Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Briket
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Briket dari Limbah Daun Pisang dan Fly Ash PLTU sebagai Bahan Bakar Pendamping untuk Implementasi Co-Firing

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketergantungan pembangkit listrik pada bahan bakar fosil mendorong perlunya energi alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan briket komposit dari limbah daun pisang dan fly ash PLTU, mengevaluasi pengaruh variasi rasio bahan serta jenis perekat (tapioka, molase, dan rumput laut), dan mengestimasi potensi energi listriknya. Pengujian kualitas briket mengacu pada SNI 01-6235-2000. Metode eksperimental kuantitatif diterapkan melalui optimasi pengeringan bertahap (penjemuran dan oven 100°C). Hasil penelitian menunjukkan kadar air akhir berada pada rentang 2,8%–8,3% (rata-rata 5,0%), yang secara umum memenuhi standar baku mutu (≤8%). Residu pembakaran berkisar 14%–48% akibat tingginya fraksi anorganik pada fly ash. Formulasi terbaik dicapai oleh briket 40% daun pisang, 50% fly ash, dan 10% perekat tapioka dengan nilai kalor tertinggi sebesar 15.209 J/g (3.633 kcal/kg). Kesimpulannya, briket komposit limbah daun pisang dan fly ash memiliki karakteristik termal yang potensial sebagai bahan bakar pendamping (co-firing) untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah industri dan pertanian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Briket Komposit Kotoran Sapi dan Fly ash dengan Variasi Perekat sebagai Bahan Bakar Alternatif Pendamping untuk Co-firing PLTU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan kotoran sapi dan fly ash dalam bentuk briket komposit dikaji sebagai pendekatan pemanfaatan limbah sekaligus kandidat bahan bakar pendamping pada skema co-firing PLTU. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik briket berdasarkan variasi rasio kotoran sapi dan fly ash serta variasi jenis dan kombinasi perekat alami, kemudian mengestimasi potensi energi listrik secara teoretis. Penelitian eksperimental dilakukan pada 24 formulasi dengan rasio kotoran sapi dan fly ash sebesar 30:60, 40:50, 50:40, dan 60:30. Perekat yang digunakan yaitu tapioka, rumput laut, dan molase dengan variasi perekat tunggal 10% serta kombinasi dua perekat masing-masing 5%. Parameter pengujian meliputi kadar air, persentase residu pembakaran, nilai kalor menggunakan kalorimeter bom, dan durasi pembakaran. Estimasi energi listrik dihitung berdasarkan nilai kalor, massa sampel, dan asumsi efisiensi konversi 40%. Hasil penelitian menunjukkan kadar air sebesar 2,1–6,7%, persentase residu pembakaran 21–42%, dan nilai kalor 5,42–8,95 MJ/kg. Formulasi 60% kotoran sapi, 30% fly ash, dan molase 10% menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 8,95 MJ/kg dengan kadar air 3,0% dan residu pembakaran 22%. Pada massa sampel 64 g, formulasi tersebut menghasilkan energi termal total sekitar 572,5 kJ dan estimasi energi listrik teoretis sebesar 63,61 Wh per sampel. Persentase residu pembakaran dalam penelitian ini tidak diperlakukan sebagai kadar abu standar karena pengujian tidak menggunakan furnace dengan temperatur dan waktu terkontrol. Selain itu, estimasi energi listrik belum merepresentasikan keluaran aktual PLTU, sehingga kelayakan co-firing masih memerlukan pengujian campuran dengan batu bara, evaluasi emisi, slagging/fouling, dan performa boiler.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji sifat fisik dan kimia pada briket limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) sebagai bahan bakar alternatif

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan energi di indonesia hingga saat ini masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, Sementara ketersediaan semaki berkurang dan penggunaanya berdampak buruk terhadap lingkungan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan sumber daya energi alternatif yang berasal dari bahan terbarukan, salah satunya biomassa. Limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) merupakan hasil samping dari kegiatan perkebunan kakao yang jumlahnya cukup besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Kulit kakao mengandung senyawa lignoselulosa yang berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif dalam bentuk briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik dan kimia briket yang terbuat dari limbah kulit kakao serta menentukan kelayakan sebagai bahan bakar alternatif berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000). Penelitian dilaksanakan pada bulan maret hingga Mei 2025 dengan menggunakan metode deskriftif kuantitatif, yaitu P1 (90% arang : 10% perekat), P2 (85% : 15%), P3 (80% : 20%), dan P4 (75% : 25%), dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kerapatan, kadar abu, nilai kalor, rendemen, serta uji pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan menghasilkan kadar air di bawah 8% dan nilai kerapatan di atas 0,44 g/cm³, sehingga telah memenuhi standar SNI untuk kedua parameter tersebut. Nilai kerapatan tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 0,85 g/cm³, sedangkan kadar air terendah terdapat pada perlakuan P4 sebesar 0,05%. Namun demikian, hasil pengujian kadar abu dan nilai kalor menunjukkan bahwa sebagian besar perlakuan belum memenuhi standar SNI. Nilai kalor tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 sebesar 4.485 kal/g, namun masih berada di bawah batas minimum SNI yaitu 5.000 kal/g. Nilai rendemen arang kulit kakao yang diperoleh sebesar 10,03%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa limbah kulit kakao berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket. Namun, diperlukan perbaikan dan optimasi lebih lanjut pada proses karbonisasi dan komposisi perekat agar kualitas briket yang dihasilkan dapat memenuhi standar nasional

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan bottom ash dan arang tempurung kelapa dalam pembuatan briket

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui nilai kuat tekan pada briket hasil campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa, (2) Mengetahui nilai kalor briket yang terbuat dari variasi komposisi campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan Adalah metode eksperimental dengan tahapan pengujian kualitas briket yang sudah jadi dengan bahan baku campuran bottom ash dan arang tempurung kelapa, tanpa melibatkan pembuatan alat uji. Penelitian ini dilaksanakan di PLTU Malinau dan Laboratorium Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. untuk menganalisa karakteristik briket yakni nilai kuat tekan dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi 50% bottom ash dan 50% arang tempurung kelapa memiliki nilai kuat tekan yang baik (24,16 kg/cm') dan nilai kalor (4781,846 Cal/g) yang menunjukkan keseimbangan antara kekuatan fisik dan nilai kalor briket, sehingga cocok untuk digunakan sebagai alternatif bahan bakar yang efisien dan ramah lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Variasi Bentuk Briket Terhadap Kualitas Pembakaran Briket Limbah Sekam Padi

2025•

Briket merupakan sumber energi yang berasal dari yang digunakan sebagai energi alternatif pengganti minyak bumi. Bentuk dan ukuran briket mempengaruhi kualitas pembakaran. Selama ini pemilihan bentuk cetakan briket masih sebatas permintaan pasar dan penyedia mesin cetak yang tersedia. Sehingga bentuk briket yang dihasilkan selama ini belum diukur kualitas dan lama pembakarannya. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi bentuk briket terhadap kualitas pembakaran briket limbah sekam padi. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan pengujian kadar abu, kadar air, nilai kalor, dan kerapatan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000). Variasi bentuk briket yang digunakan dalam penelitian ini yaitu silinder, bola, kubus, dan balok. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa variasi bentuk briket limbah sekam padi pada bentuk silinder dan balok memenuhi standar SNI untuk kadar abu dan kadar air, sedangkan semua perlakuan memenuhi standar kadar air. Hanya pada bentuk bola yang memenuhi standar kerapatan, namun tidak ada perlakuan yang memenuhi standar nilai kalor minimal sesuai SNI. Secara keseluruhan, tidak ada perlakuan yang memenuhi semua parameter standar SNI. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa tidak ada perlakuan yang memenuhi semua parameter standar SNI.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembuatan Briket Limbah Plastik LDPE (No.4) Campuran Buah Pinus Jarum Dan Tanah Liat Dengan Berbagai Komposisi Sebagai Bahan Bakar Alternatif

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Seiring dengan kemajuan zaman, kebutuhan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama penyokong berbagai aktifitas hidup manusia juga semakin meningkat. Perlu dilakukan pengolahan limbah sampah plastik dapat menghasilkan briket sebagai bahan bakar alternative. Briket adalah bahan bakar padat yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif yang mempunyai bentuk tertentu yang seragam. Di kota Tarakan sering kita jumpai banyak sekali sampah terutama sampah plastik yang sulit untuk terurai salah satunya sampah jenis Low density poli-etilena (LDPE). LDPE adalah salah satu jenis plastik yang banyak kita jumpai sehari-hari dalam berbagai aplikasi dan sering kali berakhir sebagai sampah, misalnya kantong plastik dan plastik wrap. Pemanfaatan sampah plastik menjadi briket dengan penambahan buah pinus. Di dapatkan hasil dari caburan dengan perbandingan 30:50:20 nilai kadar abu dan kadar air nya sesuai SNI dengan nilai kalor dan energi listrik yang dihasilkan sebesar 3182.4Q(j), 3183.39W(J)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Daun Pinus Jarum Untuk Dijadikan Briket Biocoal Sebagai Energi Listrik ALternatif

2021•

.Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Biomassa ini dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi yang cocok dikembangkan di Tarakan. Salah satu sumber biomassa yang melimpah adalah daun pinus jarum banyak ditemukan di kampus UBT, Pesisir pantai amal dan Persemaian Kota Tarakan. Pemilihan daun pinus jarum yang berguguran sebagai biomassa pada penelitian ini didasarkan atas belum adanya pemanfaatan sampah daun pinus. Dengan demikian pada penelitian kali ini sampah daun pinus jarum kering akan dimanfatkan untuk dibuat menjadi briket yang di campur dengan batubara dengan varian komposisi perekat. Varian perekat yang digunakan ada 3 jenis, sagu, tepeng kanji dan tanah liat. Dari 3 jenis perekat masingmasing sampel diuji untuk mendapatkan nilai kadar air, kadar abu, kalor dan energi listrik. Briket dapat dikatakan baik jika memiliki nilai kadar air dibawah 8% menurut SNI. Briket sudah memenuhi niali standar SNI dibawah 8% dengan nilai kisaran 5%- 7%. Kadar abu pada penelitian ini sudah memenuhi standar SNI yaitu dibawah 8%, tetapi pada perekat tanah liat memiliki kadar abu yang mendekati 8% yaitu sebesar 7,95%. Nilai tegangan dan arus dipengaruhi oleh komposisi sampel, dimana semakin kecil persentase kadar daun pinusnya maka semakin kecil, begitu juga sebaliknya. Nilai kalor didapatkan dari hasil analisa data yang ada hingga mendapatkan nilai kalor yang cukup besar yaitu kisaran nilai 4500 J. Nilai daya yang didapatkan per satu buah briket kisaran nilai 2,8 watt. Penggunaan batu bara muda pada penelitian ini disebabkan karena lebih mudah untuk ditemukan, sedangkan jika menggunakan batu bara tua akan lebih sulit untuk mendapatkannya, yang biasanya hanya terdapat di area pertambangan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail