Penerapan Terapi Bermain Scrapbook pada Anak Usia Pra Sekolah dengan Kecemasan Akibat Hospitalisasi di Rsud Dr. H. Jusuf SK
Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat menimbulkan kecemasan pada anak usia prasekolah akibat lingkungan rumah sakit yang asing, prosedur medis, serta perpisahan dengan lingkungan rumah. Kecemasan yang tidak ditangani dapat menghambat proses perawatan dan penyembuhan anak. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengurangi kecemasan adalah terapi bermain scrapbook. Karya Ilmiah Akhir Ners ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas dua anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi dengan diagnosis medis Gastroenteritis Akut Dehidrasi Sedang (GEADS) serta masalah keperawatan prioritas ansietas. Tindakan keperawatan diberikan sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) rumah sakit dan dikombinasikan dengan terapi bermain scrapbook selama periode 6–8 Juni 2026. Tingkat kecemasan dievaluasi menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Sebelum intervensi, pasien I memiliki skor HARS 25 dan pasien II skor HARS 22 yang menunjukkan kecemasan sedang. Setelah penerapan terapi bermain scrapbook disertai tindakan keperawatan sesuai SPO rumah sakit, kedua pasien menunjukkan penurunan tingkat kecemasan yang ditandai dengan berkurangnya perilaku menangis, gelisah, rasa takut terhadap tenaga kesehatan, penolakan saat pemeriksaan, serta meningkatnya kemampuan anak berinteraksi dengan perawat. Anak tampak lebih rileks, kooperatif selama tindakan keperawatan, dan mampu mengekspresikan perasaan melalui aktivitas bermain. Penerapan terapi bermain scrapbook sebagai intervensi inovasi yang dikombinasikan dengan tindakan keperawatan sesuai SPO rumah sakit efektif membantu menurunkan kecemasan pada anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi. Terapi ini dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis dalam pelayanan keperawatan anak untuk menciptakan suasana perawatan yang lebih nyaman serta meningkatkan kerja sama anak selama menjalani perawatan di rumah sakit.