Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Konflik Sosial
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL 24/7 MENJAGA CINTA SEJATI KARYA SABRINA FEBRIANTI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya konflik sosial yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati karya Sabrina Febrianti, yang mencerminkan berbagai persoalan dalam kehidupan bermasyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk-bentuk konflik sosial berupa kontravensi dan pertentangan yang terdapat dalam novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati karya Sabrina Febrianti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk konflik sosial berupa kontravensi dan pertentangan dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian adalah novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati karya Sabrina Febrianti yang diterbitkan oleh Rain Books cetakan ketiga tahun 2021. Data penelitian berupa kutipan narasi maupun dialog yang mengandung konflik sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, teknik catat, dan teknik klasifikasi, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konflik sosial dalam novel ini terwujud melalui proses sosial disosiatif berupa kontravensi dan pertentangan pribadi. Bentuk kontravensi meliputi kontravensi umum, kontravensi sederhana, kontravensi intensif, kontravensi rahasia, dan kontravensi taktis yang diekspresikan melalui sikap tidak senang, kecurigaan, sindiran, keengganan berinteraksi, hingga taktik terselubung antartokoh. Sementara itu, bentuk pertentangan yang ditemukan berupa pertentangan pribadi yang diekspresikan melalui perdebatan emosional, gertakan, ancaman, hingga kekerasan fisik. Tokoh Kajen (Kazena Rosan) dan Albar Gibadesta menjadi tokoh yang paling dominan terlibat dalam dinamika konflik tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik sosial dalam novel tidak hanya berfungsi sebagai penggerak alur cerita, tetapi juga merepresentasikan dinamika hubungan sosial yang dipengaruhi oleh perbedaan kepentingan, perasaan, dan tujuan di antartokoh.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI PERMENDAGRI NOMOR 42 TAHUN 2015 TENTANG PELAKSANAAN KOORDINASI PENANGANAN KONFLIK SOSIAL DI KABUPATEN MALINAU

2026•

Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Permendagri Nomor 42 Tahun 2015 Tentang Pelaksanaan Koordinasi Penanganan Konflik Sosial di Kabupaten Malinau dan Strategi penanganan konflik sosial oleh Tim Terpadu di Kabupaten Malinau. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, yaitu penelitian yang mengkaji bagaimana hukum bekerja dalam masyarakat berdasarkan data primer. Metode ini menggunakan fakta empiris dari perilaku manusia, baik melalui wawancara, observasi langsung, maupun peninggalan fisik dan arsip. Implementasi Permendagri Nomor 42 Tahun 2015 di Kabupaten Malinau diwujudkan melalui pembentukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial yang melibatkan Bupati, Forkopimda, OPD, dan Kesbangpol sebagai sekretariat. Bukti nyata dari dibentuknya Tim dalam Penanganan Konflik adalah: 1) Respons cepat terhadap kasus pencemaran Sungai Malinau dan Sesayap; 2) Rekomendasi sanksi administrasi terhadap perusahaan PT. KPUC; 3) Monitoring pemulihan lingkungan secara berkala; 4) Menurunnya jumlah konflik; 5) Terjaganya stabilitas keamanan daerah; 6) Tidak terjadi konflik besar dalam 3 tahun terakhir. Strategi penanganan konflik sosial oleh Tim Terpadu Kabupaten Malinau dilakukan melalui pendekatan kolaborasi, kompromi, dan mengakomodasi. Kolaborasi diterapkan pada konflik kompleks, seperti sengketa lahan, dengan melibatkan semua pihak untuk mencapai solusi menang-menang dan berkelanjutan. Kompromi digunakan ketika solusi cepat diperlukan, misalnya pembagian wilayah sementara, dengan masing-masing pihak mengalah sebagian tuntutan. Mengakomodasi difokuskan pada pihak lemah atau rentan, seperti memberi izin sementara penggunaan lahan, untuk meredam konflik segera dan membangun kepercayaan masyarakat. Kombinasi ketiga strategi ini memungkinkan Tim Terpadu menyesuaikan pendekatan sesuai kompleksitas dan urgensi konflik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail