Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbandingan kinerja alat uji pendingin berbasis termoelektrik dengan menggunalan box berbahan styrofoam dan plastik. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan mengoperasikan cooler box selama 60 menit menggunakan beban air mineral sebanyak 1000 ml. parameter yang diukur meliputi tegangan, arus, temperatur udara, dan temperatur beban air. Hasil penelitian menunjukan bahwa cooler box berbahan styrofoam dengan lima modul termoelektrik memiliki nilai Coefficient of Performance (COP) sebesar 0,034 dengan daya input 176 Watt. Sementara itu, cooler box yang berbahan plastik dengan empat modul termoelektrik menghasilkan Coefficient of Performance (COP) sebesar 0,099 dengan daya input 88 Watt. Perbedaan ini menunjukan bahwa material plastik memiliki kemampuan isolasi termal yang lebih baik, sehingga mampu menghasilkan pendingin yang lebih efektif dengan konsumsi energi lebih rendah. Dengan demikian, penggunaan box berbahan plastik lebih unggul dibandingkan styrofoam dan layak dipertimbangkan untuk aplikasi pendingin portabel berbasis termoelektrik.