Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

15 hasil
Subjek: Discovery Learning
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG GAYA MAGNET DI KELAS IV C SDN 043 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada materi gaya magnet di kelas IV C SDN 043 Tarakan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV C SDN 043 Tarakan yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, serta penilaian ranah afektif dan psikomotorik . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada ranah kognitif, ketuntasan belajar siswa pada siklus I mencapai 57% atau 16 siswa, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 89% atau 25 siswa. Pada ranah afektif, ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 68% atau 19 siswa dan meningkat menjadi 89% atau 25 siswa pada siklus II. Sementara itu, pada ranah psikomotorik ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 46% atau 13 siswa, kemudian meningkat menjadi 82% atau 23 siswa pada siklus II. Aktivitas guru juga mengalami peningkatan dari rata-rata 68% pada siklus I menjadi 83% pada siklus II, sedangkan aktivitas siswa pada siklus II mencapai rata-rata 89%. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya magnet di kelas IV C SDN 043 Tarakan. Penelitian dihentikan pada siklus II karena ketuntasan klasikal pada ketiga ranah telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Ajar Berbasis Discovery Learning Pada Pembelajaran Ipas Untuk Siswa Kelas Iv Sd Nurul Islam Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan respon guru terhadap modul ajar berbasis discovery learning pada materi daerahku dan kekayaan alamnya untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model Borg and Gall yang terdiri dari Research and information collecting, Planning, Develop preliminary form of product, Preliminary field testing, Main product revision, Main field testing, Operational product revision. Instrument pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi dan angket respon guru. Penelitian ini digunakan pada siswa kelas IV SD Nurul Islam Tarakan. Hasil validasi dari ahli materi memperoleh persentase sebesar 95% dengan kategori sangat layak, sedangkan hasil validasi ahli media memperoleh persentase sebesar 80% dengan kategori layak. Selanjutnya validasi ahli praktisi memperoleh persentase sebesar 96% dengan kategori sangat layak. Hasil angket respon guru pada uji coba lapangan awal memperoleh persentase 87,5%, sedangkan pada uji coba lapangan utama meningkat menjadi 97,5% dengan respon sangat baik. Berdasarkan hasil validasi ahli dan respon guru, modul ajar berbasis discovery learning pada materi daerahku dan kekayaan alamnya dinyatakan layak digunakan dan memperoleh respon yang sangat baik dalam mendukung proses pembelajaran siswa kelas IV sekolah dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Dan Inquiry Learning Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa SMA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemilihan model pembelajaran yang tepat menjadi salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan pemahaman peserta didik serta pencapaian hasil belajar mereka. Model pembelajaran Discovery Learning dan Inquiry Learning merupakan dua model yang sama-sama berorientasi pada keaktifan peserta didik dalam memperoleh pengetahuan melalui proses pembelajara, namun kedunya memiliki perbedaan pada proses pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Biologi antara peserta didik yang diajarkan menggunakan model Discovery Learning dan Inquiry Learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi eksperimen dan desain Pretest–Posttest Comparison group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas X di SMAN 5 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik Purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Kovariat (ANCOVA) dengan mengendalikan kemampuan awal peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelas Discovery Learning meningkat dari 52,43 menjadi 75,71, sedangkan kelas Inquiry Learning meningkat dari 52,14 menjadi 78,14. Namun, hasil uji ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 1,000 yang lebih besar dari taraf signifikansi 0,05, sehingga secara statistik tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara kedua model pembelajaran tersebut . Walaupun demikian, model pembelajaran Discovery Learning dan Inquiry Learning sama-sama memberikan pengaruh yang relatif setara terhadap peningkatan hasil belajar Biologi peserta didik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penggunaan Media Smart Box Terhadap Hasil Belajar IPAS Materi Energi Terbarukan dan Tak Terbarukan Siswa Kelas VI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS siswa kelas VI-B SD Negeri 003 Tarakan pada materi energi terbarukan dan tak terbarukan. Rendahnya hasil belajar tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru melalui metode ceramah serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Kondisi ini mengakibatkan siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, kurang termotivasi untuk belajar, serta mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang dipelajari. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil penggunaan media Smart Box dengan model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa pada materi energi terbarukan dan tak terbarukan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 26 siswa kelas VI-B SD Negeri 003 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa, lembar penilaian afektif dan psikomotorik, serta tes hasil belajar kognitif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui peningkatan proses dan hasil belajar siswa pada setiap siklus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Smart Box dengan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Aktivitas siswa meningkat dari nilai rata-rata 70 dengan kategori baik pada siklus I menjadi 91 dengan kategori sangat baik pada siklus II. Ketuntasan hasil belajar aspek afektif meningkat dari 35% menjadi 85%, aspek psikomotorik meningkat dari 12% menjadi 88%, dan aspek kognitif meningkat dari 50% menjadi 88%. Seluruh aspek hasil belajar telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu ketuntasan klasikal minimal 80%. Dengan demikian, penggunaan media Smart Box dengan model pembelajaran Discovery Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas VI-B SD Negeri 003 Tarakan pada materi energi terbarukan dan tak terbarukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING (DL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII DI SMPN 09 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII di SMPN 9 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental (One Group Pretest-Posttest Design). Desain penelitian One Group Pretest-Posttest adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja, yang diukur dengan pretest dan posttest pada subjek yang akan diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-3 yang berjumlah 30 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata rata kemampuan awal siswa adalah 52,27. Nilai rata-rata kemampuan awal siswa tersebut mengalami peningkatan menjadi 84 setelah penerapan model pembelajaran discovery learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor n-gain berada pada kategori sedang sebesar 0,66. Nilai tersebut kemudian diinterpretasikan menjadi 66% yang mengindikasikan bahwa model Discovery Learning memberikan peningkatan yang cukup efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Selanjutnya, uji t digunakan untuk memperkuat hasil perhitungan n-gain. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test bahwa t_hitung= 13,3281 > t_tabel =1,6991 yang artinya H_0 ditolak dan H_1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Dengan demikian, model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII di SMPN 9 Tarakan, yang ditunjukkan oleh skor n-gain kategori sedang sebagai kategori tingkat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dan diperkuat oleh hasil uji t yang menunjukkan perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai rata-rata pretest dan posttest.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Strategi Pembelajaran Penemuan dalam Proses Pembelajaran Bahasa Inggris oleh Siswa Kelas XI di SMAN 4 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi Discovery Learning dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris serta kekuatan dan kelemahan penerapannya pada siswa kelas XI di SMAN 4 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian seorang guru Bahasa Inggris dan siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Discovery Learning diterapkan melalui tahapan stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi. Penerapan strategi ini telah berjalan dengan cukup baik, meskipun beberapa tahapan belum terlaksana secara optimal karena keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan siswa. Kekuatan strategi Discovery Learning terletak pada peningkatan keaktifan dan kemampuan berpikir kritis siswa, sedangkan kelemahannya adalah membutuhkan waktu pembelajaran yang lebih lama serta bimbingan guru yang lebih intensif. Dengan demikian, strategi Discovery Learning efektif diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris dengan perencanaan dan pengelolaan kelas yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh model pembelajaran discovery learning dengan menggunakan media audio visual terhadap hasil belajar biologi siswa SMA Negeri 1 Sebatik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Apakah ada pengaruh model pembelajaran discovery learning dengan menggunakan media audio visual terhadap hasil belajar Biologi siswa SMA Negeri 1 Sebatik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi eksperimental), penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Sebatik menggunakan purposive sampling adalah metode pengambilan sampel data yang didasarkan pada pertimbangan tertentu. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji independen t-test untuk memperoleh data nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari pada nilai signifikansi sebesar 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh yang signifikan pada penerapan model pembelajaran Discovery Learning dengan menggunakan media audio visual terhadap hasil belajar biologi siswa SMA Negeri 1 Sebatik. dari hasil penelitian keterkaitan discovery learning dengan media audio visual adalah model pembelajaran discovery learning yang dibantu media audio visual dapat meningkatkan kompetensi pengetahuan dan hasil belajar siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH GUIDED-DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XII MIPA SMA NEGERI 3 TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Guided-Discovery Learning (GDL) berpengaruh terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) Siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian non-equivalent control group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII MIPA SMA Negeri 3 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan dengan random-intact group. Sampel dalam penelitian ini adalah XII MIPA I sebagai kelas eksperimen dan XII MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dengan menggunakan tes tertulis dalam bentuk uraian terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata (mean), nilai per indikator, dan standar deviasi. Analisis inferensial meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis yang menggunakan metode statistik nonparametrik yaitu uji Mann Whitney dikarenakan data yang tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji hipotesis untuk melihat ada tidaknya pengaruh perlakuan dalam hal ini model GDL terhadap KPMM siswa adalah dengan hasil uji perbedaan N-Gain score antara kelas ekperimen dan kelas kontrol, dimana nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada N-gain skor KPMM antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model GDL dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Guided-Discovery Learning berpengaruh terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

meningkatkan kemampuan menulis puisi menggunakan model discovery learning dengan media monopus siswa kelas VIII SMPN 12 Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peneliti ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi menggunakan model discovery learning dengan media monopus pada siswa kelas VIII-6 SMPN 12 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMP Negeri 12 Tarakan pada semester I Tahun ajaran 2022/2023. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-6 SMP Negeri 12Tarakan yang berjumlah 32 Siswa yang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 18 siswa laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Prosedur tiap siklus terdiri dari perencanaa, tindakan, observasi, refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model discovery learning dengan media monopus dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII-6 SMP Negeri 12 Tarakan. hal ini dapat dilihat dari hasil yang diperoleh pada setiap siklus, pada siklus I, ketuntasan hasil belajar siswa ranah afektif sebesar 68%, ranah kognitif sebesar 78%, dan ranah psikomotorik 53%. Selanjutnya pada siklus II hasil belajar siswa ranah afektif meningkat menjadi sebesar 100% hasil ini dikarenakan siswa telah menanamkan karakter atau sikap yang baik di dalam pembelajaran. Selanjutnya ranah kognitif sebesar 100% hal ini dikarenakan siswa telah dapat menyesuaikan judul dan isi,pemilihan diksi, permajasan, pengimajian/pencitraan, dari ranah psikomotorik 90%, siswa telah mampu untuk membuat puisi. Pada nilai ketuntasan 100% dapat dilihat berdasarkan jumlah siswa yang telah mencapai KKM dengan nilai standar KKM 75 hingga nilai 90. Peroleh nilai yang didapatkan oleh siswa berdasarkan hasil dari skor yang diperoleh dikali 100 dan dibagi dengan skor maksimal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model pembelajaran discovery learning dengan media monopus dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya keterampilan menulis puisi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap Kemampuan Saintific Literacy siswa kelas X pada materi pencemaran lingkungan di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil evaluasi kemampuan literasi sains siswa di Indonesia melalui tes PISA yang berada diperingkat 70 dari total 78 negara. Rendahnya kemampuan literasi sains siswa salah satunya dipengaruhi oleh model pembelajaran. Solusi yang dianggap mampu melatih kemampuan literasi sains siswa adalah model pembelajaran Discovery Learning dimana siswa dilatih untuk menemukan konsep langsung melalui pengalamannya sehingga beberapa indikator literasi sains dapat dilatihkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan Saintific Literacy siswa kelas X pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan populasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Sebatik Tengah Tahun Ajaran 2021-2022, dan sampel yang digunakan adalah kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Independent sample t-test diperoleh nilai thitung sebesar 6.594 pada taraf signifikan 0.05 dan df = 44 dan nilai ttabel 1.68023 berarti thitung > ttabel (6.584) > (1.68023). Sehingga berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan Saintific Literacy siswa kelas X pada materi pencemaran Lingkungan di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIA SMA HANG TUAH TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Discovey Learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI MIA SMA Hang Tuah Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental) dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA 1, XI MIA 2, XI MIA 3 SMA Hang Tuah Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes uraian berupa tes pretest dan tes posttest sebanyak 5 butir soal. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI MIA SMA Hang Tuah Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji t yang dimana nilai t_hitung>t_tabel pada taraf signifikansi 5%, yang didukung dengan nilai rata-rata menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Dari penguji hipotesis dan nilai rata-rata kedua kelas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI MIA SMA Hang Tuah Tarakan. Kata Kunci: discovery learning, hasil belajar, model pembelajaran

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA DENGAN MEDIA SURAT KABAR SISWA KELAS VIII SMPN 5 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Neneng Anjarwati, 2022 “Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita Dengan Media Surat Kabar Siswa Kelas VIII SMPN 5 Tarakan”. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan metode pembelajaran discovery learning dalam kemampuan menulis teks berita dengan media surat kabar siswa kelas VIII SMPN 5 Tarakan. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Januari 2022 di SMPN 5 Tarakan. Jenis penelitia ini adalah eksperimen semu dengan desain True Eksprimental Design model Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VIII SMPN 5 Tarakan sejumlah 40 siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Karena sampel keseluruhan berjumlah 252 yang terdiri dari 8 kelas. Maka anggota sampel diambil secara acak, agar semua kelas dapat terwakili. Kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dan VIII-H sebagai kelas kontrol. Data analisis dengan menggunakan uji statistik independent sampel t-test dengan bantuan software SPSS versi 23 for windows. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis statistic inferensial menggunakan uji independent sampel t-test diperoleh thitung 6,112 pada taraf signifikan dan df = 38 diperoleh nilai ttabel 1.685 berarti thitung ≥ ttabel (6,112 ≥ 1.685) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Sehinggan “Penggunaan metode pembelajaran discovery learning efektif terhadap kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMPN 5 Tarakan”. Kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam penerapannya metode pembelajaran berbeda. Kelas eksperimen dengan menggunakan pembelajaran metode discovery learning sedangkan, kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Sehingga kedua kelas memiliki perbandingan nilai yang didapat yaitu kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan nilai kelas kontrol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning pada Siswa Kelas XII IIS-4 SMA Negeri 3 Tarakan

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa melalui model pembelajaran discovery learning pada siswa kelas XII IIS-4 SMA Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 di SMA Negeri 3 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IIS-4 SMA Negeri 3 Tarakan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan pemahaman konsep matematis siswa, lembar observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran oleh guru dan siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data tes kemampuan pemahaman konsep matematis, data hasil observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran oleh guru dan siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri dari 3 pertemuan pada setiap siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada siklus I sebesar 66,67% dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 80,56% dengan indikator keberhasilan minimal 70% siswa kelas XII IIS-4 SMA Negeri 3 Tarakan memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis dengan kategori minimal baik. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas XII IIS-4 SMA Negeri 3 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Keterampilan Metakognitif Dengan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 4 Tarakan Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedua pertanyaan terkait siswa yang telah melaksanakan model pembelajaran Discovery Learning di dalam kelas. Pertama, apakah terdapat hubungan keterampilan metakognitif dengan hasil belajar siswa. Kedua, seberapa besar kontribusi yang diberikan keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar siswa. Skripsi ini merupakan penelitian korelasi (hubungan) dengan menggunakan metode deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini sebanyak 93 siswa kelas VIII yang telah mempelajari materi Sistem Pernapasan pada Manusia. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah soal uraian untuk mengukur keterampilan metakognitif dan soal pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar. Data dianalisis dengan uji normalitas, uji linearitas dan analisis korelasi (Pearson Product Moment) serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan metakognitif dengan hasil belajar siswa dengan nilai korelasi 0,610. Besar kontribusi keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar siswa sebesar 37% sedangkan sisanya 63% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diukur pada penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN PROBING PROMPTING TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS IX MTS DI TARAKAN

2020•

Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain Nonequivalend Control Group Desaign yang dilaksanakan di kelas IX MTs DDI Tarakan. Sampel penelitian ini adalah kelas IX-B dengan jumlah 19 siswa sebagai kelas eksperimen 1 yang diberi perlakuan berupa model pembelajaran discovery learning dan kelas IX-C dengan jumlah 21 siswa sebagai kelas ekaperimen 2 yang diberi perlakuan berupa model pembelajaran probing prompting yang diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji Mann-Whitney dengan bantuan software SPSS versi 23.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukan nilai pretest kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2 pada kategori yang sama yaitu kurang aktif sedangkan pada nilai posstest kelas eksperimen 1 lebih tinggi yaitu 53,3% dengan kategori aktif dan kelas eksperimen 2 sebesar 43,14 dengan kategori kurang aktif. Sedangkan berdasarkan hasil analisis inferensial pada data pretest dengan taraf signifikasi 0,05 diperoleh p=0,5 maka H0 diterima sehingga tidak terdapat perbedaan keaktifan kelas eksperimen 1 dan 2. Sedangkan pada data posttest diperoleh p=0,0025 maka H0 ditolak dimana model pembelajaran discovery learning lebih baik dibandingkan probing prompting terhadap keaktifan belajar siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail