ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kinerja merupakan hasil kerja baik kuantitas maupun kualitas yang dicapai oleh individu dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan melihat kualitas dan kuantitas hasil kerja, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap prosedur serta kerja sama tim. Tentu saja dalam prosesnya kinerja para aparatur Desa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, Seperti pemberian kompensasi, penghargaan maupun motivasi dari setiap individu. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menggetahui bagaimana pengaruh kompensasi dan penghargaan terhadap kinerja aparatur pemerintah desa dengan mediasi motivasi kerja di kecamatan malinau utara. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada seluruh Aparatur Pemerintahan Desa yang ada di Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau yang terdiri dari 12 Desa. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 96 aparatur pemerintah desa. Teknik sampling yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sampling jenuh (census sampling) dimana, seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang terdiri dari 55 butir instrumen pertanyaan yang mencakup variabel Kompensasi (X1), Penghargaan (X2), Motivasi Kerja (Z), dan Kinerja Aparatur (Y). Analisis ini meliputi uji Outer Model, uji Inner Model, serta Hipotesis. Sedangkan pengolahan datanya menggunakan Smarpls. Berdasarkan hasil analisis PLS Algorithm, diperoleh nilai R-Square pada Variabel Kinerja Aparatur (Y) sebesar 0,782 hal ini menunjukan bahwa variabel Kompensasi (X1) dan Penghargaan (X2) dan Motivasi kerja sebagai variabel mediasi secara simultan berkontribusi positif atau berpengaruh positif terhadap kinerja aparatur pemerintah desa di Kecamatan Malinau Utara dengan nilai pengaruh sebesar 78,2%, Sedangkan sisanya 21,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari variabel yang di bahas dalam penelitian ini., sehingga semakin baik dan proporsional pemberian kompensasi, penghargaan dan motivasi kerja maka akan meningkatkan kinerja aparatur desa di Kecamatan Malinau Utara. Hasil ini menunjukan hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh kompensasi dan penghargaan terhadap kinerja aparatur pemerintah desa dengan mediasi motivasi kerja di kecamatan malinau utara di terima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kinerja merupakan hasil kerja baik kuantitas maupun kualitas yang dicapai oleh individu dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan melihat kualitas dan kuantitas hasil kerja, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap prosedur serta kerja sama tim. Tentu saja dalam prosesnya kinerja para aparatur Desa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, Seperti pemberian kompensasi, penghargaan maupun motivasi dari setiap individu. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menggetahui bagaimana pengaruh kompensasi dan penghargaan terhadap kinerja aparatur pemerintah desa dengan mediasi motivasi kerja di kecamatan malinau utara. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada seluruh Aparatur Pemerintahan Desa yang ada di Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau yang terdiri dari 12 Desa. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 96 aparatur pemerintah desa. Teknik sampling yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sampling jenuh (census sampling) dimana, seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang terdiri dari 55 butir instrumen pertanyaan yang mencakup variabel Kompensasi (X1), Penghargaan (X2), Motivasi Kerja (Z), dan Kinerja Aparatur (Y). Analisis ini meliputi uji Outer Model, uji Inner Model, serta Hipotesis. Sedangkan pengolahan datanya menggunakan Smarpls. Berdasarkan hasil analisis PLS Algorithm, diperoleh nilai R-Square pada Variabel Kinerja Aparatur (Y) sebesar 0,782 hal ini menunjukan bahwa variabel Kompensasi (X1) dan Penghargaan (X2) dan Motivasi kerja sebagai variabel mediasi secara simultan berkontribusi positif atau berpengaruh positif terhadap kinerja aparatur pemerintah desa di Kecamatan Malinau Utara dengan nilai pengaruh sebesar 78,2%, Sedangkan sisanya 21,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari variabel yang di bahas dalam penelitian ini., sehingga semakin baik dan proporsional pemberian kompensasi, penghargaan dan motivasi kerja maka akan meningkatkan kinerja aparatur desa di Kecamatan Malinau Utara. Hasil ini menunjukan hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh kompensasi dan penghargaan terhadap kinerja aparatur pemerintah desa dengan mediasi motivasi kerja di kecamatan malinau utara di terima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) serta memahami pengaruhnya terhadap tingkat akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa di Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi sejauh mana pemahaman aparatur desa terhadap SISKEUDES memengaruhi akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 24 aparatur desa di tiga desa di Kecamatan Bunyu. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SISKEUDES berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa. Selain itu, tingkat pemahaman aparatur desa terhadap SISKEUDES juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntabilitas, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pemahaman aparatur desa, semakin baik pula akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait kewenangan kepala desa buong baru kabupaten tana tidung dalam menerapkan disiplin aparatur desa. Pertama, bagaimana kewenangan kepala desa dalam menerapkan disiplin kerja aparat pemerintah desa didesa buong baru, kedua faktor-faktor apa saja yang jadi penghambat kepala desa dalam menerapkan sanksi administrasi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang dilakukan secara langsung dari hasil wawancara dari beberapa narasumber, yakni kepala desa, kepala bpd, sekdes dan tokoh masyarakat desa. Kemudian data sekundernya berupa undang-undang, peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan data pendukung lainnya. Perlunya kewenangan kepala desa buong baru kabupaten tana tidung dalam menerapkan disiplin aparatur desa. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan; pertama, kewenangan kepala desa telah berjalan dengan cukup baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kepala desa dianggap mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan efektif, termasuk dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan program pembangunan, serta pengelolaan administrasi desa. Selain itu, peraturan yang mengatur kewenangan kepala desa telah memberikan batasan dan panduan yang jelas sehingga tidak terjadi penyalahgunaan wewenang. Kedua, ada beberapa hambatan kepala desa dalam menerapkan sanksi administrasi, penghambat dalam penerapan sanksi administrasi oleh kepala desa melibatkan faktor eksternal, seperti kurangnya dukungan dari pemerintah atau birokrasi yang rumit. Serta faktor internal, seperti keterbatasan pengetahuan, sumber daya, dan tekanan sosial.