BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Usaha booth kopi di Kota Tarakan terus bertambah, tetapi pendapatan antarpelaku usaha tidak merata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah tenaga kerja, modal usaha, lama jam kerja, dan lokasi terhadap pendapatan usaha booth kopi di Kota Tarakan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dan berjumlah 100 pemilik booth kopi. Data dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS 27, dengan variabel lokasi diukur sebagai variabel dummy (1 = kawasan pusat kuliner, 0 = luar kawasan pusat kuliner). Hasil uji t menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja dan modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, dengan tenaga kerja sebagai variabel yang paling dominan (Beta = 0,574). Lama jam kerja dan lokasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (F hitung = 17,544; sig. 0,001) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,425, artinya 42,5% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh model, sedangkan 57,5% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha booth kopi di Kota Tarakan terus bertambah, tetapi pendapatan antarpelaku usaha tidak merata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah tenaga kerja, modal usaha, lama jam kerja, dan lokasi terhadap pendapatan usaha booth kopi di Kota Tarakan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dan berjumlah 100 pemilik booth kopi. Data dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS 27, dengan variabel lokasi diukur sebagai variabel dummy (1 = kawasan pusat kuliner, 0 = luar kawasan pusat kuliner). Hasil uji t menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja dan modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, dengan tenaga kerja sebagai variabel yang paling dominan (Beta = 0,574). Lama jam kerja dan lokasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (F hitung = 17,544; sig. 0,001) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,425, artinya 42,5% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh model, sedangkan 57,5% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Apakah ada pengaruh model pembelajaran discovery learning dengan menggunakan media audio visual terhadap hasil belajar Biologi siswa SMA Negeri 1 Sebatik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi eksperimental), penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Sebatik menggunakan purposive sampling adalah metode pengambilan sampel data yang didasarkan pada pertimbangan tertentu. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji independen t-test untuk memperoleh data nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari pada nilai signifikansi sebesar 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh yang signifikan pada penerapan model pembelajaran Discovery Learning dengan menggunakan media audio visual terhadap hasil belajar biologi siswa SMA Negeri 1 Sebatik. dari hasil penelitian keterkaitan discovery learning dengan media audio visual adalah model pembelajaran discovery learning yang dibantu media audio visual dapat meningkatkan kompetensi pengetahuan dan hasil belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Apakah ada pengaruh model pembelajaran discovery learning dengan menggunakan media audio visual terhadap hasil belajar Biologi siswa SMA Negeri 1 Sebatik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi eksperimental), penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Sebatik menggunakan purposive sampling adalah metode pengambilan sampel data yang didasarkan pada pertimbangan tertentu. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji independen t-test untuk memperoleh data nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari pada nilai signifikansi sebesar 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh yang signifikan pada penerapan model pembelajaran Discovery Learning dengan menggunakan media audio visual terhadap hasil belajar biologi siswa SMA Negeri 1 Sebatik. dari hasil penelitian keterkaitan discovery learning dengan media audio visual adalah model pembelajaran discovery learning yang dibantu media audio visual dapat meningkatkan kompetensi pengetahuan dan hasil belajar siswa.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Brainstorming merupakan salah satu alat edukasi yang digunakan untuk meningkatkan kreatifitas, motivasi dan kemampuan belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) bagaimana implementasi Brainstorming untuk meningkatkan kemampuan bicara dan (2) pandangan guru dan siswa terhadap implementasi tersebut pada siswa kelas sepuluh di MA Hurrasul Aqidah Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Inggris kelas sepuluh dan siswa kelas X-Putri. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen telaah dokumen, observasi dan wawancara serta dianalisis secara kualitatif dan dideskripsikan secara naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan teknik Brainstorming dapat meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran serta dapat mendorong siswa untuk menciptakan dan menyampaikan ide atau pendapat pada kemampuan speaking di dalam kelas. Bagi guru dan siswa, teknik Brainstorming sangat bagus dan penting sebagai alat edukasi dalam meningkatkan kreatvitas dan antusias belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada penerapan teknik Brainstorming terhadap kemampuan speaking siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Brainstorming merupakan salah satu alat edukasi yang digunakan untuk meningkatkan kreatifitas, motivasi dan kemampuan belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) bagaimana implementasi Brainstorming untuk meningkatkan kemampuan bicara dan (2) pandangan guru dan siswa terhadap implementasi tersebut pada siswa kelas sepuluh di MA Hurrasul Aqidah Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Inggris kelas sepuluh dan siswa kelas X-Putri. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen telaah dokumen, observasi dan wawancara serta dianalisis secara kualitatif dan dideskripsikan secara naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan teknik Brainstorming dapat meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran serta dapat mendorong siswa untuk menciptakan dan menyampaikan ide atau pendapat pada kemampuan speaking di dalam kelas. Bagi guru dan siswa, teknik Brainstorming sangat bagus dan penting sebagai alat edukasi dalam meningkatkan kreatvitas dan antusias belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada penerapan teknik Brainstorming terhadap kemampuan speaking siswa.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik pada awal usia kehidupan bayi yang dapat memenuhi kebutuhan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Masalah ASI eksklusif yang dihadapi sekarang ini adalah semakin menurunnya cakupan pemberian ASI eksklusif di Negara Indonesia, terutama pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan sebesar 30,2% sedangkan target pencapaian ASI eksklusif Nasional yaitu sebesar 80%. ASI Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Mamburungan tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengolahan data menggunakan analisis Univariat, sumber data diperoleh dari data sekunder. Pengambilan data dilakukan pada Agustus 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 55 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang tidak memberikan ASI eksklusif (70,59%) adalah yang berumur 20 – 35 Tahun yaitu sebanyak (47%), yang sebagian besarnya adalah multigravida sebanyak (45%) dan sebagian besar berpendidikan tinggi sebanyak (38%) serta sebagian besar berstatus IRT sebanyak (55%). Masih rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif, maka diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk lebih meningkatkan cakuan pemberian ASI eksklusif dan dapat memberikan informasi kepada ibu menyusui tentang manfaat dan kandungan ASI serta lebih mempromosikan kembali ASI eksklusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik pada awal usia kehidupan bayi yang dapat memenuhi kebutuhan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Masalah ASI eksklusif yang dihadapi sekarang ini adalah semakin menurunnya cakupan pemberian ASI eksklusif di Negara Indonesia, terutama pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan sebesar 30,2% sedangkan target pencapaian ASI eksklusif Nasional yaitu sebesar 80%. ASI Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Mamburungan tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengolahan data menggunakan analisis Univariat, sumber data diperoleh dari data sekunder. Pengambilan data dilakukan pada Agustus 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 55 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang tidak memberikan ASI eksklusif (70,59%) adalah yang berumur 20 – 35 Tahun yaitu sebanyak (47%), yang sebagian besarnya adalah multigravida sebanyak (45%) dan sebagian besar berpendidikan tinggi sebanyak (38%) serta sebagian besar berstatus IRT sebanyak (55%). Masih rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif, maka diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk lebih meningkatkan cakuan pemberian ASI eksklusif dan dapat memberikan informasi kepada ibu menyusui tentang manfaat dan kandungan ASI serta lebih mempromosikan kembali ASI eksklusif.