Abstrak
PLTU Malinau adalah pembangkit listrik dengan bahan bakar utama yaitu batu bara, sehingga selain menghasilkan listrik PLTU juga menghasilkan limbah padat berupa fly ash dan bottom ash. Pemanfaatan limbah fly ash dan bottom ash telah banyak dilakukan terutama sebagai bahan pengganti atau subtitusi pada pembuatan paving block. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui nilai kuat tekan dan presentase penyerapan air rata-rata paving block dengan subtitusi fly ash 0%, 10%, 20%, 30% terhadap semen dan bottom ash sebagai pengganti pasir serta perbandingan campuran 1 : 3. Pada penelitian ini dibuat benda uji berbentuk balok sebanyak 120 sampel dengan pengujian kuat tekan pada umur 14 hari, 21 hari, 28 hari dan pengujian penyerapan air pada umur paving 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kuat tekan pada umur 14 hari setiap variasi secara berturut-turut yaitu 16,48 Mpa ; 13,53 Mpa ; 11,87 Mpa dan 9,51 Mpa. Pada umur 21 hari yaitu 17,55 Mpa ; 15,40 Mpa ; 13,83 Mpa dan 10,89 Mpa. Paving block dengan umur 28 hari yaitu 19,23 Mpa ; 16,18 Mpa ; 15,20 Mpa dan 13,04 Mpa. Penurunan nilai kuat tekan paving block terjadi karena semakin besarnya subtitusi fly ash. Sedangkan hasil penyerapan air rata-rata paving block setiap variasi secara berturut-turut yaitu 6,3% ; 8% ; 8,3% dan 9%. Semakin besar nilai subtitusi fly ash maka penyerapan airnya juga semakin besar