Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: antimikroba
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Isolasi Dan Uji Aktivitas Antimikroba Bakteri Simbion Spons Xestospongia Sp. dari Perairan Derawan Sebagai Sumber Potensial Agen Antimikroba

2023•

Spons merupakan organisme laut yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif, namun belum sepenuhnya dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi morfologi dan menguji aktivitas antimikroba bakteri yang terdapat pada spons Xestospongia sp. terhadap bakteri patogen multidrug-resistant (MDR). Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini berhasil mengisolasi bakteri simbion dari spons dengan rentang konsentrasi dari 10-1 hingga 10-5 sebanyak 7 isolat. Identifikasi morfologi bakteri dilakukan berdasarkan karakteristik seperti warna, ukuran, margin, bentuk, dan elevasi. Dari tujuh isolat bakteri yang diidentifikasi, lima di antaranya adalah bakteri Gram-positif dan dua isolat adalah bakteri Gram-negatif, semuanya menunjukkan bentuk basil. Berdasarkan hasil uji aktivitas antibakteri diantara tujuh isolat, lima menunjukkan aktivitas antimikroba. Secara spesifik, isolat Xp-05 menunjukkan aktivitas antimikroba yang signifikan terhadap Staphylococcus aureus, menghasilkan zona bening dengan diameter 20 mm, sedangkan isolat Xp-03 efektif melawan Escherichia coli dengan zona bening berdiameter 16 mm. Isolat lain, Xp-01, Xp-06, dan Xp-07 menunjukkan zona bening berdiameter lebih kecil. Variabilitas efektivitas antibakteri ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaan konsentrasi atau produksi metabolit sekunder antar isolat. Dengan demikian, hasil ini menunjukkan bahwa bakteri simbion dari spons Xestospongia sp. memiliki potensi sebagai sumber baru agen antimikroba, namun perlu penelitian lebih lanjut untuk memahami variasi dalam produksi metabolit sekunder dan efektivitas antimikroba mereka.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI MINYAK ATSIRI PADA BEBERAPA TANAMAN HERBAL INDONESIA SEBAGAI ANTIMIKROBA DAN ANTIOKSIDAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

POTENSI MINYAK ATSIRI PADA BEBERAPA TANAMAN HERBAL INDONESIA SEBAGAI ANTIMIKROBA DAN ANTIOKSIDAN Abstrak Menurut data yang diperoleh dari Indonesian Essential Oil: The Scents of Natural Life, terdapat sekitar 40 jenis tanaman yang diproduksi di Indonesia yang berpotensi sebagai sumber aromaterapi dan sekitar 12 tanaman penghasil minyak atsiri lainnya masih dalam tahap pengembangan skala industri. Tanaman-tanaman tersebut merupakan tanaman yang memiliki variasi aromatik karena terdapat kandungan minyak esensial yaitu minyak atsiri. Mengetahui potensi minyak atsiri pada beberapa tanaman herbal Indonesia sebagai antimikroba dan antioksidan. Jenis tanaman yang digunakan yaitu daun serai (Cymbopogon nardus), sirih (Piper betle), singkil (Premna serratifolia L), salam (Eugenia polyantha). Minyak atsiri diperoleh dengan cara destilasi selama 4 jam, kemudian pada pengujian antimikroba menggunakan bakteri Ralstonia solanacearum dengan metode difusi agar sumuran yang terdapat 3 konsentrasi dan pada pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH dengan 1 konsentrasi. Pada pengujian antimikroba dan antioksidan diberi ulangan sebanyak 3 kali. Hasil dari pengujian antimikroba pada daun salam dengan konsentrasi 100% didapatkan hasil persentase penghambatan sebesar 100%, kemudian pada daun serai didapatkan rendemen persentase penghambatan sebesar 71,29% dengan konsentrasi 100%. Pada pengujian antioksidan minyak atsiri daun sirih didapatkan hasil persentase penghambatan sebesar 92,54% dengan konsentrasi 100 ppm. Kata Kunci : Destilasi minyak atsiri, antimikroba, antioksidan. POTENTIALS OF ESSENTIAL OILS IN SEVERAL INDONESIAN HERBAL PLANTS AS ANTIMICROBIALS AND ANTIOXIDANTS Abstract According to data obtained from Indonesian Essential Oil The Scents of Natural Life, there are about 40 types of plants produced in Indonesia that have the potential as a source of aromatherapy and about 12 other essential oil-producing plants are still in the industrial scale development stage These plants have aromatic variations because they contain essential oils. The purpose of this study was to find out the potential of essential oils in several Indonesian herbal plants as antimicrobials and antioxidants The types of plants used were Lemongrass (Cymbopogon nardhues). Betel (per hele), Singkil (Premna serratifolia L.), and Bay Leaves (Eugenia polyantha) The essential oil was obtained by distillation for 4 hours, then in antimicrobial testing using the bacterium Ralstonia solanacearum with the agar diffon method, there were 3 concentrations and in the antioxidant test using the DPPH method with I concentration The antimicrobial and antioxidant tests were repeated 3 times. The results of antimicrobial testing on Bay Leaves with a concentration of 100% obtained the percentage of inhibition of 100%, then on Lemongrass leaves the yield of inhibition percentage was 71.29% with a concentration of 100% In the antioxidant test of Betel leaf essential oil, the percmage of indobition was 92 54% with a concentration of 100 ppm Keywords Essential oil distillation, antimicrobial, antioxidant

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail