Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: Beton
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH CAMPURAN LAPISAN BETON PLAT BAJA KOMPOR BIOMASSA TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA KARBON RENDAH DENGAN PROSES PERLAKUAN PANAS

2026•

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi komposisi lapisan beton pada plat baja kompor biomassa terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro material. Latar belakang penelitian ini adalah menjaga sifat kekerasan material kompor biomassa dengan melapisi beton pada logam untuk menahan panas dari proses pembakaran pada kompor. Metode eksperimen dilakukan pembuatan beton dengan dua campuran yang berbeda pasir dan semen. campuran beton berfungsi sebagai media pelindung pada saat proses pemanasan. Spesimen diberikan perlakuan panas selama 5 jam pada plat baja karbon rendah A36 yang dilapisi beton setebal 3 cm. Spesimen uji terdiri dari tiga variasi: Tanpa Perlakuan (TP), Spesimen A (SA) dengan komposisi semen 50% dan pasir 50%, serta Spesimen B (SB) dengan komposisi semen 80% dan pasir 20%. Pengujian yang digunakan meliputi uji kekerasan Vickers dan uji metalografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan panas memberikan pengaruh pada setiap spesimen. Spesimen SA mengalami perubahan nilai kekerasan menjadi 131,03 HV dibandingkan kondisi awal (TP) sebesar 123,2 HV. Sebaliknya, spesimen SB justru mengalami perubahan kekerasan menjadi 107,4 HV. Uji metalografi menunjukan perubahan bahwa pada spesimen SA terjadi perubahan struktur mikro dibandingkan spesimen SB.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Modifikasi Struktur Gedung Transit Asrama Haji Kota Tarakan dengan Sistem Flat Slab

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas modifikasi struktur Gedung Transit Asrama Haji Kota Tarakan dengan menggunakan sistem pelat datar (flat slab). Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan pembangunan asrama haji di Kalimantan Utara yang mampu menampung jamaah secara optimal serta memberikan kenyamanan dan efisiensi penggunaan ruang. Sistem pelat datar dipilih karena memiliki keunggulan dalam efisiensi material, fleksibilitas tata ruang, serta kemudahan pelaksanaan konstruksi. Metode penelitian meliputi pemodelan dan analisis struktur berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2020, serta perancangan elemen struktur utama berupa pelat, kolom, dan dinding geser. Analisis dilakukan dengan metode desain langsung (direct design method) untuk menentukan kebutuhan penulangan dan memastikan struktur mampu menahan kombinasi beban gravitasi maupun beban gempa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pelat datar dengan penambahan elemen dinding geser mampu diaplikasikan pada Gedung Transit Asrama Haji Kota Tarakan. Desain yang dihasilkan memenuhi persyaratan kekuatan dan daktilitas sesuai standar perencanaan yang berlaku, serta dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan efisiensi struktur dan biaya konstruksi

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

.Studi Analisis Desain Struktur Revetment dengan Lapis Pelindung Buis Beton di Pantai Amal Baru Kota Tarakan

2025•

.Abrasi pantai merupakan permasalahan serius yang mengancam keberlanjutan wilayah pesisir, termasuk di Pantai Amal Baru Kota Tarakan, sehingga diperlukan kajian teknis terhadap efektivitas bangunan pelindung pantai. Penelitian ini bertujuan menganalisis desain struktur revetment dengan lapis pelindung buis beton melalui perbandingan kondisi hidrodinamika berdasarkan dua periode data angin, yaitu 2008–2017 dan 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model analisis keinsinyuran pantai, meliputi pembangkitan gelombang metode Wilson, prediksi gelombang jangka panjang dengan distribusi Weibull, transformasi gelombang, serta analisis stabilitas bangunan berdasarkan bilangan Irribaren. Subjek kajian adalah desain teknis revetment di sepanjang 390 meter garis Pantai Amal Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi gelombang signifikan berkisar 1,57–1,805 meter dengan periode gelombang 8,03–8,79 detik, menghasilkan desain revetment dengan tinggi 3,5 meter, lebar puncak 1,75 meter, serta lapis lindung utama, kedua, dan inti menggunakan buis beton seberat 792,7071 kg. Toe protection dirancang dengan berat butir 79,27 kg, lebar 1,28 meter, dan tinggi 0,86 meter. Kesimpulannya, desain revetment buis beton dinilai mampu menahan beban gelombang berdasarkan kedua periode data sehingga layak diterapkan sebagai solusi mitigasi abrasi di Pantai Amal Baru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAN PADI TERHADAP SEMEN PADA PEMBUATAN BATA BETON PEJAL (STUDI KASUS = 0%,2%,2,5%DAN 3%)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Abu sekam padi merupakan limbah yang diperoleh dari hasil pembakaran sekam padi. Abu sekam padi mengandung senyawa karbon dan silika yang berpengaruh terhadap kekuatan beton, hasil pembakaran senyawa sekam padi yang alami mengandung senyawa karbon aktif memiliki struktur amorf dan ruang pori yang berukuran sangat kecil dan dapat berbentuk seperti celah panjang yang dapat mengikat kapur bebas pada saat proses hidrasi semen. Perbandingan campuran yang digunakan ialah 1 semen : 6 pasir dengan penambahan variasi presentasi campuran abu sekam padi yaitu 0%; 2%; 2,5%; dan 3% terhadap berat semen. Hasil penelitian ini memperoleh nilai rata-rata kuat tekan BBP 0% sebesar 70,31 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu II, BBP 2% sebesar 65,17 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III, BBP 2,5% sebesar 59,83 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III, BBP 3% sebesar 57,71 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III. Variasi campuran abu sekam padi yang optimum pada pembuatan bata beton pejal yaitu variasi campuran BBP 2% dengan nilai kuat tekan sebesar 65,17 kg/cm².

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAN PADI TERHADAP SEMEN PADA PEMBUATAN BATA BETON PEJAL (STUDI KASUS = 0%,3,5%,4%DAN 4,5%)

2024•

Abu sekam padi merupakan limbah yang diperoleh dari hasil pembakaran sekam padi. Abu sekam padi mengandung senyawa karbon dan silika yang berpengaruh terhadap kekuatan beton, hasil pembakaran senyawa sekam padi yang alami mengandung senyawa karbon aktif memiliki struktur amorf dan ruang pori yang berukuran sangat kecil dan dapat berbentuk seperti celah panjang yang dapat mengikat kapur bebas pada saat proses hidrasi semen. Perbandingan campuran yang digunakan ialah 1 semen : 6 pasir dengan penambahan variasi BPP yaitu 0%; 3,5%; 4%; dan 4,5% terhadap berat semen. Hasil penelitian ini memperoleh nilai rata-rata kuat tekan pada variasi BBP 0% sebesar 70,31 kg/cm2 klasifikasi mutu II, Variasi BBP 3,5% sebesar 51,92 kg/cm2 klasifikasi mutu III, Variasi BBP 4,0% sebesar 50,39 kg/cm2 klasifikasi mutu III, Variasi BBP 4,5% sebesar 45,04 kg/cm2 klasifikasi mutu III. Variasi BBP yang optimum digunakan diantara 3,5%; 4%; dan 4,5% pada pembuatan bata beton pejal yaitu variasi BBP 3,5% dengan nilai kuat tekan sebesar 51,92 kg/cm².

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER DENGAN PENAMBAHAN SUPERPLASTICIZER

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Batubara sebagai bahan bakar banyak digunakan oleh Industri dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia dari pembakaran tersebut menghasilkan polutan berupa abu terbang atau fly ash. Abu terbang (fly ash) mengandung senyawa silika dan alumina aktif, salah satu usaha untuk mengurangi hasil limbah pembakaran tersebut yaitu dimanfaatkan sebagai pengganti semen pada beton geopolimer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan zat aditif superplasticizer terhadap beton geopolimer dan untuk mendapatkan nilai peningkatan kuat tekan beton geopolimer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan bahan campuran utama agregat kasar dan halus, fly ash, alkali aktivator yaitu Na2SiO3 dan NaOH, dan juga zat aditif superplasticizer. Benda uji menggunakan kubus berukuran 15x15x15 cm dengan sampel sebanyak 10 buah untuk masing-masing variasi yang selanjutnya dilakukan pengujian kuat tekan pada saat umur beton 28 hari. Berdasarkan hasil dari penelitian dengan presentase variasi superplasticizer BG 0%, BG 0,5%, BG 1% dan BG 1,5% terhadap beton geopolimer yaitu pada benda uji tidak terdapat adanya pengaruh yang signifikan dengan masing-masing variabel terikat. Namun, setelah diberi zat aditif superplasticizer didapatkan peningkatan sebesar 1,17% antara BG 0% dan BG 0,5% serta 0,38% antara BG 1% dan BG 1,5%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN ABU TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH MUTU BETON K-250 DENGAN VARIASI CAMPURAN 0%,2%,2.5% DAN 3%.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada penelitian ini seiring perkembangan jaman didunia kontruksi salah satunya dalam inovasi teknologi beton ditemukan pemanfaatan abu tempurung kelapa dalam pembangunan maupun infrastruktur dan memicu inovasi dalam bidang rekayasa struktur bahan. Oleh karena itu penggunaan abu tempurung kelapa sebagai komponen tambahan dalam komposisi pembuatan beton terhadap bahan tambah semen. Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh abu tempurung kelapa sebagai bahan tambah terhadap kuat tekan beton dan Seberapa besar presentase kenaikan dan penurunan kuat tekan beton dengan tambahan abu tempurung kelapa. Pengujian ini menggunakan benda uji kubus berumur 28 hari dengan total benda uji beton sebanyak 120 sampel, dengan setiap variabel sampel beton masing-masing berjumlah sebanyak 30 sampel. Dari hasil penelitian ini diuji secara statistik distribusi normal menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 26 hingga memperoleh nilai kuat tekan beton normal 309,086 kg/cm². kuat tekan beton campuran ATK 2% sebesar 325,873 kg/cm². kuat tekan beton campuran ATK 2,5% sebesar 252,824 kg/cm². kuat tekan beton campuran ATK 3% sebesar 186,913 kg/cm². Kuat tekan beton campuran ATK 2% mengalami kenaikan 5,44% terhadap beton nornal. Kuat tekan beton campuran ATK 2,5% mengalami penurunan 18,20% terhadap beton normal. Kuat tekan beton campuran ATK 3% mengalami penurunan 39,52% terhadap beton normal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN ABU TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KUAT TEKAN BETON SEBAGAI BAHAN TAMBAH MUTU BETON K-250 DENGAN VARIASI CAMPURAN 0%,5,5%.6% DAN 6,5%

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Tanaman kelapa merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai yang ekonomis yang sangat tinggi jika tanaman tersebut dikelola dengan baik. Di kota Tarakan merupakan penghasil kelapa sangat berlimpah dan telah banyak memberikan kehidupan masyarakat di kalangan pertani yang ada dikota tarakan, hal ini dibuktikan dengan tingkat pengusaha tanaman kelapa di Indonesia. Tempurung Kelapa adalah limbah karena banyak industri mengubah tempurungnya menjadi obat nyamuk dan bahan bakar. Limbah tempurung kelapa dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh abu tempurung kelapa sebagai bahan tambah kuat tekan beton dengan variasi campuran 0%, 5,5%, 6%, dan 6,5% pada umur pengujian 28 hari. Dari hasil penelitian, bahwa tempurung kelapa tidak dapat meningkatkan nilai kuat tekan beton, dikarenakan nilai variabel yang tidak konsisten terhadap kuat tekan beton. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa tempurung kelapa tidak meningkatkan nilai kuat tekan beton. Dari perhitungan perbandingan kuat tekan beton, bahwa beton normal memiliki nilai 321,17 Kg/cm2 sehingga pada variasi campuran ATK 5,5% mengalami penurunan 225,90 Kg/cm2, kemudian pada variasi campuran ATK 6% mengalami penurunan lagi pada nilai kuat tekan menjadi 197,16 Kg/cm2, namun pada variasi 6,5% mengalami penurunan menjadi 219,02 Kg/cm2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN PASIR PANTAI TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU K 250 (STUDI KASUS PASIR PANTAI AMAL DI KOTA TARAKAN)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Beton sebagai bahan bangunan yang sudah lama digunakan masyarakat sebagai bahan kostruksi sebab memiliki kekuatan yang baik, tahan api, tahan terhadap perubahan cuaca, serta mudah dalam melakukan perawatan, dan relatif mudah dalam pengerjaannya dan dapat dibentuk sesuai keinginan. Pada penelitian ini digunakan pasir pantai amal kota tarakan sebagai penyusun beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan pasir pantai terhadap kuat tekan beton. penelitian ini dibuat sampel kubus beton berukuran 15cm x 15cm x 15cm sebanyak 80 sampel dengan setiap variasinya masing-masing 10 sampel dan pengujian dilakukan pada saat benda uji berumur 21 dan 28 hari. Hasil dari penelitian ini diuji secara statistik menggunakan distribusi-t hingga memperoleh hasil pada umur beton 21 hari terjadi pengaruh peningkatan kuat tekan beton sebesar 10,34% dengan nilai kuat tekan 304,2 kg/cm2 pada pasir pantai 10%, 13,46% dengan nilai kuat tekan 312,8 kg/cm2 pada pasir pantai 20%, dan 22,16% dengan nilai kuat tekan 336,8 kg/cm2 pada pasir pantai 30% terhadap kuat tekan beton normal umur 21 hari. Sedangkan pada umur 28 hari terjadi pengaruh peningkatan kuat tekan beton sebesar 8,07% dengan nilai kuat tekan 321,5 kg/cm2 pada pasir pantai 10%, 10,69% dengan nilai kuat tekan 329,3 kg/cm2 pada pasir pantai 20%, dan 14,21% dengan kuat tekan 339,8 kg/cm2 pada pasir pantai 30% terhadap kuat tekan beton normal umur 28 hari. Dengan demikian, presentase optimum penggunaan pasir pantai pada campuran beton dari variasi yang diuji adalah 30%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penambahan Sikabond Nv Addtive terhadap kuat tekan beton (Mix Design K-225) dengan variasi penambahan persentase sikabond Nv Addtive sebanyak 5%, 7,5%, 10%.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kegiatan pembangunan yang saat ini dilaksanakan berakibat pada meningkatnya kebutuhan akan konstruksi. Penggunaan beton merupakan pilihan utama, ada banyak jenis kegunaan bahan tambahan untuk campuran beton yang telah membantu dalam kegiatan konstruksi dan juga dalam mengatasi masalah-masalah di lapangan, seperti adanya bahan kimia Sikabond NV yang dapat merekatkan beton lama dan baru. Dalam penelitian ini menguji kuat tekan beton dengan penambahan bahan Sikabond NV. Metode mix design menggunakan SNI 7656-2012 dengan variasi benda uji penambahan bahan additive Sikabond NV sebanyak 0%, 5%, 7,5% dan 10% pengujian pada umur 14 hari, 21 hari, dan 28 hari dengan jumlah benda uji setiap variasi masing-masing 10 benda uji, total benda uji 120 benda uji. Hasil pengujian untuk kuat tekan beton variasi 0%, 5%, 7,5% dan 10% sebesar 305 Kg/cm2, 258 Kg/cm2, 206 Kg/cm2 dan 160 Kg/cm2 dan dengan pengamatan ini kuat tekan beton mengalami penurunan pada setiap variasi 5%, 7,5%, dan 10 % masing-masing sebesar 15%, 33%, dan 47% dikarenakan penggunaan bahan additive Sikabond NV ini sangat berpengaruh pada kekentalan campuran karna sifat dari Sikabond NV ini yang kental dan memiliki fungsi merekatkan yang biasa digunakan dilapangan sebagai perekat beton lama dan beton baru, adanya penambahan bahan additive Sikabond NV sangat mempengaruhi nilai kuat tekan yang dihasilkan pada beton semakin besar penambahan bahan additive Sikabond NV ini maka semakin kecil juga nilai kuat tekan yang dihasilkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG PRODI KEDOKTERAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN.

2022•

.Universitas Borneo Tarakan berencana akan membuka program studi kedokteran pada tahun 2023. Sehingga, diperlukan sebuah gedung yang mampu mendukung berjalannya segala aktivitas perkuliahan. Gedung tersebut harus direncanakan tidak hanya memiliki kekuatan tehadap beban selama masa layan, namun juga harus kuat terhadap gempa. Hal inilah yang mendasari dilakukannya penelitian ini, yaitu untuk memberikan referensi ataupun rekomendasi perancangan struktur gedung beton bertulang tahan gempa sesuai dengan standar terbaru di kota Tarakan, khususnya gedung kuliah untuk prodi kedokteran. Desain struktur menggunakan standar terbaru pada saat penelitian dibuat, yaitu SNI 2847-2019, SNI 1726-2019, dan SNI 1727-2020. Perencanaan struktur beton bertulang menggunakan mutu K-300 atau setara f’c 24 MPa, dengan baja tulangan menggunakan mutu BJTS 420 dan BJTS 280. Beban gempa rencana pada struktur menggunakan metode statik ekivalen. Gedung dirancang terdiri dari 4 lantai ditambah 1 lantai atap dengan fungsi utama gedung adalah sebagai fasilitas pendidikan. Penelitian ini melibatkan beberapa software pendukung seperti SAP2000 untuk memodelkan analisis struktur, spColumn untuk menganalisa kolom, Autodesk Autocad dan Revit untuk membuat gambar detail secara 2D dan 3D. Hasil desain pada struktur portal gedung semuanya menggunakan tulangan longitudinal berdiameter 19 mm dan sengkang 10 mm, dan sistem struktur direncanakan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN PERBANDINGAN NILAI FAKTOR AIR SEMEN (FAS)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seiring berjalannya waktu dunia konstruksi terus berkembang salah satunya dalam inovasi teknologi beton dengan ditemukannya beton yang dapat meloloskan air dari rongga beton tersebut yang dikenal dengan istilah beton porous. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakteristik beton porous meliputi berat isi, penyerapan, dan kuat tekan. Variabel pengujian yang digunakan ialah A pada FAS 0;48, B pada FAS 0;53, C pada FAS 0;58, dan D pada FAS 0;64. Demi memperoleh porositas yang baik pada beton porous maka agregat yang digunakan hanya 3 ukuran agregat yang seragam dengan penggunaan semen sebanyak 1 dari 6 berat agregat sedangkan konsistensi pasta (semen & air) mengikuti nilai FAS yang ditetapkan. Total jumlah benda uji sebanyak 120 sampel dengan setiap variabelnya masing-masing sebanyak 30 sampel dan pengujian dilakukan pada saat benda uji berumur 28 hari. Hasil dari penelitian ini diuji secara statistik menggunakan distribusi normal hingga memperoleh nilai berat isi 1,64 gram/cm3 pada FAS 0;48, 1,66 gram/cm3 pada FAS 0;53, 1,67 gram/cm3 pada FAS 0;58, dan 1,69 gram/cm3 pada FAS 0;64. Nilai penyerapan 1,88% pada FAS 0;48, 1,94% pada FAS 0;53, 2,17% pada FAS 0;58, dan 1,82% pada FAS 0;64. Nilai kuat tekan 4,4 MPa pada FAS 0;48, 5,5 MPa pada FAS 0;53, 5,8 MPa pada FAS 0;58, dan 3,6 Mpa pada FAS 0;64. Namun perlu diketahui bahwa pada variabel D (FAS 0,64) tidak memenuhi ketentuan sifat tampak/fisik dari beton porous dikarenakan pengunaan air yang berlebih membuat permukaan beton menjadi tertutup.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemodelan Simulasi Risiko Supply Chain Beton Ready Mix untuk Proyek Konstruksi di Kota Tarakan

2021•

Pemodelan Simulasi Risiko Supply Chain Beton Ready Mix untuk Proyek Konstruksi di Kota Tarakan ABSTRAK Penelitian ini menyajikan analisis risiko rantai pasok beton ready mix pada proyek konstruksi di Kota Tarakan dengan cara survei dan wawancara langsung ke lapangan. Dalam pelaksanaannya, manajemen rantai pasok memiliki risiko-risiko negatif yang dapat menghambat pengadaan suatu material maka diperlukan suatu manajemen risiko rantai pasok. Untuk mengetahui risiko yang menghambat tersebut digunakan suatu analisis yaitu Matriks Probabibiltas dan Dampak dengan hasil pengkategorian tingkat dari variabel risiko. Risiko berkategori tinggi dari persepsi pemasok beton ready mix terhadap kontraktor memiliki satu variabel di aliran finansial. Sedangkan dari persepsi kontraktor terhadap pemasok beton ready mix, risiko yang berkategori tinggi terjadi pada satu variabel dalam aliran material/fisik dan satu variabel dalam aliran finansial. Selanjutnya, penelitian ini juga membangun simulasi rantai pasok menggunakan metode monte carlo dengan aplikasi crystal ball. Hasil simulasi menunjukkan rentang waktu keterlambatan beton ready mix dalam rantai pasok yaitu beton ready mix memiliki keterlambatan minimum 6,76 hari; maksimum 9,09 hari dan paling sering 7,93 hari. Hasil analisis grafik sensitivitas menunjukkan risiko keterlambatan akibat ‘penundaan pengiriman material karena masalah finansial yang tidak lancar dengan persentase risiko paling dominan sebesar 16,1%, risiko ‘waktu tunggu material yang lama untuk memenuhi kuota pemesanan karena pengiriman bertahap dari keterbatasan alat angkut oleh supplier memiliki persentase sebesar 10,6% dan untuk risiko ‘detail desain yang tidak lengkap mengakibatkan tidak matangnya kuantitas material yang akan dipesan sehingga perlu pemesanan ulang material dengan persentase sebesar 8,6%. Keywords: Supply chain, Ready Mix Concrete, Contractors, Suppliers Ready Mix Concrete Supply Chain Risk Simulation Modeling For Construction Projects in Tarakan City Abstract This study focused on a risk analysis of the mix concrete supply chain on a construction project in Tarakan City by means of surveys and direct interviews in the field. In practice, supply chain management has negative risks that can hinder the procurement of a material, so a supply chain risk management is needed. To find out the inhibiting risks, an analysis was used, namely the probability and impact matrix with the results of categorizing the level of risk variables. The high category risk from the perception of ready mix concrete suppliers to contractors had one variable in financial flow. Meanwhile, from the contractor’s perception of the ready mix concrete supplier, a high category risk occurred in one variable in material/physical flow and one variable in financial flow. Futhermore, this study also built a supply chain simulation using the Monte Carlo method with a crystal ball application. The simulation result showed that the time span of the ready mix concrete delayed in the supply chain, namely ready mix concrete had a minimum delay of 6.76 days, a maximum delay of 9.09 days, and most often delay of 7.93 days. The results of the sensitivity chart analysis showed that the risk of delays was due to delays in material delivery caused by non-current financial problems with the most dominant risk percentages of 16.1%. The risk of long waiting times for materials to meet order quotas was due to gradual delivery of limited transportation equipment by suppliers, with percentage of 10.6%. The risk of incomplete design details resulted in the immaturity of the quantity of material to be ordered, so it was necessary to reorder materials with percentage of 8.6%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail