Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Permen
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Diversifikasi Olahan Rumput Laut Eucheuma cottonii: Pembuatan Permen Jelly Fungsional Untuk Pangan Sehat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumput laut Eucheuma cottonii merupakan komoditas unggulan Indonesia dengan potensi besar terutama di daerah Kota Tarakan, namun pemanfaatannya masih terbatas pada produk kering atau agar-agar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan gizi permen jelly berbasis rumput laut serta menentukan formulasi terbaik sebagai upaya diversifikasi hasil perikanan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tiga perlakuan yaitu F1 (rumput laut 30% + gelatin 6%), F2 (rumput laut 40% + gelatin 8%), dan F3 (rumput laut 50% + gelatin 10%). Analisis proksimat dilakukan untuk mengukur kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan variasi kandungan gizi antar perlakuan. Kadar air 56-62%, kadar abu 0-1%, kadar protein 6,46-16,28%, kadar lemak 0,688-1,756%, dan karbohidrat 24,104-32,168%. Formulasi F1 unggul dalam kadar protein tertinggi (16,19%) dan lemak terendah (0,90%), cocok untuk produk tinggi protein rendah lemak. Formulasi F3 unggul dalam kadar karbohidrat tertinggi (30,22%), cocok sebagai sumber energi cepat. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa permen jelly rumput laut Eucheuma cottonii berpotensi sebagai camilan sehat dengan dua formulasi terbaik sesuai tujuan penggunaan. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan uji organoleptik dan menguji metode pengeringan terkontrol untuk meningkatkan kualitas produk.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI PERMENDAGRI NOMOR 42 TAHUN 2015 TENTANG PELAKSANAAN KOORDINASI PENANGANAN KONFLIK SOSIAL DI KABUPATEN MALINAU

2026•

Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Permendagri Nomor 42 Tahun 2015 Tentang Pelaksanaan Koordinasi Penanganan Konflik Sosial di Kabupaten Malinau dan Strategi penanganan konflik sosial oleh Tim Terpadu di Kabupaten Malinau. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, yaitu penelitian yang mengkaji bagaimana hukum bekerja dalam masyarakat berdasarkan data primer. Metode ini menggunakan fakta empiris dari perilaku manusia, baik melalui wawancara, observasi langsung, maupun peninggalan fisik dan arsip. Implementasi Permendagri Nomor 42 Tahun 2015 di Kabupaten Malinau diwujudkan melalui pembentukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial yang melibatkan Bupati, Forkopimda, OPD, dan Kesbangpol sebagai sekretariat. Bukti nyata dari dibentuknya Tim dalam Penanganan Konflik adalah: 1) Respons cepat terhadap kasus pencemaran Sungai Malinau dan Sesayap; 2) Rekomendasi sanksi administrasi terhadap perusahaan PT. KPUC; 3) Monitoring pemulihan lingkungan secara berkala; 4) Menurunnya jumlah konflik; 5) Terjaganya stabilitas keamanan daerah; 6) Tidak terjadi konflik besar dalam 3 tahun terakhir. Strategi penanganan konflik sosial oleh Tim Terpadu Kabupaten Malinau dilakukan melalui pendekatan kolaborasi, kompromi, dan mengakomodasi. Kolaborasi diterapkan pada konflik kompleks, seperti sengketa lahan, dengan melibatkan semua pihak untuk mencapai solusi menang-menang dan berkelanjutan. Kompromi digunakan ketika solusi cepat diperlukan, misalnya pembagian wilayah sementara, dengan masing-masing pihak mengalah sebagian tuntutan. Mengakomodasi difokuskan pada pihak lemah atau rentan, seperti memberi izin sementara penggunaan lahan, untuk meredam konflik segera dan membangun kepercayaan masyarakat. Kombinasi ketiga strategi ini memungkinkan Tim Terpadu menyesuaikan pendekatan sesuai kompleksitas dan urgensi konflik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Inovasi permen berbahan baku daun kelor dan rumput laut sebagai sumber protein dan antioksidan.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permen merupakan salah satu produk pangan yang banyak tersebar di indonesia, yang banyak disukai semua orang dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Permen pada umumnya dibuat dari bahan dasar agar-agar dengan penambahan gelatin sebagai pengenyal. Permen memiliki tekstur lunak yang diproses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, karagenan, gelatin, dan lain-lain yang digunakan untuk memodifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Jenis permen yang beredar di pasar saat ini pada umumnya hanya mengutamakan kualitas rasa saja. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kandungan permen berbahan baku daun kelor dan rumput laut. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor yaitu konsentrasi daun kelor yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu KI = 0 gram, K * 2 = 10 gram, dan K * 3 = 20 gram. Sedangkan konsentrasi rumput laut yang terdiri dari 4 perlakuan RI = 150 gram, R * 2 = 300 gram, R * 3 = 450 gram dan R * 4 = 600 gram. %. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar protein dan aktivitas antiosidan. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air memiliki nilai paling tinggi KIR3 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 300g) sebesar 14,88%, parameter kadar protein paling tinggi K3R1 (bubuk daun kelor 20 g. dan bubur rumput laut 150 g) sebesar 17,83%, dan parameter kadar antioksidan memiliki nilai tertinggi KIRI (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 150 g). Pengujian tingkat kesukaan terhadap produksi seperti warna, tekstur, aroma dan rasa. Nilai tertinggi organoleptik warna 4,40% KIR4 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 600 g). Nilai tertinggi organoleptik tekstur 4,73% K3R4 (bubuk daun kelor 20 g, dan bubur rumput laut 600 g). Nilai tertinggi organoleptik aroma 4,50% KIR4 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 600 g), dan nilai tertinggi organoleptik rasa 4,40% K3R4 (bubuk daun kelor 20 g, dan bubur rumput laut 600 g).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PERMEN JAHE MERAH TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI WILAYAH KERJA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT PANTAI AMAL

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mual dan muntah (emesis gravidarum) umum terjadi pada trimester pertama kehamilan namun dapat menjadi masalah serius jika tidak ditangani dan berisko menjadi mual dan muntah berlebih (hyperemesis gravidarum). Terapi farmakologi umumnya melibatkan vitamin B6. Namun, terapi non-farmakologi seperti permen jahe merah dengan minyak atsiri dan gingerol dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi mual dan muntah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh permen jahe merah terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil tirmester 1 di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Jenis penelitian quasi-eksperimental dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester 1 di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal sebanyak 20 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini melakukan analisis frekuensi mual muntah pada ibu hamil sebelum dan setelah diberikan intervensi pada kelompok perlakuan (kombinasi vitamin B6 dan permen jahe merah) dan kelompok kontrol (vitamin B6), adapun dosis konsumsi vitamin B6 disesuaikan dengan standar operasional klinis dan dosis konsumsi permen jahe merah sebanyak 1 kemasan dalam 1 hari yang mengandung 1 gram jahe merah yang dilakukan selama 7 hari perlakuan. Analisa bivariat yang digunakan adalah uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan skor frekuensi mual dan muntah pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan nilai p value 0,223 (>0,05). namun apabila ditinjau dari selisih rerata frekuensi sebelum dan setelah perlakuan, selisih rerata pada kelompok perlakuan lebih besar yaitu 3,5 sedangkan kelompok kontrol yaitu 3. Kesimpulannya yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan atas pemberian kombinasi permen jahe merah dan vitamin B6, namun pemberian permen jahe merah tetap dapat dipertimbangkan sebagai terapi non farmakologis serta kombinasi pengobatan bersama Vitamin B6 dengan tujuan membantu menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester pertama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail