2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah layanan informasi menggunakan media pohon karir berpengaruh terhadap perencanaan karir siswa kelas VIII di MTs Negeri Tarakan. Perencanaan karir siswa yang belum optimal ditandai dengan ketidakpahaman mengenai bakat, minat, dan potensi diri, sehingga banyak siswa memilih sekolah lanjutan bukan berdasarkan keinginan dan kemampuan sendiri, melainkan karena dorongan orang tua maupun teman sebaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan layanan informasi melalui bimbingan konseling menggunakan media pohon karir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental dan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini berjumlah 90 siswa kelas VIII MTs Negeri Tarakan dengan menggunakan teknik simple random sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa skala Likert perencanaan karir. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene's Test, dan uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan software SPSS versi 21. Hasil penelitian pada saat pemberian pretest menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori tinggi (55%) dan sangat tinggi (42%) dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 121,39, sedangkan setelah pemberian posttest hampir seluruh siswa (94%) berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata (mean) meningkat menjadi 149,84. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai Z sebesar -4,861 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya layanan informasi menggunakan media pohon karir terbukti berpengaruh terhadap peningkatan perencanaan karir siswa kelas VIII MTs Negeri Tarakan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah layanan informasi menggunakan media pohon karir berpengaruh terhadap perencanaan karir siswa kelas VIII di MTs Negeri Tarakan. Perencanaan karir siswa yang belum optimal ditandai dengan ketidakpahaman mengenai bakat, minat, dan potensi diri, sehingga banyak siswa memilih sekolah lanjutan bukan berdasarkan keinginan dan kemampuan sendiri, melainkan karena dorongan orang tua maupun teman sebaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan layanan informasi melalui bimbingan konseling menggunakan media pohon karir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental dan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini berjumlah 90 siswa kelas VIII MTs Negeri Tarakan dengan menggunakan teknik simple random sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa skala Likert perencanaan karir. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene's Test, dan uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan software SPSS versi 21. Hasil penelitian pada saat pemberian pretest menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori tinggi (55%) dan sangat tinggi (42%) dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 121,39, sedangkan setelah pemberian posttest hampir seluruh siswa (94%) berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata (mean) meningkat menjadi 149,84. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai Z sebesar -4,861 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya layanan informasi menggunakan media pohon karir terbukti berpengaruh terhadap peningkatan perencanaan karir siswa kelas VIII MTs Negeri Tarakan.
2025 · Book ·
Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, dengan gejala sesak napas sebagai salah satu keluhan utama pasien. Penatalaksanaan non-farmakologis seperti pengaturan posisi tubuh, termasuk posisi orthopnea, dapat membantu menurunkan sesak napas pada pasien TB paru. Karya ilmiah ini bertujuan untuk Menganalisis penerapan posisi orthopnea terhadap penurunan sesak napas pada pasien TB paru melalui pengamatan perubahan frekuensi napas dan saturasi oksigen. Metode karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus terhadap dua pasien TB paru yang mengalami sesak napas dan dirawat di ruang isolasi RS Pratama Sebatik. Intervensi posisi orthopneic dilakukan selama tiga hari berturut-turut disertai pemantauan respirasi dan edukasi pasien. Data yang dikaji meliputi frekuensi napas, saturasi oksigen, serta kenyamanan pasien setelah intervensi. Setelah penerapan posisi orthopnea, terjadi penurunan frekuensi napas dari >28x/menit mampu mendekati nilai normal (20–24x/menit) dan peningkatan saturasi oksigen dari 95% menjadi 95–97%. Pasien juga melaporkan perasaan lebih nyaman dan berkurangnya keluhan sesak. Kesimpulan: Penerapan posisi orthopnea efektif menurunkan sesak napas dan memperbaiki pola napas pada pasien TB paru. Intervensi ini dapat dijadikan tatalaksana keperawatan non-farmakologis yang mudah diterapkan baik di rumah sakit maupun dalam perawatan di rumah.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, dengan gejala sesak napas sebagai salah satu keluhan utama pasien. Penatalaksanaan non-farmakologis seperti pengaturan posisi tubuh, termasuk posisi orthopnea, dapat membantu menurunkan sesak napas pada pasien TB paru. Karya ilmiah ini bertujuan untuk Menganalisis penerapan posisi orthopnea terhadap penurunan sesak napas pada pasien TB paru melalui pengamatan perubahan frekuensi napas dan saturasi oksigen. Metode karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus terhadap dua pasien TB paru yang mengalami sesak napas dan dirawat di ruang isolasi RS Pratama Sebatik. Intervensi posisi orthopneic dilakukan selama tiga hari berturut-turut disertai pemantauan respirasi dan edukasi pasien. Data yang dikaji meliputi frekuensi napas, saturasi oksigen, serta kenyamanan pasien setelah intervensi. Setelah penerapan posisi orthopnea, terjadi penurunan frekuensi napas dari >28x/menit mampu mendekati nilai normal (20–24x/menit) dan peningkatan saturasi oksigen dari 95% menjadi 95–97%. Pasien juga melaporkan perasaan lebih nyaman dan berkurangnya keluhan sesak. Kesimpulan: Penerapan posisi orthopnea efektif menurunkan sesak napas dan memperbaiki pola napas pada pasien TB paru. Intervensi ini dapat dijadikan tatalaksana keperawatan non-farmakologis yang mudah diterapkan baik di rumah sakit maupun dalam perawatan di rumah.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit Tuberkulosis paru (TBC) merupakan pnyakit kronis menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Tuberkulosis paru disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengobatan dan perawatan TB Paru adalah pengetahuan keluarga dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita TB Paru di wilayah pesisir. Rancangan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan uji chi-square. Populasi dalam penelitian ini adalah 34 pasien TB Paru yang melakukan pengobatan di Puskesmas Karang Rejo dan 34 Anggota keluarga pasien TB Paru yang diambil dengan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruh responden mendapatkan kategori pengetahuan baik yakni 31 responden atau 91,2% dan mendapatkan dukungan baik yakni 24 responden atau 70,6%. Hasil analisa uji chi-square menunjukkan hasil sebesar 0,001 (0,05) yang artinya terdapat hubungan atau korelasi antara tingkat pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita Tuberkulosis Paru. Penelitian ini menunjukkan pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Karang Rejo dalam kategori baik.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit Tuberkulosis paru (TBC) merupakan pnyakit kronis menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Tuberkulosis paru disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengobatan dan perawatan TB Paru adalah pengetahuan keluarga dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita TB Paru di wilayah pesisir. Rancangan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan uji kolerasi Spearman-rho. Populasi dalam penelitian ini adalah 34 pasien TB Paru yang melakukan pengobatan di Puskesmas Karang Rejo dan 34 Anggota keluarga pasien TB Paru yang diambil dengan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruh responden mendapatkan kategori pengetahuan baik yakni 31 responden atau 91,2% dan mendapatkan dukungan baik yakni 24 responden atau 70,6%. Hasil analisa uji chi-square menunjukkan hasil sebesar 0,001 (0,05) yang artinya terdapat hubungan atau korelasi antara tingkat pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita Tuberkulosis Paru. Penelitian ini menunjukkan pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Karang Rejo dalam kategori baik.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Pada Puskesmas Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung). Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan sampling jenuh. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dengan instrumen pernyataan dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah pegawai tetap puskesmas Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung yang berjumlah 54 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 26.0. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja fisik tidak berpengaruh terhadap kinerja sedangkan variabel disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.