ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Pakan merupakan komponen utama dalam budidaya ikan bandeng (Chanos chanos) yang berkontribusi besar terhadap biaya produksi, terutama akibat ketergantungan pada bahan baku impor seperti tepung ikan. Dengan demikian, diperlukan bahan pakan yang lebih ekonomis namun tetap mampu mendukung pertumbuhan ikan secara optimal. Penelitian ini ditujukan menganalisis pengaruh kombinasi tepung kepala udang serta pakan komersial terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan efisiensi pakan nener ikan bandeng. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu: pakan komersil 100%,75% tepung kepala udang + 25% pakan komersial, 50% tepung kepala udang + 50% pakan komersial, 25% tepung kepala udang + 75% pakan komersial, serta tepung kepala udang 100%. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), rasio konversi pakan (FCR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pakan komersial 75% dan tepung kepala udang 25% memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 2,07 cm, pertumbuhan berat mutlak sebesar 0,038 g, dan nilai FCR terendah sebesar 1,08. Tingkat kelangsungan hidup pada seluruh perlakuan mencapai 100%, menunjukkan bahwasannya penggunaan tepung kepala udang tidak memberikan dampak negatif terhadap viabilitas ikan. Parameter kualitas air saat penelitian berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan nener ikan bandeng. Dapat disimpulkan bahwasannya tepung kepala udang berpotensi digunakan sebagai bahan pakan alternatif yang efektif dan ekonomis dalam budidaya nener ikan bandeng tanpa menurunkan performa pertumbuhan maupun kelangsungan hidup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Abstrak Pakan merupakan komponen utama dalam budidaya ikan bandeng (Chanos chanos) yang berkontribusi besar terhadap biaya produksi, terutama akibat ketergantungan pada bahan baku impor seperti tepung ikan. Dengan demikian, diperlukan bahan pakan yang lebih ekonomis namun tetap mampu mendukung pertumbuhan ikan secara optimal. Penelitian ini ditujukan menganalisis pengaruh kombinasi tepung kepala udang serta pakan komersial terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan efisiensi pakan nener ikan bandeng. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu: pakan komersil 100%,75% tepung kepala udang + 25% pakan komersial, 50% tepung kepala udang + 50% pakan komersial, 25% tepung kepala udang + 75% pakan komersial, serta tepung kepala udang 100%. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), rasio konversi pakan (FCR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pakan komersial 75% dan tepung kepala udang 25% memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 2,07 cm, pertumbuhan berat mutlak sebesar 0,038 g, dan nilai FCR terendah sebesar 1,08. Tingkat kelangsungan hidup pada seluruh perlakuan mencapai 100%, menunjukkan bahwasannya penggunaan tepung kepala udang tidak memberikan dampak negatif terhadap viabilitas ikan. Parameter kualitas air saat penelitian berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan nener ikan bandeng. Dapat disimpulkan bahwasannya tepung kepala udang berpotensi digunakan sebagai bahan pakan alternatif yang efektif dan ekonomis dalam budidaya nener ikan bandeng tanpa menurunkan performa pertumbuhan maupun kelangsungan hidup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan cupang adalah ikan hias yang mempunyai daya tarik terhadap warna yang dilihat pada bagian tubuh dan siripnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Peningkatan Kualitas Warna Ikan Cupang (Betta sp) Melalui Tepung Kepala Udang. Penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan, dengan persentase subsitusi tepung kepala udang yang berbeda. Hasil analisis uji statistic sidik ragam/anova menggunakan SPSS 27 tingkat kualitas warna ikan cupang diperoleh nilai F sebesar 0,761 dengan nilai signifikansi (α) 0,05 sebesar 0,574. Laju peningkatan warna ikan cupang yang paling tinggi diakhir penelitian ini adalah perlakuan E (20%) sebesar 10,33, kemudian perlakuan D (15%) laju peningkatan warna ikan cupang di akhir 8,33, lalu di perlakuan B (5%) laju peningkatan warna ikan cupang di akhir 7,67, dan di perlakuan C (10%) laju peningkatan warna ikan cupang di akhri 6,33, dan untuk perlakuan A (Kontrol) laju peningkatan warna ikan cupang di akhir 5,67. Dapat dikatakan terdapat peningkatan kualitas warna ikan cupang setelah diberikan perlakuan (pemberian dosis kepala udang). Terjadi peningkatan kualitas warna pada ikan cupang disebabkan adanya penambahan tepung kepala udang pada pakan buatan. Tepung kepala udang tersebut mengandung karatenoid yang dapat mempengaruhi secara nyata perubahan dalam peningkatan warna ikan cupang. Penambahan tepung kepala udang dosis 20% menghasilkan tingkat perubahan warna yang lebih baik pada ikan cupang dan lebih efektif dibandingkan dengan dosis tepung kepala udang yang lain.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan limbah kepala udang merupakan salah satu alternatif yang dapat meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomisnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju pertumbuhan benih ikan lele, dan mengetahui kadar protein pakan buatan yang berasal dari tepung kepala udang terfermentasi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan 2 perlakuan 5 ulangan dengan perlakuan A Pakan komersil, perlakuan B Pakan buatan dengan tepung kepala udang. Data kandungan nutrisi pakan dianalisis secara deskriptif, sedangkan data pertumbuhan dianalisis dengan uji t test. Analisis kandungan kadar air pada pakan buatan sebesar 9%. kadar protein 22,90%, kadar lemak 9,6%, kadar abu 9,64, dan karbohidrat 50,157%. Nilai tertingi yang didapatkan pada panjang ikan, pertambahan bobot ikan, Spesific Growth Rate (SGR), Fed Converion Ratio (FCR), terdapat pada ikan yang diberikan pakan buatan dari tepung kepala udang. sedangkan Survival Rate (SR) nilai tertinggi terdapat pada ikan yang diberikan pakan komersil. Derajat Keasaman (pH), suhu, kandungan oksigen terlarut (DO) terdapat nilai yang masi layak untuk digunakan budidaya. Amoniak berkisar antara 1-2 mlebihi standar SNI. Subtitusi tepung kepala udang dalam pakan buatan telah memenuhi SNI, namun belum mencukupi kebutuhan protein ikan lele. Namun, hasil uji coba pada benih ikan lele diperoleh data pertumbuhan yang tidak berbeda nyata dengan penggunaan pakan komersil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nannochloropsis sp. merupakan mikroalga berwarna hijau kuning, berbentuk bola, berukuran kecil yang berdiameter 2-4 µm. Nannochloropsis sp telah banyak digunakan sebagai pakan alami dalam usaha budidaya khususnya pembenihan. Untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangbiakannya, ketersediaan nutrien dalam media kultur Nannochloropsis sp. perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi pupuk organik cair dari kepala udang dan mengetahui dosis kombinasi pupuk organik cair dan pupuk komersil yang memberikan pertumbuhan terbaik pada Nannochloropsis sp. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan terdiri P0: (100% pupuk komersil), P1: (50% komersil + 50% pupuk organik cair), P2: (75% pupuk komersil + 25% pupuk organik cair), P3: (100% pupuk organik cair). Data yang dihasilkan dianalisis dengan uji ANOVA dan diuji lanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pupuk organik cair (POC) dari kepala udang terfermentasi belum memenuhi SNI. Penggunaan pupuk komersil dan pupuk organik cair mempengaruhi pertumbuhan Nannochloropsis sp. Puncak pertumbuhan Nannochloropsis sp tertinggi terjadi pada hari ke 7 yaitu pada perlakuan P0 (100% komersil), namun secara statistik tidak beda nyata dengan P1 (50 % komersil + 50% pupuk organik cair). Data pengukuran kualitas air selama masa kultur menunjukkan suhu 24 ̊C-28 ̊C, pH 7,11-7,44, salinitas 34-38, kandungan nitrat berkisar 0,26-2,06 mg/l, dan kandungan fosfat berkisar 0,19-0,39 mg/l.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Melimpahnya jumlah limbah udang memerlukan adanya upaya pemanfaatan yang dapat menanggulangi masalah pencemaran lingkungan namun tetap bernilai jual. Limbah kepala udang mengandung protein kasar sekitar 25-40%. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan nutrisi tepung limbah udang sebagai bahan baku dalam pembuatan pakan ikan melalui teknik fermentasi menggunakan EM4. Penelitian ini menggunakan probiotik EM 4 dan tepung kepala udang dengan berbagai perlakuan yaitu, PO 0 ml/100 g, P1 10 ml/100 g, P2 15 ml/100 g dan P3 20 ml/100 g. Parameter yang dihitung pada penelitian ini berfokus pada kadar protein dan derajat hidrolisi protein. Data yang diperoleh selama penelitian dianalisis menggunakan uji anova dan jika terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Sedangkan kualitas fisik tepung limbah udang disajikan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan data hasil uji protein di ketahui bahwa pemberian dosis probiotik EM 4 memberikan pengaruh yang nyata terhadap kandungan protein tepung limbah udang (F hitung > F tabel, yaitu 34,57 > 4,06). Dosis terbaik dari ke empat perlakuan tersebut adalah P2 yaitu 15 ml EM 4 / 100 g tepung kepalaudang diperoleh kandungan protein sebesar 32,17%. Namun hasil ini masih jauh dari standar protein tepung ikan.. Dari segi aroma tepung udang tanpa fermentasi memiliki aroma amis yang kuat dibandingkan tepung udang yang difermentasi. Nilai kandungan kitin terkecil ditunjukan pada P2 yaitu EM4 15 ml/100 g bahan, sedangkan nilai kitin tertinggi diperoleh diperlakuan kontrol. Kesimpulan pemberian EM4 dalam pakan mampu meningkatkan protein dan menurunkan nilai kitin pada tepung kepala udang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cacing sutra adalah salah satu jenis pakam alami yang digemari larva ikan karena mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan larva ikan. Media hidup cacing sutra terdiri dari lumpur dan bahan organic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah kepala udang dalam media kultur terhadap biomassa dan populasi cacing sutra. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November bertempat di Laboratorium Mini Hactery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Cacing yang digunakan adalah cacing sutra berukuran 1,4-2,3cm. jumlah cacing sutra yang ditebar 10 gram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan Perlakuan A (tanpa penambahan tepung kepala udang), Perlakuan B (tepung kepala udang 200gram), Perlakuan C (tepung kepala udang 400gram), Perlakuan D(tepung kepala udang 600gram). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan Limbah Kepala Udang memberikan pengaruh nyata (p0,05) terhadap populasi dan biomassa cacing sutra (Tubifex sp). Populasi dan biomassa tertinggi terdapat pada perlakuan C 17826± 311 individu dengan biomassa 18.00± 0.31 gram yang dicapai hari ke 20 berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa Limbah Kepala Udang dapat meningkatkan Populasi dan biomassa Cacing Sutra (Tubifex sp).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan komoditas perairan payau yang potensial untuk dibudidayakan karena permintaan pasar yang cukup tinggi, rasa dagingnya yang enak, harga relatif stabil serta pemeliharaannya yang mudah. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui Efektivitas Penggunaan Pakan Kombinasi Tepung Kepala Udang dan Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan Nener Bandeng (C.Chanos). Penelitian terdiri dari lima perlakuan, yaitu perlakuan kontrol, tepung kepala udang 25% dan 75% komersial, tepung kepala udang 50% dan 50% komersial, tepung kepala udang 75% dan 25% komersial dan 100% tepung kepala udang dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Pakan diberikan sebanyak 5% dari total berat tubuh ikan dan pemberian sebanyak dua kali sehari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, laju pertumbuhan, kelangsungan hidup, FCR, serta beberapa parameter kualitas air seperti suhu, pH, salinitas, DO. Hasil penelitian menunjukkan nilai pertumbuhan panjang sebesar 2.72 ± 0.05 cm, pertumbuhan bobot sebesar 0.086 ± 0.003 g, laju pertumbuhan sebesar 0.0044 ± 0.0002 g, kelangsungan hidup sebesar 75% dan FCR sebesar 0.86±0.03 %. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan tepung kepala udang 25% dan 75% komersial, sedangkan hasil dari pengukuran kualitas air yaitu suhu berkisar 28°C - 32°C, pH berkisar 7.56 - 8.76, salinitas berkisar 8 – 10 ppt dan oksigen terlarut DO berkisar 4.83 - 5.66 mg/L. Semua parameter yang diamati menunjukkan bahwa penggunaan tepung kepala udang dalam pakan buatan memberikan pengaruh nyata pada laju pertumbuhan nener bandeng dengan hasil nilai pertumbuhan tinggi, sedangkan nilai FCR rendah.