ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mikroplastik merupakan fragmen plastik dengan ukuran panjang kurang dari 5 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan serta karakteristik mikroplastik yang meliputi bentuk, warna, dan ukuran pada Kerang Darah (Anadara sp.), Kerang Kapah (Meretrix meretrix), dan Kerang Bakau (Geloina sp.) yang berasal dari perairan Kota Tarakan. Metode penelitian dilakukan melalui analisis karakteristik mikroplastik berdasarkan jenis, warna, dan ukuran partikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Kerang Darah (Anadara sp.) lokasi Pantai Jambsore terdapat 10 partikel mikroplastik yang terdiri atas bentuk fragmen, film, dan fiber. Warna mikroplastik yang teridentifikasi meliputi hijau tua, hijau muda, dan hitam, dengan ukuran berkisar antara 20–40 μm hingga 500 μm. Pada Kerang Kapah (Meretrix meretrix) lokasi Pantai Amal, terdapat 12 partikel mikroplastik dengan bentuk fragmen dan fiber. Warna mikroplastik yang dijumpai yaitu hijau tua, hitam, dan merah, dengan ukuran berkisar antara 20–40 μm hingga 5000 μm. Sementara itu, pada Kerang Bakau (Geloina sp.) lokasi Mangrove (KKMB) terdapat 6 partikel mikroplastik yang seluruhnya berbentuk fragmen. Warna mikroplastik yang teridentifikasi hanya hijau tua, dengan ukuran berkisar antara 40–60 μm hingga 500 μm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pertumbuhan dan padatnya jumlah penduduk di wilayah pesisir menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar hutan mangrove. Sampah plastik yang akan terakumulasi dan terfragmentasi menjadi ukuran yang kecil hingga berukuran 5 mm yang disebut mikroplastik. Mikroplastik dapat membahayakan biota yang hidup disekitaran hutan mangrove, seperti kepiting bakau (Scylla spp) yang merupakan mata perdagangan masyarakat dengan nilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keberadaan, karakteristik, dan kelimpahan mikroplastik pada insang kepiting bakau (Scylla spp) di KKMB dan Muara Sungai Karungan kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan meliputi identifikasi kebradaan, karakteristik mikroplastik yaitu bentuk, warna, ukuran dan analisis kelimpahan. Keberadaan mikroplastik pada insang Kepiting bakau (Scylla spp) telah teridentifikasi pada semua lokasi. Pada bentuk yang ditemukan KKMB fiber 3 partikel, film 9 partikel, filamen 16 partikel, fragmen 20 partikel. Untuk Muara Sungai Karungan film 3 partikel, fiber 11 partikel, fragmen 13 partikel, filamen 30 partikel. Warna yang ditemukan KKMB merah 1 partikel, hijau 1 partikel, hitam 9 partikel, coklat 37 partikel. Untuk Muara Sungai Karungan hijau 8 partikel, hitam 14 partikel, coklat 35 partikel. Ukuran yang ditemukan di KKMB 20-40 µm 1 partikel, 40-60 µm 5 partikel, 60-80 µm 4 partikel, 80-100 µm 2 partikel, 100-500 µm 23 partikel, 500-1000 µm 10 partikel, 1000-5000 µm 3 partikel. Untuk Muara Sungai Karungan 20-40 µm 0 partikel, 40-60 µm 1 partikel, 60-80 µm 2 partikel, 80-100 µm 1 partikel, 100-500 µm 23 partikel, 500-1000 µm 22 partikel, 1000-5000 µm 8 partikel. Dengan kelimpahan mikroplastik pada lokasi KKMB terdapat sebanyak 48 partikel, sedangkan lokasi Muara Sungai karungan 57 partikel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pertumbuhan dan padatnya jumlah penduduk di wilayah pesisir menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan terutama bagi usaha budidaya di tambak. Sampah plastik yang akan terakumulasi dan terfragmentasi menjadi ukuran yang kecil hingga berukuran 5 mm atau lebih kecil yang disebut mikroplastik. Mikroplastik dapat membahayakan biota yang dibudidayakan di tambak, seperti udang Windu (Penaeus monodon) yang merupakan komoditi dengan nilai ekonomis tinggi. Bukan hanya berbahaya bagi udang, namun juga berbahaya untuk manusia yang mengkonsumsinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keberadaan, bentuk, warna, ukuran dan kelimpahan mikroplastik pada udang windu (Penaeus monodon) di tambak tradisional Kota Tarakan. Metode penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling berdasarkan aktivitas di lokasi Tambak Juwata permai Tarakan Utara (1), lokasi Bandara Tarakan Barat (2), dan tambak dilokasi Islamic center Tarakan Timur (3). Organ target yang dianalisis adalah insang dan usus. Ekstraksi sampel menggunakan metode Lumban Tobing (2020), yaitu melalui ekstraksi destruksi alkali dengan penambahan larutan KOH 10%, dan Penyaringan sampel menggunakan Cellulose Nitrate Membrane Filter 0,45 um, 47 mm, kemudian diamati menggunakan mikroskop Nikon type eclipse Ti2- U dengan perbesaran paling rendah 4x/0.10. Keberadaan mikroplastik pada tubuh Udang windu (Penaeus monodon) telah terindentifikasi pada semua lokasi tambak. Pada lokasi (1) di ditemukan mikroplastik sebanyak 172 partikel, tambak (2) 208 partikel, dan tambak (3) 160 partikel. Bentuk mikroplastik yang ditemukan adalah fiber, film, fragmen dan filamen. Warna mikroplastik yang teridentifikasi adalah wama hitam, merah, biru, coklat, putih, ungu, dan hijau, Ukuran yang ditemukan yaitu mulai dari 20 um- >5000 µm. Kelimpahan mikroplastik pada lokasi tambak (1) yaitu 11,47 partikel/individu, tambak (2) 13,87 partikel/individu dan lokasi tambak (3) 10,67 partikel/individu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mikroplastik adalah fragmen dari plastik yang terdegradasi, ukuran partikel dari mikroplastik yaitu kurang dari 5 mm. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberadaan, bentuk, warna, dan ukuran mikroplastik pada Ikan Bandeng (Chanos-chanos) di tambak Kota Tarakan. Metode penelitian dilakukan dengan cara identifikasi karakteristik mikroplastik berupa Jenis, Warna dan Ukuran Mikroplastik. Hasil yang ditemukan pada lokasi Juwata Permai ada 152 parrtikel mikroplastik diantaranya bentuk fiber, film, fragmen, dan filamen. Ukuran yang ditemukan yaitu mulai dari 40-60 µm sampai >5000 µm. Hasil yang ditemukan pada lokasi Belakang Bandara ada 79 parrtikel mikroplastik diantaranya bentuk fiber, film, fragmen, dan filamen. Ukuran yang ditemukan yaitu mulai dari 40-60 µm sampai >5000 µm. Hasil yang ditemukan pada lokasi Islamic Center ada 94 parrtikel mikroplastik diantaranya bentuk fiber, film, fragmen, dan filamen. Ukuran yang ditemukan yaitu mulai dari 100-500 µm sampai >5000 µm. Dari tiga lokasi tambak yaitu tambak Juwata Permai, tambak Belakang Bandara, dan Tambak Islamic Center masing-masing ditemukan warna mikroplastik yang sama diantaranya warna biru, coklat, hijau, hitam, merah, kuning, putih, dan putih bening.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perubahan yang terjadi akibat berdirinya perusahaan kelapa sawit akan menimbulkan dampak positif atau sebaliknya akan menimbulkan hal-hal negatif yang justru merugikan masyarakat Desa Mara 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak keberadaan perusahaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 10 key informan. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan kondisi sosial masyarakat Desa Mara 1 mengalami perubahan yang baik, hal ini terlihat dari tingkat pendidikan masyarakat yang semakin tinggi, kondisi keamanan yang semakin terkendali dan nyaman, dan hubungan sosial yang harmonis antar masyarakat desa maupun masyarakat pendatang, serta terbangunnya sarana prasarana yang memadai. Namun, dari aspek gotong royong terjadi penurunan tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan desa. Kondisi ekonomi masyarakat di Desa Mara 1 mengalami perubahan yang baik, hal ini terlihat dari mata pencaharian yang lebih menjanjikan pendapatannya, harga tanah yang semakin tinggi, dan pembangunan sarana prasarana ekonomi yang semakin banyak
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian terkait reproduksi ikan khususnya tentang Lm dan Lc pada hasil tangkapan rawai dasar yang ada di Pulau Tarakan perlu dilakukan pengkajian, guna menjaga kelestarian dan keberadaan populasi ikan yang ada di perairan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan data ukuran panjang total dan standar serta berat ikan, mendapatkan data karakteristik dan tingkat kematangan gonad ikan, serta menjelaskan ukuran pertama kali matang gonad dan ukuran pertama kali tertangkap ikan hasil tangkapan utama perikanan rawai dasar yang didaratkan di Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode observasi dengan pengamatan dan pengukuran ikan hasil tangkapan rawai dasar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2021. Hasil pengukuran sampel ikan Arut (Pomadasys sp) diperoleh kisaran panjang total 24,7-51,9 cm, berat berkisar 237-2150 gram dan panjang standar 18,8-40,3 cm. Sampel ikan Kakap Merah (Lutjanus sp) diperoleh kisaran panjang total 32,0-50,8 cm, panjang standar 25,8-45,2 cm dan berat berkisar 509-2640 gram. Hasil pengamatan karakteristik Tingkat Kematangan Gonad (TKG) sampel ikan Arut (Pomadasys sp) berada pada TKG I-V dan sampel ikan Kakap Merah (Lutjanus sp) diperoleh TKG I-III. Hasil pengukuran Lm dan Lc sampel ikan Arut (Pomadasys sp) diperoleh nilai Lm > Lc (Lm = 30,17 cm; Lc = 25,98 cm) dan nilai Lm dan Lc pada sampel ikan kakap merah (Lutjanus sp) menunjukan Lm > Lc (Lm = 41,51 cm; Lc = 36,39 cm).