Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Tumbuhan Paku
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Kawasan Hutan Lindung Sekitar Bukit Mas Tarakan serta Potensinya sebagai Sumber Belajar Biologi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan paku (Pteridophyta) merupakan kelompok tumbuhan yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan serta berpotensi dimanfaatkan sebagai bioindikator lingkungan. Kawasan Hutan Lindung sekitar Bukit Mas, Kota Tarakan memiliki keanekaragaman flora yang cukup tinggi, namun informasi ilmiah mengenai jenis-jenis tumbuhan paku di kawasan tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan paku yang terdapat di kawasan tersebut serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar biologi pada jenjang SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode survei eksploratif melalui teknik jelajah bebas (free roaming). Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada area seluas 1,4 hektar atau sekitar 5% dari total luas kawasan dengan mempertimbangkan kondisi habitat yang lembap dan teduh. Identifikasi tumbuhan paku dilakukan berdasarkan pengamatan langsung terhadap karakter morfologi tumbuhan paku yang ditemukan di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan Hutan Lindung sekitar Bukit Mas ditemukan 7 famili dan 7 genus tumbuhan paku, yaitu Aspleniaceae (Asplenium), Polypodiaceae (Pyrrosia), Nepherolepidaceae (Nephrolepis), Lycoopodiaceae (Lycopodiaella), Gleicheniaceae (Dicranopteris), Blechnaceae (Blechnum), serta Pteridaceae (Adiantum). Hasil penelitian ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi pada materi klasifikasi makhluk hidup melalui draf panduan praktikum berbasis lingkungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keanekaragaman Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Agro Wisata Karungan Tarakan dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Biologi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Agro Wisata Karungan Tarakan merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di Tarakan. Keberadaan destinasi wisata ini, berpotensi mengancam habitat tumbuhan yang ada di area tersebut, salah satunya adalah Pteridophyta. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis, menganalisis indeks keanekaragaman tumbuhan paku dan potensi implementasi tumbuhan paku teresterial dan epifit di Agro Wisata Karungan Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan jelajah dengan tekhnik purposive sampling, dan dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian di Agro Wisata Karungan Kelurahan Mamburungan Timur, Tarakan menujukkan bahwa ditemukan sebanyak 20 spesies tumbuhan paku (Pteridophyta) yang meliputi 13 spesies tumbuhan paku teresterial dan 7 spesies tumbuhan paku epifit dari 12 family yang terdiri dari family Aspleniaceae, Nephrolepidaceae, Blechnaceae, Athyriaceae, Dryopteridaceae, Thelypteridaceae, Polypodiaceae, Lygodiaceae, Pteridaceae, Gleicheniaceae, Lycopodiaceae, dan Cyatheaceae. Analisis data penelitian dan kurikulum pembelajaran ditingkat SMA menunujukkan bahwa pengetahuan keanekaragaman tumbuhan paku dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Biologi di SMA dan potensi implementasi penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber belajar dalam bentuk flipbook untuk mendukung proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi dan pemanfaatan jenis tumbuhan paku di kawasan desa sempayang kecamatan malinau barat dan potensinya sebagai sumber belajar

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan kormus berspora, dan beberapa jenis tumbuh di Kawasan desa sempayang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku yang tumbuh di sekitar hutan desa sempayang dan di manfaatkan oleh masyarakat setempat. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan survey dengan teknik wawancara. Survey dilakukan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan paku. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan paku. Penelitian dilakukan di desa sempayang kecamatan malinau barat pada bulan September – November 2022. Berdasarkan hasil identifikasi tumbuhan paku ditemukan di sekitar Desa Sempayang sekitar 12 spesies tumbuhan paku, yaitu Asplenium nidus, Diplazium asperum, Deparia petersenii, Polypodium sp, Drynaria quicifolia, Sphenomeris sp, Nephrolepis hirsutula, Lyggodium circinatum, Dicranopteris linearis, Blechnum oriental, Adiantum latifolium, Lygodium microphyluum. Masyarakat sekitar desa sempayang memanfaatkan potensi tumbuhan paku, sebagai sayuran, tanaman hias, dan obat tradisonal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ENOPTERIDOLOGI TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI KAWASAN HUTAN PERBATASAN DESA LIANG TUER KECAMATAN KRAYAN SEBAGAI BOOKLET BAGI MASYARAKAT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan paku di hutan perbatasan desa Liang Tuer Kecamatan Krayan, cara pengolahan tumbuhan paku di desa Liang Tuer serta untuk mengetahui kelayakan media booklet berdasarkan validasi ahli dan uji lapangan. Jenis penelitian adalah Research and development atau penelitian dan pengembangan dengan pendekatan mixed method. Prosedur penelitian dan pengembangan mengikuti prosedur penelitian dan pengembangan Borg & Gall (1983). Model ini terdiri atas 10 akan tetapi dalam penelitian ini hanya sampai pada tahapan yang ke 7. Hasil penelitian ditemukan 17 spesies tumbuhan paku yang terbagi dalam 8 famili. 8 famili yang ditemukan dimanfaatkan oleh masyarakat desa Liang Tuer sebagai tanaman hias, tumbuhan obat, kerajinan tangan dan sayur mayur. Hasil dari penelitian ini dikembangkan ke dalam media booklet sebagai media penyampaian informasi bagi masyarakat. Media booklet akan dilakukan validasi ahli yaitu ahli media dan materi sebelum di uji cobakan pada masyarakat. Berdasarkan hasil validasi ahli di peroleh persentase kelayakan booklet adalah 82% dengan katagori layak untuk diuji coba sedangkan berdasarkan uji lapangan awal dan uji lapangan utama booklet yang telah di kembangkan masuk dalam katagori sangat layak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail