ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian tentang hubungan panjang berat dan faktor kondisi Barbonymus gonionotus telah dilakukan pada bulan Agustus 2020 di Sungai Kayan Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. Hasil penelitian menunjukkan hubungan panjang berat dengan persamaan W= 0,0046.L3,36 dan R2= 0,97. Hasil uji-t terhadap nilai b menunjukan bahwa nilai b ≠ 3. Pola pertumbuhan ikan adalah allometrik positif. Hasil analisis faktor kondisi berkisar antara 0,7 - 1,3 dengan rata-rata 0,9 nilai ini mengindikasikan bahwa kondisi ikan memiliki bobot tubuh yang ramping hingga agak gemuk.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan cupang merupakan salah satu ikan yang sangat digemari oleh masyarakat terkait dengan memiliki tubuh yang unik dan mudah untuk dipelihara. Keunikannya menjadi bagian yang harus diekplor lebih jauh, karena jenis ini memiliki keragaman yang cukup tinggi di Indonesia. Salah satu upaya mempertahankan keragaman dengan menelaah tingkat kekerabatan. Ikan cupang lokal Desa Sebidai secara morfologis diduga memiliki kekerabatan dengan ikan cupang Tanjung Batu Kota Tarakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis ikan cupang lokal yang di temukan di perairan rawa Sebidai Kabupaten Tana Tidung, untuk mengetahui karakter morfologis ikan cupang lokal, dan untuk mengetahui jarak genetik dan tingkat kekerabatan ikan cupang lokal berdasarkan penanda molekuler gen COI. Jenis yang akan dikaji tingkat kekerabantannya adalah ikan cupang di Desa Sebidai dan Tanjung Batu, Kota Tarakan. Metode pendekatan dilakukan berdasarkan penanda molekuler gen COI. Secara teknis hasil tersebut akan divalidasi dengan menggunakan GenBank. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2020. Sampel empat spesies diambil dari masing-masing lokasi, dan GenBank dengan menggunakan software MEGA X. Hasil analisis menunjukkan bahwa 4 contoh sampel ikan tidak memiliki hubungan dengan spesies yang bersal dari GenBank (Betta pi, Betta pugnax, Betta spelendens, Betta imbelis) dengan nilai homologi 86,81%. Hasil analisis jarak genetik dari 4 sampel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan ose (Congresox talabonoides) merupakan salah satu jenis ikan demersal yang memiliki nilai ekonomi penting di perairan Kalimantan Utara. Peningkatan aktivitas penangkapan berpotensi memengaruhi kelestarian populasinya sehingga diperlukan informasi biologis sebagai dasar pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang dan berat serta faktor kondisi ikan ose di perairan Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas 30 ekor ikan ose yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap pancing rawai di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan. Analisis Hubungan Panjang-Berat menggunakan persamaan W = aL^b , sedangkan Faktor Kondisi dihitung berdasarkan perbandingan berat aktual dan berat prediksi. Hasil penelitian menunjukkan ikan ose memiliki kisaran panjang 18,0 – 115,8 cm dan berat140 – 1.270gr, dengan rata – rata panjang 72,6 cm dan berat 72,5 gr. Persamaan Hubungan Panjang–Berat yang diperoleh adalah W = 6,650110922 dengan nilai koefisien determinasi R2 = 0,9351. Nilai b = 1,0922 3 menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif, yaitu dimana pertambahan panjang tubuh lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat . Nilai faktor kondisi berkisar antara 0,820 – 1,265 dengan rata – rata 1,005 yang mengindikasikan sebagian besar ikan berada dalam kondisi tubuh normal dan Perairan Kalimantan Utara masih mendukung pertumbuhan ikan ose. Hasil penelitian ini dapat menjdi informasi untuk pengelolaan sumberdaya ikan ose secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to examine the legal regulation, role, and function of the Collective Labor Agreement (PKB) and the dispute resolution mechanism in the event of a violation of rights in employment relations. The background of this research problem is rooted in the imbalance of bargaining position between workers and employers in the formulation of the PKB. Workers are often in a weaker social and economic position, causing the content of the PKB to potentially benefit employers more and trigger industrial relations disputes. This study uses a normative legal research type with a statutory approach and a conceptual approach. The collection of legal materials is carried out through library research, which is then analyzed qualitatively and prescriptively. The results of the study show that the PKB functions as the highest autonomous legal instrument within the internal environment of a company, aiming to provide legal certainty and distribute rights and obligations in a balanced manner. In companies that do not meet the requirements for forming a PKB, the alternative legal instrument used is the Company Regulation (PP). The PP is formulated unilaterally by the employer with an absolute obligation to comply with the minimum standards of statutory regulations. Violations of rights and obligations in industrial relations lead to administrative sanctions, civil sanctions in the form of compensation, and criminal sanctions. The parties must pursue dispute resolution in stages, starting from bipartite negotiations at the internal level. The failure of bipartite negotiations is forwarded to the tripartite track through mediation, conciliation, or arbitration, and the final stage continues to the litigation process at the Industrial Relations Court up to the cassation at the Supreme Court. The conclusion of this study confirms the position of the PKB as the highest autonomous law protecting workers, with a clear system of sanctions and dispute resolution in the event of a violation. The author suggests that workers and company management immediately strive for the formation of a PKB to replace the PP. Labor unions must increase their negotiation capacity, and government labor supervisory agencies must impose strict sanctions on companies that violate normative provisions.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak toxic friendship di SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan subjek empat siswa kelas VIII sebagai informan utama serta satu guru kelas sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toxic friendsip dalam pertemanan siswa terdapat lima dampak utama, yaitu kompetisi berlebihan, balas dendam, penghianatan, kecemburuan dan insecure. Kompetisi yang tidak sehat mendorong siswa saling membandingkan nilai, prestasi, dan kemampuan, sehingga menimbulkan iri hati serta tekanan untuk selalu unggul. Pengalaman dibocorkannya rahasia pribadi dan komentar yang merendahkan memicu penurunan kepercayaan, munculnya penarikan diri dari kelompok, rasa malu, serta berkurangnya kepercayaan diri dilingkungan sosial. Selain itu, candaan yang bernada meremehkan terkait penampilan maupun prestasi, serta kebiasaan membanding-bandingkan di antara teman sebaya, memperkuat rasa tidak aman dan mendorong siswa menghindari situasi sosial tertentu seperti presentasi atau tampil di depan kelas. Secara keseluruhan, toxic friendship di SMP Negeri 10 Tarakan secara bertahap mengikis kepercayaan, merusak harga diri. Penting untuk menyadari bahwa komunikasi yang efektif diperlukan untuk membangun hubungan yang sehat dikalangan remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK SUSILAWATI.2025. Nilai-Nilai Sosial dalam Penggambaran Hubungan Antarpersona pada Novel “3726 MDPL” Karya Nurwina Sari. Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Muhammad Ilham, S.S., M.Pd. Pembimbing Anggota: Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai sosial dalam penggambaran hubungan antarpersona yang terkandung dalam novel “3726 MDPL” karya Nurwina Sari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik baca, simak, catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik membaca atau menelaah, mengidentifikasi, mengklasifikasi, mendeskripsikan, menginterpretasi, dan menyimpulkan. Data dalam penelitian ini merupakan hasil pencatatan kutipan-kutipan pada kalimat dan paragraf dari kumpulan data dalam novel ‘3726 MDPL’ karya Nurwina Sari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua data-data dalam novel terkandung nilai sosial habitus, nilai sosial modal, dan nilai sosial arena. Nilai sosial habitus merujuk pada pola pikir, persepsi, dan tindakan yang terbentuk secara sosial; nilai sosial modal yang merujuk pada sumber daya sosial yang dimiliki oleh tokoh untuk berinteraksi dalam hubungan sosial, seperti modal ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik; nilai sosial arena merujuk pada ruang sosial tempat individu dan kelompok berinteraksi seperti arena pendidikan, seni, dan ekonomi. Secara keseluruhan, nilai-nilai sosial yang dominan dalam novel ini adalah nilai sosial habitus yang berhubungan dengan pola pikir, persepsi, dan tindakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SIFAT PERTUMBUHAN IKAN HIU MARTIL (Sphyrna lewini) YANG DIDARATKAN DI LINGKAS UJUNG, KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA Abstrak Ikan hiu bagian dari kelompok Elasmobranchii, memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sifat pertumbuhan ikan hiu martil (Sphyrna lewini) yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Lingkas Ujung, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian yaitu ikan hiu martil (Sphyrna lewini). Hasil penilitian karakter morfologi memiliki bentuk kepala yang khas yaitu pipih dan berbentuk martil, bentuk ujung kepala yang sedikit melengkung kebelakang, insang di setiap sisi kepala berbentuk cerutu dan memiliki 5-7 celah dengan berjarak sekitar 1 cm, memiliki sirip anus yang lebih pendek dari sirip pangkal ekor. Untuk hubungan PT-BT, nilai a eksponensial adalah 0.014 dan a logaritmik linier adalah 1,837. Hubungan PC-BT, nilai a eksponensial adalah 0,109 dan a logaritmik linier adalah 0,961. Sedangkan hubungan PS-BT, nilai a eksponensial adalah 3,94 dan a logaritmik linier adalah 0,595. Hasil uji t pada PT-B, PC-B, dan PS-B menunjukkan bahwa nilai t hitung secara konsisten lebih kecil dari t. Masing-masing nilai t hitung adlah -25,2169 (PT-B), -25,4270 (PC-B), dan -25,5786 (PC-B) sementara nilai t tabel adalah 1,666914. Nilai K yang tinggi mencerminkan ikan memiliki tubuh yang relatif gemuk dan sehat, sedangkan nilai K yang rendah menunjukkan tubuh yang lebih kurus dan mungkin mengalami stres lingkungan atau kekurangan pakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif (b 3), dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat. Uji t mengindikasikan bahwa secara statistik pertumbuhan mendekati isometrik, meskipun secara biologis cenderung allometrik negatif. Faktor kondisi juga memperlihatkan perbedaan antar jantan dan betina, dengan mayoritas jantan berbeda yang di kategorikan kurus, sedangkan betina memiliki kondisi fisiologis lebih baik dan proporsi tubuh yang lebih seimbang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kota Tarakan memiliki perikanan tangkap, salah satunya berasal dari alat tangkap rawai senggol (modifikasi rawai dasar). Alat tangkap ini efektif menangkap berbagai jenis ikan pari, salah satunya adalah ikan pari loreng (Himantura undulata). Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik morfometrik, meristik dan rasio ukuran serta hubungan panjang berat pari loreng hasil tangkapan rawai senggol yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling selama 3 bulan dari periode November 2024 hingga Januari 2025, dengan total sebanyak 54 ekor. Hasil analisis menunjukkan bahwa pari loreng memiliki bentuk tubuh quadrangular dengan sirip dada membulat, rostrum runcing, warna dorsal coklat bercorak menyerupai sarang lebah, ventral putih polos, serta ekor panjang dengan 1-2 duri beracun. Rasio lebar cakram terhadap total sebesar 0,57, sedangkan panjang cakram terhadap panjang total sebesar 0,53. Hubungan panjang dan berat total menunjukkan pertumbuhan allometrik negatif. Hubungan panjang cakram dan berat total menunjukkan pertumbuhan allometrik positif. Pola pertumbuhan tidak seimbang (allometrik) di pengaruhi oleh faktor ekologi, ketersediaan makanan, dan tekanan penangkapan. Hasil penelitian ini memberikan data ilmiah penting bagi khalayak ramai dalam pengelolaan sumberdaya pari secara berkelanjutan untuk menjaga ekosistem laut di perairan Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Bunyu terletak di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan utara. Keberadaan tambang batu bara di Perairan Pulau Bunyu diduga mencemari perairan yang mengakibatkan menurunnya kondisi air laut. Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan menurunnya kondisi ikan yang baik. Hubungan panjang berat ikan adalah salah satu informasi yang perlu diketahui dalam pengelolaan sumberdaya perikanan, seperti penentuan selektifitas alat tangkap ikan agar ikan yang tertangkap hanya ikan yang memiliki ukuran layak tangkap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesehatan fisik ikan yang tertangkap, termasuk ukuran, berat, dan kondisi lingkungan hidup ikan, guna mengetahui dampak dari penangkapan dan habitat ikan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai dengan Februari 2024. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan analisis data penelitian meliputi analisis hubungan panjang berat ikan dengan rumus W=〖aL〗^b (King,2007). Faktor kondisi adalah keadaan atau kondisi ikan yang menyatakan kegemukan ikan berdasarkan data panjang dan berat yang dinyatakan dengan angka-angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 300 sampel dengan 10 jenis ikan diperoleh nilai koefisien korelasi (b) berkisar 2,5408-3,3398. Hubungan panjang-berat ikan ini menunjukkan bahwa ikan dalam sampel tersebut memiliki pertumbuhan yang sehat, dengan berat yang sebanding dengan panjangnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN MENCUCI TANGAN PADA ANAK PRA SEKOLAH DI PAUD FAJAR MENTARI BINALATUNG ABSTRAK Pembentukan karakter mandiri pada anak usia dini memang tidak mudah, maka dari itu mewujudkan karakter mandiri pada anak membutuhkan peran ornag tua dalam memberikan pola asuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian mencuci tangan pada anak pra sekolah di Paud Fajar Mentari Binalatung. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode survei yang menggunakan desain penelitian cross-sectional mengumpulkan data satu per satu dalam satu waktu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua murid Paud Fajar Mentari yang berjumlah 50. Data dianalisis menggunakan analisis korelasional dengan mengunakan aplikasi pengolahan data statistik, dengan dua tahapan yaitu analisis data univariat dan analisis data bivariat. Hasil penelitian pada analisis univariat menunjukan bahwa mayoritas responden menerapkan pola asuh demokratis yaitu sebesar 42,0%, dalam kemandirian mencuci tangan pada anak mayoritas responden baik yaitu sebesar 38,0%, menunjukan bahwa murid-murid di Paud Fajar mentari mandiri dalam mencuci tangan. Analisis bivariat mengunakan uji korelasi spearman-rho untuk melihat hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian mencuci tangan menunjukan bahwa nilai p value sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima H0 ditolak. Ini berart bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel pola asuh orang tua dengan kemandirian mencuci tangan pada anak, Kata kunci: hubungan, kemandirian, mencuci tangan, pola asuh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tarakan memiliki potensi perikanan yang cukup besar terkait aktivitas perikanan tangkap di perairan Juata Laut dengan ragam alat tangkap yang digunakan, salah satunya alat tangkap pukat hela (trawl). Alat tangkap trawl merupakan alat penangkapan ikan berkantong dilengkapi papan pembuka mulut jaring. Salah satu ikan yang ditangkap oleh nelayan trawl di Juata Laut adalah ikan bawal (Pampus sp). Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik morfometrik meristik dan rasio ukuran ikan Pampus sp serta Hubungan Panjang Berat (HPB). Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan dari objek penelitian terkait ciri morfometrik, meristik dan ukuran ikan, yang digunakan dalam analisis rasio ukuran mendeskripsikan aspek morfometrik meristik dan analisis Hubungan Panjang Berat (HPB) menggambarkan sifat pertumbuhan dari sampel ikan Pampus sp. Hasil penelitian menujukkan bahwa secara morfometrik meristik ikan Pampus sp. memiliki karakter bentuk tubuh besar-gepeng membulat, bagian atas tubuh berwarna putih keperakan, terdapat bintik kecil berwarna hitam, sirip perut dan dubur berujung putih kekuningan dan jari-jari sirip punggung terakhir sejajar panjang, satu sirip punggung (dorsal), bagian depan sirip dorsal dan anal memanjang, serta ukuran Panjang Standar (PS) sebesar 0,86 kali dari ukuran Panjang Total (PT) dan ukuran Tinggi Badan (TB) sebesar 0,53 kali dari ukuran Panjang Total (PT). Karakteristik tersebut mengarah pada genus Pampus sp dengan indikasi jenis ikan bawal putih (P. argenteus). Regresi hubungan Panjang Total (PT) dan Panjang Standar (PS) terhadap Berat (B) sampel ikan Pampus sp. menghasilkan pola pertumbuhan allometrik positif (b = 3,579), bermakna pertumbuhan panjang lebih lambat dibandingkan dengan pertambahan berat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kota Tarakan adalah kota di provinsi Kalimantan Utara dengan luas wilayah 249,65 km² secara geografis berada pada 3014′23”-3026′37” Lintang Utara dan 117040′12” Bujur Timur. Secara administrasi terdiri dari dua pulau yaitu pulau Tarakan dan pulau Sadau. Kota Tarakan dengan karakter pulau kecil mempunyai potensi sumberdaya perikanan yang cukup berlimpah. Salah satu potensi sumberdaya ikan yaitu ikan putih/ kuwe (Caranx sp) yang ditangkap menggunakan alat tangkap pukat hela dengan fishing base di Kelurahan Lingkas Ujung. Penelitian bertujuan menguraikan tentang model dan sifat pertumbuhan Caranx sp. Metode penelitian secara deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel purposive sampling yang dilakukan di tempat pendaratan ikan di Kelurahan Lingkas Ujung sebanyak 12 kali sampling dalam 3 bulan. Selama sampling menghasilkan total sampel 900 ekor. Hasil analisis menghasilkan model pertumbuhan dalam bentuk persamaan Lt = 30,006 (1-2.17828-0,338 (t – 0728257)), dengan nilai parameter pertumbuhan: dugaan panjang maksimal yang mampu dicapai (L∞) sebesar 30,006 cm; koefisien pertumbuhan (K) sebesar 0,0038 cm/hari dan dugaan umur saat ukuran panjang teoritis null (t0) sebesar -0,728 hari. Sifat pertumbuhan yang dihasilkan dari analisis Hubungan Panjang Berat (HPB) sampel ikan Caranx sp. adalah allometrik negatif yang berarti pertumbuhan panjang dan berat tidak seimbang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan bawal putih merupakan salah satu ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi di perairan Sebatik yang ditangkap menggunakan alat tangkap jaring insang (gillnet) di daerah penangkapan di perairan Sei. Taiwan Sebatik. Analisis model dan sifat pertumbuhan Ikan bawal putih (P. argenteus) di pulau Sebatik diperlukan untuk kelengkapan data ilmiah tentang sumberdaya ikan di pulau Sebatik. Tujuan penelitian adalah untuk menguraikan dan menjelaskan model pertumbuhan Von Bertalanffy dan sifat pertumbuhan terkait dengan panjang berat pada ikan bawal putih (P. argenteus) yang didaratkan di pos pembelian ikan CV. Mentari Pagi Sebatik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi. Tahapan penelitian dimulai dengan pengukuran panjang dan berat sampel ikan bawal putih hingga pengolahan data panjang berat ikan sehingga menghasilkan model dan sifat pertumbuhan Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023-Maret 2024, dengan metode purposive sampling selama 24 kali sampling. Hasil penelitian didapatkan model pertumbuhan ikan bawal putih (P. argenteus) menghasilkan persamaan Lt = 66,672 {1 - 2.71828 -0.0183 (t - 0.909)} dengan parameter pertumbuhan panjang infinitive atau dugaan ukuran panjang maksimal ikan yang mampu dicapai (L∞) = 66,672 cm, koefisien pertumbuhan K = 0,0183 cm/hari dan nilai dugaan umur teoritis pada panjang nol (t0) = -0,909 hari. Hubungan panjang berat ikan bawal putih (P. argenteus) bersifat allometric negative yaitu pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat dengan nilai faktor kondisi (Kn) sebesar 0,443-2,900 yang apabila nilai Kn diatas 1 maka faktor kondisi ikan bawal putih (P. argenteus) dalam kondisi yang baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
TINJAUAN HUKUM TERHADAP PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) SECARA SEPIHAK OLEH PERUSAHAAN Abstrak Penelitian ini berisikan tentang pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya dikarenakan work shop yang biasa dijaga pekerja telah disewakan atau dialihkan kapada orang lain sehingga pekerja tidak ada pekerjaan lain yang berkaitan dengan tugas pekerja sebagai pengaman atau security. Pengusaha menyampaikan kepada pekerja bahwa pekerjaanya telah selesai, maka karena sudah tidak ada lagi pekerjaan maka Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan Pengusa masuk kategori Pemutusan Hubungan Kerja karena Efisiensi cukup beralasan hukum. berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah No.35 tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu tertentu, Alih Daya, waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja pasal 43 ayat (2). Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait tinjauan hukum terhadap pemutusan hubungan kerja. Pertama apa peran bipartit dan tripartit terhadap pemutusan sepihak yang dilakukan oleh perusahan terhadap pekerja? Kedua, bagaimana analisis pertimbangan hakim terhadap putusan perkara Nomor 22/Pdt.Sus PHI/2021/PN Smr. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variable penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan ketentuan hukum, yakni: instrumen hukum ketenagakerjaan terhadap pemutusan hubungan kerja secara sepihak oleh Perusahaan khusunya bagi pekerja yang telah di PHK dan menuntut haknya. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dalam sumber-sumber hukum ketenagakerjaan. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, data-data internet, ensiklopedi dan kamus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: Pertama, Bipartit berperan menjadi wadah komunikasi yang efektif bagi pengusaha dan pekerja, sehingga apa yang menjadi inspirasi atau keinginan dari pengusaha dan pekerja/buruh dapat disampaikan melalui Bipartit untuk dicarikan jalan keluarnya, sehingga masalah tersebut tidak menjadi besar. dan Tripartit berperan sebagai forum komunikasi dan musyawarah antara pekerja, pemerintah dan Perusahaan untuk membahas tuntutan-tuntutan pekerja yang diputus hubungan kerjanya memegang peran kunci dalam menyelesaikan pemutusan hubungan kerja Kedua, Analisis Pertimbangan Putusan Perkara Nomor 22/Pdt.Sus PHI/2021/PN Smr. adalah Hubungan Kerja antara Penggugat dengan Tergugat Putus Berdasarkan aturan yang telah diuraikan, bahwa adanya pengurangan hak terhadap tenaga kerja yang di putus dan pengusaha wajib membayar secara tunai dan sekaligus hak-hak Penggugat akibat Pemutusan Hubungan Kerja dengan Uang pesangon sebesar Uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2), Uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 40 ayat (4) Peraturan Pemerintah No.35 tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu tertentu, Alih Daya, waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja pasal 43 ayat (2).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kurangnya pemanfaatan teknologi maupun informasi serta modal tentu akan berpengaruh pada pendapatan petani yang tergabung dalam kelompok tani. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengevaluasi kinerja kelompok tani padi sawah (Oryza Sativa L) di Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara 2) Menganalisis pendapatan kelompok tani sawah (Oryza Sativa L) di Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara 3) menganalisis hubungan kinerja dengan pendapatan di Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara. Analisis data menggunakan skala likert dan korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa kinerja kelompok tani padi sawah di Desa Malinau Seberang Memiliki Kategori Sangat Tinggi dengan total nilai Keseluruhan 41,7. Masing-masing indikator kinerja di kategori tinggi dengan nilai 13,9. Total biaya variabel Rp. 2.882.0888 per Ha, dengan rata-rata total biaya tetap Rp.118.694 dan total biaya produksi sebesar Rp. 3.000.782. Penerimaan sebesar Rp.7.212.982 dan pendapatan di peroleh sebesar Rp. 4.212.201. Dari kinerja dan pendapatan menunjukan korelasi tingkat signifikan sebesar 0.027 yang lebih besar dari 0.05 maka H0 ditolak yang menyatakan hubungan positif akan tetapi sangat lemah. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tingkat kinerja yang tinggi akan tetapi pendapatan rendah. Kinerja tinggi dipengaruhi oleh tingginya pemanfaatan modal, penerapan teknologi dan pemanfaatan teknologi informasi. Sementara pendapatan rendah karena produksi padi masih rendah. Maka disarankan kepada petani sebaiknya meningkatkan lagi hasil produksinya sehingga dapat meningkatkan pendapatan. kinerja kelompok tani dapat lebih baik lagi agar menjadi lembaga yang memberi contoh untuk lembaga lainnya dan kepada pemerintah dapat memberi dukungan kepada kelompok tani untuk meningkatkan hasil panen padi sawah dengan memberi pengarahan kepada kelompok tani dalam bagaimana berusahatani yang lebih baik lagi agar pendapatan mereka lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hubungan panjang berat ikan merupakan salah satu parameter biologi perikanan yang perlu diketahui. Pengukuran panjang dan berat ikan berguna sebagai petunjuk tentang kegemukan, kesehatan, produktivitas dan kondisi fisiologis ikan. Pulau Tibi menjadi lokasi penelitian dan Ikan Kurau (Polynemus plebeius) menjadi target tangkapan nelayan sekaligus menjadi sampel penelitian. Pada penelitian ini, sampel ikan diambil dari hasil tangkapan Jaring Insang (Gill net). Masyarakat lokal mengenalnya dengan sebutan Pukat Kurau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan dan factor kondisi ikan Kurau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember – Februari 2024. Sampel ikan sebanyak 30 ekor. Persamaan hubungan Panjang berat ikan Kurau menunjukkan persamaan W = 0,059x2.595 dengan nilai R2 = 0,971. Hasil uji -t terhadap nilai b menunjukkan bahwa b ≠ 3, thitung (5,3) > ttabel (1,2) dengan selang kepercayaan 95%. Hal ini menunjukan bahwa pola pertumbuhan ikan Kurau bersifat alometrik negatif. Nilai faktor kondisi menunjukkan 90% ikan dalam kondisi normal dan persentase ikan dengan kondisi gemuk lebih besar daripada ikan dengan kondisi kurus. Hal ini mengindikasikan kesesuaian antara ikan dengan lingkungannya. Lingkungan daerah penangkapan ikan Kurau menyediakan makanan yang cukup bagi populasi ikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan merupakan suatu Kota yang terletak di Kalimantan Utara. Potensi sumberdaya perairan Tarakan yang cukup melimpah. Hal ini dapat dilihat banyaknya aktivitas perikanan tangkap di perairan Tarakan (Kelurahan Juata Laut dan Mamburungan) Kota Tarakan. Alat tangkap mini-trawl merupakan alat yang di operasikan pada perairan ini, salah satu hasil tangkapannya adalah ikan otek. Ikan otek memiliki nilai ekonomis. Ikan otek merupakan hasil tangkapan sampingan mini-trawl, ikan otek yang tertangkap diharapkan dapat diperkirakan pola pertumbuhan dan kondisi pada habitat aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan indeks kondisi Ikan otek (Arius sp) di Perairan Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif kuantitatif selama 4 bulan dari April -Juli 2023, dengan perposive sampling 12 kali sampling, jumlah sampel ikan 20-30 ekor/sampel. Pengambilan sampel di lakukan di dua perairan yaitu perairan Juata laut kota Tarakan dan Perairan Mamburungan kota Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hubungan panjang-berat ikan otek jantan dan betina memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. Indeks kondisi ikan otek jantan sebesar bentuk tubuh kurus 16,13%, bentuk tubuh normal 63,71% dan bentuk tubuh gemuk 20,16 %, dan ikan otek betina memiliki bentuk tubuh kurus 11,11%, bentuk tubuh normal 65,28% dan bentuk tubuh gemuk 23,61% . Ini Artinya ikan otek jantan dan betina memiliki tubuh yang normal atau ideal, ketersedian makanan, kondisi perairan mendukung pola pertumbuhan ikan otek pada perairan Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Ikan pelian sangat di gemari oleh masyarakat Kebupaten Malinau dan sekitarnya selain rasanya dagingnya yang gurih juga mempunyai kandungan minyak ikan yang tinggi, ikan Tor tambroides atau yang biasa dikenal dengan nama ikan pelian merupakan keluarga dari cyprinidae, ikan yang hidupnya di perairan sungai berarus deras ini masuk dalam ketegori terancam punah dan keberadaanya masuk daftar merah. Tingginya nilai permintaan ikan ini berpotensi terjadi over exploitasi sehingga ketersediaan ikan di alam akan terus berkurang bahkan hingga mengalami kepunahan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan panjang berat Ikan Pelian (Tor tambroides). Metode penelitian didekati dengan model hubungan panjang berat ikan dan faktor kondisi ikan. Hasil pengolahan data penelitian ikan pelian didapatkan pola pertumbuhan bersifat isometrik (b = 3,2247), dengan persamaan regresi Y = 0,0054x3,2247 dengan nilai koefisiensi determinasi (R2) sebesar 0,9247. Nilai faktor kondisi dengan nilai Wr di dapatkan kisaran 101 dengan bentuk tubuh yaitu kategori nilai 90-110 bentuk tubuh normal dengan presentase tertinggi (61,54%). Jenis ikan Tor tambroides yang di daratkan di pasar inai Kebupaten Malinau memiliki rata-rata panjang 35,26 cm dan berat 1098,46 gr. Hasil menumjukan pola pertumbuhan bersifat isometric dengan persamaan W=0,0054.L3.2247 dan faktor kondisi berada pada kisaran rata-rata 1,016273.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Bunyu mempunyai luas 192.32 km2 memiliki potensi hasil perikanan tangkap berlimpah di wilayah lautnya, salah satunya yaitu sumberdaya ikan kerapu lumpur (Epinepheluss sp.). Epinephelus sp. merupakan ikan dikenal dengan “groupers” memiliki sifat hidup soliter, memangsa ikan dan krustase serta komoditas perikanan mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi. Penelitian bertujuan tentang model dan sifat pertumbuhan Epinephelus sp. Metode penelitian secara deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel purposive sampling yang dilakukan di pos penjualan ikan pulau Bunyu selama 2 bulan (Febuari-Maret 2023) dengan 8 kali sampling, menghasilkan total sampel sebanyak 240 ekor. Analisis model pertumbuhan menghasilkan parameter pertumbuhan yaitu nilai koefisien pertumbuhan (K), panjang infinitif, (L∞) dan dugaan umur pada panjang null (t0) pendekatan von Bertalanffy. Hasil penelitian menghasilkan struktur umur dengan persamaan y = 0.0142x + 2.85353 dan nilai R2 = 0.5826. Model pertumbuhan persamaan model Von Bertalanffy adalah Lt = 131.608 {1 - 2.71828-0.0194(t - 0.801835)}. Parameter pertumbuhan panjang infinitive mencapai (L∞) = 131,608 cm diperkirakan terjadi ketika ikan kerapu (Epinephelus sp.) mencapai umur 918 hari. Koefisien pertumbuhan (K) 0,0194 cm/hari dan estimasi umur pada panjang teoritis null (to) = -0,801 hari. Sifat pertumbuhan diekspresikan dalam hubungan panjang berat Epinephelus sp. menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif dalam total sampling. Hal ini berarti pertambahan berat lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan panjang atau kondisi tubuh ikan kerapu cenderung gemuk atau montok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan Program Taman Baca Masyarakat terhadap Literasi Baca-Tulis Anak pada Rumah Baca Teras Perbatasan Desa Aji Kuning Pulau Sebatik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh anak didikan rumah baca teras perbatasan yang berjumlah 32 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability dengan teknik purposive sampling yang sampelnya sebanyak 20 anak. Kemampuan Literasi Baca-Tulis diukur dengan menggunakan keterampilan membaca dan keterampilan menulis berupa tes membaca cerita pendek dan soal uraian. Hasil nilai perolehan kemampuan membaca untuk nilai kriteria rendah yaitu kriteria (Baik) terdapat 5 anak dengan presentase 25% dan untuk nilai kriteria tertinggi yaitu kriteria (Sangat Baik) terdapat 15 anak dengan presentase 75% sedangkan nilai perolehan kemampuan menulis untuk kriteria rendah yaitu kriteria (Cukup) terdapat 3 anak dengan presetase 15% dan untuk nilai kriteria tertinggi yaitu kriteria (Sangat Baik) 14 anak dengan presentase 70%. Hubungan Rumah Baca Teras Perbatasan dengan Literasi Baca-Tulis diukur dengan menggunakan kusioner sebanyak 30 pernyataan. Berdasarkan hasil analisis uji korelasi pearson product moment pada taraf signifikan 5% (N=20) sebesar 0,0881 dengan kriteria tingkat hubungan sangat kuat dengan nilai p value sebesar 0,000 nilai p value 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang siginifikan antara program rumah baca teras perbatasan dengan literasi baca tulis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “Terdapat hubungan yang signifikan dan keeratan yang kuat antara Program Rumah Baca Teras Perbatasan dengan Literasi Baca Tulis Di Desa Aji Kuning Pulau Sebatik”.