Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Penghargaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPENSASI DAN PENGHARGAAN TERHADAP KINERJA APARATUR PEMERINTAH DESA DENGAN MEDIASI MOTIVASI KERJA DI KECAMATAN MALINAU UTARA.

2026•

Kinerja merupakan hasil kerja baik kuantitas maupun kualitas yang dicapai oleh individu dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan melihat kualitas dan kuantitas hasil kerja, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap prosedur serta kerja sama tim. Tentu saja dalam prosesnya kinerja para aparatur Desa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, Seperti pemberian kompensasi, penghargaan maupun motivasi dari setiap individu. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menggetahui bagaimana pengaruh kompensasi dan penghargaan terhadap kinerja aparatur pemerintah desa dengan mediasi motivasi kerja di kecamatan malinau utara. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada seluruh Aparatur Pemerintahan Desa yang ada di Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau yang terdiri dari 12 Desa. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 96 aparatur pemerintah desa. Teknik sampling yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sampling jenuh (census sampling) dimana, seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang terdiri dari 55 butir instrumen pertanyaan yang mencakup variabel Kompensasi (X1), Penghargaan (X2), Motivasi Kerja (Z), dan Kinerja Aparatur (Y). Analisis ini meliputi uji Outer Model, uji Inner Model, serta Hipotesis. Sedangkan pengolahan datanya menggunakan Smarpls. Berdasarkan hasil analisis PLS Algorithm, diperoleh nilai R-Square pada Variabel Kinerja Aparatur (Y) sebesar 0,782 hal ini menunjukan bahwa variabel Kompensasi (X1) dan Penghargaan (X2) dan Motivasi kerja sebagai variabel mediasi secara simultan berkontribusi positif atau berpengaruh positif terhadap kinerja aparatur pemerintah desa di Kecamatan Malinau Utara dengan nilai pengaruh sebesar 78,2%, Sedangkan sisanya 21,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari variabel yang di bahas dalam penelitian ini., sehingga semakin baik dan proporsional pemberian kompensasi, penghargaan dan motivasi kerja maka akan meningkatkan kinerja aparatur desa di Kecamatan Malinau Utara. Hasil ini menunjukan hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh kompensasi dan penghargaan terhadap kinerja aparatur pemerintah desa dengan mediasi motivasi kerja di kecamatan malinau utara di terima.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPENSASI DAN PENGHARGAAN TERHADAP KINERJA APARATUR PEMERINTAH DESA DENGAN MEDIASI MOTIVASI KERJA DI KECAMATAN MALINAU UTARA.

2026•

Kinerja merupakan hasil kerja baik kuantitas maupun kualitas yang dicapai oleh individu dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan melihat kualitas dan kuantitas hasil kerja, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap prosedur serta kerja sama tim. Tentu saja dalam prosesnya kinerja para aparatur Desa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, Seperti pemberian kompensasi, penghargaan maupun motivasi dari setiap individu. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menggetahui bagaimana pengaruh kompensasi dan penghargaan terhadap kinerja aparatur pemerintah desa dengan mediasi motivasi kerja di kecamatan malinau utara. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada seluruh Aparatur Pemerintahan Desa yang ada di Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau yang terdiri dari 12 Desa. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 96 aparatur pemerintah desa. Teknik sampling yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sampling jenuh (census sampling) dimana, seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang terdiri dari 55 butir instrumen pertanyaan yang mencakup variabel Kompensasi (X1), Penghargaan (X2), Motivasi Kerja (Z), dan Kinerja Aparatur (Y). Analisis ini meliputi uji Outer Model, uji Inner Model, serta Hipotesis. Sedangkan pengolahan datanya menggunakan Smarpls. Berdasarkan hasil analisis PLS Algorithm, diperoleh nilai R-Square pada Variabel Kinerja Aparatur (Y) sebesar 0,782 hal ini menunjukan bahwa variabel Kompensasi (X1) dan Penghargaan (X2) dan Motivasi kerja sebagai variabel mediasi secara simultan berkontribusi positif atau berpengaruh positif terhadap kinerja aparatur pemerintah desa di Kecamatan Malinau Utara dengan nilai pengaruh sebesar 78,2%, Sedangkan sisanya 21,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari variabel yang di bahas dalam penelitian ini., sehingga semakin baik dan proporsional pemberian kompensasi, penghargaan dan motivasi kerja maka akan meningkatkan kinerja aparatur desa di Kecamatan Malinau Utara. Hasil ini menunjukan hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh kompensasi dan penghargaan terhadap kinerja aparatur pemerintah desa dengan mediasi motivasi kerja di kecamatan malinau utara di terima.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLITIK HUKUM PENGHARGAAN TERHADAP ASN DALAM KERANGKA PROFESIONALISME ASN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penerapan sistem merit dalam manajemen ASN secara normatif menempatkan penghargaan dan pengakuan kinerja sebagai instrumen strategis untuk membangun profesionalisme ASN. Namun, dalam praktik birokrasi Indonesia, kebijakan penghargaan terhadap ASN kerap menghadapi distorsi politik hukum, mulai dari bias patronase hingga lemahnya integrasi antara regulasi dan implementasi di tingkat instansi pemerintah. Tesis ini mengkaji politik hukum di balik desain dan pelaksanaan kebijakan penghargaan bagi ASN serta menilai sejauh mana kerangka regulatif tersebut mampu mendorong profesionalisme ASN secara konsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-normatif yang dipadukan dengan analisis politik hukum dan teori profesionalisme birokrasi. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan, serta literatur akademik, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi konstruksi normatif, kecenderungan politik hukum, dan celah implementatif yang memengaruhi efektivitas kebijakan penghargaan ASN. Penelitian ini juga menelaah hubungan antara sistem merit, objektivitas penilaian kinerja, serta desain penghargaan sebagai mekanisme institusional untuk memperkuat integritas, kompetensi, dan akuntabilitas ASN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kerangka regulasi telah menegaskan perlunya pemberian penghargaan berbasis kinerja, terdapat ketegangan antara prinsip profesionalisme dengan dinamika politik hukum yang membentuk kebijakan ASN. Inkonsistensi regulasi, tarik-menarik kepentingan politik birokrasi, serta lemahnya budaya kinerja menyebabkan kebijakan penghargaan belum sepenuhnya berfungsi sebagai pendorong profesionalisme. Temuan ini menegaskan perlunya rekonstruksi politik hukum yang lebih tegas dalam mengarusutamakan sistem merit, memperkuat instrumen evaluasi kinerja yang objektif, serta memastikan bahwa penghargaan diberikan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi non-merit. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis dalam kajian politik hukum ASN dan kontribusi praktis bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan model penghargaan yang selaras dengan prinsip profesionalisme ASN. Dengan demikian, penghargaan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi administratif, tetapi juga instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas birokrasi Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kepemimpinan, Penghargaan dan Hukuman Terhadap Karyawan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk KC dan KCP Simpang Tiga Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh kepemimpinan, penghargaan dan hukuman terhadap kinerja karyawan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk KC dan KCP Simpang Tiga Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode angket atau kuesioner. Pengaruh secara parsial diperoleh hasil yaitu teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 132 karyawan. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan model regresi linier berganda dengan uji t (parsial) dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis regresi berganda dengan uji t (parsial) dengan bantuan program SPSS ditemukan kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kinerja, penghargaan berpengaruh positif terhadap kinerja, dan hukuman berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail