Tarakan. (2) menganalisis persepsi petani terhadap peran kelembagaan sistem agribisnis kelompok tani sinar amal abadi kelurahan pantai amal kota Tarakan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan analisi deskriptif dan menggunakan skala likert / skoring. Hasil yang di peroleh adalah dalam sistem agribisnis rumput laut memiliki 4 sub sistem rumput laut ya itu (1) sub sistem hulu, lembaga yang terlibat yaitu toko anda, kelompok tani sinar amal abadi dan pengepul, lembaga lembaga tersebut berperan sebagai penyedia bibit rumput laut serta melakukan penyediaan modal, menyerap aspirasi dari anggota. (2) sub on farm lembaga yang terlibat di dalamnya adalah kelompok tani sinar amal abadi, lembaga ini berperan sebagai budidaya rumput laut, (3) subsistem hilir lembaga terlibat di dalamnya adalah kelompok tani sinar amal abadi dan pengepul. (4) subsistem jasa dan penunjang lembaga yang berperan adalah dinas perikanan dan kelautan kota Tarakan dan penyuluh. Menganalisis persepsi terhadap peren kelembagaan sistem agribisnis kelompok tani sinar amal abadi pantai amal kota Tarakan. Hasil yang di peroleh adalah persepsi petani rumput laut di kelompok tani sinar amal abadi, dapat di kategorikan tinggi dengan skor (29). Dengan masing masing sub sistem: (a) sub sistem hulu dengan skor (6) kategori tinggi (b) subsistem on farm dengan skor ( (10,8) kategori tinggi (c) sub sistem hilir dengan skor (8,73333) kategori tinggi (d) sub sistem penunjang dengan skor (3,466667) kategori sedang
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kemajuan industri di negara kita mengalami perkembangan yang pesat, baik pada
perindutrian besar maupun perindustrian yang kecil. Sejalan dengan perkembangan
tersebut kebutuhan akan peralatan produksi yang tepat sangat diperlukan agar dapat
meningkatkan efisiensi waktu dan biaya. Sebagian besar dari peralatan industri
menggunakan tenaga listrik sebagai penggerak utama, salah satunya motor listrik.
Motor induksi tiga fasa banyak digunakan di bidang industri karena harganya relatif
murah untuk bidang industri dan mempunyai kehandalan yang tinggi. Namun motor
induksi tiga fasa memiliki kelemahan salah satunya adalah kecepatannya menurun
seiring dengan pertambahan beban, sehingga tidak dapat mempertahankan
kecepatannya secara konstan bila terjadi perubahan beban. Oleh karena itu untuk
mendapatkan kecepatan yang konstan dan performa sistem yang lebih baik terhadap
perubahan beban dibutuhkan suatu pengontrol. Untuk mengatasi masalah tersebut
Sliding Mode Control (SMC) dapat mengatasi permasalahan perubahan parameter
dari motor induksi akibat pembebanan. Field Oriented Control (FOC) dengan sistem
ini arus penguatan dan arus beban motor dapat dikontrol secara terpisah, dengan
demikian fluks dan torsi juga dapat diatur secara terpisah. Berdasarkan kedua metode
tersebut sebagai pengatur kecepatan motor induksi tiga fasa mendapatkan hasil
respon yang baik dengan mencapai steady state lebih cepat dari kecepatan referensi
1500 rpm, rise time 0,1480s, dan settling time 0,1900s dan ketika diberikan beban
sebesar 50 N.m respon saat menggunakan SMC lebih mendekati dengan kecepatan
referensi demgan error steady state 3,37%.