ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Saat ini, pencemaran sampah plastik cukup mengkhawatirkan. Sampah plastik adalah sampah non organik yang sulit terurai dalam tanah dan waktu yang dibutuhkan untuk menguraikan sampah plastik tergolong cukup lama yaitu sampai 50-80 jt tahun untuk terurai, Strategi dalam memecahkan masalah ini yaitu penggunaan plastik Biodegradable alternatif telah dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakteristik edible film berbahan dasar semi refined carrageenan yang dibuat dari rumput laut jenis Kappaphycus alvareezi dengan karboksimetil selulosa yang berbeda sebagai pengemulsi. Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan edible film dari SRC dengan penambahan Asam stearat sebagai plastisizer kemudian edible film yang sudah dibuat karakterisasi dengan uji kuat tarik, perpanjangan, ketebalan, uji kelarutan dan uji kadar air untuk mengetahui sifat dan karakter dari edible film. Kesimpulan pada penelitian ini adalah edible film dengan penambahan asam stearat dengan kadar 0,1%, 0,2%, 0,3% memiliki karakteristik kuat tarik sebesar 64,69-35,42 MPa, Perpanjangan 26,8%- 8,0%, kelarutan 81,94% -80,83%, Kadar air 13,66% -13,33% dan Ketebalan 0,019mm- 0,031mm. Berdasarkan hasil tersebut edible film tidak dapat memenuhi JIS (Japanese Industrial Standart) edible film yang sintesis memenuhi standar untuk parameter kuat tarik dan ketebalan namun tidak memenuhi standar parameter perpanjangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemasan yang digunakan saat ini sebagian besar adalah kemasan yang berasal dari polimer sintetik atau plastik. Penggunaan plastik dapat mencemari bahan pangan yang dikemas karena adanya zat-zat tertentu yang berpotensi karsinogen dan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan karena sulit untuk diuraikan di alam. Perlu adanya alternatif yang digunakan sebagai bahan pengganti plastik yaitu edible film. Salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan edible film adalah gelatin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik edible film dari gelatin tulang ikan bandeng dan ekstrak bawang dayak, serta menentukan kemampuan edible film dari gelatin tulang ikan bandeng dan ekstrak bawang dayak dalam mengemas bumbu. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022 hingga April 2023 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Parameter yang diamati adalah kelarutan, ketebalan, kadar air, kuat tarik, elongasi, dan observasi visual pada bumbu yang dikemas dengan edible film. Data yang diperoleh dianalisis dengan Microsoft Excel untuk mendapatkan nilai rata-rata, dan hasil observasi visual bumbu dalam kemasan edible film dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan nilai kelarutan berkisar antara 88,5775% sampai 94,9197%, ketebalan 0,198 mm sampai 0,224 mm, kadar air 18,22+0,87 sampai 18,871,05, kuat tarik 2,10 MPa sampai 2,85 MPa, dan elongasi 270,5% sampai 392,3%. Edible film gelatin tulang ikan bandeng dan ekstrak bawang dayak dapat mempertahankan penampakan fisik bumbu hingga hari ke 7, tekstur bumbu mulai menggumpal pada penyimpanan hari ke 14, dan aroma mulai menyengat pada penyimpanan hari ke 21.