Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

32 hasil
Subjek: plastik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEMBRAN BIOFILTER SEBAGAI FILTRASI MIKROPLASTIK DARI PAKAN ALAMI IKAN BANDENG DI TAMBAK TRADISIONAL KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mikroplastik merupakan kontaminan yang dapat ditemukan pada lingkungan perairan dan berpotensi masuk ke dalam sistem budidaya melalui media termasuk pakan alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan membran biofilter berbahan klekap yang dikombinasikan dengan polyvinyl alcohol (PVA) dalam menahan mikroplastik dari pakan alami ikan bandeng di tambak tradisional Kota Tarakan. Membran dibuat dalam lima formulasi, yaitu klekap:PVA 3:7, 4:6, 4,5:5,5, 5:5, serta kontrol PVA 0:10. Setiap formulasi diuji sebanyak tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi jumlah mikroplastik yang tertahan pada membran, retensi mikroplastik estimasi, dan koefisien variasi (CV). Nilai mikroplastik awal yang digunakan sebagai dasar perhitungan adalah 79,6 partikel per 20 L, berdasarkan kelimpahan rata-rata 3,98 partikel/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi membran mampu menahan partikel yang diidentifikasi sebagai mikroplastik. Formulasi 3:7 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 25,67 ± 7,23 partikel dengan retensi estimasi 32,24 ± 9,09% dan CV 28,19%. Formulasi 4:6 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 34,67 ± 8,39 partikel dengan retensi estimasi 43,55 ± 10,54% dan CV 24,19%. Formulasi 4,5:5,5 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 34,00 ± 10,44 partikel dengan retensi estimasi 42,71 ± 13,12% dan CV 30,71%. Formulasi 5:5 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 35,00 ± 7,55 partikel dengan retensi estimasi 43,97 ± 9,48% dan CV 21,57%. Di antara formulasi yang mengandung klekap, formulasi 5:5 menunjukkan jumlah mikroplastik tertahan tertinggi, retensi estimasi tertinggi, dan konsistensi terbaik dengan CV terendah sebesar 21,57%. Kontrol PVA 0:10 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 57,33 ± 27,50 partikel dengan retensi estimasi 72,03 ± 34,55% dan CV 47,97%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran berbasis klekap-PVA berpotensi sebagai media filtrasi untuk menahan mikroplastik, meskipun penambahan klekap belum menunjukkan retensi yang lebih tinggi dibandingkan PVA tanpa klekap. Penelitian lebih lanjut diperlukan dengan pengukuran jumlah mikroplastik secara langsung sebelum dan sesudah filtrasi serta karakterisasi sifat fisik dan struktur membran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA RUMPUT LAUT JENIS Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN AMAL KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA RUMPUT LAUT JENIS Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN AMAL KOTA TARAKAN Abstrak Rumput laut merupakan komunitas penting sekaligus bahan pangan bernilai ekonomi tinggi di Kota Tarakan, yang menjadi primadona sekaligus penyumbang pendapatan asli daerah melalui rantai tata niaga. Namun, keberadaannya kini menjadi hal krusial mengingat terjadinya penurunan kualitas perairan akibat paparan sampah plastik hingga mikroplastik. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik keberadaan mikroplastik berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran pada rumput laut K. alvarezii di Perairan Amal, Kota Tarakan. Sampel diambil dengan metode isolasi, yaitu mengambil sebagian rumput laut lalu memasukkannya ke dalam botol sampel. Hasil penelitian menunjukkan adanya mikroplastik pada seluruh sampel rumput laut, dengan bentuk yang teridentifikasi berupa fiber (106 partikel), film (64 partikel), fragmen (61 partikel), dan filamen (3 partikel), di mana fiber menjadi bentuk paling dominan. Teridentifikasi 8 ragam warna mikroplastik, didominasi warna hitam (85 partikel) dan terendah warna ungu (3 partikel). Ukuran partikel bervariasi dari 20–40 µm hingga lebih dari 5000 µm, dengan rentang 100–500 µm paling banyak dijumpai (105 partikel) terutama pada talus utama rumput laut, sedangkan rentang 40–60 µm ditemukan paling sedikit (1 partikel). Kelimpahan mikroplastik tertinggi mencapai 91 partikel dengan rata-rata sekitar 18,2 ± 5,76 partikel/gram, sementara kelimpahan terendah sekitar 60 ± 4,18 partikel dengan rata-rata sekitar 12 partikel/gram

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEMBRAN BIOFILTER SEBAGAI FILTRASI MIKROPLASTIK DARI RUMPUT LAUT DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mikroplastik merupakan salah satu pencemar perairan yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap ekosistem akuatik, sehingga diperlukan teknologi penyisihan yang efektif dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan membran biofilter berbahan rumput laut Kappaphycus alvarezi dan polivinil alkohol (PVA) serta mengevaluasi kemampuan berbagai formulasi membran dalam menyisihkan mikroplastik. Penelitian dilaksanakan pada Januari-Juli 2026 menggunakan metode eksperimental dengan lima formulasi rumput laut:PVA, yaitu 0:5, 1:3, 1:4, 1,5:3,5, dan 2:3, masing-masing dengan tiga ulangan. Jumlah mikroplastik awal ditetapkan secara estimatif sebesar 79,6 partikel per 20 L berdasarkan kelimpahan rata-rata 3,98 partikel/L. Kinerja membran dievaluasi berdasarkan jumlah mikroplastik yang tertahan, retensi estimasi, jumlah mikroplastik pada filtrat, efisiensi penyisihan estimasi, dan koefisien variasi. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan one-way ANOVA atau uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi 0:5 menghasilkan efisiensi penyisihan estimasi tertinggi sebesar 87,02 +/- 3,84%, tetapi menunjukkan variasi retensi yang relatif tinggi. Formulasi 1:3 merupakan formulasi paling prospektif di antara membran yang mengandung rumput laut, dengan rata-rata mikroplastik tertahan sebesar 56,67 +/- 6,11 partikel, retensi estimasi 71,19 +/- 7,68%, efisiensi penyisihan estimasi 82,83 +/- 2,62%, serta koefisien variasi terendah sebesar 10,78%. Analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan kinerja antarformulasi belum signifikan pada taraf alpha = 0,05. Dengan demikian, formulasi rumput laut:PVA 1:3 memiliki potensi paling baik secara deskriptif sebagai membran biofilter berbasis rumput laut untuk penyisihan mikroplastik, meskipun masih diperlukan optimasi komposisi dan karakterisasi struktur membran lebih lanjut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MODIFIKASI INJECTION BARREL PADA MESIN PLASTIC INJECTION MOLDING DALAM PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi injection barrel mesin plastic injection molding menggunakan pipa besi seamless guna meminimalkan celah tersebut, serta menganalisis kinerja mesin pascamodifikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Engineering Development. Tahapan penelitian meliputi observasi awal, perancangan ulang injection barrel, pemotongan, pembubutan, pengelasan, hingga perakitan dan pengujian kinerja mesin pada suhu operasi 164 °C menggunakan bahan limbah plastik jenis PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi injection barrel berhasil mengurangi celah kebocoran material antara injection barrel dan plunger. Secara teoritis, kapasitas injection barrel dihitung sebesar 350 gram, dengan kapasitas aktual yang dapat ditampung sebesar 250 gram. Laju aliran massa lelehan plastik yang diperoleh sebesar 0,32 g/s dengan waktu pelelehan rata-rata 777 detik. Penggunaan daya listrik selama proses pemanasan mencapai 998,80 Watt dengan konsumsi energi listrik sebesar 329,60 kWh selama 0,33 jam operasi. Keunggulan utama dari modifikasi ini adalah penurunan signifikan persentase material yang hilang (loss material), yaitu hanya sebesar 6,4% dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang mencapai 28,57%. Dengan demikian, modifikasi injection barrel ini terbukti dalam menahan kebocoran bahan daur ulang limbah plastik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi keberadaan mikroplastik pada kawasan budidaya rumput laut Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pencemaran mikroplastik di perairan menjadi masalah lingkungan yang berpotensi menggangu ekosistem laut dan organisme akuatik, termasuk rumput laut budidaya. Rumput laut mampu mengakumulasi mikroplastik dari lingkungan sehingga dapat digunakan sebagai bioindikator pencemaran. Studi ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan karakteristik mikroplastik pada rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga April 2026 di dua lokasi budidaya, yaitu Binalatung dan Tanjung Batu. Analisis mikroplastik dilakukan melalui destruksi sampel menggunakan H₂O₂ 50%, pemisahan dengan larutan NaCl, sentrifugasi, filtrasi menggunakan kertas saring Whatman 0,45µm, dan identifikasi menggunakan mikroskop stereo. Parameter yang diamati meliputi bentuk, warna, ukuran, dan kelimpahan mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh rumput laut terkontaminasi mikroplastik dengan 103 partikel, terdiri atas 54 partikel di Binalatung dan 49 partikel di Tanjung Batu. Mikroplastik yang ditemukan berbentuk fragmen, fiber, dan film, dengan fragmen sebagai bentuk yang paling dominan. Warna mikroplastik yang teridentifikasi meliputi transparan, hitam, biru, coklat, hijau, dan ungu, dengan dominasi warna transparan dan hitam. Ukuran mikroplastik didominasi oleh kelompok 1000-5000 µm. Kelimpahan mikroplastik pada rumput laut di Binalatung sebesar 10,8 ± 1,92 partikel/g sampel, sedangkan di Tanjung Batu sebesar 9,80 ± 2,17 partikel/g sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah kawasan budidaya rumput laut di Kota Tarakan telah terpapar pencemaran mikroplastik. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan limbah plastik dan pemantauan kualitas lingkungan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas perairan dan hasil budidaya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Kinerja Alat Uji Pendingin Berbasis Termoelektrik Menggunakan Box Berbahan Styrofoam dan Plastik

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbandingan kinerja alat uji pendingin berbasis termoelektrik dengan menggunalan box berbahan styrofoam dan plastik. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan mengoperasikan cooler box selama 60 menit menggunakan beban air mineral sebanyak 1000 ml. parameter yang diukur meliputi tegangan, arus, temperatur udara, dan temperatur beban air. Hasil penelitian menunjukan bahwa cooler box berbahan styrofoam dengan lima modul termoelektrik memiliki nilai Coefficient of Performance (COP) sebesar 0,034 dengan daya input 176 Watt. Sementara itu, cooler box yang berbahan plastik dengan empat modul termoelektrik menghasilkan Coefficient of Performance (COP) sebesar 0,099 dengan daya input 88 Watt. Perbedaan ini menunjukan bahwa material plastik memiliki kemampuan isolasi termal yang lebih baik, sehingga mampu menghasilkan pendingin yang lebih efektif dengan konsumsi energi lebih rendah. Dengan demikian, penggunaan box berbahan plastik lebih unggul dibandingkan styrofoam dan layak dipertimbangkan untuk aplikasi pendingin portabel berbasis termoelektrik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Mikroplastik Pada Sedimen Perairan Sungai Kayan Kalimantan Utara

2025•

Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat di Tanjung Selor menyebabkan peningkatan sampah plastik hingga 94 ton per hari. Sampah plastik yang masuk ke perairan Sungai Kayan mengalami proses degradasi akibat paparan sinar matahari, arus air, perubahan cuaca, dan mikroorganisme, yang kemudian menghasilkan partikel kecil yang dikenal sebagai mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroplastik pada sedimen Sungai Kayan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel diambil di empat stasiun menggunakan metode purposive sampling dan teknik grab sampling. Lokasi pengambilan sampel meliputi Stasiun 1 (Tanjung Palas), Stasiun 2 (Tugu Cinta Damai), Stasiun 3 (PDAM Sabanar), dan Stasiun 4 (Selimau). Pengambilan dilakukan pada pagi dan sore hari. Parameter yang dianalisis meliputi kelimpahan, bentuk, warna, dan ukuran mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan empat bentuk mikroplastik: fragmen (529 partikel), film (317 partikel), fiber (215 partikel), dan pellet (9 partikel). Warna yang ditemukan mencakup transparan, hitam, coklat, merah, kuning, hijau, biru, dan putih, dengan warna dominan transparan (354 partikel). Ukuran mikroplastik yang paling umum adalah 100–500 µm (291 partikel), sedangkan ukuran 20 µm paling sedikit ditemukan (2 partikel). Lokasi dengan kelimpahan mikroplastik tertinggi adalah Stasiun 3 (PDAM Sabanar) sebesar 3,08 partikel/gram, dan terendah di Stasiun 2 (Tugu Cinta Damai) sebesar 2,03 partikel/gram. Hasil ini menunjukkan adanya pencemaran mikroplastik pada sedimen Sungai Kayan yang berpotensi berdampak terhadap ekosistem perairan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENCEMARAN MIKROPLASTIK : IDENTIFIKASI DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DI PERAIRAN SUNGAI KAYAN KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang banyak ditemukan di lingkungan perairan dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem serta kesehatan manusia. Sungai Kayan di Kalimantan Utara merupakan salah satu sungai utama yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas seperti transportasi, perikanan, dan kebutuhan domestik, sehingga berpotensi mengalami pencemaran mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan menentukan kelimpahan mikroplastik di perairan Sungai Kayan. Pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun menggunakan metode purposive sampling dengan volume air 10 liter setiap titik. Sampel kemudian disaring, dipreparasi menggunakan larutan H₂O₂ dan NaCl, serta dianalisis secara mikroskopis untuk menentukan bentuk, ukuran, dan warna mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik bervariasi pada setiap stasiun, dengan nilai tertinggi di Stasiun 1 sebesar 12,5 partikel/L dan terendah di Stasiun 4 sebesar 6,4 partikel/L. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi paling dominan fragmen (35%), paling sedikit ditemukan bentuk mikroplastik pellet (14%). Berdasarkan warna, partikel hitam mendominasi dengan (30%), sedangkan merah paling sedikit dengan (1%). Dari segi ukuran, kelompok 100–500 µm merupakan yang terbanyak dengan (36%), sedangkan kelompok 1000–5000 µm hanya (1%). Temuan ini mengindikasikan bahwa Sungai Kayan telah tercemar mikroplastik dengan tingkat kelimpahan yang bervariasi, terutama dipengaruhi oleh aktivitas domestik dan antropogenik di sekitar sungai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengelolaan lingkungan serta memberikan gambaran mengenai potensi risiko mikroplastik terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Modifikasi Box Pendingin Termoelektrik Menggunakan Box Berbahan Plastik

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Di era teknologi yang terus berkembang, sistem pendingin menjadi komponen penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari penyimpanan makanan hingga transportasi obat-obatan. Salah satu alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan sistem kompresi uap adalah sistem pendingin termoelektrik. Namun, desain dan material yang digunakan pada box pendingin termoelektrik masih memiliki keterbatasan, terutama dalam hal isolasi termal dan ketahanan terhadap kelembaban. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi box pendingin termoelektrik dari bahan kayu menjadi bahan plastik guna meningkatkan efisiensi pendinginan. Modifikasi dilakukan dengan mengganti material box menggunakan plastik jenis Polypropylene (PP) yang memiliki sifat ringan, tahan terhadap kelembaban, dan daya isolasi termal yang baik. Box plastik ini dirancang dengan lapisan tambahan berupa busa Expanded Polystyrene (EPS) untuk meningkatkan performa pendinginan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan untuk membandingkan efisiensi sistem sebelum dan setelah modifikasi dengan mengukur suhu, daya input, serta Coefficient of Performance (COP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah modifikasi, suhu dalam box dapat mencapai 17,62°C dibandingkan dengan 19,65°C sebelum modifikasi. Selain itu, daya input berkurang dari 176 Watt menjadi 99 Watt, dan nilai COP meningkat dari 0,03 menjadi 0,06, yang menunjukkan peningkatan efisiensi pendinginan secara signifikan. Dengan demikian, penggunaan material plastik terbukti mampu meningkatkan performa pendinginan serta efisiensi energi pada sistem pendingin termoelektrik. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan lebih lanjut dalam desain sistem pendingin yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Sistem Transmisi Pada Mesin Pencacah Limbah Plastik Skala Rumah Tangga dengan Kapasitas Daya Listrik 1 Hp

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan limbah plastik menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya menjaga lingkungan. Mesin pencacah limbah plastik skala rumah tangga dapat menjadi solusi untuk mengurangi volume limbah dan mempermudah proses daur ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis pemilihan sistem transmisi yang tepat untuk digunakan pada mesin pencacah plastik skala rumah tangga buatan Prodi Teknik Mesin Universitas Borneo Tarakan, yaitu gearbox dan puli dengan v-belt, dalam mentransfer tenaga dari motor ke pisau pencacah pada variasi beban. Evaluasi dilakukan dengan mengukur efisiensi putaran serta menganalisis pengaruh beban terhadap performa transmisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transmisi gearbox memiliki efisiensi putaran yang tinggi sekitar 99,66%, sementara untuk sistem transmisi puli menggunakan v-belt lama memiliki efisiensi 38,09%, kemudian dilakukan pergantian menggunakan v-belt baru yang mana memiliki efisiensi sebesar 84,38%. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa gearbox merupakan sistem transmisi yang paling optimal untuk digunakan pada mesin pencacah limbah plastik skala rumah tangga. Penggunaan gearbox mampu meningkatkan efisiensi dan kestabilan putaran mesin, sehingga lebih efektif dalam mencacah limbah plastik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Performa Alat Uji Mesin Pendingin Berbasis Termoelektrik Menggunakan Box Berbahan Plastik

2025•

Sistem pendingin coolerbox merupakan sistem pendingin yang memanfaatkan efek Peltier dari modul termoelektrik sebagai alternatif dari sistem pendingin konvensional berbasis kompresor dan refrigeran Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa alat uji mesin pendingin berbasis termoelektrik yang menggunakan box berbahan plastik. Metode penelitian yang digunakan adalah pengujian eksperimentas dimana variabelnya adalah variasi beban air mineral dan durasi pendinginan selama 60 menit. Parameter yang diukur meliputi temperatur udara dalam box, temperatur beban, arus, dan tegangan, kemudian digunakan untuk menghitung nilai Coefficient of Performance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Coefficient of Performance terendah diperoleh pada beban 500 ml dengan nilai 0,036 dan nilai tertinggi diperoleh pada beban 1000 ml dengan nilai 0,067. Coefficient of Performance cenderung menurun seiring lamanya durasi pendinginan dan peningkatan beban di atas kapasitas optimal. Kapasitas optimal sistem pendingin tercapai pada beban 1000 ml, sementara efisiensi sistem masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan sistem pendingin konvensional

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi keberadaan Mikroplastik di perairan kota Tarakan (studi kasus PDAM Tirta alam kota Tarakan)

2024•

Mikroplastik merupakan bahan pencemar yang berasal dari plastik dengan berbagai macam bentuk yang memiliki ukuran 5 um. Mikroplastik adalah jenis yang paling banyak telah mencemari fingkungan persiran karena ukurannya yang sangat kecil. Pada saat ini penduduk akan bertambah dari tahun ke tahun yang membuat aktivitas masyarakat akan semakin padat dan juga akan meningkatkan limbah plastik yang akan dilepaskan ke lingkungan. Dengan peningkatan jumlah penduduk memberikan dampak terhadap lingkungan, mutu air semakin menurun karena limbah dari aktivitas penduduk turut mempercepat menurunnya kualitas air. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui karakteristik mikroplastik di perairan Kota Tarakan (studi kasus PDAM Tirta Alam Kota Tarakan). Hasil identifikasi telah ditemukan karakteristik mikroplastik seperti bentuk, warna, dan ukuran. Terdapat 4 jenis mikroplastik yang ditemukan yaitu fiber, fragmen, film, dan pelet dan didominasi oleh bentuk fiber, sebanyak 55% partikel mikroplastik Kemudian warna dominan yang di temukan ialah warna transparan dengan persentase sebesar 32% dan yang terendah terdapat warna merah dengan persentase 0,1%. Berdasarkan ukurannya, ukuran 100-500 µm merupakan ukuran yang mendominasi yaitu sebesar 42% dan yang terendah terdapat ukuran 80-100 um dan ukuran 1000-2000 µm yang memiliki persentase yang sama yaitu sebesar 3%. Kelimpahan yang dominan terdapat pada lokasi Embung Bengawan yaitu sebesar 0,72 partikel/liter dan terendah lokasi Embung Indulung sebesar 0,37 partikel/liter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA KEPITING BAKAU (Scylla spp) DI HUTAN MANGROVE KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertumbuhan dan padatnya jumlah penduduk di wilayah pesisir menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar hutan mangrove. Sampah plastik yang akan terakumulasi dan terfragmentasi menjadi ukuran yang kecil hingga berukuran 5 mm yang disebut mikroplastik. Mikroplastik dapat membahayakan biota yang hidup disekitaran hutan mangrove, seperti kepiting bakau (Scylla spp) yang merupakan mata perdagangan masyarakat dengan nilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keberadaan, karakteristik, dan kelimpahan mikroplastik pada insang kepiting bakau (Scylla spp) di KKMB dan Muara Sungai Karungan kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan meliputi identifikasi kebradaan, karakteristik mikroplastik yaitu bentuk, warna, ukuran dan analisis kelimpahan. Keberadaan mikroplastik pada insang Kepiting bakau (Scylla spp) telah teridentifikasi pada semua lokasi. Pada bentuk yang ditemukan KKMB fiber 3 partikel, film 9 partikel, filamen 16 partikel, fragmen 20 partikel. Untuk Muara Sungai Karungan film 3 partikel, fiber 11 partikel, fragmen 13 partikel, filamen 30 partikel. Warna yang ditemukan KKMB merah 1 partikel, hijau 1 partikel, hitam 9 partikel, coklat 37 partikel. Untuk Muara Sungai Karungan hijau 8 partikel, hitam 14 partikel, coklat 35 partikel. Ukuran yang ditemukan di KKMB 20-40 µm 1 partikel, 40-60 µm 5 partikel, 60-80 µm 4 partikel, 80-100 µm 2 partikel, 100-500 µm 23 partikel, 500-1000 µm 10 partikel, 1000-5000 µm 3 partikel. Untuk Muara Sungai Karungan 20-40 µm 0 partikel, 40-60 µm 1 partikel, 60-80 µm 2 partikel, 80-100 µm 1 partikel, 100-500 µm 23 partikel, 500-1000 µm 22 partikel, 1000-5000 µm 8 partikel. Dengan kelimpahan mikroplastik pada lokasi KKMB terdapat sebanyak 48 partikel, sedangkan lokasi Muara Sungai karungan 57 partikel.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Komposisi PET Terhadap Kekuatan Impact Dan Kekerasan Komposit Bermatriks Epoxy

2024•

Sampah plastik merupakan masalah bagi beberapa negara. Penyebab utamanya adalah plastik tidak dapat diurai. Botol sampah plastik umumnya terbuat dari PET/PP karena sifat tidak mudah terurai maka perlu dilakukan proses daur ulang. Upaya daur ulang sampah plastik telah dilakukan namun masih dalam jumlah yang rendah. Penumpukan sampah plastik yang masih terjadi pada botol sampah plastik dapat dimanfaatkan menjadi bahan komposit. Komposit terdiri dari unsur yaitu matriks dan filler. Dalam penelitian ini komposit tersusun dari epoxy sebagai matriks dan sampah botol plastik sebagi filler. Komposisi filler yang digunakan mulai dari 12,5%, 15%, 17,5%, 20%. Komposit dibuat dengan cara hand lay-up. Komposit yang telah dibuat diuji mekanik yaitu uji kekerasan dan impact. Dari hasil uji penelitian diperoleh bahwa semakain besar variasi filler yang digunakan maka nilai kekuatan impact dan kekerasan akan menurun. Kekuatan impact tertinggi sebesar 1,02 J/mm2 Joule pada variasi 12,5%. Hasil data tertinggi uji kekerasan pada penelitian ini berada pada variasi 20% sebesar 75,33 shore D.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA IKAN GULAMAH (Johnius trachycephalus) DI PERAIRAN KABUPATEN NUNUKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan gulamah menjadi bagian konsumsi masyarakat Kabupaten Nunukan baik dalam bentuk segar maupun olahan. Ikan yang menjadi target pasar lokal dan luar pulau menjadi perhatian serius utamanya kualitas mutu ikan. Salah satu penyebab penurunan kualitas tersebut yakni terpaparnya mikroplastik. Keberadaan mikroplastik diperairan sangat berbahaya jika paparan dalam jangka waktu yang lama bagi biota yang hidup didalamnya. Mikroplastik masuk ke dalam tubuh melalui mekanisme pernafasan dan makanan, hingga pada akhirnya mikroplastik dapat merusak saluran pencernaan. Berdasarkan permasalahan tersebut disusunlah tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik dan kelimpahan mikroplastik yang terdapat pada ikan gulamah di Perairan Kecamatan Nunukan Selatan dan Kecamatan Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Identifikasi mikroplastik dilakukan di bawah Mikroskop di Laboratorium LSIH Universitas Borneo Tarakan. Hasil menunjukkan bahwa dari 20 ekor ikan gulamah yang diambil dari lokasi Kecamatan Nunukan Selatan dan Kecamatan Nunukan ditemukan keberadaan mikroplastik yaitu dengan rata-rata jumlah mencapai 8-22 dan 11-29 partikel/ekor. Kelimpahan total mikroplastik dari 2 lokasi tersebut ditemukan sebanyak 448 -536 partikel. Hasil identifikasi karakteristik mikroplastik pada ikan gulamah di perairan Kabupaten Nunukan ditemukan 4 bentuk mikroplastik yaitu fiber, film, fragmen dan pelet. Mikroplastik di 2 lokasi yang paling dominan adalah fragmen dan film sebanyak 324-303 partikel. Identifikasi berdasarkan warna ditemukan 7 warna yaitu hitam, biru, merah, coklat, hijau, kuning dan transparan. Warna yang paling dominan yaitu hitam sebanyak 484 partikel. Identifikasi berdasarkan ukuran mikroplastik yang paling dominan yaitu berukuran 100-500 µm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA IKAN NOMEI (Harpodon nehereus) DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberadaan mikroplastik diperairan sangat berbahaya bagi biota yang hidup didalamnya mikroplastik dapat merusak saluran pencernaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan kelimpahan mikroplastik yang terdapat pada ikan nomei di Perairan Juata Laut. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan yaitu dari bulan Mei sampai bulan Oktober 2023. Sampel ikan diperoleh dari nelayan Juata Laut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Identifikasi mikroplastik dilakukan dibawah Mikroskop di Laboratorium LSIH. Hasil menunjukkan bahwa dari 10 ekor ikan nomei teridentifikasi mikroplastik dengan rata-rata jumlah mencapai 70 partikel/sampel. Kelimpahan total mikroplastik yang ditemukan sebanyak 4 bentuk yaitu fiber, film, fragmen, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang paling dominan adalah fragmen sebanyak 252 partikel. Ditemukan 8 warna yaitu hitam, biru, merah, coklat, hijau, kuning, jingga, dan transparan. Paling dominan adalah transparan sebanyak 309 partikel. Berdasarkan ukuran mikroplastik yang paling dominan berukuran >20-500 πm. Kata kunci: Bentuk, Kelimpahan, Mikroplastik, Ukuran, Warna, Ikan Nomei

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN KELIMPAHAN DAN IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN DI PERAIRAN KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan plastik di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat yang mengakibatkan semakin meningkat pula potensi penncemaran lingkungan yang berasal limbah plastik bagi lingkungan. Sampah plastik ukuran besar yang tersebar di laut dan dibiarkan terus-menerus akan terdegedasi oleh sinar matahari (fotodegradasi) sehingga membentuk partikel-partikel plastik berukuran ≤ 5 mm yang disebut dengan mikroplastik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk, warna dan ukuran mikroplastik serta mengetahui kelimpahan mikroplastik pada sedimen di wilayah perairan Kota Tarakan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, metode penentuan stasiun sampling menggunakan purposive sampling dengan 5 stasiun. Identifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop Nikon Ecllips Ti2 dengan parameter yang diamati yaitu bentuk, warna dan ukuran mikroplastik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan kelimpahan mikroplastik paling dominan terdapat di stasiun 2 Muara Sungai dengan jumlah mikroplastik sebanyak 129 partikel/150 g dengan persentase 31%. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi pada sedimen di perairan Kota Tarakan adalah fragmen, film, fiber, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang paling dominan adalah pellet sebanyak 171 partikel/150 g. Warna mikroplastik yang teridentifikasi adalah transparan, kuning, cokelat, biru, hitam, merah dan putih. Warna yang paling dominan adalah hitam sebanyak 186 partikel. Untuk ukuran mikroplastik yang paling dominan yaitu pada ukuran 20 µm sebanyak 95 partikel, sedangkan ukuran yang paling sedikit teridentifikasi adalah pada ukuran >1000 µm yaitu 8 partikel.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2023•

Sampah plastik menjadi salah satu sumber polutan yang dapat memberikan dampak buruk, tidak hanya pada lingkungan laut saja, melainkan dapat memberikan dampak untuk biota yang ada pada lingkungan mangrove. Sampah plastik memiliki densitas yang lebih rendah dari air laut sehingga dapat mengapung di permukaan dan tersebar hingga ke permukaan dan berpotensi mengendap pada sedimen. Sampah plastik dapat mengalami pemecahan menjadi ukuran yang lebih kecil disebut mikroplastik. Mikroplastik memiliki ukuran partikel 5 mm, dengan ukurannya yang kecil dapat menyebabkan mikroplastik mudah di transportasikan keseluruh tempat termasuk ke sistem tubuh biota laut yang hidup atau berkembang biak pada ekosistem mangrove. Tujuan dilakukannya penelitian yaitu untuk mengetahui keberadaan mikroplastik berdasarkan bentuk, warna dan ukuran yang terdapat pada sedimen di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB). Penelitian ini akan dilaksanakan selama 5 bulan dari bulan Juli hingga November 2022 di KKMB Kota Tarakan. Metode penentuan titik sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan 3 stasiun pengamatan. Sampel yang diidentifikasi adalah sampel sedimen di 3 stasiun KKMB. Sampel kemudian diidentifikasi menggunakan mikroskop Nikon elipse ti2 dengan perbesaran 10x. Data yang diperoleh dari hasil penelitian yaitu mikroplastik yang ditemukan pada permukaan sedimen memiliki kisaran kelimpahan sebanyak 266 partikel/3 titik sampel, sedangkan pada kedalaman 30 cm terdapat 407 partikel/3 titik sampel. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi yaitu bentuk film, fragment, pelet dan fiber dengan warna transparan, coklat, hitam, biru, merah, ungu, hijau dan kuning, sedangkan ukuran mikroplastik yang paling banyak ditemukan yaitu ukuran 3-40 µm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Mikroplastik pada sedimen di perairan pesisir sngai kayan kalimantan utara

2023•

Mikroplastik adalah plastik berukuran sangat kecil ≤ 5 mm, dan merupakan limbah yang dapat mencemari lingkungan perairan dan menimbulkan efek toksik. Ketika mikroplastik masuk ke dalam sedimen, hal ini dapat mengganggu rantai makanan bagi organisme. Penelitian bertujuan mengidentifikasi keberadaan mikroplastik pada sedimen di Perairan Pesisir Sungai Kayan, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2023 dengan melakukan pengambilan sampel sebanyak tiga kali. Terdapat 6 stasiun pengambilan sampel di wilayah perairan pesisir Sungai Kayan, Kalimantan Utara. Pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling di keennam stasiun pengamatan dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan ada empat bentuk mikroplastik yang teridentifikasi, yaitu fragmen, film, fiber, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang dominan adalah fragmen 69%. Ukuran yang paling dominan sekitar 100-500 μm, dengan persentase sebesar 60%. Ditemukan warna mikroplastik yaitu warna hitam, biru, merah, transparan, coklat dan warna kuning dimana warna coklat mendominasi (53%). Keberadaan mikroplastik berasal dari kegiatan pemukiman, fragmnetasi kantong plastik dan sampah makro yang terpapar sinar ultraviolet dan terpengaruh oleh arus. Variabilitas warna dikaitkan dari berbagai sumber dan berubah warna seiring dengan terjadinya pelapukan di alam. Rentang ukuran disebabkan oleh fisik dan kimia yang berpengaruh terhadap degradasi mikroplastik sehingga memiliki ukuran yang beragam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA AIR DI PERAIRAN SUNGAI KAYAN KALIMANTAN UTARA

2023•

Mikroplastik merupakan hasil turunan dari produk-produk berbahan plastik yang mengalami fragmentasi dengan ukuran 5 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mikroplastik pada air diperairan sungai Kayan Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode Random Sampling pada 6 stasiun yang berbeda. Air sampel kemudian dipisahkan dari partikel organik menggukan larutan hidrogen peroksida (H2O2) dengan konsentrasi 30% setalah itu disaring menggunakan kertas whatman dengan pore zise 1,5 µm kemudian diidentifikasi menggunakan mikroskop Nikon Eclipse Ti2 dan bantuan software NIS-Elements. Hasil identifikasi menunjukan bahwa bentuk mikroplastik yang ditemukan pada perairan sungai Kayan didominasi oleh jenis fragmen dengan persentase mencapai 42% dan jumlah paling sedikit ditempati oleh jenis pellet dengan sekitar 14%. Berdasarkan warnanya mikroplastik yang ditemukan pada keseluruhan stasiun didominasi oleh warna coklat dengan persentase sebasar 32,4% dan warna dengan jumlah terkecil yakni warna ungu dengan hanya menempati 0,1%. Berdasarkan ukurannya didominasi oleh kelompok ukuran dengan rentang 100-500 µm sebanyak 57,7% dan jumlah terkecil ditempati oleh kelompok ukuran 20-40 µm sebanyak 0,9%. Sedangkan berdasarkan kelimpahannya didominasi oleh stasiun 4 dengan rata-rata kelimpahan sekitar 8 partikel/liter dan kelimpahan terkecil ditempati oleh stasiun 3 dengan jumlah 2,9 partikel/liter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail