ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan makna cerita rakyat masyarakat Dayak Bulusu di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan cerita rakyat sebagai bagian dari tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi belum banyak didokumentasikan secara ilmiah sehingga keberadaannya berpotensi mengalami kepunahan seiring perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode folklor dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat dan tetua masyarakat sebagai informan, dokumentasi, serta studi pustaka. Analisis fungsi cerita rakyat menggunakan teori William R. Bascom, sedangkan analisis makna menggunakan pemikiran Alan Dundes. Objek penelitian terdiri atas dua cerita, yaitu cerita Jadu Lawang dan Yaki Bugang serta cerita Aki Ibuk yang berkaitan dengan Gong Solok/Dagas Sebengawang. Kedua cerita tersebut tergolong mitos karena dipercaya oleh masyarakat berkaitan dengan asal-usul manusia, leluhur, dan kehidupan awal masyarakat Dayak Bulusu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Dayak Bulusu memiliki empat fungsi, yaitu sebagai sistem proyeksi, alat pengesahan pranata kebudayaan, alat pendidikan, dan alat pengawas norma sosial. Selain itu, ditemukan empat makna yang terkandung dalam cerita, yaitu makna moral, sosial, budaya, dan spiritual. Dengan demikian, cerita rakyat Dayak Bulusu tidak hanya berfungsi sebagai warisan lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga menjadi sarana pewarisan nilai, penguatan identitas budaya, dan pendidikan karakter bagi generasi muda. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam mendokumentasikan dan melestarikan sastra lisan masyarakat Dayak Bulusu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengestimasi tingkat kesukaran butir, 2) menentukan tingkat kesesuaian butir, dan 3) mendeteksi butir yang mengandung Differential Item Functioning (DIF) Gender pada soal Penilaian Tengah Semester (PTS). Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan metode ex-post facto. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 13 Tarakan, dengan populasi penelitian adalah 137 respon peserta didik kelas VII terhadap paket soal PTS Matematika tahun ajaran 2022/2023. Paket soal terdiri dari 10 butir soal pilihan ganda terkait materi perbandingan dan aritmetika sosial. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling total dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Rasch Model. Rasch Model merupakan metode analisis data yang digunakan untuk mendapatkan butir soal yang fit. Analisis data dengan Rasch Model meliputi tingkat kesukaran butir (item measure), tingkat kesesuaian butir (item fit), dan differential item functioning (DIF). Rasch Model dipilih karena memiliki keunggulan, yaitu mampu memprediksi data hilang, memberikan ukuran yang linear dengan interval yang sama, melakukan proses estimasi yang tepat, dan telah memenuhi syarat pengukuran yang objektif dibanding metode lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) dari 10 butir soal PTS memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi, yaitu kategori sangat sulit 2 butir soal, kategori sulit 4 butir soal, kategori mudah 2 butir soal, dan kategori sangat mudah 2 butir soal, 2) berdasarkan tingkat kesesuaian butir, terdapat 1 butir soal yang mengalami misfit, 3) berdasarkan nilai probabilitas, terdeteksi 1 butir soal yang mengandung DIF dengan nilai probabilitas kurang dari 0,05. Hal ini berarti terdapat 1 butir yang mengandung DIF gender, yaitu butir soal nomor 9 dengan nilai probabilitas 0,0258. Butir soal nomor 9 cenderung memberikan keuntungan bagi laki-laki karena memiliki tingkat kesukaran pada kategori mudah pada kelompok subjek laki-laki, sedangkan pada kelompok subjek perempuan soal tersebut memiliki tingkat kesukaran pada kategori sulit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The aims of this study is to find out the types, functions, and reasons of code switching used by students in English education department in Speaking for Informal Interaction class. This study used qualitative descriptive research method. This descriptive research was conducted at the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Borneo Tarakan with the sample of second semester students. Sample determination is based on purposive sampling techniques. The data collection techniques used observation sheets, interviews, and video recordings. The data analysis used step suggested by Miles and Huberman in Creswell’s book. The result of this study showed that there are two types of code switching used by English students in second semester, namely: intra-sentential code switching with 9 data and tag switching with 10 data acquisition. The result also showed that there were three functions of using code switching in classroom, namely: repetition, interjection and message qualification. The result of this study also showed the reasons why students used code switching in speaking classes. The reason of the students used code switching is repetition carried out to clarify the meaning and purpose conveyed. In addition, the lack of vocabulary in English make students also used code switching.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dimensi-dimensi e-servicescape terhadap kepuasan pengguna dan bagaimana dampaknya pada loyalitas pengguna. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan dengan melakukan studi pada pengguna Shopee di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan instrumen berupa kuisioner online. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non-probability sampling melalui metode purposive sampling yang menarik 200 responden dengan pengalaman berbelanja online melalui Shopee. Uji validitas dilakukan menggunakan convergent validity dan discriminant validity. Sementara itu, uji reliabilitas dilakukan menggunakan composite reliability. Berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) pada program Partial Least Square (PLS) versi 4.0, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, variabel aesthetic appeal, online layout and functionality, dan financial security masing-masing berpengaruh secara positif terhadap kepuasan pengguna Shopee. Kedua, variabel kepuasan pengguna Shopee berpengaruh secara positif terhadap loyalitas pengguna Shopee. Ketiga, variabel aesthetic appeal, online layout and functionality, dan financial security masing-masing berpengaruh secara positif terhadap loyalitas pengguna Shopee melalui kepuasan pengguna Shopee.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Bentuk dan Fungsi dalam tradisi pengobatan keturunan Tendangkeripuk dan Mahligai Emas di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah melalui kajian folklor. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriftif, laporan penyajian data disajikan secara terurai dalam bentuk kata-kata maupun kalimat. Sumber data dalam penelitian ialah informan yang mengetahui tentang tradisi pengobatan tendangkeripuk dan mahligai emas. Data dalam penelitian ini adalah penggalan kalimat dari hasil wawancara terhadap informan. Pengumpulan data melalui wawancara, rekam, simak dan teknik catat. Penyajian hasil analisis data dengan analisis deskriptif. Pada analisis data terdapat dua bentuk dan tiga fungsi dalam tradisi pengobatan keturunan tendangkeripuk dan mahligai emas yang diperoleh dari informan yang berada di Desa Salimbatu yaitu folklor lisan dan folklor bukan lisan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa data pada bentuk folklor dalam tradisi pengobatan terbagi dalam dua bentuk, ialah data folklor lisan terdapat 5 data yaitu berupa nyanyian rakyat. Adapun data folklor bukan lisan terdapat 18 data yaitu berupa arsitektur rakyat, benda dan bahan pengobatan serta makanan rakyat. Sedangkan, fungsi folklor terdapat tiga, yaitu :1) sebagai alat pengesahan pranata-pranata sosial dan lembaga kebudayaan, 2) sebagai alat pemaksa dan pegawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya, dan 3) sebagai pelestarian adat. ABSTRACT This study aimed to describe the Form and Function in the medicinal tradition of Tendangkeripuk and Mahligai Emas descendants in Salimbatu Village, Tanjung Palas Tengah District through folkloric studies. The research method used a descriptive type of qualitative research. The data presentation report was presented in a description manner in the form of words and sentences. The source of the data in this study was informants who knew about the medicinal traditions of Tendangkeripuk and Mahligai Emas. The data in this study was a fragment of sentences from the results of interviews with informants. The data collection was interviews, recording, listening and recording techniques. The presentation of the results of data analysis was descriptive analysis. In data analysis, there were two forms and three functions of the medicinal tradition in Tendangkeripuk and Mahligai Emas descendants obtained from informants in Salimbatu village, namely oral and non-oral folklore. The results of the study can be concluded that the data on the form of folklore in the medicinal tradition was divided into two forms, namely oral folklore data which consisted of 5 data, namely in the form of folk songs. As for non-oral folkloric data, there were 18 data, namely in the form of folk architecture, objects and medicinal materials and people's food. Meanwhile, there were three folkloric functions, namely: (1) as a tool for social norm institutions and cultural institutions, (2) as a means of coercion and awareness so that the norms of society will always be obeyed by its collective members, and (3) as the custom preservation.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Permintaan konsumen agar mendapatkan produk murah, berkualitas, nyaman ketika digunakan, serta bersaing dengan produk lainnya menjadi dorongan persaingan UMKM khususnya di industri tekstil batik. Agar dapat menghasilkan produk yang sesuai perlu diadakan upaya pengembangan produk untuk peningkatan kualitas produk batik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Quality Function Developmet dalam upaya meningkatkan kualitas produk kain Batik Pakis Asia Tarakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di UMKM Batik Pakis Asia Kota Tarakan. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah 120 responden yang diambil dengan teknik porpusive sampling. Analisis data yang digunakan adalah Quality Function Deployment (QFD) dengan bantuan matrik House of Quality. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa atribut yang perlu diperhatikan oleh Batik Pakis Asia Tarakan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen adalah kain batik halus, batik nyaman dipakai, banyak pilihan warna, corak dan motif menarik, batik memiliki ciri khas, perawatan batik mudah, produk batik tidak ada kecacatan, warna batik tidak mudah luntur, proses produksi ramah lingkungan, kemudahan mendapatkan produk, bahan baku utama kuat dan tahan lama, kain batik lentur dan tidak kaku. Pada tingkat kebutuhan teknis persyaratan yang perlu dilakukan oleh UMKM Batik Pakis Asia yaitu peningkatan proses QC dan QI, penggunaan bahan baku berkualitas, menambah kreasi batik yang memiliki ciri khas, penggunaan bahan pengunci warna dengan tepat, pengolahan limbah ramah lingkungan, pemasaran produk secara online.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ABSTRAK Skripsi ini berjudul Fungsi Tindak Tutur dan Implikatur di Channel YouTube CNN Indonesia Bertema Covid-19 (Kajian Pragmatik). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi tindak tutur dan jenis implikatur yang terkandung di dalam percakapan antara pembawa acara dan narasumber. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pembaca. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, sumber data pada penelitian ini ialah bersumber dari tuturan para peserta diskusi yang bertema tentang Covid-19 melalui channel YouTube CNN Indonesia. Teknik pengumpulan pada penelitian ini menggunakan metode simak dengan menggunakan teknik dasar yakni teknik sadap, Teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dengan alat penentu yakni peserta diskusi dalam program berita CNN Indonesia, tahap selanjutnya menggunakan Teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian ini maka data-data yang telah diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya akan masuk tahap analisis data dengan menerapkan teori Levinson dan Yule. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis tindak tutur berdasarkan fungsinya yaitu; (1) tindak tutur Asertif/Representatif terdiri dari 32 data dengan fungsi menyatakan, 4 data dengan fungsi mengakui, 9 data dengan fungsi melaporkan, 9 data dengan fungsi menyebutkan, 3 data dengan fungsi memberikan kesaksian, 3 data dengan fungsi berspekulasi. (2) Tindak tutur Direktif terdiri dari 5 data dengan fungsi mengajak, 25 data dengan fungsi meminta, 4 data dengan fungsi menyarankan, 5 data dengan fungsi memberikan aba-aba. (3) Tindak tutur Komisif dengan fungsi berjanji terdiri dari 4 data. (4) Tindak tutur Ekspresif terdiri dari 2 dengan fungsi mengeluh, 7 data dengan fungsi mengkritik, 3 data dengan fungsi mengucapkan terima kasih, dan 1 data dengan fungsi menyanjung. Adapun jenis implikatur yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu; (1) implikatur percakapan umum, (2) implikatur beskala, (3) implikatur percakapan khusus. Implikatur-implikatur tersebut timbul dalam sebuah percakapan disebabkan adanya pelanggaran maksim. ABSTRACT This study was entitled “Functions of Speech Acts and Implicatures on the CNN Indonesia YouTube Channel with the Covid-19 Themed (Pragmatic Study)”. The purpose of this study was to describe the function of speech act and the resource person. It was expected to be useful for the readers. This descriptive qualitative research collected the data from the speeches of the discussion participants on the theme of Covid-19 through the CNN Indonesia YouTube channel. The data were collected through listening method using tapping, listening-free-participating-speaking technique, recording, and note-taking. The data were analysed using a pragmatic matching method with a determining tool of discussion participants in the CNN Indonesia news program and the determinant element sorting technique. The data that were classified was analyzed using Levinson and Yule’s theory. The results of data analysis showed that there were 4 types of speech acts based on their function. First, the assertive/representative speech acts that consisted of 32 data with the function of stating, 4 data with the function of admitting, 9 data with the function of reporting, 9 data with the function of mentioning, 3 data with the function of giving testimony, 3 data with the function of speculating. Second, the directive speech acts that consisted of 5 data with the function of inviting, 25 data with the function of giving cues. Third, the commissive speech acts with the promise function that consisted of 4 data. Fourth, the expressive speech acts that consisted of 2 data with complaining function, 7 data with critizing function, 3 data with thanking function, and 1 data with flattering function. The type of implicatures found in this study were: (1) general conversational implicature, (2) scale implicature, and (3) special conversational implicature. These implicature arouse in a conversation due to the violation of maxims.