Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

15 hasil
Subjek: Indikator
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR DI SUNGAI BENGAWAN KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sungai Bengawan merupakan salah satu aliran sungai di Kota Tarakan yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berbagai aktivitas, seperti kebutuhan rumah tangga, perikanan, dan sumber air baku. Tingginya intensitas pemanfaatan tersebut berpotensi menurunkan kualitas air sungai akibat masuknya bahan pencemar organik maupun anorganik, sehingga diperlukan upaya pemantauan kualitas air, salah satunya melalui pendekatan biologis menggunakan struktur komunitas plankton sebagai bioindikator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas plankton sebagai bioindikator kualitas air di Sungai Bengawan Kota Tarakan, melalui pengukuran kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi plankton, serta mengkaji hubungannya dengan parameter kualitas air meliputi suhu, pH, Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), nitrat, fosfat, dan Total Suspended Solid (TS). Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2026. Penelitian ini dilakukan pada lima stasiun pengamatan yang mewakili bagian hulu, tengah, dan hilir sungai. Sampel plankton diambil menggunakan plankton net dan diidentifikasi menggunakan mikroskop cahaya dengan bantuan Sedgwick–Rafter Counting Chamber. Hasil penelitian menunjukan jumlah spesies pada 5 stasiun berkisar antara 8 hingga 16 spesies plankton. Pada setiap stasiun, didominasi fitoplankton terdiri dari kelompok Bacillariophyceae, Dinoflagellata, dan beberapa jenis zooplankton seperti Rotifera dan Vorticella. Kelimpahan plankton di Sungai Bengawan berkisar antara 55-95 ind/L, dengan nilai tertinggi pada stasiun IV dan terendah pada stasiun 1 dan V. Rata-rata kelimpahan plankton seluruh stasiun yaitu 68 ind/L. Nilai Indeks Keanekaragaman (H') berkisar antara 1,972–2,653 dengan nilai rata-rata 2,398 yang menunjukkan kategori keanekaragaman sedang. Nilai indeks dominansi berkisar antara 0,086-0,1570 dengan rata-rata seluruh stasiun 0,103 termasuk dalam kategori dominansi rendah. Indeks ke seragaman (E) berkisar antara 0,901–1,000 dengan nilai rata-rata 0,975 menunjukkan kategori keseragaman tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, kondisi perairan Sungai Bengawan secara umum tergolong tercemar ringan hingga sedang dengan indikator keanekaragaman sedang, keseragaman tiggi, dan dominansi rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROBENTOS PADA ZONA Rhizophora sp DI PULAU TIBI KEBUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji struktur komunitas makrobentos pada zona Rhizophora sp. di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, yang mengalami degradasi akibat konversi lahan tambak. Kehilangan mangrove akibat tambak mengancam perlindungan pesisir dari erosi/badai serta biodiversitas makrobentos sebagai pakan/habitat organisme laut. Penelitian ini bertujuan menganalisis Indeks Nilai Penting (INP), struktur komunitas melalui indeks Shannon-Wiener, kekayaan spesies (Menhinick), Indeks keseragaman , Indeks dominansi, serta korelasi dengan parameter kualitas air (suhu, salinitas, pH, DO). Metode deskriptif kuantitatif diterapkan dengan pengambilan sampel di zona Rhizophora sp. menggunakan plot 1×1 m, identifikasi taksonomi, dan perhitungan indeks ekologi standar. Hasil menunjukkan 8 spesies makrobentos dengan Telescopium sp. dominan (INP 115% sedang), H’= 0,719 (rendah), R= 0,816 (rendah), E = 0,796 (stabil), dan C = 0,287 (rendah), dengan fluktuasi air (suhu 29,3-31,4 °C, DO 6-8 mg/L, Ph 7-8,5, Salinitas 16-20). Secara keseluruhan, komunitas makrobentos di zona Rhizophora sp. Pulau Tibi berada dalam kondisi stabil namun sangat rentan terhadap tekanan lingkungan akibat limbah aktivitas tambak dan dinamika muara. Penelitian ini memberikan data baseline spesifik yang krusial untuk inventarisasi hayati serta acuan perencanaan program konservasi dan rehabilitasi mangrove regional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA PENYALURAN DANA KUR MIKRO BERBASIS INDIKATOR KEUANGAN SEDERHANA (FINANCIAL PERFORMANCE PROXY) PADA BANK BRI CABANG TARAKAN PERIODE 2022-2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro pada Bank BRI Cabang Tarakan selama periode 2022–2025 berdasarkan data plafond dan jumlah debitur menggunakan indikator keuangan sederhana. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Lokasi dan waktu penelitian di BRI Cabang Tarakan dari bulan Oktober 2025 sampai bulan Februari 2026. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dalam bentuk laporan realisasi KUR Mikro 2022-2025 Branch Office Tarakan. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis pertumbuhan (growth), analisis kinerja dan analisis tren. Hasil pada penelitian ini menunjukkan kinerja penyaluran dana KUR Mikro pada BRI Cabang Tarakan periode 2022–2025 belum menunjukkan stabilitas yang konsisten, ditandai dengan fluktuasi pada realisasi plafond dan jumlah debitur serta kecenderungan tren yang menurun namun pemerataan penyaluran KUR Mikro masih terjaga. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi BRI Cabang Tarakan memperkuat perencanaan dan pengendalian penyaluran KUR, sementara penelitian selanjutnya perlu menambah variabel lain agar analisis lebih komprehensif. This study aims to analyze the disbursement performance of Micro Peope's Buiness Credit (Kredit Usaha Rakyat/KUR) at Bank BRI Tarakan Branch during the period 2022 to 2025, based on credit ceiling data and the number of debtors, using simple financial indicators. The study employs a descriptive quantitative research desaign. The research was conducted at the BRI Tarakan Branch from October 2025 to February 2026. Secondary data used, drawn from the Micro KUR realization reports of the Tarakan Branch Office for the period 2022 to 2025. The analytical techniques applied include growth, performnace, adn trend analyses. The findings indicate that the disbursement performance of Micro KUR at BRI Tarakan Branch over the 2022 to 2025 period has not been consistent. This is reflected in fluctuationsin credit ceiling realization and debtor numbers, alongside a general downward trend. Nevertheless, the distribution of Micro KUR across borrowers remained relatively well-maintained. Based on these findings, it is recommanded that the BRI Tarakan Branch strengthen its planning and control mechanisms for KUR disbursement. Future studies are alsi encouraged to incorporate addtional variables to produce a more comprehensive analysis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUKUM ATAS KETIDAKPATUHAN PELAYANAN KESEHATAN DALAM PELAPORAN INDIKATOR NASIONAL MUTU (INM)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan kesejahteraan masyarakat berimplikasi pada meningkatnya tuntutan terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki kewajiban menjamin mutu layanan melalui pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) urgensi pelaporan INM bagi Puskesmas sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan; dan (2) dampak hukum ketidakpatuhan Puskesmas dalam pelaporan INM. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan serta bahan hukum sekunder dianalisis secara preskriptif dengan pola deduktif guna merumuskan argumentasi dan solusi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi pelaporan INM, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2022, terletak pada fungsinya sebagai instrumen pengukuran mutu, evaluasi kinerja, dasar pengawasan pemerintah daerah, serta pemenuhan hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Ketidakpatuhan dalam pelaporan INM berimplikasi pada ketidakakuratan data kesehatan, terhambatnya perumusan kebijakan berbasis bukti, penurunan strata akreditasi atau penundaan akreditasi, serta berpotensi memengaruhi keberlanjutan kerja sama Puskesmas dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Oleh karena itu, kepatuhan pelaporan INM merupakan kewajiban hukum sekaligus instrumen strategis dalam mewujudkan tata kelola pelayanan kesehatan yang akuntabel dan berorientasi mutu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERIKANAN IKAN ARUT (POMADASYS SP.) DI PERAIRAN PULAU TARAKAN DENGAN PENDEKATAN EAFM BERDASARKAN INDIKATOR TEKNIK PENANGKAPAN IKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Tarakan merupakan wilayah yang memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, terutama ikan arut (Pomadasys sp.) yang termasuk ikan demersal dengan nilai ekonomis penting. pengelolaan perikanan yang berkelanjutan diperlukan dengan menyeibangkan tujuan sosial ekonomi dan kelestarian ekosistem melalui pendekatan Ecosystem Approach to Fisheris Management (EAFM), khususnya pada domain teknik penangkapan ikan, yang menjadi fokus utama penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penangkapan ikan berdasarkan indikator penangkapan ikan dipulau Tarakan. Penelitian dilakukan selama tiga bulan, dari Januari-Maret 2025, di perairan Pulau Tarakan khususnya di pos pendaratan ikan arut di kelurahan selumit pantai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan melalui wawancara dengan 10 nelayan pengguna alat tangkap rawai dasar dan observasi hasil tangkapan sebanyak tiga kali. Analisis data dilakukan dengan membandingkan Hasil Tangkap Utama (HTU), Hasil Tangkap Samping (HTS), Hasil Tangkapan Buangan (HTB), serta mempertimbangkan indikator-indikator pada domain teknik penangkapan ikan sesuai modul EAFM 2014. Hasil menunjukkan alat tangkap rawai dasar di perairan pulau tarakan bersifat ramah lingkungan dan selektif, dengan scoring 3. Modifikasi alat tangkap dan alat bantu penangkapan belum dilakukan, sehingga kondisi alat tangkap masih sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan scoring 3. Kapasitas dan frekuensi penangkapan diberikan scoring 1, sedangkan tingkat selektivitas alat tangkap cukup tinggi dengan HTU mencapai 82,3% dengan scoring 3. Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal dengan dokumen legal juga baik dengan scoring 3, namun sertifikasi awak kapal sangat rendah karena pelatihan dilakukan secara otodidak tanpa sertifikat formal scoring 1. Total skor indikator domain teknik penangkapan 245, menunjukkan bahwa alat tangkap rawai dasar selektif dan potensi keberlanjutan. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi menyeluruh dan terintegrasi terhadap pengelolaan berbasis EAFM yang melibatkan semua domain, tidak hanya teknik penangkapan, untuk menjaga keberlanjutan sumber daya di Pulau Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEBIJAKAN HUKUM PROGRAM KOTA LAYAK ANAK DALAM UPAYA PEMENUHAN HAK-HAK ANAK DI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui Kebijakan Hukum Program Kota Layak Anak dalam Upaya Pemenuhan Hak-hak Anak di Kota Tarakan serta apa saja yang menjadi penghambat dan pendukung dalam upaya pemenuhan hak-hak anak di Kota Tarakan melalui indikator kota layaak anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yaitu suatu pendekatan yang digunakan dengan terjun langsung ke lapangan dengan cara melakukan penelitian dengan studi kepustakaan dan wawancara mengamati objek penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang permasalahan dan keadaan serta interaksi lingkungan suatu unit sosial. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses implementasi kebijakan hukum program Kota Layak Anak dalam upaya pemenuhan hak-hak anak di Kota Tarakan sudah terdapat komitmen dari Pemerintah Kota Tarakan melalui Peraturan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2021Tentang Kebijakan/Kota Layak Anak dan Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 8 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak dan Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak, yaitu 5 klaster dan 24 indikator capaian, namun masih terdapat berbagai kendala dalam program-program pemenuhan hak-hak anak pada lima klaster. Kendala tersebut ialah data yang tidak lengkap secara menyeluruh, Beberapa standarisasi ramah anak yang belum terpenuhi dan Sosialisasi Konvensi Hak Anak belum merata dan masih terdapat beberapa kendala pada masing-masing klaster pemenuhan hak Anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KETAHANAN PANGAN TERHADAP TINGKAT KERAWANAN PANGAN DI KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2024•

Penelitian ini bertujuan mengetahui rasio indikator tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan, dan mengetahui tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan. Penelitian dilakukan di semua kecamatan di kabupaten Bulungan menggunakan metode survey instansional. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Indikator tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan terdiri dari 9 indikator yaitu rasio konsumsi normatif per kapita terhadap produksi bersih dengan bobot indicator sebesar 0,47; persentase penduduk di bawah garis kemiskinan sebesar 0,13; persentase rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk pangan lebih dari 65 persen terhadap total pengeluaran sebesar 0,49; persentase rumah tangga tanpa akses listrik sebesar 0,33; Rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun sebesar 0,12; Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih sebesar 0,16; Rasio jumlah penduduk per tenaga kesehatan terhadap tingkat kepadatan penduduk sebesar 0,17; Persentase balita dengan tinggi badan di bawah standar (stunting) sebesar 0,31; dan Angka harapan hidup pada saat lahir) bobot terbesar yaitu 0,16. Tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan sebesar 0,26 dan masuk dalam kategori tahan pangan. Strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi meningkatkan ketahanan pangan adalah : (1) regulation; (2) acquisition and management; dan (3) incentive and charge

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Model Peningkatan Kinerja Penyuluh Terhadap Perubahan Perilaku Petani Dalam Program Optimalisasi Lahan Tidur Untuk Tanaman Padi Di Kota Tarakan

2024•

Abstrak Peningkatan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, mandiri, inovatif, kreatif, dan berwawasan global sangat diperlukan untuk mewujudkan kecukupan pangan, perluasan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan produk domestik bruto dan pendapatan petani. Kinerja penyuluh pertanian yang baik sangat penting untuk mendukung swasembada dan kedaulatan pangan, serta meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik petani terhadap kinerja penyuluh dalam program optimaliasi lahan tidur di Kota Tarakan, mengetahui karakteristik penyuluh terhadap kinerja penyuluh dalam program optimalisasi lahan tidur di Kota Tarakan, mengetahui kinerja penyuluh terhadap perubahan perilaku petani dalam program optimalisasi lahan tidur di Kota Tarakan, serta merumuskan model peningkatan kinerja penyuluh terhadap perubahan perilaku petani dalam program optimalisasi lahan tidur di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan dari bulan Desember 2023 hingga bulan Maret 2024 dengan jumlah sampel 55 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan mencakup data primer, seperti karakteristik responden petani dan penyuluh, serta data sekunder dari instansi terkait melalui observasi, wawancara, FGD, dan pengambilan data yang kemudian dipastikan validitas, reliabilitas indikator dan konstruk melalui software SmartPLS 3.0. Indikator variabel sangat penting dalam analisis SEM karena menyediakan dasar empiris untuk mengukur variabel laten. Pemilihan dan pengujian indikator yang tepat memastikan validitas dan reliabilitas model pengukuran. Dengan model yang benar, SEM membantu peneliti memahami dan menginterpretasikan hubungan kompleks antara berbagai variabel. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa karakteristik petani tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja penyuluh. Karakteristik petani dicermikan oleh indikator Keterampilan, Pengalaman dan Usia, karakteristik penyuluh berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja penyuluh. Karakteristik Penyuluh dicermikan oleh indikator keberanian penyuluh dalam pengambilan keputusan, komunikasi penyuluh, pengalaman penyuluh serta penguasaan inovasi, kinerja penyuluh berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan perilaku petani. Kinerja Penyuluh dicerminkan oleh Peta Wilayah, Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan Rencana Kerja Penyuluh (RKP), serta Karakteristik Penyuluh dan Karakteristik Petani berpengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku petani melalui kinerja penyuluh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN DATAR DI KELAS IV SDN 030 TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas IV di SDN 030 Tarakan dalam menyelesaikan soal matematika materi bangun datar. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 3 siswa yang melakukan kesalahan lebih dari 4 indikator pada 8 indikator kesalahan menurut Watson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki kesalahan yang sama yaitu pada indikator (1) Data Tidak Tepat (Inappropriate Data), kurangnya pemahaman terhadap permasalahan pada soal khususnya pada materi bangun datar, (2) Prosedur Tidak Tepat (Inappropriate Procedure), subjek tidak menggunakan konsep yang seharusnya digunakan dan (3) Kesimpulan Hilang (Omitted Conclusion), subjek tidak menuliskan kesimpulan pada akhir jawaban, meskipun subjek telah menemukan hasil akhir dari penyelesaian soal. Adapun 2 indikator kesalahan yang tidak muncul sama sekali yaitu Masalah Hierarki Keterampilan (Hierarchy Problem), hal ini terjadi karena tidak terjadi kekeliruan pada saat proses perhitungan dan Kesalahan Lainnya (Above Other) subjek yang diambil tidak ada yang melakukan kesalahan lainnya, karena peserta didik telah menjawab soal meskipun mengalami beberapa kesalahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis perikanan udang bintik (metapenaeus sp) domain teknik penangkapan ikan di muara bulungan dan sesayap

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muara sungai adalah wilayah badan air yang memiliki produktivitas tinggi. Melihat kondisi eksisting penangkapan ikan di wilayah tersebut, terdapat beberapa jenis alat tangkap yang beroperasi seperti tugu, sero, pukat hela, gillnet, bubu dan lain-lain. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengevaluasi perikanan udang bintik (Metapenaeus sp.) dengan alat tangkap tugu berdasarkan domain teknik penangkapan ikan di muara Bulungan dan Sesayap. Metode yang digunakan indikator ini adalah metode survei dengan melakukan wawancara responden yang dianggap relevan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali sampling pada alat tangkap tugu (stownet) selama 2 bulan. Analisis data domain teknik penangkapan ikan meliputi, penentuan daerah tangkapan, metode penangkapan yang bersifat destruktif atau ilegal, modifikasi alat penangkap ikan dan alat bantu penangkapan, kapasitas perikanan dan upaya penangkapan, dan selektivitas alat tangkap. Dari penelitian yang dilakukan penangkapan udang bintik dengan alat tangkap tugu dapat dideskripsikan sebagai penggunaan alat tangkap tugu di perairan muara bulungan dan sesayap tidak bersifat destruktif, tidak ada modifikasi atau penambahan alat bantu penangkapan ikan, hasil tangkapan didominasi oleh ikan target yaitu udang bintik. Didominasi ukuran yang sudah dewasa, tidak ada modifikasi terhadap alat tangkap maupun alat bantu penangkapan ikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perikanan Udang Bintik (Metapenaeus sp.) Berdasarkan Domain Sosial Ekonomi di Muara Bulungan dan Sesayap

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PERIKANAN UDANG BINTIK (Metapenaeus sp.) BERDASARKAN DOMAIN SOSIAL EKONOMI DI MUARA BULUNGAN DAN SESAYAP Abstrak Perairan Muara Bulungan dan Muara Sesayap memiliki potensi sumberdaya ikan yang besar. Penghasilan masyarakat nelayan khususnya nelayan tugu berasal dari hasil tangkapan utama yaitu udang dan ikan. Potensi ini dapat menjadi penopang kehidupan dari segi sosial dan ekonomi masyarakat yang bekerja sebagai nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perikanan udang bintik (Metapenaeus sp.) berdasarkan domain sosial dan ekonomi di muara Bulungan dan Sesayap. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali sampling pada alat tangkap tugu (stownet). Data yang dikumpulkan pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap nelayan tugu di perairan muara Bulungan dan Sesayap terkait indikator domain sosial dan domain ekonomi. Analisis data menggunakan skor terhadap masing-masing indikator yaitu domain sosial, partisipasi pemangku kepentingan, konflik perikanan dan pemanfaatan pengetahuan lokal dalam pengelolaan sumberdaya ikan, serta domain ekonomi dengan indikator kepemilikan aset, pendapatan rumah tangga perikanan, dan rasio tabungan. Hasil penelitian partisipasi pemangku kepentingan dalam proses penangkapan dengan alat tangkap tugu masih dikategorikan rendah, mulai dari proses perijinan sampai proses pengawasan masih belum dilakukan dengan semestinya. Proses penangkapan dan waktu penangkapan masih memanfaatkan pengetahuan lokal. Usaha penangkapan udang dengan alat tangkap tugu cukup menjanjikan dengan pendapatan rata-rata yaitu Rp. 4.633.333 lebih besar dari UMK Provinsi Kalimantan Utara tahun 2022. Dengan waktu kerja yang lebih sedikit nelayan tugu masih dapat menabung rata-rata muara Bulungan 18.8% (Rp. 666.667.00) dan muara Sesayap 28% (Rp. 1.533.333).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR DI SUNGAI PAMUSIAN, SUNGAI SEBENGKOK DAN SUNGAI KAMPUNG BUGIS KOTA TARAKAN

2022•

Perairan sungai menjadi pusat ekosistem tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai jenis biota. Adanya aktivitas masyarakat di daerah aliran sungai berpotensi menyebabkan pencemaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pencemaran perairan di Sungai Pamusian (Stasiun I), Sungai Sebengkok (Stasiun II), dan Sungai Kampung Bugis (Stasiun III) dengan menganalisis struktur komunitas plankton sebagai bioindikator kualitas air. Metode pada penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh jenis fitoplankton yang di temukan pada 3 Sungai lokasi penelitian terdiri 5 kelas fitoplankton yaitu kelas Bacillariophyceae, Coscinodiscophyceae, Cyanophyceae, Mediophyceae dan Dinophyceae serta 1 kelas zooplankton yaitu Crustacea. Jenis fitoplankton yang paling banyak di temukan yaitu dari kelas Bacillariophyceae dan Cyanophyceae. Nilai kelimpahan fitoplankton pada lokasi penelitian berturut-turut yaitu 42 sel/L, 13 sel/L dan 20 sel/L. Kelimpahan zooplankton pada lokasi penelitian berturut-turut yaitu 8 ind/L, 4 ind/L dan 5 ind/L. Kelimpahan plankton pada perairan ini termasuk dalam kategori kesuburan rendah. Nilai Indeks keanekaragaman fitoplankton pada lokasi penelitian berturut-turut yaitu 2,614; 2,598; 2,470 dengan kategori kesuburan tinggi. Nilai indeks keanekaragaman zooplankton berturut-turut yaitu 1,305; 1,040; 1,055 termasuk dalam kategori kesuburan sedang. Nilai Indeks Keseragaman fitoplankton berturut-turut yaitu 0,888; 0,959; 0,912, sedangkan nilai ndeks keseragaman zooplankton berturut-turut 0,941; 1, 057; 0,960 artinya tidak ada jenis yang mendominansi. Nilai indeks dominansi fitoplankton berturut-turut 0,028; 0,021; 0,030 dan zooplankton berturut-turut 0,094; 0,094; 0,090 menunjukkan tidak ada spesies tertentu yang mendominansi. Indeks saprobitas pada stasiun I dan II berturut-turut yaitu 2,0 dan 2,5 termasuk kategori pencemaran sangat ringan dengan fase saprobitas olisaprobik, sedangkan stasiun III memiliki indeks saprobitas 0,75 termasuk kategori pencemaran ringan dengan fase saprobitas mesosaprobik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI IDENTIFIKASI PLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR DI PERAIRAN TANJUNG PASIR KOTA TARAKAN

2022•

Tanjung Pasir merupakan salah satu wilayah yang berada di Tarakan Timur yang menjadi tempat industri serta padat penduduk. Aktivitas industri dan domestik di wilayah tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran yang akan mempengaruhi kualitas perairan di wilayah tersebut. Penurunan kualitas perairan dapat diindikasikan dengan terjadinya ketidakseimbangan ekosistem plankton. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi plankton sebagai bioindikator kualitas air. Parameter yang di amati yaitu kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dominansi plankton, serta indeks saprobitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik penentuan lokasi sampling menggunakan metode purposive sampling dengan tiga titik sampling yaitu pemukiman penduduk, area industri, jauh dari kegiatan masyarakat. Data yang diperoleh berupa hasil identifikasi plankton dari tiga stasiun pengamatan yang dijadikan acuan untuk menentukan indeks saprobitas. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh jenis fitoplankton pada ketiga stasiun terdiri dari 5 kelas yaitu Bacillariophyceae, Coscinodiscophyceae, Cyanophyceae, Medophyceae dan Dinophyceae, sedangkan zooplankton terdiri dari 4 kelas yaitu Crustacea, Caliata, Maxillopoda, dan Protozoa. Jenis fitoplankton yang paling banyak ditemukan pada ketiga stasiun adalah kelas Bacillariophyceae dan Dinophyceae. Kelimpahan fitoplankton yang didapatkan 14-21 sel/L sedangkan kelimpahan zooplankton yan didapatkan 7-16 ind/L. Kelimpahan plankton pada perairan ini termasuk dalam kategori kesuburan rendah. Indeks keanekaragaman fitoplankton 2,395-2,750 termasuk dalam kategori tinggi sedangkan zooplankton 1,310-1,923 termasuk dalam kategori kestabilan sedang. Indeks keseragaman fitoplankton 0,883-0,970 sedangkan zooplankton 0,673-0,979 termasuk ke dalam kategori antar jenis merata atau tidak ada jenis yang mendominasi. Indeks dominansi fitoplankton 0,013-0,023 sedangkan zooplankton 0,030-0,045 termasuk dalam kategori tidak ada individu atau spesies tertentu yang mendominasi. Berdasarkan pengukuran indeks saprobitas dari ketiga stasiun diperoleh nilai saprobitas 2,8 sehingga dapat dikategorikan ke dalam pencemaran sangat ringan dengan fase saprobitas oligosaprobik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik MTs Negeri Tarakan Melalui Implementasi Pembelajaran Online

2021•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis peserta didik di MTs Negeri Tarakan melalui implementasi pembelajaran online. Metode penelitian menggunakan Pre-Eksperimental dengan desain One Shot Case Study. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VIII C MTs Negeri Tarakan dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis dalam bentuk soal uraian. Hasil penelitian dari uji one sample t-test diperoleh thitung -17,106 dengan dk = 34 diperoleh ttabel 1,691 sehingga thitung ttabel maka Ho diterima bahwa bahwa rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis peserta didik lebih rendah dari 70 dan persentase pencapaian setiap indikator kemampuan berpikir kritis yang terdiri dari indikator memberikan penjelasan sederhana (52%) dalam kategori sedang, indikator menyimpulkan (39%) dalam kategori rendah, indikator memberikan penjelasan lebih lanjut (56%) dalam kategori sedang dan indikator mengatur strategi dan taktik (71%) dalam kategori tinggi. Rata-rata pencapaian indikator kemampuan berpikir kritis yaitu (54%) dengan kategori sedang. Dengan demikian, perlunya melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui proses pembalajaran dengan menggunakan model yang tepat dan menerapkan indikator-indikator berpikir kritis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISRIBUSI ZOOPLANKTON DI PERAIRAN TANAH MERAH DAN BEBATU KABUPATEN TANA TIDUNG

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Zooplankton memiliki peranan yang sangat penting di lautan, yaitu sebagai bagian dari rantai makanan dan juga perannya sebagai bioindikator pencemaran di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi jenis zooplankton dan mengetahui indeks keanekargaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi zooplankton. Penelitian dilakukan di kawasan perairan Tanah Merah dan Bebatu Kabupaten Tana Tidung. Penentuan lokasi secara purpossive sampling dengan mengikuti perahu nelayan pada saat menangkap ikan. Indeks keanekaragaman zooplankton yang diperoleh bervariasi dengan nilai rata-rata dari keenam stasiun berkisar antara 0,8856-1,7521 sehingga termasuk dalam kategori keanekaragaman jenis dan kestabilan komunitas sedang. Indeks keseragaman memiliki nilai E mendekati 1, yang menggambarkan bahwa sebaran individu zooplankton antar jenis merata atau jumlah individu masing-masing spesies relatif merata. Indeks dominansi di perairan Tanah Merah dan Bebatu Kabupaten Tana Tidung menunjukkan indikasi tidak terjadinya jenis zooplankton yang mendominasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail