IDENTIFIKASI KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA KEPITING BAKAU (Scylla spp) DI HUTAN MANGROVE KOTA TARAKAN
Pertumbuhan dan padatnya jumlah penduduk di wilayah pesisir menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar hutan mangrove. Sampah plastik yang akan terakumulasi dan terfragmentasi menjadi ukuran yang kecil hingga berukuran 5 mm yang disebut mikroplastik. Mikroplastik dapat membahayakan biota yang hidup disekitaran hutan mangrove, seperti kepiting bakau (Scylla spp) yang merupakan mata perdagangan masyarakat dengan nilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keberadaan, karakteristik, dan kelimpahan mikroplastik pada insang kepiting bakau (Scylla spp) di KKMB dan Muara Sungai Karungan kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan meliputi identifikasi kebradaan, karakteristik mikroplastik yaitu bentuk, warna, ukuran dan analisis kelimpahan. Keberadaan mikroplastik pada insang Kepiting bakau (Scylla spp) telah teridentifikasi pada semua lokasi. Pada bentuk yang ditemukan KKMB fiber 3 partikel, film 9 partikel, filamen 16 partikel, fragmen 20 partikel. Untuk Muara Sungai Karungan film 3 partikel, fiber 11 partikel, fragmen 13 partikel, filamen 30 partikel. Warna yang ditemukan KKMB merah 1 partikel, hijau 1 partikel, hitam 9 partikel, coklat 37 partikel. Untuk Muara Sungai Karungan hijau 8 partikel, hitam 14 partikel, coklat 35 partikel. Ukuran yang ditemukan di KKMB 20-40 µm 1 partikel, 40-60 µm 5 partikel, 60-80 µm 4 partikel, 80-100 µm 2 partikel, 100-500 µm 23 partikel, 500-1000 µm 10 partikel, 1000-5000 µm 3 partikel. Untuk Muara Sungai Karungan 20-40 µm 0 partikel, 40-60 µm 1 partikel, 60-80 µm 2 partikel, 80-100 µm 1 partikel, 100-500 µm 23 partikel, 500-1000 µm 22 partikel, 1000-5000 µm 8 partikel. Dengan kelimpahan mikroplastik pada lokasi KKMB terdapat sebanyak 48 partikel, sedangkan lokasi Muara Sungai karungan 57 partikel.