Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis peserta didik di MTs Negeri Tarakan melalui implementasi pembelajaran online. Metode penelitian menggunakan Pre-Eksperimental dengan desain One Shot Case Study. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VIII C MTs Negeri Tarakan dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis dalam bentuk soal uraian. Hasil penelitian dari uji one sample t-test diperoleh thitung -17,106 dengan dk = 34 diperoleh ttabel 1,691 sehingga thitung ttabel maka Ho diterima bahwa bahwa rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis peserta didik lebih rendah dari 70 dan persentase pencapaian setiap indikator kemampuan berpikir kritis yang terdiri dari indikator memberikan penjelasan sederhana (52%) dalam kategori sedang, indikator menyimpulkan (39%) dalam kategori rendah, indikator memberikan penjelasan lebih lanjut (56%) dalam kategori sedang dan indikator mengatur strategi dan taktik (71%) dalam kategori tinggi. Rata-rata pencapaian indikator kemampuan berpikir kritis yaitu (54%) dengan kategori sedang. Dengan demikian, perlunya melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui proses pembalajaran dengan menggunakan model yang tepat dan menerapkan indikator-indikator berpikir kritis.