Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Penulis: SUSILAWATI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Nilai-Nilai Sosial dalam Penggambaran Hubungan Antarpersona pada Novel "3726 MDPL" Karya Nurwina Sari

2026•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK SUSILAWATI.2025. Nilai-Nilai Sosial dalam Penggambaran Hubungan Antarpersona pada Novel “3726 MDPL” Karya Nurwina Sari. Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Muhammad Ilham, S.S., M.Pd. Pembimbing Anggota: Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai sosial dalam penggambaran hubungan antarpersona yang terkandung dalam novel “3726 MDPL” karya Nurwina Sari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik baca, simak, catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik membaca atau menelaah, mengidentifikasi, mengklasifikasi, mendeskripsikan, menginterpretasi, dan menyimpulkan. Data dalam penelitian ini merupakan hasil pencatatan kutipan-kutipan pada kalimat dan paragraf dari kumpulan data dalam novel ‘3726 MDPL’ karya Nurwina Sari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua data-data dalam novel terkandung nilai sosial habitus, nilai sosial modal, dan nilai sosial arena. Nilai sosial habitus merujuk pada pola pikir, persepsi, dan tindakan yang terbentuk secara sosial; nilai sosial modal yang merujuk pada sumber daya sosial yang dimiliki oleh tokoh untuk berinteraksi dalam hubungan sosial, seperti modal ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik; nilai sosial arena merujuk pada ruang sosial tempat individu dan kelompok berinteraksi seperti arena pendidikan, seni, dan ekonomi. Secara keseluruhan, nilai-nilai sosial yang dominan dalam novel ini adalah nilai sosial habitus yang berhubungan dengan pola pikir, persepsi, dan tindakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Nilai-Nilai Sosial dalam Penggambaran Hubungan Antarpersona pada Novel "3726 MDPL" Karya Nurwina Sari

2026•

ABSTRAK SUSILAWATI.2025. Nilai-Nilai Sosial dalam Penggambaran Hubungan Antarpersona pada Novel “3726 MDPL” Karya Nurwina Sari. Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Muhammad Ilham, S.S., M.Pd. Pembimbing Anggota: Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai sosial dalam penggambaran hubungan antarpersona yang terkandung dalam novel “3726 MDPL” karya Nurwina Sari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik baca, simak, catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik membaca atau menelaah, mengidentifikasi, mengklasifikasi, mendeskripsikan, menginterpretasi, dan menyimpulkan. Data dalam penelitian ini merupakan hasil pencatatan kutipan-kutipan pada kalimat dan paragraf dari kumpulan data dalam novel ‘3726 MDPL’ karya Nurwina Sari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua data-data dalam novel terkandung nilai sosial habitus, nilai sosial modal, dan nilai sosial arena. Nilai sosial habitus merujuk pada pola pikir, persepsi, dan tindakan yang terbentuk secara sosial; nilai sosial modal yang merujuk pada sumber daya sosial yang dimiliki oleh tokoh untuk berinteraksi dalam hubungan sosial, seperti modal ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik; nilai sosial arena merujuk pada ruang sosial tempat individu dan kelompok berinteraksi seperti arena pendidikan, seni, dan ekonomi. Secara keseluruhan, nilai-nilai sosial yang dominan dalam novel ini adalah nilai sosial habitus yang berhubungan dengan pola pikir, persepsi, dan tindakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Kewenangan Kepala Desa Buong Baru Kabupaten Tana Tidung dalam Menerapkan Disiplin Kerja Aparatur Desa

2025•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait kewenangan kepala desa buong baru kabupaten tana tidung dalam menerapkan disiplin aparatur desa. Pertama, bagaimana kewenangan kepala desa dalam menerapkan disiplin kerja aparat pemerintah desa didesa buong baru, kedua faktor-faktor apa saja yang jadi penghambat kepala desa dalam menerapkan sanksi administrasi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang dilakukan secara langsung dari hasil wawancara dari beberapa narasumber, yakni kepala desa, kepala bpd, sekdes dan tokoh masyarakat desa. Kemudian data sekundernya berupa undang-undang, peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan data pendukung lainnya. Perlunya kewenangan kepala desa buong baru kabupaten tana tidung dalam menerapkan disiplin aparatur desa. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan; pertama, kewenangan kepala desa telah berjalan dengan cukup baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kepala desa dianggap mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan efektif, termasuk dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan program pembangunan, serta pengelolaan administrasi desa. Selain itu, peraturan yang mengatur kewenangan kepala desa telah memberikan batasan dan panduan yang jelas sehingga tidak terjadi penyalahgunaan wewenang. Kedua, ada beberapa hambatan kepala desa dalam menerapkan sanksi administrasi, penghambat dalam penerapan sanksi administrasi oleh kepala desa melibatkan faktor eksternal, seperti kurangnya dukungan dari pemerintah atau birokrasi yang rumit. Serta faktor internal, seperti keterbatasan pengetahuan, sumber daya, dan tekanan sosial.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kewenangan Kepala Desa Buong Baru Kabupaten Tana Tidung dalam Menerapkan Disiplin Kerja Aparatur Desa

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait kewenangan kepala desa buong baru kabupaten tana tidung dalam menerapkan disiplin aparatur desa. Pertama, bagaimana kewenangan kepala desa dalam menerapkan disiplin kerja aparat pemerintah desa didesa buong baru, kedua faktor-faktor apa saja yang jadi penghambat kepala desa dalam menerapkan sanksi administrasi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang dilakukan secara langsung dari hasil wawancara dari beberapa narasumber, yakni kepala desa, kepala bpd, sekdes dan tokoh masyarakat desa. Kemudian data sekundernya berupa undang-undang, peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan data pendukung lainnya. Perlunya kewenangan kepala desa buong baru kabupaten tana tidung dalam menerapkan disiplin aparatur desa. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan; pertama, kewenangan kepala desa telah berjalan dengan cukup baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kepala desa dianggap mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan efektif, termasuk dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan program pembangunan, serta pengelolaan administrasi desa. Selain itu, peraturan yang mengatur kewenangan kepala desa telah memberikan batasan dan panduan yang jelas sehingga tidak terjadi penyalahgunaan wewenang. Kedua, ada beberapa hambatan kepala desa dalam menerapkan sanksi administrasi, penghambat dalam penerapan sanksi administrasi oleh kepala desa melibatkan faktor eksternal, seperti kurangnya dukungan dari pemerintah atau birokrasi yang rumit. Serta faktor internal, seperti keterbatasan pengetahuan, sumber daya, dan tekanan sosial.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Kemandirian Belajar Matematika Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan

2022•Koleksi Perpustakaan

Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan ditinjau dari kemandirian belajar matematika tingkat tinggi, (2) untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan ditinjau dari kemandirian belajar matematika tingkat rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan angket, tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) peserta didik dengan kategori kemandirian belajar tinggi dapat menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik dan memenuhi seluruh indikator pemecahan masalah, (2) peserta didik dengan kategori kemandirian belajar rendah belum mampu menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik. Peserta didik pada kategori ini dapat memenuhi indikator memahami masalah namun belum memenuhi indikator pemecahan masalah lainnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Kemandirian Belajar Matematika Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan ditinjau dari kemandirian belajar matematika tingkat tinggi, (2) untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan ditinjau dari kemandirian belajar matematika tingkat rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan angket, tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) peserta didik dengan kategori kemandirian belajar tinggi dapat menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik dan memenuhi seluruh indikator pemecahan masalah, (2) peserta didik dengan kategori kemandirian belajar rendah belum mampu menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik. Peserta didik pada kategori ini dapat memenuhi indikator memahami masalah namun belum memenuhi indikator pemecahan masalah lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA HAMA PADA TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris) DI LAHAN PETANI DAERAH JUATA PERMAI TARAKAN UTARA

2022•Koleksi Perpustakaan

Produksi semangka mengalami penurunan sebesar 3,54% pada ahun 2018. Yang merupakan dampak dari adanya OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman baik kualitas maupun kuantitas maka perlu dilakukan pemeliharaan terhadap tanaman semangka khususnya pada kegiatan pengendalian serangga hama. Untuk memperoleh informasi mengenai serangga hama khususnya yang menyerang tanaman semangka maka perlu dilakukan identifikasi serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis serangga hama yang menyerang tanaman semangka dan mengetahui jenis kerusakan yang diakibatkan oleh serangga hama pada Tanaman semangka. Skripsi ini menggunakan metode koleksi aktif dan koleksi pasif, koleksi aktif menggunakan pengambilan secara langsung dan koleksi pasif merupakan metode koleksi menggunakan perangkap seperti pitfall trap dan yellow trap. Serangga yang diperoleh selanjutnya di identifikasi dan di analisis secara deskriptif. Data yang didapatkan pada saat penelitian dikumpulkan dengan survei di lapangan dan pengamatan lokasi yang dijadikan tempat penelitian dengan menggunakan plot-plot pengamatan. Terdapat 8 jenis hama yang menyerang tanaman semangka pada lahan penelitian yaitu Walang sangit (Leptocorisa acuta) , Belalang kayu (Valanga Nigricoris), Belalang hijau (Oxya hyla), Kutu daun (Aphis gossypii sp.), Kumbang daun (Aulacophora simillis) , Lalat buah (Bactrocera dorsalis), Ulat daun (Plutella xylostella), Gangsir/jangkrik (Gryllotalpa orientalis). Terdapat 3 jenis kerusakan yang diakibatkan oleh serangga hama yaitu mengeritingnya daun yang diakibatkan oleh serangga hama berordo hemipteran dengan tipe mulut penusuk-penghisap, Daun berlubang dan robek yang diakibatkan oleh serangga hama berordo ortoptera dengan tipe mulut pengigit – pengunyah, kemudian bolongnya buah tanaman yang diakibatkan oleh serangan lalat buah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA HAMA PADA TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris) DI LAHAN PETANI DAERAH JUATA PERMAI TARAKAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produksi semangka mengalami penurunan sebesar 3,54% pada ahun 2018. Yang merupakan dampak dari adanya OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman baik kualitas maupun kuantitas maka perlu dilakukan pemeliharaan terhadap tanaman semangka khususnya pada kegiatan pengendalian serangga hama. Untuk memperoleh informasi mengenai serangga hama khususnya yang menyerang tanaman semangka maka perlu dilakukan identifikasi serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis serangga hama yang menyerang tanaman semangka dan mengetahui jenis kerusakan yang diakibatkan oleh serangga hama pada Tanaman semangka. Skripsi ini menggunakan metode koleksi aktif dan koleksi pasif, koleksi aktif menggunakan pengambilan secara langsung dan koleksi pasif merupakan metode koleksi menggunakan perangkap seperti pitfall trap dan yellow trap. Serangga yang diperoleh selanjutnya di identifikasi dan di analisis secara deskriptif. Data yang didapatkan pada saat penelitian dikumpulkan dengan survei di lapangan dan pengamatan lokasi yang dijadikan tempat penelitian dengan menggunakan plot-plot pengamatan. Terdapat 8 jenis hama yang menyerang tanaman semangka pada lahan penelitian yaitu Walang sangit (Leptocorisa acuta) , Belalang kayu (Valanga Nigricoris), Belalang hijau (Oxya hyla), Kutu daun (Aphis gossypii sp.), Kumbang daun (Aulacophora simillis) , Lalat buah (Bactrocera dorsalis), Ulat daun (Plutella xylostella), Gangsir/jangkrik (Gryllotalpa orientalis). Terdapat 3 jenis kerusakan yang diakibatkan oleh serangga hama yaitu mengeritingnya daun yang diakibatkan oleh serangga hama berordo hemipteran dengan tipe mulut penusuk-penghisap, Daun berlubang dan robek yang diakibatkan oleh serangga hama berordo ortoptera dengan tipe mulut pengigit – pengunyah, kemudian bolongnya buah tanaman yang diakibatkan oleh serangan lalat buah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI (Aeromonas hydrophila)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bakteri (Aeromonas hydrophila) merupakan jenis bakteri yang bersifat pathogen dan dapat menyebabkan penyakit sistemik serta mengakibatkan kematian secara massal. Infeksi bakteri A.hydrophila dapat menyebabkan penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Infeksi bakteri A.hydrophila menjadi penyebab penyakit yang menyerang ikan air tawar baik ikan hias maupun ikan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun ketapang terhadap bakteri A.hydrophila. Aquades digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Pengujian antibakteri dengan menggunakan metode difusi kertas cakram. Pada uji antibakteri dilakukan sebanyak 6 perlakuan 3 ulangan yaitu, kontrol positif (Tetrachyline), kontrol negatif (Aquades), A 500ppm, B 750ppm, C 1000ppm dan D 1250ppm. Hasil penelitian uji antibakteri menunjukkan ekstrak daun ketapang dengan konsentrasi terbaik yaitu pada perlakuan D dengan konsentrasi 1250ppm sebesar 28mm. Aeromonas hydrophila is a pathogenic bacterial type which can cause a systemic disease and even mass death. A. hydrophila bacterial infection causes a disease attacking the freshwater fish, both ornamental and consumption fish. This research aimed to figure out the inhibitory power of ketapang leaf extract against A. hydrophila bacteria. Distilled water was used as a solvent in the extraction process. Antibacterial testing was conducted using a paper disc diffusion method in 6 treatments positive control (Tetrachyline), negative control, (Aquades), A 500ppm, B 750ppm, C 1000ppm and D 1250ppm with 3 repetitions. The antibacterial testing results showed that the best concentration of ketapang leaf extract was in treatment D with the concentration of 1250ppm at 28mm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI (Aeromonas hydrophila)

2021•Koleksi Perpustakaan

Bakteri (Aeromonas hydrophila) merupakan jenis bakteri yang bersifat pathogen dan dapat menyebabkan penyakit sistemik serta mengakibatkan kematian secara massal. Infeksi bakteri A.hydrophila dapat menyebabkan penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Infeksi bakteri A.hydrophila menjadi penyebab penyakit yang menyerang ikan air tawar baik ikan hias maupun ikan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun ketapang terhadap bakteri A.hydrophila. Aquades digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Pengujian antibakteri dengan menggunakan metode difusi kertas cakram. Pada uji antibakteri dilakukan sebanyak 6 perlakuan 3 ulangan yaitu, kontrol positif (Tetrachyline), kontrol negatif (Aquades), A 500ppm, B 750ppm, C 1000ppm dan D 1250ppm. Hasil penelitian uji antibakteri menunjukkan ekstrak daun ketapang dengan konsentrasi terbaik yaitu pada perlakuan D dengan konsentrasi 1250ppm sebesar 28mm. Aeromonas hydrophila is a pathogenic bacterial type which can cause a systemic disease and even mass death. A. hydrophila bacterial infection causes a disease attacking the freshwater fish, both ornamental and consumption fish. This research aimed to figure out the inhibitory power of ketapang leaf extract against A. hydrophila bacteria. Distilled water was used as a solvent in the extraction process. Antibacterial testing was conducted using a paper disc diffusion method in 6 treatments positive control (Tetrachyline), negative control, (Aquades), A 500ppm, B 750ppm, C 1000ppm and D 1250ppm with 3 repetitions. The antibacterial testing results showed that the best concentration of ketapang leaf extract was in treatment D with the concentration of 1250ppm at 28mm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail