ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan putar terhadap kinerja mesin penggiling jagung tipe disc mill FFC-15. Metode penelitian berupa uji eksperimen dengan dua variasi putaran, yaitu 2617 RPM dan 3015 RPM, bahan uji berupa jagung kering seberat 1 kilogram. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas penepungan aktual, efisiensi, konsumsi bahan bakar, persentase susut massa, tepung yang tercecer, serta rendemen penepungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada putaran 2617 RPM diperoleh kapasitas penepungan 54,92 kg/jam, efisiensi 99,85%, konsumsi bahan bakar 0,839 L/jam, susut massa 2,3%, tepung tercecer 0,44%, dan rendemen 97,3%. Sedangkan pada putaran 3015 RPM, kapasitas penepungan meningkat menjadi 66,85 kg/jam, efisiensi 121,54%, konsumsi bahan bakar 0,860 L/jam, susut massa 2,2%, tepung tercecer 0,47%, dan rendemen 97,5%. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan putaran mesin dapat meningkatkan kapasitas penepungan dan rendemen, namun juga menyebabkan konsumsi bahan bakar lebih besar serta bahan yang tercecer lebih banyak. Oleh karena itu, pemilihan putaran mesin yang optimal perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kapasitas produksi, efisiensi energi, kualitas hasil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan pembangunan kembali pasar akibat peristiwa kebakaran pada tahun 2020, dimana pemilihan sistem struktur menjadi faktor penting dalam menjamin ketahanan seismik sekaligus efisiensi penggunaan material. Sebagai alternatif, pendekatan konfigurasi campuran dapat digunakan, di mana beberapa elemen struktur difungsikan sebagai pemikul lateral dan sisanya sebagai pemikul gravitasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap dua konfigurasi sistem pemikul beban pada struktur baja gedung Pasar Batu Sebengkok, yaitu konfigurasi Full-SRPMK dan konfigurasi campuran (SRPMK+Gravitasi). Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kinerja struktur, dan efisiensi penggunaan material baja. Metode penelitian dimana struktur dimodelkan menggunakan perangkat lunak Aplikasi ETABS dengan pendekatan analisis elastik dan metode gempa statik ekivalen. Evaluasi dilakukan terhadap simpangan antar tingkat,efek P-Delta,Gaya dalam,serta penggunaan material baja. Desain elemen baja diambil pada gaya dalam tertinggi dari hasil output ETABS sebagai representatif dari masing masing dimensi baja dan di cek berdasarkan SNI 1729-2020 maupun SNI 7860-2020. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi Full-SRPMK lebih unggul di tinjau dari sisi kinerja struktur, dengan simpangan antar tingkat lebih rendah (32,62 mm vs 62,20 mm) dan koefisien P delta lebih rendah (0,021 vs 0,053), serta gaya dalam juga lebih rendah. Sebaliknya, konfigurasi SRPMK+Gravitasi lebih unggul dari sisi penggunaan material baja, ditunjukkan dengan jumlah elemen pemikul lateral yang lebih sedikit (144 Vs 510) dan berat total baja yang lebih ringan (786954,822 kg vs 1046599,365 kg). Disimpulkan bahwa Konfigurasi SRPMK+Gravitasi lebih direkomendasikan untuk diterapkan pada bangunan bertingkat dengan pertimbangan efisiensi struktur. Meskipun kinerja struktur Full-SRPMK lebih baik,simpangan yang dihasilkan pada Konfigurasi SRPMK+Gravitasi masih berada dalam batas aman sesuai SNI 1726-2019.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Putaran yang dihasilkan oleh motor induksi sangat diperlukan sebagai penggerak sebuah alat pengangkut material yang disebut dengan conveyor. Putaran motor induksi dapat diatur dengan berbagai cara salah satunya yaitu menggunakan Variable Speed Drive (VSD) dengan mengatur frekuensi output nya yang tersuplai pada motor induksi. Pada penelitian ini pengaturan frekuensi pada VSD dimulai dari 20 Hz hingga 50 Hz dengan pembebanan dimulai dari tanpa plywood hingga 4 plywood yang dimana berat 1 plywod senilai 12 Kg. Berdasarkan hasil penelitian, semakin besar nilai frekuensi maka rpm motor induksi meningkat, namun semakin banyak beban yang diberikan membuat rpm motor induksi menurun. Nilai slip motor induksi akan semakin menurun seiring pada kenaikan nilai frekuensi yang diberikan ke motor induksi. Kenaikan nilai frekuensi motor induksi pada setiap pembebanan membuat nilai daya aktif, nilai daya semu dan nilai daya reaktif pada beban tanpa plywood hingga 4 plywood meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Wave tank merupankan alat pembuat ombak skala laboratorium serta digunakan sebagai wadah penampung air dengan ukuran 150 cm x 35 cm x 35 cm. Jenis wave tank yang digunakan untuk pembuat ombak adalah wave tank model piston dan wave tank model flap. Dengan adanya wave tank yang telah dirancang maka penulis melakukan penelitian yang berjudu “analisis karakteristik gelombang pada wave tank dengan variasi rpm” penelitian ini bertujuan untuk mengukur tinggi dan panjang gelombang yang terbentuk pada tiga titik pengukuran yaitu, 40 cm, 60 cm, 100 cm dan 3 variasi rpm. Dari hasil penelitian menggunakan wave tank model piston diperoleh hasil terbaik, yaitu tinggi gelombang 2,5 cm dan panjang gelombang 23 cm. Hasil tersebut diperoleh pada titik pengukuran 40 cm dan menggunakan putaran mesin 192 rpm. Pada wave tank model flap diperoleh hasil terbaik yaitu, tinggi gelombang 1,8 cm dan panjang gelombang 30 cm. Tinggi gelombang terbaik pada wave tank model flap diperoleh pada titik pengukuran 40 cm dan menggunakan putaran mesin 12 rpm, sedangkan panjang gelombang terbaik diperoleh pada titik pengukuran 60 cm dan 100 cm dengan putaran mesin 12 rpm. Berdasarkan perbandingan tinggi gelombang dan panjang gelombang terbaik yang diperoleh pada masing-masing wave tank, dapat disimpulkan bahwa wave tank model piston lebih baik dibandingkan wave tank model flap dalam hal menghasilkan tinggi gelombang. Sebaliknya, dalam hal panjang gelombang, wave tank model flap lebih baik dibanding wave tank model piston.