Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Analisis Kualitas Pelayanan Trasportasi Angkutan Umum Speed Boat Reguler ( Studi Kasus Rute Kota Tarakan - Sebatik)
Transportasi penyeberangan Speed Boat Reguler rute Tarakan – Sebatik merupakan moda utama mobilitas masyarakat perbatasan yang berperan penting dalam aktivitas sosial dan ekonomi. Namun, dalam operasionalnya masih ditemukan berbagai permasalahan pelayanan seperti keterlambatan jadwal, keterbatasan fasilitas, serta ketidaksesuaian antara harapan dan persepsi pengguna jasa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pelayanan, mengukur tingkat kepuasan penumpang, serta mengidentifikasi atribut layanan yang menjadi prioritas peningkatan kualitas pelayanan. Penelitian dilakukan di Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan dengan responden penumpang Speed Boat Reguler rute Tara-kan – Sebatik. Metode analisis yang digunakan meliputi Customer Satisfaction In-dex (CSI) untuk mengukur tingkat kepuasan secara keseluruhan, Importance Per-formance Analysis (IPA) untuk memetakan atribut layanan berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja, serta Quality Function Deployment (QFD) untuk meru-muskan strategi peningkatan layanan berbasis kebutuhan pengguna. Analisis IPA menunjukkan terdapat beberapa atribut prioritas perbaikan pada kuadran I, yaitu atribut yang dianggap sangat penting oleh penumpang namun kinerjanya masih rendah, khususnya pada aspek kemudahan akses informasi dan pelayanan petugas. Nilai CSI keseluruhan sebesar 68,54% berada pada rentang “puas”, yang berarti secara umum penumpang merasa puas terhadap pelayanan Speed Boat Reguler rute Tarakan – Sebatik. Rekomendasi peningkatan layanan berdasarkan QFD menekankan pentingnya perbaikan fasilitas terminal, peningkatan kualitas pelayanan petugas, serta penerapan prosedur operasional yang lebih terstandar dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan transportasi Speed Boat Reguler rute Tarakan – Sebatik sudah berada pada kategori memuaskan, namun masih memerlukan peningkatan pada beberapa atribut prioritas agar dapat mencapai tingkat pelayanan optimal dan berkelanjutan.
Studi Aliran Daya Akibat Penambahan Beban Dalam Menjaga Stabilitas Sistem Pembangkitan di PT. PLN (Persero) Tarakan
Studi Aliran Daya Akibat Penambahan Beban Dalam Menjaga Stabilitas Sistem Pembangkitan di PT. PLN (Persero) Tarakan
Energi listrik merupakan kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas rumah tangga, komersial, dan industri. Peningkatan kebutuhan energi listrik akibat pertumbuhan wilayah menuntut sistem distribusi yang andal dan efisien. Salah satu tantangan dalam sistem distribusi adalah penambahan beban baru yang dapat mempengaruhi stabilitas sistem pembangkitan melalui perubahan profil tegangan, rugi-rugi daya, dan jatuh tegangan. Oleh karena itu, diperlukan analisis untuk mengevaluasi kemampuan sistem dalam menjaga stabilitas setelah penambahan beban tanpa melanggar standar teknis yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi aliran daya berbantuan perangkat lunak Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) versi 19.0.1. Data yang digunakan meliputi data pembangkit, saluran, transformator, beban, serta diagram segaris sistem distribusi 20 kV PT PLN Persero Tarakan. Simulasi dilakukan untuk menganalisis kondisi sistem sebelum dan setelah penambahan beban sebesar 3.294 kVA dari PT Phoenix dan PT Krist pada Feeder 10. Hasil simulasi divalidasi melalui perhitungan manual dan dibandingkan dengan standar SPLN 1:2015 dan SPLN 72:1987. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penambahan beban, sistem tetap stabil dengan tegangan bus terendah 97,05% pada Bus89 dan jatuh tegangan tertinggi 1,83% pada saluran F10 Bus 5. Validasi perhitungan manual pada saluran F10 Bus 4 menunjukkan rugi-rugi daya aktif meningkat dari 9,2 kW menjadi 20,0 kW dan jatuh tegangan meningkat dari 0,98% menjadi 1,44%. Seluruh parameter masih memenuhi standar SPLN sehingga sistem pembangkitan PT PLN Persero Tarakan mampu menjaga stabilitas setelah penambahan beban.
STRUKTUR KOMUNITAS JENIS MANGROVE DI KAWASAN PULAU MALU KABUPATEN BULUNGAN
Mangrove ecosystems play a vital role in sustaining life. These ecosystems are commonly found in most Indonesian archipelago coastal areas. Mangrove ecosystems provide habitats for various organisms to feed, breed, and spawn. This study aims to investigate the structure of the mangrove community on Malu Island in Bulungan Regency. Environmental factors influencing the area's distribution and diversity of mangroves include salinity levels of 20 ppt and a pH value of 6.12. Impact of traditional aquaculture activities on mangroves The method was the line transect method. A line transect was drawn along a 100-meter stretch at each station, and at each transect, a 10m x 10m plot was established. The mangrove species found at the study site included Nypa Fruticans, Sonneratia sp, and Rhizophora sp. The mangrove community structure included a mangrove diversity index of 0.314, an evenness index (E) of 0.285, and a dominance index (C) of 0.592.
STRUKTUR KOMUNITAS JENIS MANGROVE DI KAWASAN PULAU MALU KABUPATEN BULUNGAN
Mangrove ecosystems play a vital role in sustaining life. These ecosystems are commonly found in most Indonesian archipelago coastal areas. Mangrove ecosystems provide habitats for various organisms to feed, breed, and spawn. This study aims to investigate the structure of the mangrove community on Malu Island in Bulungan Regency. Environmental factors influencing the area's distribution and diversity of mangroves include salinity levels of 20 ppt and a pH value of 6.12. Impact of traditional aquaculture activities on mangroves The method was the line transect method. A line transect was drawn along a 100-meter stretch at each station, and at each transect, a 10m x 10m plot was established. The mangrove species found at the study site included Nypa Fruticans, Sonneratia sp, and Rhizophora sp. The mangrove community structure included a mangrove diversity index of 0.314, an evenness index (E) of 0.285, and a dominance index (C) of 0.592.
Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing Terhadap Kepercayaan Diri SIswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan
Penelitian ini bertujuann untuk mengetahui Pengaruh Teknik Role Playing untuk meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan. Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan dalam berbagai aspek kelebihan yang dimilikinya, dan dengan sikap yakin atas kemampuan diri sendiri sehingga dalam tindakan-tindakannya tidak terlalu cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai keinginan dan tangung jawab atas perbuatannya. Penelitian ini merupakan penelitian PreExperimental Design menggunakan One Group Pretest-Posttest dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan yang berjumlah sebanyak 172 siswa dan penarikan sampel yang digunakan Purposive sampling berjumlah 10 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala kepercayaan diri berdasarkan teori Sugiyono (2019)., teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji hipotesis Paired Sample T-test. Adapun uji Paired Sample T-test menggunakan SPSS 25.0 for windows. Hasil analisis data dari uji Paired Sample T-test diperoleh nilai Sig (2-tailed) 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya bahwa Teknik Role Playing efektif untuk meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan. Berdasarkan dari hasil skor Pretest yang di peroleh 10 siswa sebagai sampel penelitian ini terdapat 3 (30%) siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, 3 (30%) siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang sedang, 4 (40%) siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah. Pada hasil Posttest hasil skor terdapat 10 (100%) seluruh siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
KAJIAN PENGOLAHAN TAMBAK TRADISIONAL DI PULAU TIAS DESA TANJUNG BUKA KABUPATEN BULUNGAN
Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengolahan tambak tradisional di Pulau Tias, Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan petambak, dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas tambak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tambak, di mana tambak yang lebih luas cenderung memiliki hasil yang lebih tinggi. Luasan tambak di Pulau Tias berkisar 5-35 ha/petak. Hasil produksi tambak yang paling tinggi yaitu tambak pak Herman dengan luas tambak 35 ha sebanyak dua ton untuk hasil udang dan tujuh ton untuk hasil ikan bandeng, yang kedua pak H. Ansar dengan luas tambak 13 ha sebanyak 500kg dan untuk hasil udang tujuh ton untuk hasil ikan bandeng, yang ketiga pak Artan dengan luas tambak 7 ha sebanyak 500kg untuk hasil udang dan lima ton untuk hasil ikan bandeng. Selain itu, faktor-faktor lain seperti kualitas air, jenis bibit yang digunakan, teknik pemeliharaan, dan penanganan hama juga memainkan peran penting dalam menentukan hasil akhir budidaya.
KAJIAN PENGOLAHAN TAMBAK TRADISIONAL DI PULAU TIAS DESA TANJUNG BUKA KABUPATEN BULUNGAN
Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengolahan tambak tradisional di Pulau Tias, Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan petambak, dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas tambak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tambak, di mana tambak yang lebih luas cenderung memiliki hasil yang lebih tinggi. Luasan tambak di Pulau Tias berkisar 5-35 ha/petak. Hasil produksi tambak yang paling tinggi yaitu tambak pak Herman dengan luas tambak 35 ha sebanyak dua ton untuk hasil udang dan tujuh ton untuk hasil ikan bandeng, yang kedua pak H. Ansar dengan luas tambak 13 ha sebanyak 500kg dan untuk hasil udang tujuh ton untuk hasil ikan bandeng, yang ketiga pak Artan dengan luas tambak 7 ha sebanyak 500kg untuk hasil udang dan lima ton untuk hasil ikan bandeng. Selain itu, faktor-faktor lain seperti kualitas air, jenis bibit yang digunakan, teknik pemeliharaan, dan penanganan hama juga memainkan peran penting dalam menentukan hasil akhir budidaya.
Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing Terhadap Kepercayaan Diri SIswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan
Penelitian ini bertujuann untuk mengetahui Pengaruh Teknik Role Playing untuk meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan. Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan dalam berbagai aspek kelebihan yang dimilikinya, dan dengan sikap yakin atas kemampuan diri sendiri sehingga dalam tindakan-tindakannya tidak terlalu cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai keinginan dan tangung jawab atas perbuatannya. Penelitian ini merupakan penelitian PreExperimental Design menggunakan One Group Pretest-Posttest dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan yang berjumlah sebanyak 172 siswa dan penarikan sampel yang digunakan Purposive sampling berjumlah 10 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala kepercayaan diri berdasarkan teori Sugiyono (2019)., teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji hipotesis Paired Sample T-test. Adapun uji Paired Sample T-test menggunakan SPSS 25.0 for windows. Hasil analisis data dari uji Paired Sample T-test diperoleh nilai Sig (2-tailed) 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya bahwa Teknik Role Playing efektif untuk meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan. Berdasarkan dari hasil skor Pretest yang di peroleh 10 siswa sebagai sampel penelitian ini terdapat 3 (30%) siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, 3 (30%) siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang sedang, 4 (40%) siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah. Pada hasil Posttest hasil skor terdapat 10 (100%) seluruh siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
Analisis Kekuatan Sambungan Las SMAW Alur Zig Zag dan Spiral Pada Material Baja ST 37 Sebagai Rangka Mesin Pemipil Jagung
Pengelasan SMAW adalah suatu proses penyambungan dua buah keping logam atau lebih dengan memanfaatkan panas yang terjadi dari loncatan elektroda pada dua buah kutub yang berbeda. Material baja ST 37 merupakan jenis baja ringan atau mild steel yang banyak dijadikan sebagai bahan konstruksi rangka mesin karena jenis material ini mudah didapatkan. Gerakan zig-zag merupakan gerakan elektroda yang menyerupai gerakan untuk menjahit serta memperluas area penyambungan dan gerakan spiral merupakan gerakan elektroda yang gerakannya hampir melingkar dan dilakukan secara kontinyu. Salah satu pemanfaatan pengelasan SMAW adalah sebagai penyambung besi siku baja ST 37 pada rangka mesin pemipil jagung yang menjadi objek pada penelitian ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui kekuatan sambungan las alur zig-zag dan spiral serta mengetahui kecacatan hasil sambungan pengelasannya. Proses pengujian pada penelitian ini menggunakan tiga metode pengujian yakni NDT penetrant, metalografi, dan uji kekerasan vickers. Hasilnya untuk alur zig-zag terlihat satu kecacatan yang muncul begitu pula dengan alur spiral yang juga memiliki satu kecacatan. Untuk struktur mikronya alur zig-zag didominasi oleh fasa ferrite begitu juga dengan alur spiral, tetapi alur spiral banyak terlihat fasa perlite. Alur zig-zag memiliki nilai kekerasan 216,06 kgf/〖mm〗^2 sedangkan alur spiral memiliki nilai kekerasan 250,51 kgf/〖mm〗^2. Kedua alur pengelasan memiliki kecacatan yang sama tetapi struktur mikro dan nilai kekerasannya berbeda di mana alur spiral memiliki kekerasan lebih baik dari pada alur zig-zag.
PENGARUH ALUR ZIG ZAG DAN SPIRAL TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LAS SMAW PADA RANGKA MESIN PEMIPIL JAGUNG
Pengelasan SMAW adalah suatu proses penyambungan dua buah keping logam atau lebih dengan memanfaatkan panas yang terjadi dari loncatan elektroda pada 2 buah kutub yang berbeda. Pengelasan metode SMAW sangat banyak digunakan dalam pembangunan kapal dan reparasi kapal, di samping harga yang terjangkau juga dikarenakan pengelasan dengan metode SMAW sangat fleksibel dalam penggunaannya. Salah satu pemanfaatan pengelasan SMAW adalah sebagai penyambung rangka mesin pemipil jagung yang menjadi objek pada penelitian ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh kekuatan sambungan las alur zig-zag dan spiral serta mengetahui kecacatan hasil sambungan pengelasannya. Proses pengujian pada penelitian ini menggunakan dua variasi arus yaitu alur zig-zag dan spiral serta menggunakan tiga metode pengujian yakni NDT penetrant, metalografi, dan uji kekerasan vickers. Hasilnya untuk alur zig-zag terlihat satu kecacatan yang muncul begitu pula dengan alur spiral yang juga memiliki satu kecacatan, untuk struktur mikronya alur zig-zag di dominasi oleh fasa ferrite sedangkan alur spiral di dominasi oleh fasa perlite, dan alur zig-zag memiliki nilai kekerasan 216,12 kgf/〖mm〗^2 sedangkan alur spiral memiliki nilai kekerasan 250,56 kgf/〖mm〗^2. Kedua alur pengelasan memiliki kecacatan yang sama tetapi struktur mikro dan nilai kekerasannya berbeda.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN DIAGNOSIS MEDIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG ANGGREK A RSUD dr. H. JUSUF . SK
Diabetes Melitus adalah penyakit hiperglikemia yang ditandai dengan ketiadaan absolut insulin atau penurunan relative insisensitivitas sel terhadap insulin. Penyakit yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Pada TN. S dengan Diabetes Melitus di Ruang Anggrek A Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tarakan dari tanggal 21 April 2022 sampai dengan 23 April 2022. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Hasil yang didapatkan terdapat lima diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. S, ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, defisit perawatan diri, ketidakpatuhan. Dimana kelima diagnosis tersebut teratasi. Terdapat enam diagnosis yang ada pada teori namun tidak ditemukan pada kasus Tn. S dan intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien dari sarana & prasarana.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN DIAGNOSIS MEDIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG ANGGREK A RSUD dr. H. JUSUF . SK
Diabetes Melitus adalah penyakit hiperglikemia yang ditandai dengan ketiadaan absolut insulin atau penurunan relative insisensitivitas sel terhadap insulin. Penyakit yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Pada TN. S dengan Diabetes Melitus di Ruang Anggrek A Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tarakan dari tanggal 21 April 2022 sampai dengan 23 April 2022. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Hasil yang didapatkan terdapat lima diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. S, ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, defisit perawatan diri, ketidakpatuhan. Dimana kelima diagnosis tersebut teratasi. Terdapat enam diagnosis yang ada pada teori namun tidak ditemukan pada kasus Tn. S dan intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien dari sarana & prasarana.
PENEGAKAN HUKUM PERATURAN WALI KOTA TARAKAN NOMOR 17 TAHUN 2020 TENTANG PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR 2020 (COVID-19) DI KOTA TARAKAN
Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah permasalahan yaitu terdapat pada penegakan hukum terhadap masyarakat yang melanggar Protokol Kesehatan di Kota Tarakan, pada praktek penegakan hukum tersebut adanya ketidaksesuaian atau keserasian dengan apa yang telah ditentukan dalam sebuah peraturan perundang-undangan. Permasalahan tersebut diuraikan dalam dua rumusan masalah yaitu; 1) Penegakan hukum administratif terhadap pelaku pelanggaran peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 17 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan corona virus disease 2019 (Covid-19) di kota Tarakan 2) Kendala penegakan hukum administratif peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 17 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2020 (Covid-19) di Kota Tarakan. penelitian ini bertujuan 1.Untuk mengetahui penegakan hukum administratif terhadap pelaku pelanggaran Peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 17 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kota Tarakan. 2.Untuk mengetahui kendala penegakan hukum administratif peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 17 Tahun 2020 mengunakan penelitian empiris dengan menggunakan pengumpulan bahan hukum yaitu wawancara dengan sumber bahan hukum primer dan sekunder, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu secara substansi penegakan hukum terhadap pelanggar Prokes pada masa Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Tarakan ditetapkan dalam peraturan Wali Kota Tarakan nomor 17 tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan corona virus disease 2019 (Covid-19) di kota Tarakan ini sudah tepat, dan secara struktur penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat hukum yakni satuan polisi pamong praja kota tarakan telah bekerja sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan, akan tetapi penegakan hukum tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya disebabkan masih kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap aturan yang telah diberlakukan, masyarakat dan pelaku usaha yang melanggar Prokes akan ditindak oleh aparat penegak hukum berupa memberikan peringatan secara lisan maupun tertulis hingga dengan melakukan penertiban barang, bahkan akan diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan Wali Kota yang berlaku
PENEGAKAN HUKUM PERATURAN WALI KOTA TARAKAN NOMOR 17 TAHUN 2020 TENTANG PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR 2020 (COVID-19) DI KOTA TARAKAN
Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah permasalahan yaitu terdapat pada penegakan hukum terhadap masyarakat yang melanggar Protokol Kesehatan di Kota Tarakan, pada praktek penegakan hukum tersebut adanya ketidaksesuaian atau keserasian dengan apa yang telah ditentukan dalam sebuah peraturan perundang-undangan. Permasalahan tersebut diuraikan dalam dua rumusan masalah yaitu; 1) Penegakan hukum administratif terhadap pelaku pelanggaran peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 17 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan corona virus disease 2019 (Covid-19) di kota Tarakan 2) Kendala penegakan hukum administratif peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 17 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2020 (Covid-19) di Kota Tarakan. penelitian ini bertujuan 1.Untuk mengetahui penegakan hukum administratif terhadap pelaku pelanggaran Peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 17 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kota Tarakan. 2.Untuk mengetahui kendala penegakan hukum administratif peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 17 Tahun 2020 mengunakan penelitian empiris dengan menggunakan pengumpulan bahan hukum yaitu wawancara dengan sumber bahan hukum primer dan sekunder, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu secara substansi penegakan hukum terhadap pelanggar Prokes pada masa Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Tarakan ditetapkan dalam peraturan Wali Kota Tarakan nomor 17 tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan corona virus disease 2019 (Covid-19) di kota Tarakan ini sudah tepat, dan secara struktur penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat hukum yakni satuan polisi pamong praja kota tarakan telah bekerja sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan, akan tetapi penegakan hukum tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya disebabkan masih kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap aturan yang telah diberlakukan, masyarakat dan pelaku usaha yang melanggar Prokes akan ditindak oleh aparat penegak hukum berupa memberikan peringatan secara lisan maupun tertulis hingga dengan melakukan penertiban barang, bahkan akan diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan Wali Kota yang berlaku
Penegakan Hukum Terhadap Pedagang Kaki Lima Di Kota Tarakan
ABSTRAK AIDIL RIAN SANJAYA, NPM. 1740501069, dengan judul “PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PEDAGANG KAKI LIMA BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG PENGATURAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN PEDAGANG KAKI LIMA MUSIMAN DI KOTA TARAKAN” di bawah bimbingan, NURASIKIN, S.HI., M.H dan FATHURRAHMAN, S.Pd., M.H. Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah permasalahan yaitu terdapat pada penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima di Kota Tarakan, pada praktek penegakan hukum tersebut adanya ketidakserasian dengan apa yang telah ditentukan dalam sebuah peraturan perundang-undangan. Permasalahan tersebut diuraikan dalam dua rumusan masalah yaitu; 1) faktor penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima Kota Tarakan berdasarkan peraturan daerah nomor 20 tahun 2001 tentang pengaturan pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman di Kota Tarakan? 2) hambatan dalam melakukan penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima di kota tarakan ?. Penelitian ini mengunakan penelitian empiris dengan menggunakan pengumpulan bahan hukum yaitu wawancara dengan sumber bahan hukum primer dan sekunder, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu secara substansi penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima Kota Tarakan ditetapkan dalam peraturan daerah Kota Tarakan nomor 20 tahun 2001 tentang pengaturan pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman di Kota Tarakan ini sudah tepat, dan secara struktur penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat hukum yakni Satpol-PP Kota Tarakan telah bekerja sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan, akan tetapi penegakan hukum tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya disebabkan masih kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap aturan yang telah diberlakukan, pedagang kaki lima yang tidak memiliki ijin menempati lokasi akan ditindak oleh aparat penegak hukum berupa memberikan peringatan secara lisan maupun tertulis hingga dengan melakukan penertiban barang dagangan mereka, bahkan akan diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan daerah yang berlaku.
Penegakan Hukum Terhadap Pedagang Kaki Lima Di Kota Tarakan
ABSTRAK AIDIL RIAN SANJAYA, NPM. 1740501069, dengan judul “PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PEDAGANG KAKI LIMA BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG PENGATURAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN PEDAGANG KAKI LIMA MUSIMAN DI KOTA TARAKAN” di bawah bimbingan, NURASIKIN, S.HI., M.H dan FATHURRAHMAN, S.Pd., M.H. Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah permasalahan yaitu terdapat pada penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima di Kota Tarakan, pada praktek penegakan hukum tersebut adanya ketidakserasian dengan apa yang telah ditentukan dalam sebuah peraturan perundang-undangan. Permasalahan tersebut diuraikan dalam dua rumusan masalah yaitu; 1) faktor penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima Kota Tarakan berdasarkan peraturan daerah nomor 20 tahun 2001 tentang pengaturan pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman di Kota Tarakan? 2) hambatan dalam melakukan penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima di kota tarakan ?. Penelitian ini mengunakan penelitian empiris dengan menggunakan pengumpulan bahan hukum yaitu wawancara dengan sumber bahan hukum primer dan sekunder, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu secara substansi penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima Kota Tarakan ditetapkan dalam peraturan daerah Kota Tarakan nomor 20 tahun 2001 tentang pengaturan pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman di Kota Tarakan ini sudah tepat, dan secara struktur penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat hukum yakni Satpol-PP Kota Tarakan telah bekerja sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan, akan tetapi penegakan hukum tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya disebabkan masih kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap aturan yang telah diberlakukan, pedagang kaki lima yang tidak memiliki ijin menempati lokasi akan ditindak oleh aparat penegak hukum berupa memberikan peringatan secara lisan maupun tertulis hingga dengan melakukan penertiban barang dagangan mereka, bahkan akan diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan daerah yang berlaku.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN POST OP OSTEOMIELITIS DI RUANG CENDANA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN
ABSTRAK GAMBARAN TATA LAKSANA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN OSTEOMIELITIS DI RSUKT KOTA TARAKAN TAHUN 2021 Osteomielitis merupakan peradangan pada tulang yang dapat disebabkan oleh adanya keterlibatan infeksi dari organisme-organisme tertentu umumnya organisme yang mengidentifikasi adalah bakteri Staphylococcus aureus. Penatalaksanaan osteomielitis harus dilakukan dengan cepat dan tepat mengingat bahwa osteomielitis merupakan kasus kegawatdaruratan dalam ortopedi dimana penatalaksanaannya dipengaruhi oleh gambaran histologi dan durasi (akut dan kronis). Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran nyata tentang asuhan keperawatan Osteomielitis dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan secara komprehensif. Subjek penelitian adalah Tn. S dengan Post Op Osteomielitis di Ruang Cendana RSUKT Tarakan dari tanggal 15 Maret 2021-17 Maret 2021. Hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. S, nyeri akut, gangguan integritas kulit, defisit pengetahuan. Saran untuk masyarakat umum diberikan pemahaman baik tentang pengertian, penyebab, pencegahan, faktor resiko serta gejala umum yang dapat terjadi. Selain itu perlu diedukasi pula mengenai bahaya dari osteomielitis termasuk komplikasinya.
POTENSI MINYAK ATSIRI PADA BEBERAPA TANAMAN HERBAL INDONESIA SEBAGAI ANTIMIKROBA DAN ANTIOKSIDAN
POTENSI MINYAK ATSIRI PADA BEBERAPA TANAMAN HERBAL INDONESIA SEBAGAI ANTIMIKROBA DAN ANTIOKSIDAN Abstrak Menurut data yang diperoleh dari Indonesian Essential Oil: The Scents of Natural Life, terdapat sekitar 40 jenis tanaman yang diproduksi di Indonesia yang berpotensi sebagai sumber aromaterapi dan sekitar 12 tanaman penghasil minyak atsiri lainnya masih dalam tahap pengembangan skala industri. Tanaman-tanaman tersebut merupakan tanaman yang memiliki variasi aromatik karena terdapat kandungan minyak esensial yaitu minyak atsiri. Mengetahui potensi minyak atsiri pada beberapa tanaman herbal Indonesia sebagai antimikroba dan antioksidan. Jenis tanaman yang digunakan yaitu daun serai (Cymbopogon nardus), sirih (Piper betle), singkil (Premna serratifolia L), salam (Eugenia polyantha). Minyak atsiri diperoleh dengan cara destilasi selama 4 jam, kemudian pada pengujian antimikroba menggunakan bakteri Ralstonia solanacearum dengan metode difusi agar sumuran yang terdapat 3 konsentrasi dan pada pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH dengan 1 konsentrasi. Pada pengujian antimikroba dan antioksidan diberi ulangan sebanyak 3 kali. Hasil dari pengujian antimikroba pada daun salam dengan konsentrasi 100% didapatkan hasil persentase penghambatan sebesar 100%, kemudian pada daun serai didapatkan rendemen persentase penghambatan sebesar 71,29% dengan konsentrasi 100%. Pada pengujian antioksidan minyak atsiri daun sirih didapatkan hasil persentase penghambatan sebesar 92,54% dengan konsentrasi 100 ppm. Kata Kunci : Destilasi minyak atsiri, antimikroba, antioksidan. POTENTIALS OF ESSENTIAL OILS IN SEVERAL INDONESIAN HERBAL PLANTS AS ANTIMICROBIALS AND ANTIOXIDANTS Abstract According to data obtained from Indonesian Essential Oil The Scents of Natural Life, there are about 40 types of plants produced in Indonesia that have the potential as a source of aromatherapy and about 12 other essential oil-producing plants are still in the industrial scale development stage These plants have aromatic variations because they contain essential oils. The purpose of this study was to find out the potential of essential oils in several Indonesian herbal plants as antimicrobials and antioxidants The types of plants used were Lemongrass (Cymbopogon nardhues). Betel (per hele), Singkil (Premna serratifolia L.), and Bay Leaves (Eugenia polyantha) The essential oil was obtained by distillation for 4 hours, then in antimicrobial testing using the bacterium Ralstonia solanacearum with the agar diffon method, there were 3 concentrations and in the antioxidant test using the DPPH method with I concentration The antimicrobial and antioxidant tests were repeated 3 times. The results of antimicrobial testing on Bay Leaves with a concentration of 100% obtained the percentage of inhibition of 100%, then on Lemongrass leaves the yield of inhibition percentage was 71.29% with a concentration of 100% In the antioxidant test of Betel leaf essential oil, the percmage of indobition was 92 54% with a concentration of 100 ppm Keywords Essential oil distillation, antimicrobial, antioxidant