ANALISIS KOMPARASI KONFIGURASI SISTEM PEMIKUL BEBAN (STUDI KASUS : GEDUNG PASAR BATU SEBENGKOK TARAKAN)
Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan pembangunan kembali pasar akibat peristiwa kebakaran pada tahun 2020, dimana pemilihan sistem struktur menjadi faktor penting dalam menjamin ketahanan seismik sekaligus efisiensi penggunaan material. Sebagai alternatif, pendekatan konfigurasi campuran dapat digunakan, di mana beberapa elemen struktur difungsikan sebagai pemikul lateral dan sisanya sebagai pemikul gravitasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap dua konfigurasi sistem pemikul beban pada struktur baja gedung Pasar Batu Sebengkok, yaitu konfigurasi Full-SRPMK dan konfigurasi campuran (SRPMK+Gravitasi). Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kinerja struktur, dan efisiensi penggunaan material baja. Metode penelitian dimana struktur dimodelkan menggunakan perangkat lunak Aplikasi ETABS dengan pendekatan analisis elastik dan metode gempa statik ekivalen. Evaluasi dilakukan terhadap simpangan antar tingkat,efek P-Delta,Gaya dalam,serta penggunaan material baja. Desain elemen baja diambil pada gaya dalam tertinggi dari hasil output ETABS sebagai representatif dari masing masing dimensi baja dan di cek berdasarkan SNI 1729-2020 maupun SNI 7860-2020. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi Full-SRPMK lebih unggul di tinjau dari sisi kinerja struktur, dengan simpangan antar tingkat lebih rendah (32,62 mm vs 62,20 mm) dan koefisien P delta lebih rendah (0,021 vs 0,053), serta gaya dalam juga lebih rendah. Sebaliknya, konfigurasi SRPMK+Gravitasi lebih unggul dari sisi penggunaan material baja, ditunjukkan dengan jumlah elemen pemikul lateral yang lebih sedikit (144 Vs 510) dan berat total baja yang lebih ringan (786954,822 kg vs 1046599,365 kg). Disimpulkan bahwa Konfigurasi SRPMK+Gravitasi lebih direkomendasikan untuk diterapkan pada bangunan bertingkat dengan pertimbangan efisiensi struktur. Meskipun kinerja struktur Full-SRPMK lebih baik,simpangan yang dihasilkan pada Konfigurasi SRPMK+Gravitasi masih berada dalam batas aman sesuai SNI 1726-2019.