ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ibu hamil sering mengalami muntah, yang dapat mengurangi asupan nutrisi mereka. Sekitar 60-80% ibu hamil primigravida dan 40-60% ibu hamil multigravida mengalami mual muntah; kondisi ini dapat berkembang menjadi hiperemesis gravidarum, yang dapat menyebabkan komplikasi bagi ibu dan janin. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan, banyak ibu hamil mengalami muntah, terutama di Puskesmas Karang Rejo. Aromaterapi sereh diketahui memiliki efek relaksasi dan dapat mengurangi gejala mual muntah, sehingga menarik untuk diteliti sebagai intervensi bagi ibu hamil trimester pertama di Puskesmas Karang Rejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi sereh untuk mengurangi frekuensi emesis gravidarum di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan sekaligus dalam satu waktu menggunakan pendekatan eksperimental. Desain pre-eksperiment berbentuk rancangan one group pretest–posttest. Desain ini bertujuan mengetahui jumlah frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil trimester satu sebelum dan setelah di berikan aromaterapi sereh sitronela. Sampel diambil menggunakan teknik kuota sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumentt yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner PUQE-24 HOURS. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian aromaterapi minyak sereh sitronela dengan frekuensi emesis gravidarum ibu hamil dengan p-value = 0,015. Adanya pengaruh ini dapat dilihat dari nilai rata-rata (mean) frekuensi emesis gravidarum ibu hamil sesudah diberikan aromaterapi minyak sereh sitronela yang lebih besar yaitu 35,6 lebih besar atau lebih baik dari rata-rata nilai frekuensi emesis gravidarum ibu hamil sebelum diberikan aromaterapi minyak sereh sitronela yaitu 25,4 ini menunjukan bahwa aromaterapi sereh dapat mengurangi frekuensi mual muntah pada ibu hamil
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH TEKNIK PRANAYAMA DAN GERAK RESTORATIVE PRENATAL YOGA TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PUSKESMAS KARANG REJO TAHUN 2024 ABSTRAK Mual dan muntah atau dikenal dengan Emesis gravidarum merupakan salah satu ketidaknyamanan pada kehamilan trimester I yang disebabkan oleh perubahan hormon. Emesis gravidarum menyebabkan rasa tidak nyaman karena adanya pusing, perut kembung dan badan terasa lemas disertai keluarnya isi perut melalui mulut yang dapat menyebabkan ibu hamil menjadi stress, cara penanganan emesis gravidarum ada 3 cara yaitu modifikasi lifestyle,farmakologi, dan non farmakologi salah satunya dengan melakukan teknik pranayama dan gerak restorative prenatal yoga yang bertujuan untuk menormalkan kadar hormon kortisol yang menyebabkan stres dan naiknya asam lambung ibu hamil agar tidak terjadinya mual hingga muntah pada ibu hamil. Jenis penelitian dengan pendekatan kuantitatf menggunakan Quasi eksperimen dengan one group pre-post design. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil trimester I yang berkunjung pada bulan April-Mei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 orang. Analisis bivariat pada penelitiaan ini mengunakan uji wilcoxon dengan hasil p-value 0,000 dapat disimpulkan penelitian ini berpengaruh teknik pranayama dan gerak retorative prenatal yoga terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I dipuskemas karang rejo 2024. Disarankan bagi tenaga kesehatan dapat menerapkan prenatal yoga untuk menagatasi keluhan emesis gravidarum, bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memodifikasi variabel, menambahkan kelompok kontrol dan waktu perlakuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mual dan muntah atau dikenal dengan emesis gravidarum merupakan salah satu tanda awal kehamilan. Emesis gravidarum dapat mempengaruhi keadaan umum dan menganggu pekerjaan sehari-hari, berat badan menurun, dan dehidrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai gambaran kejadian emesisi gravidarum di puskesmas pantai amal. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan salah satu tekniknya yaitu purposive sampling dimana sampel penelitian dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti. Populasi 30 responden dengan kriteria inklusi ibu hamil dengan usia 0-20 minggu dan ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berdasarkan tingkat emesis gravidarum yang dialami ibu hamil terdapat pada ringan sebanyak 26 responden (86,7%). Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan bahwa ibu hamil dengan emesis gravidarum lebih banyak mengalami mual muntah ringan. Saran dari penelitian ini diharapkan ibu hamil lebih aktif untuk memperoleh asuhan yang sesuai dengan kebutuhannya selama hamil dan sering memeriksakan kehamilannya.