ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat di Tanjung Selor menyebabkan peningkatan sampah plastik hingga 94 ton per hari. Sampah plastik yang masuk ke perairan Sungai Kayan mengalami proses degradasi akibat paparan sinar matahari, arus air, perubahan cuaca, dan mikroorganisme, yang kemudian menghasilkan partikel kecil yang dikenal sebagai mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroplastik pada sedimen Sungai Kayan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel diambil di empat stasiun menggunakan metode purposive sampling dan teknik grab sampling. Lokasi pengambilan sampel meliputi Stasiun 1 (Tanjung Palas), Stasiun 2 (Tugu Cinta Damai), Stasiun 3 (PDAM Sabanar), dan Stasiun 4 (Selimau). Pengambilan dilakukan pada pagi dan sore hari. Parameter yang dianalisis meliputi kelimpahan, bentuk, warna, dan ukuran mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan empat bentuk mikroplastik: fragmen (529 partikel), film (317 partikel), fiber (215 partikel), dan pellet (9 partikel). Warna yang ditemukan mencakup transparan, hitam, coklat, merah, kuning, hijau, biru, dan putih, dengan warna dominan transparan (354 partikel). Ukuran mikroplastik yang paling umum adalah 100–500 µm (291 partikel), sedangkan ukuran 20 µm paling sedikit ditemukan (2 partikel). Lokasi dengan kelimpahan mikroplastik tertinggi adalah Stasiun 3 (PDAM Sabanar) sebesar 3,08 partikel/gram, dan terendah di Stasiun 2 (Tugu Cinta Damai) sebesar 2,03 partikel/gram. Hasil ini menunjukkan adanya pencemaran mikroplastik pada sedimen Sungai Kayan yang berpotensi berdampak terhadap ekosistem perairan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang banyak ditemukan di lingkungan perairan dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem serta kesehatan manusia. Sungai Kayan di Kalimantan Utara merupakan salah satu sungai utama yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas seperti transportasi, perikanan, dan kebutuhan domestik, sehingga berpotensi mengalami pencemaran mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan menentukan kelimpahan mikroplastik di perairan Sungai Kayan. Pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun menggunakan metode purposive sampling dengan volume air 10 liter setiap titik. Sampel kemudian disaring, dipreparasi menggunakan larutan H₂O₂ dan NaCl, serta dianalisis secara mikroskopis untuk menentukan bentuk, ukuran, dan warna mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik bervariasi pada setiap stasiun, dengan nilai tertinggi di Stasiun 1 sebesar 12,5 partikel/L dan terendah di Stasiun 4 sebesar 6,4 partikel/L. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi paling dominan fragmen (35%), paling sedikit ditemukan bentuk mikroplastik pellet (14%). Berdasarkan warna, partikel hitam mendominasi dengan (30%), sedangkan merah paling sedikit dengan (1%). Dari segi ukuran, kelompok 100–500 µm merupakan yang terbanyak dengan (36%), sedangkan kelompok 1000–5000 µm hanya (1%). Temuan ini mengindikasikan bahwa Sungai Kayan telah tercemar mikroplastik dengan tingkat kelimpahan yang bervariasi, terutama dipengaruhi oleh aktivitas domestik dan antropogenik di sekitar sungai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengelolaan lingkungan serta memberikan gambaran mengenai potensi risiko mikroplastik terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BENTUK DAN MAKNA CITRAAN DALAM KUMPULAN LAGU KARYA FIERSA BESARI (KAJIAN STILISTIKA) ABSTRAK ERNI FIBRINITA 2024. Bentuk dan Makna Citraan Dalam Kumpulan Lagu Karya Fiersa Besari (Kajian Stilistika) Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk dan makna citraan dalam kumpulan lagu karya Fiersa Besari menggunakan kajian stilistika untuk mendeskripsikan, menggambarkan, melukiskan bentuk dan makna apa saja yang terdapat atau yang ada dalam lagu-lagu Fiersa Besari. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian kualitatif ini menghasilkan data yang berupa gambaran suatu keadaan atau suatu kondisi, situasi secara jelas, terang dan mudah dimengerti dan disajikan dalam bentuk kalimat, kata-kata berdasarkan fakta yang ada. Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian citraan dalam album “Tempat Aku Pulang” karya Fiersa Besari menghasilkan data sebagai berikut: 1). Citraan Penglihatan yakni penikmat dapat dengan jelas melihat/merasakan adanya perubahan situasi, 2). Citraan Perabaan yakni penikmat seakan-akan merasakan sesuatu yang ada dalam lagu, 3). Citraan Gerak yakni menunjukkan suatu kondisi yang bergerak, 4). Citraan Pendengaran yakni situasi dimana kita ikut merasakan, mendengar ide-ide yang timbul dari sipenulis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberadaan mikroplastik diperairan sangat berbahaya bagi biota yang hidup didalamnya mikroplastik dapat merusak saluran pencernaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan kelimpahan mikroplastik yang terdapat pada ikan nomei di Perairan Juata Laut. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan yaitu dari bulan Mei sampai bulan Oktober 2023. Sampel ikan diperoleh dari nelayan Juata Laut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Identifikasi mikroplastik dilakukan dibawah Mikroskop di Laboratorium LSIH. Hasil menunjukkan bahwa dari 10 ekor ikan nomei teridentifikasi mikroplastik dengan rata-rata jumlah mencapai 70 partikel/sampel. Kelimpahan total mikroplastik yang ditemukan sebanyak 4 bentuk yaitu fiber, film, fragmen, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang paling dominan adalah fragmen sebanyak 252 partikel. Ditemukan 8 warna yaitu hitam, biru, merah, coklat, hijau, kuning, jingga, dan transparan. Paling dominan adalah transparan sebanyak 309 partikel. Berdasarkan ukuran mikroplastik yang paling dominan berukuran >20-500 πm. Kata kunci: Bentuk, Kelimpahan, Mikroplastik, Ukuran, Warna, Ikan Nomei
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan plastik di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat yang mengakibatkan semakin meningkat pula potensi penncemaran lingkungan yang berasal limbah plastik bagi lingkungan. Sampah plastik ukuran besar yang tersebar di laut dan dibiarkan terus-menerus akan terdegedasi oleh sinar matahari (fotodegradasi) sehingga membentuk partikel-partikel plastik berukuran ≤ 5 mm yang disebut dengan mikroplastik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk, warna dan ukuran mikroplastik serta mengetahui kelimpahan mikroplastik pada sedimen di wilayah perairan Kota Tarakan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, metode penentuan stasiun sampling menggunakan purposive sampling dengan 5 stasiun. Identifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop Nikon Ecllips Ti2 dengan parameter yang diamati yaitu bentuk, warna dan ukuran mikroplastik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan kelimpahan mikroplastik paling dominan terdapat di stasiun 2 Muara Sungai dengan jumlah mikroplastik sebanyak 129 partikel/150 g dengan persentase 31%. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi pada sedimen di perairan Kota Tarakan adalah fragmen, film, fiber, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang paling dominan adalah pellet sebanyak 171 partikel/150 g. Warna mikroplastik yang teridentifikasi adalah transparan, kuning, cokelat, biru, hitam, merah dan putih. Warna yang paling dominan adalah hitam sebanyak 186 partikel. Untuk ukuran mikroplastik yang paling dominan yaitu pada ukuran 20 µm sebanyak 95 partikel, sedangkan ukuran yang paling sedikit teridentifikasi adalah pada ukuran >1000 µm yaitu 8 partikel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Bentuk dan Fungsi dalam tradisi pengobatan keturunan Tendangkeripuk dan Mahligai Emas di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah melalui kajian folklor. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriftif, laporan penyajian data disajikan secara terurai dalam bentuk kata-kata maupun kalimat. Sumber data dalam penelitian ialah informan yang mengetahui tentang tradisi pengobatan tendangkeripuk dan mahligai emas. Data dalam penelitian ini adalah penggalan kalimat dari hasil wawancara terhadap informan. Pengumpulan data melalui wawancara, rekam, simak dan teknik catat. Penyajian hasil analisis data dengan analisis deskriptif. Pada analisis data terdapat dua bentuk dan tiga fungsi dalam tradisi pengobatan keturunan tendangkeripuk dan mahligai emas yang diperoleh dari informan yang berada di Desa Salimbatu yaitu folklor lisan dan folklor bukan lisan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa data pada bentuk folklor dalam tradisi pengobatan terbagi dalam dua bentuk, ialah data folklor lisan terdapat 5 data yaitu berupa nyanyian rakyat. Adapun data folklor bukan lisan terdapat 18 data yaitu berupa arsitektur rakyat, benda dan bahan pengobatan serta makanan rakyat. Sedangkan, fungsi folklor terdapat tiga, yaitu :1) sebagai alat pengesahan pranata-pranata sosial dan lembaga kebudayaan, 2) sebagai alat pemaksa dan pegawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya, dan 3) sebagai pelestarian adat. ABSTRACT This study aimed to describe the Form and Function in the medicinal tradition of Tendangkeripuk and Mahligai Emas descendants in Salimbatu Village, Tanjung Palas Tengah District through folkloric studies. The research method used a descriptive type of qualitative research. The data presentation report was presented in a description manner in the form of words and sentences. The source of the data in this study was informants who knew about the medicinal traditions of Tendangkeripuk and Mahligai Emas. The data in this study was a fragment of sentences from the results of interviews with informants. The data collection was interviews, recording, listening and recording techniques. The presentation of the results of data analysis was descriptive analysis. In data analysis, there were two forms and three functions of the medicinal tradition in Tendangkeripuk and Mahligai Emas descendants obtained from informants in Salimbatu village, namely oral and non-oral folklore. The results of the study can be concluded that the data on the form of folklore in the medicinal tradition was divided into two forms, namely oral folklore data which consisted of 5 data, namely in the form of folk songs. As for non-oral folkloric data, there were 18 data, namely in the form of folk architecture, objects and medicinal materials and people's food. Meanwhile, there were three folkloric functions, namely: (1) as a tool for social norm institutions and cultural institutions, (2) as a means of coercion and awareness so that the norms of society will always be obeyed by its collective members, and (3) as the custom preservation.