Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Kata kunci: Karakteristik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KARAKTERISTIK KEPITING BAKAU (Scylla serrata) BETINA MATANG OVARI DI JUATA LAUT, TARAKAN

2024•

Juata Laut merupakan wilayah Kecamatan Tarakan Utara yang menjadikan sumber perikanan sebagai unggulan salah satunya berupa kepiting bakau matang ovari. Saat ini belum ada data tentang karakteristik produksi kepiting bakau matang ovari. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kepiting bakau (Scylla serrata) betina matang ovari dari TKO I, TKO II dan TKO III yang diperdagangkan daerah Juata Laut Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan, meringkas berbagai kondisi, situasi serta variabel yang menjadi objek penelitian dengan melakukan kuesioner langsung ke lokasi. Pengamatan pada kepiting bakau betina pada setiap lokasi meliputi: sumber asal kepiting bakau (Scylla serrata), tujuan ekspor, jumlah ekspor, berat, panjang, lebar dan tingkat kematangan ovari (TKO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kepiting bakau betina matang ovari TKO III (CBH) yang diperdagangkan sekitar 22.190 kg, kepiting TKO II (CBK) sekitar 4.074 kg, sedangkan kepiting TKO I (%) tidak di ekspor karena kurangnya permintaan pasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK ALKALI TREATED SPINOSUM (ATS) RUMPUT LAUT Eucheuma denticulatum PADA UMUR PANEN YANG BERBEDA

2024•

Kabupaten Nunukan terletak di Provinsi Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Luas wilayah Kabupaten Nunukan adalah 14.263,68 km2, dan luas wilayah laut sampai dengan 4 mil dari garis pantai terluar adalah 1.408.758 km2 (Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan, 2012). Budidaya rumput laut, khususnya spesies Eucheuma spinosum, banyak ditemukan di kawasan ini, termasuk di Pulau Sebatik yang berbatasan dengan Malaysia. Eucheuma spinosum merupakan salah satu jenis rumput laut yang dapat tumbuh subur pada kondisi suhu 28-30°C dengan rata-rata 30°C. Ia memiliki kisaran toleransi salinitas 32-34 ppt dengan rata-rata 33 ppt dan lebih menyukai kondisi arus yang cukup kuat yaitu 0,34-0,41 cm/detik, yang membantu membawa nutrisi. Kualitas rumput laut kering merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi karakteristik karagenan yang diekstraksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu karagenan antara lain cara ekstraksi, jenis dan konsentrasi pelarut, serta umur panen rumput laut. Penentuan umur panen yang tepat dapat mempengaruhi kualitas karaginan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Eucheuma spinasum berdasarkan perlakuan pascapanen rumput laut yang berbeda. Rumput laut mempunyai kemampuan menghasilkan senyawa fungsional, salah satunya adalah karagenan yang termasuk dalam golongan karagenofit. Jenis karagenofita yang potensial adalah Eucheuma spinosum. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2022 di Kabupaten Nunukan, yaitu Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan, Laboratorium Nutrisi, dan Laboratorium Kualitas Air. Data penelitian (kadar air, kadar abu, dan kadar sulfat) diolah secara statistik menggunakan ANOVA pada taraf 5% dengan menggunakan aplikasi SPSS. Jika hasilnya berbeda nyata maka digunakan uji Duncan. Pengujian viskositas dianalisis secara deskriptif. Pengujian kadar air dimaksudkan untuk mengetahui kadar air pada keripik Alkali Treated Spinosum (ATS). Kadar air dalam chip ATS sangat mempengaruhi umur simpannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA IKAN GULAMAH (Johnius trachycephalus) DI PERAIRAN KABUPATEN NUNUKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan gulamah menjadi bagian konsumsi masyarakat Kabupaten Nunukan baik dalam bentuk segar maupun olahan. Ikan yang menjadi target pasar lokal dan luar pulau menjadi perhatian serius utamanya kualitas mutu ikan. Salah satu penyebab penurunan kualitas tersebut yakni terpaparnya mikroplastik. Keberadaan mikroplastik diperairan sangat berbahaya jika paparan dalam jangka waktu yang lama bagi biota yang hidup didalamnya. Mikroplastik masuk ke dalam tubuh melalui mekanisme pernafasan dan makanan, hingga pada akhirnya mikroplastik dapat merusak saluran pencernaan. Berdasarkan permasalahan tersebut disusunlah tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik dan kelimpahan mikroplastik yang terdapat pada ikan gulamah di Perairan Kecamatan Nunukan Selatan dan Kecamatan Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Identifikasi mikroplastik dilakukan di bawah Mikroskop di Laboratorium LSIH Universitas Borneo Tarakan. Hasil menunjukkan bahwa dari 20 ekor ikan gulamah yang diambil dari lokasi Kecamatan Nunukan Selatan dan Kecamatan Nunukan ditemukan keberadaan mikroplastik yaitu dengan rata-rata jumlah mencapai 8-22 dan 11-29 partikel/ekor. Kelimpahan total mikroplastik dari 2 lokasi tersebut ditemukan sebanyak 448 -536 partikel. Hasil identifikasi karakteristik mikroplastik pada ikan gulamah di perairan Kabupaten Nunukan ditemukan 4 bentuk mikroplastik yaitu fiber, film, fragmen dan pelet. Mikroplastik di 2 lokasi yang paling dominan adalah fragmen dan film sebanyak 324-303 partikel. Identifikasi berdasarkan warna ditemukan 7 warna yaitu hitam, biru, merah, coklat, hijau, kuning dan transparan. Warna yang paling dominan yaitu hitam sebanyak 484 partikel. Identifikasi berdasarkan ukuran mikroplastik yang paling dominan yaitu berukuran 100-500 µm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KEJADIAN EMESIS GRAVIDARUM PADA Trimester I DI PUSKESMAS PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mual dan muntah atau dikenal dengan emesis gravidarum merupakan salah satu tanda awal kehamilan. Emesis gravidarum dapat mempengaruhi keadaan umum dan menganggu pekerjaan sehari-hari, berat badan menurun, dan dehidrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai gambaran kejadian emesisi gravidarum di puskesmas pantai amal. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan salah satu tekniknya yaitu purposive sampling dimana sampel penelitian dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti. Populasi 30 responden dengan kriteria inklusi ibu hamil dengan usia 0-20 minggu dan ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berdasarkan tingkat emesis gravidarum yang dialami ibu hamil terdapat pada ringan sebanyak 26 responden (86,7%). Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan bahwa ibu hamil dengan emesis gravidarum lebih banyak mengalami mual muntah ringan. Saran dari penelitian ini diharapkan ibu hamil lebih aktif untuk memperoleh asuhan yang sesuai dengan kebutuhannya selama hamil dan sering memeriksakan kehamilannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Morfologi Beberapa Varietas Tanaman Ubi Kayu (Manihot Esculenta Crantz) Di Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KARAKTERISTIK MORFOLOGI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN UBI KAYU (Manihot Esculenta Crantz) Di Tarakan Amarullah1, Saifuddin2 1Dosen Universitas Borneo Tarakan, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi, Jl.Amal Lama no 1, Tarakan Timur, Tarakan. 2Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi, Jl.Amal Lama no 1, Tarakan Timur, Tarakan. E-Mail, [email protected] Abstrak Studi tentang karakteristik morfologis ubikayu (Manihot esculenta Crantz) dianggap penting untuk memahami kondisi aktual dan faktual sumber daya pangan lokal. Penelitian ini dilakukan di 4 (empat) Kecamatan di Kota Tarakan Kalimantan Utara pada bulan Januari hingga Juli 2022. Area pengambilan sampel pada Kelurahan Mamburungan, Karang Haraapan dan Juata Laut sebagai tempat penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi karakteristik morfofisiologis dan sebaran varietas ubikayu berdasarkan identifikasi lokasi tumbuh dan budidaya ketiga area sampel. Parameter yang diidentifikasi yaitu karakter morfologis. Karakter morfologi tanaman ubi kayu yang di amati meliputi (1) Daun ; warna daun, warna pucuk daun, warna tangkai daun, bentuk daun, jumlah lobus daun, panjang lobus daun, panjang tangkai daun. (2) Batang; warna kulit batang, warna batang. (3) Umbi; panjang umbi, diameter umbi, jumlah umbi, bobot umbi, warna daging umbi. Hasil identifikasi ubikayu pada 4 (empat) Kecamatan Di Tarakan terdapat varietas ubikayu yang banyak di budidayakan oleh petani yaitu pada varietas ubikayu adira. Hasil penelitian menerangkan bahwa terdapat berbagai varietas tanaman ubikayu yang dibudidaya petani di Tarakan yaitu varietas: adira, dayak, gading, gajah, mentega, dan karet. Kata Kunci: Karakteristik, Morfologis, Budidaya & Ubikayu

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK BURUH PETIK KELAPA SAWIT DAN HUBUNGANNYA DENGAN UPAH (STUDY KASUS DI PT. PRIMA BAHAGIA PERMAI DESA PURA SAJAU KABUPATEN BULUNGAN)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Karakteristik merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi motivasi kerja karyawan dan setiap individu menyadari identitasnya yang tidak sama dengan individu lain, karakteristik individu dapat digambarkan melalui beberapa ciri, seperti: biografis, kepribadian, persepsi dan sikap. Dalam penelitian ini ciri karakteristik individu yang digunakan yaitu karakteristik biografis antara lain umur, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, serta status migran yang dimiliki buruh petik kelapa sawit. Tujuan penelitian a) Mengetahui karakteristik buruh petik kelapa sawit yang terdiri dari: umur, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, status migran di PT. Prima Bahagia Permai. b) Menganalisis hubungan karakteristik buruh petik kelapa sawit yang terdiri dari: umur, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, status migran dengan upah. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Deskriptif dan Analisis Korelasi Pearson. Karakteristik buruh petik kelapa sawit berdasarkan Umur responden didominasi oleh umur 31 sampai 40 tahun dengan persentase sebesar 47%. Pengalaman kerja buruh petik sawit dengan jumlah tertinggi yaitu lama kerja 2 sampai 6 tahun sebanyak 16 orang dengan persentase sebesar 53%. Tingkat pendidikan buruh petik kelapa sawit memiliki kesamaan antara lulusan SMP (Sekolah Menengah Pertama) dengan lulusan SMA (Sekolah Menengah Atas) sebanyak 13 orang dengan persentase sebesar 43%. Buruh petik sawit berdasarkan status migran didominasi oleh buruh petik sawit yang merupakan penduduk migran sebanyak 21 orang dengan persentase sebesar 70%. Hubungan antara karakteristik buruh petik dengan upah adalah: umur terhadap upah memiliki korelasi sebesar 0,336 yang berarti hubungan lemah dan searah, tingkat pedidikan terhadap upah memiliki nilai korelasi sebesar -0,178 yang berarti hubungan sangat lemah dan tidak searah, pengalaman kerja memiliki nilai korelasi sebesar 0,180 yang berarti hubungan sangat lemah dan searah, status migran terhadap upah memiliki nilai -0,402 yang berarti bahwa hubungan antara status migran dengan upah lemah dan tidak searah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail