Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Antioksidan.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Inovasi permen berbahan baku daun kelor dan rumput laut sebagai sumber protein dan antioksidan.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permen merupakan salah satu produk pangan yang banyak tersebar di indonesia, yang banyak disukai semua orang dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Permen pada umumnya dibuat dari bahan dasar agar-agar dengan penambahan gelatin sebagai pengenyal. Permen memiliki tekstur lunak yang diproses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, karagenan, gelatin, dan lain-lain yang digunakan untuk memodifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Jenis permen yang beredar di pasar saat ini pada umumnya hanya mengutamakan kualitas rasa saja. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kandungan permen berbahan baku daun kelor dan rumput laut. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor yaitu konsentrasi daun kelor yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu KI = 0 gram, K * 2 = 10 gram, dan K * 3 = 20 gram. Sedangkan konsentrasi rumput laut yang terdiri dari 4 perlakuan RI = 150 gram, R * 2 = 300 gram, R * 3 = 450 gram dan R * 4 = 600 gram. %. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar protein dan aktivitas antiosidan. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air memiliki nilai paling tinggi KIR3 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 300g) sebesar 14,88%, parameter kadar protein paling tinggi K3R1 (bubuk daun kelor 20 g. dan bubur rumput laut 150 g) sebesar 17,83%, dan parameter kadar antioksidan memiliki nilai tertinggi KIRI (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 150 g). Pengujian tingkat kesukaan terhadap produksi seperti warna, tekstur, aroma dan rasa. Nilai tertinggi organoleptik warna 4,40% KIR4 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 600 g). Nilai tertinggi organoleptik tekstur 4,73% K3R4 (bubuk daun kelor 20 g, dan bubur rumput laut 600 g). Nilai tertinggi organoleptik aroma 4,50% KIR4 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 600 g), dan nilai tertinggi organoleptik rasa 4,40% K3R4 (bubuk daun kelor 20 g, dan bubur rumput laut 600 g).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI MINYAK ATSIRI PADA BEBERAPA TANAMAN HERBAL INDONESIA SEBAGAI ANTIMIKROBA DAN ANTIOKSIDAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

POTENSI MINYAK ATSIRI PADA BEBERAPA TANAMAN HERBAL INDONESIA SEBAGAI ANTIMIKROBA DAN ANTIOKSIDAN Abstrak Menurut data yang diperoleh dari Indonesian Essential Oil: The Scents of Natural Life, terdapat sekitar 40 jenis tanaman yang diproduksi di Indonesia yang berpotensi sebagai sumber aromaterapi dan sekitar 12 tanaman penghasil minyak atsiri lainnya masih dalam tahap pengembangan skala industri. Tanaman-tanaman tersebut merupakan tanaman yang memiliki variasi aromatik karena terdapat kandungan minyak esensial yaitu minyak atsiri. Mengetahui potensi minyak atsiri pada beberapa tanaman herbal Indonesia sebagai antimikroba dan antioksidan. Jenis tanaman yang digunakan yaitu daun serai (Cymbopogon nardus), sirih (Piper betle), singkil (Premna serratifolia L), salam (Eugenia polyantha). Minyak atsiri diperoleh dengan cara destilasi selama 4 jam, kemudian pada pengujian antimikroba menggunakan bakteri Ralstonia solanacearum dengan metode difusi agar sumuran yang terdapat 3 konsentrasi dan pada pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH dengan 1 konsentrasi. Pada pengujian antimikroba dan antioksidan diberi ulangan sebanyak 3 kali. Hasil dari pengujian antimikroba pada daun salam dengan konsentrasi 100% didapatkan hasil persentase penghambatan sebesar 100%, kemudian pada daun serai didapatkan rendemen persentase penghambatan sebesar 71,29% dengan konsentrasi 100%. Pada pengujian antioksidan minyak atsiri daun sirih didapatkan hasil persentase penghambatan sebesar 92,54% dengan konsentrasi 100 ppm. Kata Kunci : Destilasi minyak atsiri, antimikroba, antioksidan. POTENTIALS OF ESSENTIAL OILS IN SEVERAL INDONESIAN HERBAL PLANTS AS ANTIMICROBIALS AND ANTIOXIDANTS Abstract According to data obtained from Indonesian Essential Oil The Scents of Natural Life, there are about 40 types of plants produced in Indonesia that have the potential as a source of aromatherapy and about 12 other essential oil-producing plants are still in the industrial scale development stage These plants have aromatic variations because they contain essential oils. The purpose of this study was to find out the potential of essential oils in several Indonesian herbal plants as antimicrobials and antioxidants The types of plants used were Lemongrass (Cymbopogon nardhues). Betel (per hele), Singkil (Premna serratifolia L.), and Bay Leaves (Eugenia polyantha) The essential oil was obtained by distillation for 4 hours, then in antimicrobial testing using the bacterium Ralstonia solanacearum with the agar diffon method, there were 3 concentrations and in the antioxidant test using the DPPH method with I concentration The antimicrobial and antioxidant tests were repeated 3 times. The results of antimicrobial testing on Bay Leaves with a concentration of 100% obtained the percentage of inhibition of 100%, then on Lemongrass leaves the yield of inhibition percentage was 71.29% with a concentration of 100% In the antioxidant test of Betel leaf essential oil, the percmage of indobition was 92 54% with a concentration of 100 ppm Keywords Essential oil distillation, antimicrobial, antioxidant

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail