Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Domain
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal ANBK Numerasi Di SDN 032 Tarakan

2025•

Kesulitan merupakan kondisi di mana individu mengalami hambatan atau kesukaran dalam memahami, mengaplikasikan, atau menyelesaikan tugas tertentu, yang dapat disebabkan oleh faktor internal seperti kurangnya pemahaman konsep atau eksternal seperti metode pembelajaran yang kurang efektif. Penyelesaian soal ANBK merupakan proses evaluasi kemampuan siswa dalam mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer, khususnya pada domain numerasi yang mencakup literasi matematika, di mana siswa harus menjawab soal-soal yang mengukur kompetensi minimum melalui platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas VI-A SDN 032 Tarakan dalam menyelesaikan soal ANBK numerasi pada domain aljabar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 15 siswa sebagai subjek yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kategori kesulitan (tinggi, sedang, rendah) menggunakan standar deviasi. Teknik pengumpulan data meliputi tes soal numerasi dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi untuk memastikan keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama siswa meliputi: pemahaman konsep dasar matematika seperti operasi hitung; interpretasi maksud soal cerita panjang; penyusunan kalimat matematika; dan penyelesaian masalah aljabar. Berdasarkan kategorisasi, 2 siswa mengalami kesulitan tinggi, 5 sedang, dan 8 rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kesulitan tersebut disebabkan oleh kurangnya penguasaan konsep dasar dan kesulitan memproses soal cerita. Saran untuk guru adalah meningkatkan latihan konsep dasar dengan variasi soal; untuk siswa adalah berlatih lebih intensif pada soal cerita; dan untuk peneliti selanjutnya adalah mengeksplorasi faktor penyebab kesulitan secara lebih mendalam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERIKANAN IKAN ARUT (Pomadasys sp.) BERDASARKAN KONSEP EAFM KHUSUSNYA PADA DOMAIN SOSIAL DAN EKONOMI DI PERAIRAN PULAU TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Kota Tarakan memiliki potensi perikanan tangkap tinggi karena Kota Tarakan dikelilingi laut, sehingga sebagian besar masyarakat pesisir menggantungkan hidup pada hasil laut. Salah satu komoditas penting adalah ikan arut (Pomadasys sp.), ikan arut bernilai ekonomis tinggi banyak ditangkap dengan alat tangkap rawai dasar. Aktivitas penangkapan ikan arut tidak hanya berdampak pada aspek ekologi, tetapi juga erat kaitannya dengan kondisi sosial dan ekonomi nelayan, sehingga perlu dikaji lebih lanjut untuk mendukung keberlanjutan pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perikanan ikan arut (Pomadasys sp.) berdasarkan domain sosial dan domain ekonomi dengan pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) di perairan Pulau Tarakan. Penelitian dilakukan pada Desember 2024 hingga Februari 2025. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada nelayan, sedangkan data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan pada indikator domain sosial mengacu pada modul EAFM, bobot dan scoring menggambarkan tingkat dalam pengelolaan perikanan meliputi partisipasi pemangku kepentingan, konflik perikanan, serta pemanfaatan pengetahuan lokal; sedangkan domain ekonomi mencakup kepemilikan aset, pendapatan rumah tangga perikanan, dan rasio tabungan. Hasil penelitian menunjukkan, pada domain sosial, partisipasi pemangku kepentingan masih tergolong sedang karena keterlibatan institusi seperti DKP hanya terbatas penerbitan izin. Konflik perikanan relatif rendah dan dapat diselesaikan melalui musyawarah, sedangkan pemanfaatan pengetahuan lokal sangat baik, khususnya dalam menentukan lokasi dan waktu penangkapan. Pada domain ekonomi, nelayan pemilik telah memiliki aset produktif berupa kapal dan alat tangkap, dengan pendapatan rata-rata di atas Upah Minimum Kota (UMK) sebesar Rp18.250.000. Selain itu, rasio tabungan nelayan cukup tinggi, kemampuan menyimpan kelebihan pendapatan. Secara keseluruhan, pemanfaatan ikan arut di Pulau Tarakan masih legal, ramah lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Namun, diperlukan peningkatan peran kelembagaan, khususnya DKP, serta penelitian lanjutan pada domain sumberdaya ikan, habitat, teknik penangkapan, dan kelembagaan guna mendukung keberlanjutan perikanan arut di masa depan. Abstract Tarakan City has a strong potential for capturing fisheries because it is surrounded by water. The vast bulk of its coastal population relies on marine resources for food and economic survival. A prominent commodity is the grunt fish (Pomadasys sp.), which has a high economic value and is typically harvested with bottom longlines. Grunt fish fishing has an impact not only on the environment, but also on fishermen's social and economic conditions. As a result, there is a need for additional research to support the long-term management of these activities. The purpose of the research was to analyze the gunt fish (Pomadasys sp.) based on social and economic domains using the Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) in the waters of Tarakan Island. The research was conducted from December 2024 to February 2025. Primary data was obtained through observations, interviews, and questionnaires with fishermen. Secondary data was obtained from relevant officials. The analysis was conducted on social domain indicators with reference to the EAFM module, with weights and scores describing the level of fisheries management, including stakeholder participation, fisheries conflicts, and the use of local knowledge. The economic domain covered asset ownership, fisheries household income, and savings ratios. The results of the research showed that stakeholder participation in the social domain remains moderate due to the limited involvement of institutions such as the DKP, which is confined to permit issuing. Fisheries conflicts are generally rare and can be handled through deliberation. Local knowledge is especially useful for identifying the best place and timing for fishing activities. Within the economic sphere, fishermen already own productive assets such as boats and fishing gear, and their average income exceeds the City Minimum Wage of IDR 18,250,000. Furthermore, fishermen's high savings percentage indicates the ability to create financial reserves. Overall, the use of grunt fish in Tarakan is legal and environmentally acceptable. Furthermore, it has been shown to provide large economic benefits. However, there is a need to strengthen the function of institutions, particularly the DKP, and perform additional research on fish resources, habitats, fishing tactics, and institutions to ensure the future viability of grunt fish populations.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Stabilitas Transien Sudut Rotor Generator Dengan Metode Time Domain Simulation Pada Sistem Kelistrikan Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada masa sekarang kebutuhan akan energi listrik menjadi hal yang sangat penting dalam menunjang kegiatan masyarakat, terutama pada sektor industri, perkantoran, layanan komunikasi, dan bahkan setiap rumah dari masyarakat pastinya menggunakan energi listrik untuk alat elektronik yang digunakan dalam rumah. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem tenaga listrik yang handal dan dan efisien agar penyaluran energi listrik dapat tersalurkan dengan baik kepada seluruh lapisan elemen masyarakat. Metode analisa stabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Time Domain Simulation, yang dimana menganalisis respon sebuah sistem yang mengalami gangguan terhadap waktu. Dari simulasi stabilitas, didapatkan waktu pemutusan kritis untuk kasus yang pertama, dengan melakukan perhitungan CCT (Critical Clearing Time) terhadap perbandingan simulasi pada script yaitu pada waktu 0,2 detik sedangkan untuk kasus kedua didapatkan waktu pemutusan kritis pada 0,226 detik dan hasil simulasi kestabilan pada kedua kasus tersebut osilasi sudut rotor generator masih pada batas kestabilan dan dapat kembali sinkron setelah mengalami gangguan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis perikanan udang bintik (metapenaeus sp) domain teknik penangkapan ikan di muara bulungan dan sesayap

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muara sungai adalah wilayah badan air yang memiliki produktivitas tinggi. Melihat kondisi eksisting penangkapan ikan di wilayah tersebut, terdapat beberapa jenis alat tangkap yang beroperasi seperti tugu, sero, pukat hela, gillnet, bubu dan lain-lain. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengevaluasi perikanan udang bintik (Metapenaeus sp.) dengan alat tangkap tugu berdasarkan domain teknik penangkapan ikan di muara Bulungan dan Sesayap. Metode yang digunakan indikator ini adalah metode survei dengan melakukan wawancara responden yang dianggap relevan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali sampling pada alat tangkap tugu (stownet) selama 2 bulan. Analisis data domain teknik penangkapan ikan meliputi, penentuan daerah tangkapan, metode penangkapan yang bersifat destruktif atau ilegal, modifikasi alat penangkap ikan dan alat bantu penangkapan, kapasitas perikanan dan upaya penangkapan, dan selektivitas alat tangkap. Dari penelitian yang dilakukan penangkapan udang bintik dengan alat tangkap tugu dapat dideskripsikan sebagai penggunaan alat tangkap tugu di perairan muara bulungan dan sesayap tidak bersifat destruktif, tidak ada modifikasi atau penambahan alat bantu penangkapan ikan, hasil tangkapan didominasi oleh ikan target yaitu udang bintik. Didominasi ukuran yang sudah dewasa, tidak ada modifikasi terhadap alat tangkap maupun alat bantu penangkapan ikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perikanan Udang Bintik (Metapenaeus sp.) Berdasarkan Domain Sumberdaya Ikan Di Muara Sesayap dan Bulungan Kalimantan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perairan muara Sesayap dan Bulungan merupakan wilayah perairan yang memiliki potensi sumberdaya ikan yang melimpah salah satunya adalah udang bintik (Metapenaus sp.) yang menjadi komoditas penting dan bernilai ekonomis tinggi di Kalimantan Utara. Dengan nilai ekonomi yang tinggi maka akan sejalan dengan tingginya kegiatan penangkapan udang bintik di perairan muara Sesayap dan Bulungan yang terkadang tidak memperhatikan prinsip ekologi tapi semata-mata aspek ekonomi sementara sumberdaya ikan harus tetap lestari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perikanan udang bintik berdasarkan domain sumberdaya ikan di muara Sesayap dan Bulungan Kalimantan Utara. Metode penelitian bersifat deskriftif kuantitatif dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan pertimbangan pada waktu pengoperasian alat tangkap tugu (Stownet) dioperasikan pada saat siklus air pasang purnama dan pasang perbani. Analisis data per masingmasing indikator dilakukan dengan sistem skoring sesuai dengan ketentuan modul Ecosytem Approach to Fisheries Manajemen. Dari hasil evaluasi yang dilakukan terhadap kondisi eksisting pemanfaatan sumberdaya udang bintik di perairan muara Sesayap dan Bulungan kalimantan Utara dengan domain sumber daya ikan didapatkan nilai skoring antara 2 dan 3. Berdasarkan tren CpUE pada kondisi yang stabil, tren ukuran udang dengan rata-rata udang yang ditangkap relatif sama, proporsi ikan yuwana dimana tidak ada udang bintik yang tertangkap dibawah ukuran matang gonad, komposisi spesies dimana ikan target lebih dominan dibandingkan ikan non target, range collapse dengan hasil tangkapan yang sama dengan lokasi penangkapan yang relatif sama dan pada spesies endangred, threatened, dan protected (ETP) yaitu terdapat spesies yang tertangkap tetapi dilepaskan kembali. Praktek penangkapan udang bintik relatif dalam kondisi stabil maka kondisi eksisting ini tetap dipertahankan tanpa ada penambahan jumlah alat tangkap baru

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perikanan Udang Bintik (Metapenaeus sp.) Berdasarkan Domain Sosial Ekonomi di Muara Bulungan dan Sesayap

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PERIKANAN UDANG BINTIK (Metapenaeus sp.) BERDASARKAN DOMAIN SOSIAL EKONOMI DI MUARA BULUNGAN DAN SESAYAP Abstrak Perairan Muara Bulungan dan Muara Sesayap memiliki potensi sumberdaya ikan yang besar. Penghasilan masyarakat nelayan khususnya nelayan tugu berasal dari hasil tangkapan utama yaitu udang dan ikan. Potensi ini dapat menjadi penopang kehidupan dari segi sosial dan ekonomi masyarakat yang bekerja sebagai nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perikanan udang bintik (Metapenaeus sp.) berdasarkan domain sosial dan ekonomi di muara Bulungan dan Sesayap. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali sampling pada alat tangkap tugu (stownet). Data yang dikumpulkan pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap nelayan tugu di perairan muara Bulungan dan Sesayap terkait indikator domain sosial dan domain ekonomi. Analisis data menggunakan skor terhadap masing-masing indikator yaitu domain sosial, partisipasi pemangku kepentingan, konflik perikanan dan pemanfaatan pengetahuan lokal dalam pengelolaan sumberdaya ikan, serta domain ekonomi dengan indikator kepemilikan aset, pendapatan rumah tangga perikanan, dan rasio tabungan. Hasil penelitian partisipasi pemangku kepentingan dalam proses penangkapan dengan alat tangkap tugu masih dikategorikan rendah, mulai dari proses perijinan sampai proses pengawasan masih belum dilakukan dengan semestinya. Proses penangkapan dan waktu penangkapan masih memanfaatkan pengetahuan lokal. Usaha penangkapan udang dengan alat tangkap tugu cukup menjanjikan dengan pendapatan rata-rata yaitu Rp. 4.633.333 lebih besar dari UMK Provinsi Kalimantan Utara tahun 2022. Dengan waktu kerja yang lebih sedikit nelayan tugu masih dapat menabung rata-rata muara Bulungan 18.8% (Rp. 666.667.00) dan muara Sesayap 28% (Rp. 1.533.333).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail