ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengolahan tambak tradisional di Pulau Tias, Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan petambak, dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas tambak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tambak, di mana tambak yang lebih luas cenderung memiliki hasil yang lebih tinggi. Luasan tambak di Pulau Tias berkisar 5-35 ha/petak. Hasil produksi tambak yang paling tinggi yaitu tambak pak Herman dengan luas tambak 35 ha sebanyak dua ton untuk hasil udang dan tujuh ton untuk hasil ikan bandeng, yang kedua pak H. Ansar dengan luas tambak 13 ha sebanyak 500kg dan untuk hasil udang tujuh ton untuk hasil ikan bandeng, yang ketiga pak Artan dengan luas tambak 7 ha sebanyak 500kg untuk hasil udang dan lima ton untuk hasil ikan bandeng. Selain itu, faktor-faktor lain seperti kualitas air, jenis bibit yang digunakan, teknik pemeliharaan, dan penanganan hama juga memainkan peran penting dalam menentukan hasil akhir budidaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terkait eksternalitas positif dan ekternalitas negatif dari adanya aktivitas pertambangan yang dilakukan di desa Apung dan desa Tanjung Agung oleh PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Melalui aspek ekonomi, sosial dan lingkungan peneliti melihat dampak-dampak yang dirasakan oleh masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam peneitian ini adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner yang dibagikan pada responden. Dalam penelitian ini mengambil 100 Purposive Quoted Sampling yaitu dari sampel responden masyarakat, terdiri dari 30 responden key persons, dan masyarakat sebanyak 70. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Hasil penelitian bahwa berdasarkan hasil kuesioner yang telah dibagikan kepada 100 responden, dengan menggunakan metode perhitungan distribusi frekuensi persentase eksternalitas positif memiliki nilai 55,98% sedangkan nilai eksternalitas negatifnya 44.02%. Hal ini menunjukan adanya dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat desa Apung dan Tanjung Agung dengan adanya Pertambangan ini. Berdasarkan tiga aspek yang diteliti dalam penelitian ini masing-masing memiliki nilai eskternalitasnya dimana aspek ekonomi eksternalitas positifnya 86,33%, eksternalitas negatif dari aspek sosial 54,06% dan eksternalitas negatif dari aspek lingkungan 90,04%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksternalitas positif dan eksternalitas negatif dari aktivitas budidaya rumput laut yang dilakukan di Kawasan Pesisir Pantai Amal Kota Tarakan melalui variabel ekonomi, sosial dan lingkungan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan cara wawancara melalui kuesioner yang dibagikan. Penentuan sampel penelitian menggunakan metode sampling purposive dengan jumlah sampel 100 responden. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Deskriptif kuantitatif menggunakan skor skala likert dan distribusi frekuensi persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perbandingan skor skala likert, distribusi frekuensi persentase eksternalitas positif memiliki nilai 58,26 % sedangkan distribusi frekuensi persentase eksternalitas negatif memiliki nilai 41,74 %. Hal ini dapat menunjukkan bahwa masyarakat di Kawasan Pesisir Pantai Amal Kota Tarakan lebih menerima manfaat daripada kerugian dari adanya aktivitas budidaya rumput laut yang dilakukan. Berdasarkan tiga variabel eksternalitas yang telah diteliti, skor dan persentase eksternalitas positif menyatakan bahwa variabel ekonomi memiliki nilai persentase tertinggi sedangkan eksternalitas negatif menyatakan bahwa variabel lingkungan memiliki nilai persentase tertinggi di Kawasan Pesisir Pantai Amal Kota Tarakan.