Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Paving Block
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KUAT TEKAN DAN PENYERAPAN AIR PAVING BLOCK DENGAN PEMANFATAAN BOTTOM ASH SENBAGAI PENGANTI PASIR DAN SUBTITUSI FLY ASH TERHADAP SEMEN.

2023•

PLTU Malinau adalah pembangkit listrik dengan bahan bakar utama yaitu batu bara, sehingga selain menghasilkan listrik PLTU juga menghasilkan limbah padat berupa fly ash dan bottom ash. Pemanfaatan limbah fly ash dan bottom ash telah banyak dilakukan terutama sebagai bahan pengganti atau subtitusi pada pembuatan paving block. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui nilai kuat tekan dan presentase penyerapan air rata-rata paving block dengan subtitusi fly ash 0%, 10%, 20%, 30% terhadap semen dan bottom ash sebagai pengganti pasir serta perbandingan campuran 1 : 3. Pada penelitian ini dibuat benda uji berbentuk balok sebanyak 120 sampel dengan pengujian kuat tekan pada umur 14 hari, 21 hari, 28 hari dan pengujian penyerapan air pada umur paving 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kuat tekan pada umur 14 hari setiap variasi secara berturut-turut yaitu 16,48 Mpa ; 13,53 Mpa ; 11,87 Mpa dan 9,51 Mpa. Pada umur 21 hari yaitu 17,55 Mpa ; 15,40 Mpa ; 13,83 Mpa dan 10,89 Mpa. Paving block dengan umur 28 hari yaitu 19,23 Mpa ; 16,18 Mpa ; 15,20 Mpa dan 13,04 Mpa. Penurunan nilai kuat tekan paving block terjadi karena semakin besarnya subtitusi fly ash. Sedangkan hasil penyerapan air rata-rata paving block setiap variasi secara berturut-turut yaitu 6,3% ; 8% ; 8,3% dan 9%. Semakin besar nilai subtitusi fly ash maka penyerapan airnya juga semakin besar

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Sifat Karakteristik Paving Blok Limbah Plastik HDPE ( High Density Polyethylene) dari Beberapa Metode Pembuatan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.The presence of plastic waste is increasing along with the increasing population in the city of Tarakan, which reaches 48 tons per day. Plastic waste that is difficult to decompose causes problems of waste accumulation, so efforts are needed to process plastic waste into a useful product. One of them is by utilizing plastic waste as raw material for making paving blocks. This study sought to find an alternative method of making paving blocks with plastic waste raw materials, which might have better characteristic values than conventional paving blocks. Based on the results of the research, the method of manufacture that had the best characteristic value was Method III, with a melting time of 60 minutes, and using gradual cooling. In this method, variations in the composition of the mixture were also given, namely III.A with a composition of 100% plastic waste, and III.B with a composition of 65% plastic waste and 35% sand. Based on the tests carried out, the composition III.B gave the best characteristic value, with a density value of 1.176 gr/cm3, the absorption value reached 1.183% and the compressive strength value was 17.397 Mpa. Based on the analysis, the plastic paving made by method III.B was 99.36% qualified according to the category C paving quality in SNI 03-0691-1996, which was used for pedestrians.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISITIK KUAT TEKAN CAMPURAN PASIR PANTAI DAN PLASTIK PET (POLYETHYLENE TEREPHTHALATE) PADA PEMBUATAN PAVING BLOCK

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembuatan paving block pada umumnya terdiri dari Portland Semen, Pasir dan air dengan perbandingan tertentu. Pada penelitian ini penulis membuatnya dengan limbah botol plastik jenis PET yang dicampurkan dengan pasir pantai dan kemudian dicetak dan dibentuk paving block. Komposisi bahan pembuat paving block mempunyai 3 tipe. Dengan komposisi campuranya 0.25 kg Pasir : 1 kg Plastik; Tipe 2 = 0.5 kg Pasir : 1 kg Plastik; tipe 3 = 0.75 kg Pasir : 1 kg Plastik. Paving block Tipe 1kuat tekan rata-ratanya sebesar 20,15 kg/cm2, Hal ini berarti paving block Tipe 1 tidak termasuk kelas mutu yang dapat digunakan. Paving block dengan Tipe 2 kuat tekan rata-ratanya sebesar 21,26 kg/cm2, Hal ini berarti paving block Tipe 2 tidak termasuk kelas mutu yang dapat digunakan. Paving block dengan Tipe 3 mempunyai kuat tekan rata-rata sebesar 87,50 kg/cm2, maka dapat dikatakan bahwa paving block dengan Tipe 3 termasuk kelas mutu D yang dapat digunakan untuk taman kota karena tekanan minumnya untuk taman kota sebesar 80 kg/cm2. Secara keseluruhan diantara ketiga Tipe tersebut, Paving block yang karaktersitik kuat tekannya termasuk ke dalam kelas mutu hanya ada pada Tipe 3.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail