Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Kadar Protein
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORTIFIKASI MINYAK IKAN PADA BISKUIT: EVALUASI NILAI GIZI DAN DAYA TERIMA KONSUMEN

2026•

Biskuit merupakan produk pangan yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional melalui fortifikasi minyak ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak ikan terhadap kadar protein, kadar lemak, profil asam lemak, dan tingkat penerimaan konsumen terhadap produk biskuit. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan tiga perlakuan, yaitu F0 (0%), F1 (1%), dan F2 (2%) sebanyak tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein sebesar 10,76% dan kadar lemak 7,20% pada produk biskuit. Profil asam lemak yang diperoleh SFA dari 10,4089% menjadi 13,3986%, MUFA dari 6,6527% menjadi 8,5512%, dan PUFA dari 1,6954% menjadi 2,2102%. Berdasarkan uji hedonik yang telah dilakukan pada atribut rasa, tingkat penerimaan konsumen yaitu pada perlakuan F1 (1%) sebagai formulasi yang paling disukai panelis. Kesimpulan penelitian ini adalah fortifikasi minyak ikan sebesar 1% menghasilkan biskuit dengan tingkat penerimaan terbaik serta meningkatkan kandungan asam lemak produk.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kualitas Tepung Daun Singkong (Manihot esculenta crantz)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tepung daun singkong merupakan salah satu upaya pemanfaatan daun singkong (Manihot esculenta crantz). Pengolahan ini menggunakan proses metode pengeringan bahan pangan untuk memperpanjang umur simpan bahan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kualitas tepung daun singkong. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor, yaitu pengeringan oven dengan suhu 40ºC, pengeringan sinar matahari dengan kain hitam, pengeringan rumah kaca dan pengeringan kering angin yang diulang sebanyak 6 kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah kadar protein, kadar air, dan kadar serat pangan. Berdasarkan hasil perhitungan pada parameter kadar protein memiliki nilai paling tinggi adalah P3 (Pengeringan rumah kaca) sebesar 19,24%, parameter kadar air pada setiap perlakuan terbukti efektif menurunkan kadar air kurang dari 12%, parameter kadar serat pangan tepung daun singkong memiliki nilai sebesar 13,5%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh subtitusi tepung sukun (arthocarpus communis) dalam pembuatan cookies

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cookies merupakan produk patiseri yang terbuat dari bahan tepung terigu, gula pasir, lemak dan telur. Cookies memiliki karakteristik manis, kaya akan lemak dan gula yang dibuat dengan menggunakan cetakan. Cookies merupakan produk cookies yang beratektur renyah, lembut dan manis. Cookies terbuat dari tepung terigu, margarin, kuning telur, baking powder, vanilla dan gula halus. Kelebihan dari produk cookies adalah disukai banyak orang dari semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua, cookies dapat bertahan lama karena karena bahan yang digunakan banyak menggunakan bahan kering sehingga bias bertahan 1- 6 bulan. Sedangkan kekurangan dari produk cookies adalah karena cookies mempunyai rasa yang sangat manis bila dikonsumsi setiap hari akan mengakibatkan gigi rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap produk cookies dan untuk memperoleh formula yang tepat pada produk cookies. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima (5) perlakuan yaitu P0 (300 gram tepung terigu), P1 (225 gram tepung terigu + 75 gram tepung sukun), P2 (150 gram tepung terigu + 150 gram tepung sukun), P3 (75 gram tepung terigu + 225 gram tepung sukun) dan P4 (300 gram tepung sukun) dengan lima (5) pengulangan sehingga terdapat 25 satuan uji percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu kadar air, kadar protein dan kadar karbohidrat. Sedangkan data kualitatif meliputi hasil uji organoleptik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur berdasarkan tingkat kesukaan 20 panelis terhadap cookies yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan kadar air yang paling tinggi adalah P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 9,792, kadar protein yang paling tinggi adalah P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 14 dan kadar karbohidrat yang memiliki nilai tertinggi yaitu P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 71,526. Sedangkan cookies dengan hasil uji organoleptik paling baik yaitu pada aspek rasa dan aroma namun kurang disukai pada aspek warna dan tekstur.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail