KAJIAN PENGOLAHAN TAMBAK TRADISIONAL DI PULAU TIAS DESA TANJUNG BUKA KABUPATEN BULUNGAN
Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengolahan tambak tradisional di Pulau Tias, Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan petambak, dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas tambak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tambak, di mana tambak yang lebih luas cenderung memiliki hasil yang lebih tinggi. Luasan tambak di Pulau Tias berkisar 5-35 ha/petak. Hasil produksi tambak yang paling tinggi yaitu tambak pak Herman dengan luas tambak 35 ha sebanyak dua ton untuk hasil udang dan tujuh ton untuk hasil ikan bandeng, yang kedua pak H. Ansar dengan luas tambak 13 ha sebanyak 500kg dan untuk hasil udang tujuh ton untuk hasil ikan bandeng, yang ketiga pak Artan dengan luas tambak 7 ha sebanyak 500kg untuk hasil udang dan lima ton untuk hasil ikan bandeng. Selain itu, faktor-faktor lain seperti kualitas air, jenis bibit yang digunakan, teknik pemeliharaan, dan penanganan hama juga memainkan peran penting dalam menentukan hasil akhir budidaya.