Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: ketahanan pangan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PROPORSI PENGELUARAN RUMAH TANGGA DAN KETAHANAN PANGAN PETANI KELAPA SAWIT DI DESA BELAYAN KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proporsi pengeluaran rumah tangga dan tingkat ketahanan pangan petani kelapa sawit di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Data dikumpulkan dari 25 responden petani kelapa sawit menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif berdasarkan perhitungan pendapatan, pengeluaran pangan dan non pangan, serta proporsi pengeluaran pangan terhadap total pengeluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan rumah tangga petani sebesar Rp 3.759.800 per bulan, yang mayoritas berasal dari usaha tani kelapa sawit. Rata-rata pengeluaran rumah tangga sebesar Rp 1.833.440 per bulan, dengan komposisi 39% untuk pangan dan 61% untuk non pangan. Berdasarkan tingkat ketahanan pangan petani kelapa sawit berstatus tahan pangan. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun pendapatan petani belum optimal, sebagian besar rumah tangga di Desa Belayan mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara layak, yang menunjukkan kondisi ketahanan pangan yang cukup baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi dinas ketahanan Pangan dan pertanian dalam ketahanan pangan di Kota tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang terus mengalami peningkatan seiringn dengan pertumbuhan populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengindetifikasi kondisi ketahanan pangan dan merumuskan strategi peningkatan ketahanan pangan di Kota Tarakan. Penelitia ini dilakuakan di dinas ketahanan pangan dan pertanian dengan metode purposive sampling menggunakan Teknik responden (key informan), metode yang digunakan meliputi survei, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tiga tahapan yaitu identifikasi, diagnosis, dan treatmen. Kota Tarakan menghadapi tantangan besar dalam hal ketahanan pangan pangan terutama karena ketergantungan yang sangat tinggi terhadap pasokan pangan dari luar daerah kususnya beras, di mana lebih dari 95% pasokan berasal impor. Produksi lokal hanya mencapai sekitar 18.101 ton per tahun jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengkonsumsi beras sebesar 100-140 kg per kapita per tahun. Selain itu keterbatasan lahan pertanian dan insfratuktur yang tidak memadai memperburuk stuasi untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan. Strategi yang di usulkan meliputi peningkatan produksi pangan lokal optimalisasikan penggunaan lahan, pengembangan insfratuktur pertanian serta penerapan teknologi rama lingkungan. selain itu diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, permodalan, serta mendukung regulasi untuk melindungi dan memperkuaat produksi pangan lokal. Implementasi strategi ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang stabil dan berkelanjutan di kota Tarakan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KETAHANAN PANGAN TERHADAP TINGKAT KERAWANAN PANGAN DI KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2024•

Penelitian ini bertujuan mengetahui rasio indikator tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan, dan mengetahui tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan. Penelitian dilakukan di semua kecamatan di kabupaten Bulungan menggunakan metode survey instansional. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Indikator tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan terdiri dari 9 indikator yaitu rasio konsumsi normatif per kapita terhadap produksi bersih dengan bobot indicator sebesar 0,47; persentase penduduk di bawah garis kemiskinan sebesar 0,13; persentase rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk pangan lebih dari 65 persen terhadap total pengeluaran sebesar 0,49; persentase rumah tangga tanpa akses listrik sebesar 0,33; Rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun sebesar 0,12; Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih sebesar 0,16; Rasio jumlah penduduk per tenaga kesehatan terhadap tingkat kepadatan penduduk sebesar 0,17; Persentase balita dengan tinggi badan di bawah standar (stunting) sebesar 0,31; dan Angka harapan hidup pada saat lahir) bobot terbesar yaitu 0,16. Tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan sebesar 0,26 dan masuk dalam kategori tahan pangan. Strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi meningkatkan ketahanan pangan adalah : (1) regulation; (2) acquisition and management; dan (3) incentive and charge

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KETAHANAN PANGAN TERHADAP KERAWANAN PANGAN DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pangan merupakan kebutuhan pokok yang sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Ketahanan pangan adalah kondisi dimana pangan cukup tersedia secara kualitas dan kuantitas untuk mendukung kehidupan yang sehat dan produktif. Aspek ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan dapat merubah kondisi tahan menjadi rawan pangan. Kerawanan pangan bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketersediaan pangan yang rendah, distribusi yang bermasalah, bencana alam, dan kondisi sosial yang terganggu. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat ketahanan pangan dan sebarannya setiap kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara berbasis Sistem Informasi Geografis melalui perhitungan nilai indeks yang disesuaikan dengan cut off point untuk menampilkan status setiap daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Tarakan memiliki Indeks Ketahanan Pangan (IKP) tertinggi dengan nilai 86,47, diikuti oleh Kabupaten Malinau 77,11, Kabupaten Nunukan 76,17, Kabupaten Bulungan 73,08, dan Kabupaten Tana Tidung 65,47. Status ketahanan pangan dikategorikan sebagai Sangat Tahan pada Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, dan Kabupaten Nunukan, status Tahan pada Kabupaten Bulungan, dan Agak Tahan pada Kabupaten Tana Tidung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KETAHANAN PANGAN DAN KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI PADI DI DESA BINALAWAN KECAMATAN SEBATIK BARAT PULAU SEBATIK

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desa Binalawan Kecamatan Sebatik Barat merupakan Desa penghasil padi terbesar di antara desa lainnya yang ada di Kecamatan Sebatik Barat. Namun hal ini kurang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mengetahui pendapatan usahatani padi di Desa Binalwaan Kecamatan Sebatik Barat; (2) mengetahui kontribusi pendapatan usahatani padi terhadap pendapatan total di Desa Binalawan Kecamatan Sebatik Barat; (3) mengetahui ketahanan pangan rumah tangga tani di Desa Binalawan Kecamatan Sebatik Barat; (4) mengetahui kesejahteraan rumah tangga petani padi di Desa Binalawan Kecamatan Sebatik Barat. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah responden sebanyak 42 petani. Analisis yang digunakan yaitu biaya usahatani, penerimaan, pendapatan, kontribusi pendapatan usahatani, analisis ketahanan pangan (TSP), analisis kesejahteraan pangan dengan menggunakan GSR dan DBPp. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan usahatani padi di Desa Binalwaan Kecamatan Sebatik Barat sebesar Rp 2.008.644,50 per tahun. Kontribusi pendapatan usahatani padi terhadap pendapatan total di Desa Binalawan Kecamatan Sebatik Barat sebesar 4,737%. Ketahanan pangan rumah tangga petani padi di Desa Binalawan Kecamatan Sebatik Barat dengan nilai TSP sebesar 1,58 yang berarti bahwa kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan konsumsi pangan dari hasil usahatani padi dapat mencukupi kebutuhan setara beras . Kesejahteraan rumah tangga petani di Desa Binalawan Kecamatan Sebatik dengan nilai tingkat daya beli sebesar 2,02 dan GSR sebesar 1,44 yang berarti ekonomi rumah tangga petani padi tergolong kurang sejahtera.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail