Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Keaktifan Belajar Siswa
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Permainan Congklak Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Pada Materi Zat Aditif & Zat Adiktif Kelas VIII SMP Negeri 6 Tarakan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PERMAINAN CONGKLAK TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATERI ZAT ADITIF & ZAT ADIKTIF KELAS VIII SMP NEGERI 6 TARAKAN Abstrak Congklak merupakan salah satu permainan tradisional yang telah dikembangkan sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran congklak terhadap keaktifan belajar siswa pada materi zat aditif & zat adiktif kelas VIII SMP Negeri 6 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Tarakan dan sampel yang digunakan terdiri dari dua kelas yaitu kelas 8B dan kelas 8D. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dengan skala likert untuk mengukur keaktifan belajar siswa. Pretest dan Posttest diberikan sebelum dan setelah pembelajaran menggunakan media congklak. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, uji homogenitas menggunakan Lavene’s Test for Equality of Variances, uji hipotesis Independent Sample T-Test, dan uji N-Gain. Hasil uji Independent Sample T-test menunjukkan angka signifikansi sebesar 0,043 dan hasil uji N-Gain sebesar 0,25 artinya penggunaan media congklak memberikan kontribusi terhadap keaktifan belajar siswa pada materi zat aditif & zat adiktif kelas VIII SMP Negeri 6 Tarakan namun belum optimal. Oleh karena itu peneliti perlu menambah durasi pembelajaran, memberikan pembiasaan terlebih dahulu kepada siswa sebelum menggunakan media congklak, mengkombinasikan media congklak dengan model pembelajaran yang sesuai dan memperhatikan durasi waktu pembelajaran, serta menambah jumlah set media congklak agar keaktifan belajar siswa lebih optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN PROBING PROMPTING TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS IX MTS DI TARAKAN

2020•

Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain Nonequivalend Control Group Desaign yang dilaksanakan di kelas IX MTs DDI Tarakan. Sampel penelitian ini adalah kelas IX-B dengan jumlah 19 siswa sebagai kelas eksperimen 1 yang diberi perlakuan berupa model pembelajaran discovery learning dan kelas IX-C dengan jumlah 21 siswa sebagai kelas ekaperimen 2 yang diberi perlakuan berupa model pembelajaran probing prompting yang diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji Mann-Whitney dengan bantuan software SPSS versi 23.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukan nilai pretest kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2 pada kategori yang sama yaitu kurang aktif sedangkan pada nilai posstest kelas eksperimen 1 lebih tinggi yaitu 53,3% dengan kategori aktif dan kelas eksperimen 2 sebesar 43,14 dengan kategori kurang aktif. Sedangkan berdasarkan hasil analisis inferensial pada data pretest dengan taraf signifikasi 0,05 diperoleh p=0,5 maka H0 diterima sehingga tidak terdapat perbedaan keaktifan kelas eksperimen 1 dan 2. Sedangkan pada data posttest diperoleh p=0,0025 maka H0 ditolak dimana model pembelajaran discovery learning lebih baik dibandingkan probing prompting terhadap keaktifan belajar siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail