ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Korosi pada baja karbon rendah menjadi permasalahan penting karena dapat menurunkan kualitas dan umur pakai material, terutama pada lingkungan yang bersifat asam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju korosi dan perubahan kondisi permukaan baja karbon rendah pada media air aki murni konsentrasi H_2{SO}_4 30% dan air aki yang diencerkan dengan aquades hingga konsentrasi 0,5 M. Pengujian dilakukan dengan variasi waktu perendaman 144, 288, 432, dan 576 jam menggunakan metode kehilangan berat (weight loss). Analisis permukaan dilakukan melalui pengamatan visual, foto makro, dan pengolahan citra untuk mengetahui perkembangan porositas pada spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi pada kedua media mengalami penurunan seiring bertambahnya waktu perendaman. Pada media air aki murni, laju korosi menurun dari 1,389 mpy menjadi 0,298 mpy, sedangkan pada media air aki + aquades 0,5 M menurun dari 0,578 mpy menjadi 0,147 mpy. Sebaliknya, persentase porositas permukaan mengalami peningkatan dengan dominasi ukuran pori 0–10 µm dan 10–50 µm. Berdasarkan hasil pengamatan permukaan, terjadi perubahan berupa peningkatan kekasaran, pengikisan, serta terbentuknya cekungan dan lubang kecil yang menunjukkan kecenderungan korosi merata dengan serangan lokal berupa korosi sumuran. Media air aki murni menghasilkan tingkat serangan korosi lebih tinggi dibandingkan media air aki + aquades 0,5 M.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Nunukan Regency, located in North Kalimantan Province, particularly in Pagar Village, is an area with high plant biodiversity, including the Bajakah plant (Spatholobus littoralis Hassk). This study aims to design and develop a prototype of an automatic image-based Bajakah stem detection system using the Deep Learning method, specifically the Convolutional Neural Network (CNN), in order to make the identification process faster, more effective, and more accurate. The dataset used in this study consisted of Bajakah stem images as the main data and non-Bajakah stem images as comparison data obtained through direct image acquisition in Pagar Village, Nunukan Regency, using a smartphone camera with a resolution of 3024 × 4032 pixels. The total dataset consisted of 500 original Bajakah stem images and 500 non-Bajakah stem images. All datasets then underwent preprocessing stages, followed by dataset splitting into 80% training data, 10% validation data, and 10% testing data to ensure the model could perform the learning and testing processes optimally. The results showed that the VGG16-based CNN model was able to detect and identify Bajakah stems effectively based on digital images. The success of the system was proven by excellent evaluation metrics, achieving accuracy, Precision, and Recall values of 100% on all testing data without any classification errors. In addition, implementation testing on new data showed a detection confidence level ranging from 98.26% to 100.00%. These results indicate that the developed system is highly reliable and valid for use. This study is expected to contribute to the application of image processing and deep learning technologies in the field of traditional herbal plant identification in Kalimantan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Post Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap kekuatan tarik, struktur mikro, dan ukuran butir sambungan las SMAW pada baja karbon rendah. Pengelasan dilaiman menggunakan elektroda E7016 diameter 3,2 mm pada posisi 1G dengan kampuh V tunggal pada material tebal 8 mm. PWHT dilakukan dengan metode annealing pada suhu 600°C dengan variasi waktu penahanan 60 menit dan 90 menit. Pengujian meliputi liquid penetrant test, uji tarik berdasarkan standar ASTM A370-23, serta pengamatan struktur mikro dan analisis butir menggynakan metode metalografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa raw material memiliki kekuatan tarik rata-rata 123,43 MPa dengan regangan 13%. Spesimen tanpa PWHT Memiliki kekuatan tarik tertinggi sebesar 134,83 MPa dengan regangan 8%. Setelah PWHT 60 menit, kekuatan tarik menurun menjadi 129,6 MPa dengan regangan meningkat menjadi 10%, sedangkan PWHT 90 menit menghasilkan kekuatan tarik 128,94 MPa dengan regangan 9%. Hasil metalografi menunjukkan bahwa PWHT menghasilkan struktur mikro lebih halus dan seragam. Analisis ukuran butir menunjukkan kecenderungan pembentukan butir yang lebih seragam dan stabil pada spesimen PWHT, terutama pada waktu penahanan 90 menit. Disimpulkan bahwa PWHT mampu mengurangi tegangan sisa, memperhalus struktur mikro, serta menyeimbangkan sifat mekanik sambungan las.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuan panas awal (preheat) pada proses pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) terhadap kualitas sambungan baja karbon rendah. Fokus utama penelitian adalah membandingkan hasil pengelasan antara kondisi tanpa perlakuan panas (non-preheat) dan dengan suhu preheat 200°C terhadap cacat permukaan (penetrant test), kekuatan tarik, dan perubahan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian preheat 200°C efektif mencegah terjadinya distorsi pada spesimen dibandingkan tanpa perlakuan panas. Pada uji penetrant, kedua kondisi masih menunjukkan adanya cacat porositas pada pengelasan Preheat 200°C dan cacat undercut, spatter pada pengelasan tanpa perlakuan panas. Secara mekanik, spesimen tanpa perlakuan memiliki kekuatan tarik rata-rata tertinggi sebesar 135 MPa dengan regangan 33% (elongation). Sebaliknya, spesimen dengan preheat 200°C mengalami penurunan kekuatan tarik menjadi 122 MPa, namun nilai regangan (elongation) meningkat menjadi 34%. Analisis struktur mikro menunjukkan bahwa hasil dari perlakuan panas preheat menghasilkan struktur butir yang besar karena laju pendinginan yang lebih lambat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi elektroda pada proses pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) terhadap sifat mekanik dan karakteristik struktur mikro baja karbon rendah. Fokus penelitian diarahkan pada perbandingan kinerja elektroda E7016 dan E7018 yang banyak diaplikasikan dalam industri konstruksi dan manufaktur. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan material baja karbon rendah berketebalan 8 mm. Proses pengelasan dilakukan menggunakan kampuh V tunggal dengan sudut 60° pada posisi datar (1G) dan arus pengelasan sebesar 90 Ampere. Pengujian hasil las meliputi pengujian tidak merusak (Non-Destructive Test) menggunakan metode liquid penetrant untuk mendeteksi cacat permukaan, serta pengujian merusak (Destructive Test) berupa uji tarik berdasarkan standar ASTM A370-23 dan uji metalografi untuk mengamati struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi elektroda berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik sambungan las. Elektroda E7016 menghasilkan nilai kekuatan tarik rata-rata sebesar 135 MPa, lebih tinggi dibandingkan elektroda E7018 yang memperoleh rata-rata 117 MPa. Hasil uji penetran menunjukkan adanya cacat minor berupa porositas dan undercut pada kedua spesimen, namun masih dalam batas toleransi yang diizinkan. Pengamatan metalografi memperlihatkan perubahan ukuran butir pada daerah weld metal dan Heat Affected Zone (HAZ) yang cenderung lebih kasar dibandingkan base metal akibat siklus termal selama proses pengelasan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa untuk aplikasi yang memprioritaskan kekuatan tarik pada baja karbon rendah dengan parameter pengelasan yang digunakan dalam penelitian ini, elektroda E7016 lebih direkomendasikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi komposisi lapisan beton pada plat baja kompor biomassa terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro material. Latar belakang penelitian ini adalah menjaga sifat kekerasan material kompor biomassa dengan melapisi beton pada logam untuk menahan panas dari proses pembakaran pada kompor. Metode eksperimen dilakukan pembuatan beton dengan dua campuran yang berbeda pasir dan semen. campuran beton berfungsi sebagai media pelindung pada saat proses pemanasan. Spesimen diberikan perlakuan panas selama 5 jam pada plat baja karbon rendah A36 yang dilapisi beton setebal 3 cm. Spesimen uji terdiri dari tiga variasi: Tanpa Perlakuan (TP), Spesimen A (SA) dengan komposisi semen 50% dan pasir 50%, serta Spesimen B (SB) dengan komposisi semen 80% dan pasir 20%. Pengujian yang digunakan meliputi uji kekerasan Vickers dan uji metalografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan panas memberikan pengaruh pada setiap spesimen. Spesimen SA mengalami perubahan nilai kekerasan menjadi 131,03 HV dibandingkan kondisi awal (TP) sebesar 123,2 HV. Sebaliknya, spesimen SB justru mengalami perubahan kekerasan menjadi 107,4 HV. Uji metalografi menunjukan perubahan bahwa pada spesimen SA terjadi perubahan struktur mikro dibandingkan spesimen SB.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Korosi merupakan masalah degradasi material yang kritis, terutama pada baja karbon rendah yang digunakan secara luas dalam konstruksi dan industri perkapalan. Daerah sambungan pengelasan seringkali menjadi titik rentan akibat perubahan mikrostruktur dan sifat mekanik yang disebabkan oleh siklus termal pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju korosi dan struktur mikro pada daerah sambungan pengelasan baja karbon rendah yang dihasilkan menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan arus 90 A. Pengujian korosi dilakukan menggunakan Metode Kehilangan Berat (Weight Loss Method) selama periode empat minggu dengan air hujan sebagai media korosi. Hasil pengujian laju korosi menunjukkan bahwa spesimen yang dilas mengalami kehilangan massa yang terakumulasi dari waktu ke waktu. Laju korosi tertinggi tercatat pada Minggu ke-2 (0,222 mm/y), hal ini membuktikan bahwa pengaruh panas pada saat proses pengelasan terjadi dapat mempengaruhi laju korosi, selain pengaruh pengaruh panas proses pengelasan laju korosi juga dapat dipengaruhi oleh perubahan suhu dan tingkat keasamaan media korosi itu sendiri. Selain itu sambungan las SMAW pada baja karbon rendah juga menunjukkan ketahanan korosi yang amat sangat baik terhadap paparan air hujan, meskipun kerentanan korosi perlu dipertimbangkan pada periode awal paparan. Kata Kunci: Baja Karbon Rendah, Las SMAW, Laju Korosi, Weight Loss, Struktur Mikro.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan pembangunan kembali pasar akibat peristiwa kebakaran pada tahun 2020, dimana pemilihan sistem struktur menjadi faktor penting dalam menjamin ketahanan seismik sekaligus efisiensi penggunaan material. Sebagai alternatif, pendekatan konfigurasi campuran dapat digunakan, di mana beberapa elemen struktur difungsikan sebagai pemikul lateral dan sisanya sebagai pemikul gravitasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap dua konfigurasi sistem pemikul beban pada struktur baja gedung Pasar Batu Sebengkok, yaitu konfigurasi Full-SRPMK dan konfigurasi campuran (SRPMK+Gravitasi). Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kinerja struktur, dan efisiensi penggunaan material baja. Metode penelitian dimana struktur dimodelkan menggunakan perangkat lunak Aplikasi ETABS dengan pendekatan analisis elastik dan metode gempa statik ekivalen. Evaluasi dilakukan terhadap simpangan antar tingkat,efek P-Delta,Gaya dalam,serta penggunaan material baja. Desain elemen baja diambil pada gaya dalam tertinggi dari hasil output ETABS sebagai representatif dari masing masing dimensi baja dan di cek berdasarkan SNI 1729-2020 maupun SNI 7860-2020. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi Full-SRPMK lebih unggul di tinjau dari sisi kinerja struktur, dengan simpangan antar tingkat lebih rendah (32,62 mm vs 62,20 mm) dan koefisien P delta lebih rendah (0,021 vs 0,053), serta gaya dalam juga lebih rendah. Sebaliknya, konfigurasi SRPMK+Gravitasi lebih unggul dari sisi penggunaan material baja, ditunjukkan dengan jumlah elemen pemikul lateral yang lebih sedikit (144 Vs 510) dan berat total baja yang lebih ringan (786954,822 kg vs 1046599,365 kg). Disimpulkan bahwa Konfigurasi SRPMK+Gravitasi lebih direkomendasikan untuk diterapkan pada bangunan bertingkat dengan pertimbangan efisiensi struktur. Meskipun kinerja struktur Full-SRPMK lebih baik,simpangan yang dihasilkan pada Konfigurasi SRPMK+Gravitasi masih berada dalam batas aman sesuai SNI 1726-2019.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku pembajakan film digital di kalangan mahasiswa menjadi isu yang berkembang seiring kemudahan akses media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat mahasiswa Universitas Borneo Tarakan dalam melakukan pembajakan film digital. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling, menghasilkan 290 responden. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS versi 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma subjektif, kontrol perilaku, dan sikap berpengaruh signifikan terhadap niat pembajakan. Faktor sosial, persepsi kemudahan akses, serta sikap individu terbukti menjadi determinan utama dalam perilaku pembajakan film digital. Temuan ini memberikan dasar untuk pengembangan program edukasi mengenai hak kekayaan intelektual dan peningkatan kesadaran mahasiswa terhadap dampak negatif pembajakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG HAK CIPTA ATAS PEMBAJAKAN KARYA SINEMATOGRAFI MELALUI APLIKASI TELEGRAM ABSTRAK Penelitian ini dibuat dan disusun dengan tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan mengkaji terkait Perlindungan Hukum Pemegang Hak Cipta Atas Pembajakan Karya Sinematografi Melalui Aplikasi Telegram.Untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini digunakan metode penelitian hukum normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka dan menganalisis dari perspektif hukum Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta . Melalui metode penelitian ini diperoleh hasil bahwa bentuk perlindungan hukum pemegang hak cipta pembajakan karya sinematografi adalah diberikan berupa upaya hukum preventif dengan penutupan konten pembajakan melalui aplikasi telegram dan upaya hukum represif dimana diberikannya denda,hukum penjara dan lain sebagainya, Bentuk Upaya Penyelesaian Sengketa yang dapat ditempuh Pemegang Hak Cipta terkait dengan adanya Pembajakan Karya Sinematografi melalui Aplikasi Telegram adalah di luar dan di dalam pengadilan dengan pegajuan hukum perdata dengan ganti rugi dan tuntutan pidana terhadap pelaku pembajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hand tractor merupakan salah satu alat dan mesin budidaya pertanian, hand tractor ad alah kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau implemen yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi. Penggunaan hand tractor untuk pengolahan tanah merupakan salah satu upaya penggemburan tanah menjadi suatu media siap tanam yang dapat dicapai melalui proses pembajakan. Kinerja hand tractor saat pengolahan tanah dipengaruhi oleh penggunaan jenis bajak dan ukuran bajak, Hal ini akan mempengaruhi secara keseluruhan kinerja hand tractor dan pengunaan bahan bakar. Bajak rotari merupakan salah satu implemen traktor yang digunakan untuk melakukan pengolahan tanah. Bajak rotari adalah jenis alat bajak yang terdiri dari pisau-pisau yang berputar secara serentak. Prinsip kerja bajak rotari adalah digunakan pada pengolahan tanah, sehingga hasil tanah olahanya menjadi hancur. Bajak singkal merupakan peralatan pertanian untuk pengolahan tanah yang digandengkan dengan sumber tenaga penggerak atau penarik seperti hand tractor pertaman. Bajak singkal berfungsi untuk memotong, membalikkan, pemecahan tanah serta pembenaman sisa-sisa tanaman ke dalam tanah dan digunakan untuk tahapan kegiatan pengolahan tanah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bracket motor listrik berfungsi sebagai pengguat kontruksi pemasangan komponen motor namun rentan terhadap kegagalan kerena harus menahan beban statis pada motor saat beoperasi. Bahan Bracket umumnya adalah baja karbon, salah satu metode untuk meningkatkan sifat baja karbon dengan perlakuan panas dan pendinginan. Eksperimen yang dilakukan pada penelitian ini yaitu perlakuan panas dengan variasi media pendingin oli dan udara pada plat baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas pada plat baja terhadap kekerasan dengan menggunakan material plat baja 5mm. Setelah dilakukan eksperimen kemudian dilakukan di uji kekerasan BrinelL pada spesimen. Hasil yang diperoleh dari spesimen non treatment memilki nilai kekerasan yaitu 58,5 kgf/mm2. Spesimen heat treatment dengan pendingin oli memiliki nilai kekerasan yaitu 75,3 kgf/mm2 dan spesimen heat treatment dengan pendingin udara memiliki nilai kekerasan yaitu 58,1 kgf/mm. Bisa disimpulkan bahwa nilai kekerasan dilakukan heat treatment dengan pendingin oli paling tertinggi yakni 75,3 kgf/mm2. Ini disebabkan kerena oli termasuk dengan pendinginan cepat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Dalam melakukan konversi motor bakar ke motor listrik adalah bracket. Bracket berfungsi sebagai dudukan motor listrik yang kemudian yang dihubungkan kebagian mesin. Motor listrik, bracket dan mesin dihubungkan dengan sambungan baut. Pemilihan baut perlu dipertimbangkan dengan kebutuhan agar umur sambungan lebih lama. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan geser baut pada sambungan bracket dan dinamo. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan model-model matematis. Pada penelitian ini menganalisis 2 bahan baut dengan ukuran yang sama yaitu M6. Kedua bahan tersebut ialah stainless steel dan baja karbon. Bahan baut stainless steel diperoleh dari suplayer bracket sedangkan baja karbon bawaan mesin honda.Dari hasil analisis kedua jenis baut diperoleh nilai tegangan geser maxsimal adalah τa 2,4 kg/mm2. Sedangkan analisis baut dengan pembebanan bracket dan dinamo diperoleh nilai tegangan geser sebesar τb 0,42 kg/mm2. Dari hasil tersebut bahwa kedua bahan baut dapat digunakan karena tidak melebihi tegangan geser maxsimal sebesar τa 2,4 kg/mm2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemilihan variasi jahitan las pada baja saluran UNP untuk aplikasi mesin uji universal. Penelitian ini menggunakan uji tarik dan tekuk pada spesimen baja kanal UNP dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan variasi arus 80 A. Pengujian dilakukan di laboratorium pengujian material Institut Teknologi Nasional Malang. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa jahitan las variasi variasi K scam mempunyai kuat tarik paling tinggi yaitu sebesar 56,49 kgf/mm2, sedangkan jahitan las variasi 1 mempunyai kuat tarik paling rendah yaitu 26,17 kgf/mm2. Selain itu, hasil uji lentur menggambarkan variasi jahitan V yang dilas mencapai tegangan lentur maksimum tertinggi yaitu 105,91 MPa, sedangkan variasi lasan K mempunyai tegangan lentur maksimum terendah yaitu 98,06 MPa. Meskipun terdapat sedikit perbedaan kekuatan lentur antara jahitan variasi V dan K, namun ternyata jahitan variasi V lebih mampu menahan beban lentur yang lebih besar dibandingkan variasi jahitan I dan K.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh arus pengelasan terhadap
kekuatan mekanik baja UNP menggunakan metode pengelasan SMAW untuk
aplikasi mesin uji universal. Penelitian dilakukan dengan variasi arus pengelasan
sebesar 80A, 90A, dan 100A. Pengujian dilakukan di laboratorium pengujian
material Institut Teknologi Malang. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa
variasi arus pengelesan yang ideal untuk bagian yang kan menrima beban tarik
yang besar adalah arus 100A. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa variasi
arus pengelasan yang ideal untuk bagian yang akan menerima beban tarik yang
besar adalah arus 100A. Variasi ini menghasilkan kekuatan tarik maksimum
sebesar 83,67 kgf/𝑚𝑚2. Sedangkan pada hasil pengujian bending variasi arus
pengelasan yang direkomendasikan adalah arus 90A. Variasi ini menghasilkan
tegangan bending maksimum sebesar 114,14 MPa. Meskipun variasi arus 90A dan
100A memiliki perbedaan yang tidak signifikan dalam kekuatan bending, variasi
arus 90A lebih mampu menahan beban bending yang lebih besar dibandingkan
variasi arus 80A dan 100A.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Pemanfaatan energi fosil oleh masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan secara terus menerus menimbulkan krisis energi yang tidak dapat diperbarui ini. Pemanfaatan energi tidak terbarukan dalam sehari hari dimasyarakat ialah memasak. Oleh karena itu, eksplorasi terhadap sumber energi terbarukan lain merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin meningkat. Salah satu energi terbarukan adalah biomassa. Energi biomassa merupakan energi alternatif yang bersumber dari biomassa. Untuk mempermudah penggunaan energi biomassa ini telah dirancang kompor biomassa yang secara efektif dapat melakukan transfer energi panas dengan memanfaatkan bahan dari plat baja dan beton serta dilengkapi teknologi blower. Pada penelitian ini fokus pada ketahanan plat baja yang digunakan sebagai bahan utama kompor terhadap energi panas. Pada penelitian ini material diberi perlakuan panas dengan variasi waktu pemanas 5 dan 7 jam. Dengan tambahan variasi ketebalan beton 3, 4, 5, dan 6 cm. Plat dan spesimen dibentuk dengan ukuran 5x5x2 cm, hasil uji kekerasan diperoleh nilai kekerasan plat paling rendah berada pada variasi waktu 5 jam dengan ketebalan 3 cm senilai 109,5 HV. Sedangkan nilai kekerasan yang paling tinggi diperoleh plat pada variasi waktu 7 jam dengan ketebalan 6 cm senilai 144 HV.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asdar 1740303012 “Studi Laju Korosi Plat Baja Hitam Dengan Penambahan Inhibitor Allium Sativum Solo Garlic Di Lingkungan Air Laut” ABSTRAK Bawang Lanang dengan nama ilmiah “Allium Sativum solo garlic” dapat di pergunakan sebagai inhibitor organik karena dapat menurunkan laju korosi logam dan ramah lingkungan. Material yang di gunakan adalah plat baja hitam termasuk baja karbon rendah yang rentan dan cepat terkena korosi di lingkungan air laut. Laju korosi logam dan efesiensi inhibitor didapatkan dari uji weight loss selama interval 5 hari, 10 hari, 15 hari, 20 hari, 25 hari dan 30 hari. Variasi inhibitor yang digunakan yaitu 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm. Sedangkan mekanisme kerja inhibitor di analisa melalui uji foto makro dan uji FTIR. Berdasarkan pengujian 4 konsentrasi inhibitor tersebut diperoleh hasil terbaik dan terburuk. Hasil uji weight loss dan efisiensi menunjukkan nilai laju korosi tertinggi dengan penambahan inhibitor Allium sativum solo garlic sebesar 200 ppm yaitu 0,12 mm/year, dengan efisiensi terendah 15,39%. Sedangkan nilai laju korosi terendah dengan penambahan inhibitor Allium sativum solo garlic sebesar 100 ppm yaitu 0,06 mm/year dengan efisiensi tertinggi 56,78%. Mekanisme kerja inhibitor agar dapat melindungi plat baja hitam dari korosi dalam lingkungan air laut. Inhibitor Allium sativum solo garlic dapat teradsorpsi pada permukaan plat baja hitam dan juga dapat menurunkan laju korosi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu Hanggar Pesawat yang ada di Kota Tarakan adalah milik Yayasan MAF, yang dibangun sejak tahun 1980. Hanggar ini terletak di Jalan Mulawarman, Bandar Udara Juwata, Kota Tarakan. Infrastruktur hanggar digunakan sebagai tempat perawatan, tempat perbaikan, dan perlindungan pesawat dari cuaca luar. Konstruksi hanggar ini menggunakan struktur rangka atap dengan menerapkan material pipa baja galvanis. Saat ini telah diwajibkan perhitungan struktur menggunakan faktor gempa sesuai dengan SNI 1726 2019. Sehingga perlu untuk dilakukan identifikasi dari kekuatan struktur Hanggar Pesawat milik Yayasan MAF, dengan tujuan menilai kekuatan atau kestabilan struktur Hanggar Pesawat tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model 2-Dimensi dan 3-Dimensi sesuai dengan kondisi eksisting Hanggar Pesawat tersebut. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan baik pada pemodelan 2-Dimensi dan 3-Dimensi menunjukkan konstruksi Hanggar Pesawat mengalami ketidakstabilan struktur. Hal ini disebabkan oleh salah satu batang yaitu batang B130 tidak memenuhi syarat kelangsingan sebagai batang tekan atau batang tarik. Telah dilakukan analisis lebih jauh batang B130 tersebut ternyata tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap Hanggar Pesawat, sehingga dapat dihilangkan sebagai salah satu elemen penyusun konstruksi Hanggar Pesawat tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Tujuan Penelitian ini untuk menemukan langkah pembelajaran yang efektif dan bervariatif untuk meningkatkan pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Tarakan menggunakan model pembelajaran Circuit Learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Tarakan Tahun Ajaran 2021/2022 yang berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 18 laki-laki dan 18 perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model dari Kurt Lewin yang terdiri dari dua siklus. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus pada tanggal 6 Januari 2022 sampai dengan 21 Januari 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil tes awal menulis puisi siswa yaitu 11,78, dari hasil tes yang dilakukan dapat dilihat bahwa kemampuan menulis puisi masih sangat rendah. Hal ini karena tidak adanya model pembelajaran yang menarik siswa dalam menulis puisi, maka diterapkan lah model pembelajaran Circuit Learning. Siswa mulai mengalami peningkatan pada siklus I yang dilihat dengan nilai rata siswa yaitu 18,64 dan meningkat sebanyak 6,86. Pada siklus II nilai rata yang dicapai siswa 20,11. Hasil pengamatan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran Circuit Learning memberikan motivasi dan meningkatkan hasil belajar siswa dalam kegiatan menulis puisi pada siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Tarakan.