Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: sistem transmisi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Sistem Transmisi Pada Mesin Pencacah Limbah Plastik Skala Rumah Tangga dengan Kapasitas Daya Listrik 1 Hp

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan limbah plastik menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya menjaga lingkungan. Mesin pencacah limbah plastik skala rumah tangga dapat menjadi solusi untuk mengurangi volume limbah dan mempermudah proses daur ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis pemilihan sistem transmisi yang tepat untuk digunakan pada mesin pencacah plastik skala rumah tangga buatan Prodi Teknik Mesin Universitas Borneo Tarakan, yaitu gearbox dan puli dengan v-belt, dalam mentransfer tenaga dari motor ke pisau pencacah pada variasi beban. Evaluasi dilakukan dengan mengukur efisiensi putaran serta menganalisis pengaruh beban terhadap performa transmisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transmisi gearbox memiliki efisiensi putaran yang tinggi sekitar 99,66%, sementara untuk sistem transmisi puli menggunakan v-belt lama memiliki efisiensi 38,09%, kemudian dilakukan pergantian menggunakan v-belt baru yang mana memiliki efisiensi sebesar 84,38%. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa gearbox merupakan sistem transmisi yang paling optimal untuk digunakan pada mesin pencacah limbah plastik skala rumah tangga. Penggunaan gearbox mampu meningkatkan efisiensi dan kestabilan putaran mesin, sehingga lebih efektif dalam mencacah limbah plastik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimasi Performa Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Turbin Archimedes Screw Melalui Modifikasi Sistem Transmisi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia has abundant renewable natural resources, including water energy. However, due to limited human resources to manage energy effectively, this potential is still underutilized. The potential of low-head water energy needs to be developed for use in power generation. Low-head water energy can be converted using specialized water turbines, one of which is the Archimedes screw turbine. This study aims to evaluate the performance of a Micro Hydro Power Plant (PLTMH) using an Archimedes Screw turbine through modifications to the transmission system, including the power and efficiency of the modified PLTMH Archimedes Screw turbine. The experimental method was employed, designing a transmission system with a ratio of 1.83:1, a driving pulley diameter (D1) of 50.8 mm, and a driven pulley diameter (D2) of 93.25 mm The results from the calculations and research showed a hydraulic power of 43.81 watts, the highest output power produced by the generator was 0.46652 watts, and the efficiency of the PLTMH Archimedes Screw turbine was 0.010% Keywords. Design, Pulley, Transmission System, Archimedes Screw Turbine

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis stabilitas transien menggunakan metode kriteria sama luas pada sistem transmisi 150 kV wilayah kaltimra

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan listrik semakin meningkat sehingga dibutuhkan sistem kelistrikan yang handal dan stabil. Salah satu aspek penting yaitu kestabilan transien. Kestabilan transien adalah kemampuan sistem untuk mempertahankan keadaan sistem setelah mengalami gangguan besar seperti hubung singkat tiga fasa. Seperti pada wilayah Kaltimra untuk dapat memenuhi kebutuhan listrik yang semakin meningkat maka dibangun sistem transmisi 150 kV PT. PLN UPT Kaltimra. Oleh karena itu diperlukan analisa kestabilan transien. Teori dalam penelitian ini meliputi stabilitas rotor, frekuensi bus dan tegangan bus untuk memahami perilaku sistem dalam kondisi transien. Metode kriteria sama luas dipilih dalam mengevaluasi kestabilan sistem setelah terjadi gangguan dengan teknik analisa data memberi simulasi gangguan hubung singkat tiga fasa kemudian perhitungan terhadap waktu pemutus gangguan dan terakhir penentuan dengan metode kriteria sama luas. Hasil penelitian ini menunjukkan pada kasus 1 waktu pemutus kritis adalah 0,26 detik dengan sudut awal 32,921 derajat, sedangkan pada kasus 2 waktu pemutus kritis adalah 0,196 detik dengan sudut awal 35,9085 derajat. Simulasi menunjukkan genetaror dapat memulihkan kestabilan dalam 0,42 detik untuk kasus 1dan 0,35 detik untuk kasus 2 setelah gangguan. Sehingga dari analisa kestabilan dengan metode kriteria sama luas maka luas A1=A2 yang menunjukkan bahwa kedua generator dapat mempertahankan kesinkornannya setelah gangguan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail