ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
A student's self-directed learning and self-motivated study are referred to as learning autonomy, which is marked by their self-reliance, confidence, responsibility (independence), initiative, and control. Concerns over students' learning independence necessitate suitable guidance and counseling services, including group guidance through the "Lempar sandal game". This research attempts to assess the impact of group counseling services utilizing the "Lempar sandal game" on students' learning autonomy at SMPN 7 Tarakan. This research employs a quantitative methodology with a pre-experimental framework involving a one-group pretest-posttest design. The research sample comprised eighth-grade students chosen by random sampling. Data were gathered utilizing a learning independence scale and examined with a paired-sample t-test. The results revealed a difference in learning independence scores prior to and following the intervention. The mean pretest score of 89.875 grew to 130.625 on the posttest, with a calculated t-value of -6.315 (df = 7). The significance threshold was 0.000 0.05. Ho was rejected, whereas H, was accepted, showing that group counseling utilizing the "sandal-throwing game" improves the learning independence of eighth-grade students at SMP Negeri 7 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar matematika murid kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Palas Tengah. Metode penelitian yang digunakan Adalah metode survei dengan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Data kemandirian belajar dikumpulkan menggunakan instrumen angket/kuesioner dengan skala Likert yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Data hasil belajar matematika diperoleh melalui dokumentasi nilai ulangan Penilaian Tengah Semester (PTS) Tahun Ajaran 2026/2027. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi non-parametrik Rank spearman dengan bantuan program SPSS 25.0, hal ini dikarenakan salah satu variable tidak berdistribusi normal. Penelitian menggunakan Teknik sampel jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 30 murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar matematika ditunjukan oleh nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,130. Implikasi dari penelitian ini secara teoritis menegaskan bahwa variabel kemandirian belajar tidak dapat berdiri dalam memprediksi hasil belajar, melainkan selalu berinteraksi dengan faktor lingkungan atau iklim institusional kelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media film dalam layanan informasi terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain one group pretest–posttest design. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kemandirian belajar, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Paired Sample T-Test dengan bantuan program SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian belajar siswa sebelum diberikan layanan informasi dengan media film berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata pretest sebesar 68,46, sedangkan setelah diberikan perlakuan mengalami peningkatan pada kategori tinggi dan sangat tinggi dengan nilai rata-rata posttest sebesar 83,43. Peningkatan rata-rata skor kemandirian belajar sebesar 14,96. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan media film dalam layanan informasi terhadap kemandirian belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa layanan informasi berbantuan media film efektif digunakan untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa, khususnya pada indikator percaya diri, inisiatif, motivasi, tanggung jawab, dan disiplin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kemandirian Belajar ialah tindakan individu yang dapat berinisiatif, dapat menyelesaikan permasalahan, memiliki rasa percaya diri untuk melaksanakan aktivitas pembelajaran. Namun saat ini masih terdapat murid yang mempunyai rendahnya kemandirian belajar, yang ditandai dengan kurangnya inisiatif, kurangnya rasa bertanggung jawab dan selalu bergantung terhadap orang lain. Analisis ini memiliki tujuan untuk memahami pengaruh teknik self management terhadap kemandirian belajar siswa. Analisis ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan design eksperimen one grup pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 10 murid di kelas XI yang di ambil dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan skala likert dan analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif serta inferensial dengan uji paired sample T-test menggunakan SPSS statistic 26. Hasil analisis menyatakan bahwasannya nilai signifikan (sig 2-Tailed) sebesar 0,002
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar terhadap keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024 pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan sebanyak 137 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 41 siswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, penyebaran angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji product moment dengan bantuan program SPSS versi 26. Berdasarkan analisis statistik deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor kemandirian belajar adalah 49 termasuk kategori sedang dan nilai rata-rata skor keaktifan belajar adalah 38 termasuk kategori sedang. Berdasarkan analisis statistik inferensial, hasil penelitian menunjukkan besarnya nilai korelasi kemandirian belajar dengan keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia adalah 0,697 dengan tingkat korelasi tinggi atau kuat. Apabila nilai rhitung = 0,697 dibandingkan dengan nilai rtabel = 0,308 dengan jumlah N = 41 pada taraf signifikansi 5%, maka diperoleh nilai rhitung 0,697 > rtabel 0,308 yang berarti hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan. Besarnya sumbangan atau kontribusi yang diberikan oleh kemandirian belajar terhadap keaktifan belajar sebesar 48,5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ririn Astria, 2024, “Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar siswa di SMPN 13 Tarakan”. Program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Pembimbing utama Nurul Fadilah, S.Pd.I., M.Pd dan Ni Made Diah Padmi, M.Pd selaku pembimbing anggota. Kemandirian belajar merupakan proses perancangan dan pemantauan diri yang seksama terhadap proses kognitif dan afektif dalam menyelesaikan suatu tugas akademik. Sebagai proses belajar yang terjadi karena pengaruh dari pemikiran, perasaan, strategi, dan perilaku sendiri yang berorientasi pada pencapaian tujuan. Permasalahan terkait kemandirian belajar siswa di SMPN 13 Tarakan seperti, terdapat beberapa siswa yang tidak bertanggungjawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan dan terdapat juga siswa yang tidak mampu mengikuti selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa di SMPN 13 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara kepada satu guru bimbingan dan konseling dan satu wali kelas VIII. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi kemandirian belajar siswa menjadi tanggungjawab guru bimbingan dan konseling. Hal ini diketahui bahwa guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 13 Tarakan melakukan identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, pemberian bantuan, evaluasi dan tindak lanjut ketika terdapat siswa yang mengalami permasalahan terkait kemandirian belajar. Selain itu, guru BK memberikan layanan konseling kelompok dan konseling individual kepada siswa dan membawa perubahan baik dirinya, hingga tujuan dari penelitian ini tercapai, yaitu untuk membantu siswa dalam kemandirian belajar siswa disekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandiriana belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa SMA Mhammadiyah Tarakan kelas XI. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan proportionate random sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini 67 responden siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS for windows untuk menganalisis data hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori kemandirian belajar siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan dominan pada kategori tinggi dengan persentase 57%. Hasil hasil belajar matematika siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan dominan pada kategori sangat rendah dengan persentase 96%. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa kemandirian belajar memberikan kontribusi 20,3% terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan. Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian belajar siswa berpengaruh negatif secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemandirian belajar merupakan peningkatan dalam pengetahuan, kemampuan, atau perkembangan individu di mana individu memilih dan menentukan sendiri tujuan dalam pembelajaran, Tujuan untuk menganalisis kemandirian belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. kusioner/ angket penelitian ini berjumlah 30 item dan dibagikan kepada 110 responden. 110 orang responden yang telah mengisi angket tentang kemandirian belajar mahasiswa didapatkan data bahwa ada 12 orang responden yang memiliki frekuensi kemandirian belajar sangat mandiri dengan persentase 10% , untuk frekuensi kemandirian belajar mandiri terdapat 29 orang responden mahasiswa dengan persentase 26%, untuk frekuensi kemandirian belajar cukup mandiri terdapat 67 orang responden mahasiswa dengan persentase 61%, sedangkan untuk frekuensi kemandirian belajar kurang mandiri terdapat 2 orang responden mahasiswa dengan persentase 2%. Hal ini menunjukkan responden yang menjadi sampel peneliti ini paling banyak memiliki kemandirian belajar yang cukup mandiri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Tarakan ditinjau dari kemandirian belajar Tingkat Rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan angket, tes, wawamcara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan peserta didik dengan kategori kemandirian belajar rendah belum mampu menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik. Peserta didik pada kategori ini hanya mampu menyelesaikan masing-masing satu indikator yaitu memahami masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan belajar secara mandiri mengacu pada kemampuan seseorang untuk melibatkan diri dalam kegiatan pembelajaran dengan keyakinan penuh, bertanggung jawab terhadap tindakannya, serta memiliki rasa percaya diri dalam menyelesaikan tugas belajarnya tanpa bergantung pada bantuan orang lain. Tingkat kemandirian belajar siswa kelas XI Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan tergolong rendah, termanifestasi dalam perilaku siswa yang belum mampu mengelola waktu belajar dengan baik di sekolah maupun di rumah. Terdapat kecenderungan untuk bolos, menyelesaikan pekerjaan rumah sekolah secara tidak teratur, dan melakukan kecurangan akademis dengan menyontek teman. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kemandirian belajar siswa. Salah satu alternatif yang diujicobakan untuk meningkatkan kemandirian belajar adalah penerapan teknik homeroom. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan Pre-Experimental Design dalam bentuk One Grup Pretest-Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling dengan jumlah populasi yang ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa skala Likert yang dikembangkan berdasarkan teori kemandirian belajar (Sugiyono, 2014). Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan inferensial dengan uji paired sample t-test, nilai signifikansi (2-tailed) menunjukkan bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif teknik homeroom terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa kelas XI Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
ABSTRAK. Sarina Asrita. 2023. Survei Kemandirian Belajar Mahasiswa Bimingan dan Konseling Angkatan 2022 Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Ibu Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pd selaku pembimbing utama dan Ibu Nisa Ariantini, M.Pd selaku pembimbing kedua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan “Bagaimana Kemandirian Belajar Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2022 Universitas Borneo Tarakan”. Kemandirian belajar setiap mahasiswa berbeda-beda tergantung lingkungan sekitarnya, penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, pengujian reliabilitas skala dengan menggunakan teknik Cronbach Alpha. Juka nilai Cronbach Alpha 0,70 maka variabel atau konstruk dikatakan tidak reliabel. Dalam perhitungannya menggunakan program aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi, 20.0 for windows. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa kemandirian belajar mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan tahun 2022 termasuk dalam kategori rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil persentase 149 sampel penelitian, terdapat 133 responden berada pada kategori kecenderungan rendah dengan skor persentase 89%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh sikap siswa terhadap hasil belajar matematika siswa; pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika siswa; pengaruh sikap siswa dan kemandirian belajar secara simutan terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 siswa di kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menyebarkan angket sikap siswa dan kemandirian belajar siswa dan dokumen penilaian tengah semester (PTS) semester genap tahun ajaran 2022/2023. Data yang diperoleh diolah dengan program pengolahan statistik yaitu menggunakan aplikasi SPSS 24.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sikap siswa terhadap hasil belajar matematika siswa dengan persamaan regresi Ŷ_1 = 94,693 - 0,147X_1, dan terdapat pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika siswa dengan persamaan regresi Ŷ = 76,761 + 0,063X2. Selain itu hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara sikap siswa dan kemandirian belajar secara simutan terhadap hasil belajar matematika siswa, dengan persamaan regresi Ŷ_3 = 89,138 - 0,157X_1 + 0,07X_2
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH DISIPLIN BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan, pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan, pengaruh interaksi antara disiplin belajar dan kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Sampling jenuh. Sampel pada penelitian ini berjumlah 114 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan dokumen skor. Tekhnik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial yang diolah dengan bantuan software SPSS 25.0. Analisis deskriptif menggunakan mean dan simpangan baku sedangkan analisis inferensial menggunakan Two Way ANOVA. Berdasarkan hasil analisis dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan; (2) terdapat pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan; (3) tidak terdapat pengaruh interaksi antara disiplin belajar dan kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang selalu ada pada setiap jenjang pendidikan di sekolah, dari mulai pendidikan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, sampai dengan jenjang yang lebih tinggi Perkuliahan. Kemandirian adalah kemampuan seseorang saat sedang akan melaksanakan semua aktivitas pribadi. Self-Efficacy atau dalam terjemahan Bahasa Indonesianya yakni efikasi diri adalah keyakinan individu pada kemampuan dirinya dalam melaksanakan tugas atau tindakan yang mampu dilaksanakan guna memperoleh sebuah tujuan. Hasil observasi yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 5 Tanjung Selor bahwa permasalahan kemandirian belajar Bahasa Indonesia dan Self-Efficacy pada peserta didik masih ada. Penelitian deskriptif (descriptive research) adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (independent) Self-Efficacy dan variabel terikat (dependent) Kemandirian Belajar Belajar. Taknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, kuesioner (angket), dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengunuakan perangkat aplikasi SPSS Version 26 yang menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh self-efficacy terhadap kemandirian belajar Bahasa Indonesia kelas VII-B SMP Negeri 5 Tanjung Selor. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t diperoleh bahwa hasil analisis pengujian thitung sebesar 1,259. Karena nilai thitung ttabel yaitu 1,259 1,708 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis O (Ho) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Kata Kunci : Self-Efficacy, Kemandirian Belajar, SPSS Version 26
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran matematika di SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan subjek penelitian dengan menggunakan purposive sampling yaitu, sebanyak dua subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, wawancara dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa S01 memiliki rasa tangung jawab yang besar dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika secara daring. Akan tetapi S01 masih bergantung kepada orang lain dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. S01 juga kurang disiplin dan kurang memiliki kepercayaan diri dalam mengikuti pembelajaran matematika, serta kurangnya dorongan untuk S01 berperilaku berdasarkan inisiatif sendiri dan melakukan kontrol diri selama mengikuti kegiatan pembelajaran matematika yang diakukan secara daring. Sedangkan S02 tidakbergantung kepada orang lain. S02 juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran matematika secara daring. Kemudian S02 berperilaku disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran matematika secara daring. Serta S02 dapat bertindak berdasarkan inisiatif sendiri dan dapat mengontrol diri selama mengikuti pembelajaran matematika yang dilakukan secara daring.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Putri Patimah, 2022. Karakter Kemandirian Belajar Anak Usia Dini di TK AL-ISTIQLAL Kota Tarakan Tahun Ajaran 2022/2023 oleh dosen pembimbing utama ibu Suriata, S.Pd., M.Pd dan ibu Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pd selaku pembimbing anggota tujuan penelitian ini adalah untuk menetahui karakter kemandirian belajar anak usia dini yang mengalami kemandirian belajar yang tingg. Karakter kemandirian belajar anak usia dini sangat penting dalam membantu anak usia dini yang memiliki kemandirian belajar yang tinggi dilihat dari kreterian keseluruhan dan beberapa indikator. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif melalui metode survei serta pengumpulan data melalui skala. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Adapaun jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 sampel dari 60 populasi yang terdiri dari orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakter kemandirian belajar anak usia dini di TK Al-Istiqlal Kota Tarakan termasuk dalam kategori tinggi. The purpose of this study was to identify the characteristics of early children who exhibited high levels of independence learning. The quality of early childhood independence learning was crucial in supporting early children who exhibited high levels of independence learning as evidenced by a variety of indicators and the overall criterion. This study employed survey research techniques and scale-based data collecting to conduct a particular kind of quantitative research. Purposive sampling was employed as the sample technique. In this study, there were 60 samples drawn from 60 populations of parents of students. The outcomes demonstrated that the Al-Istiqlal Kindergarten in Tarakan City fitted into the top category for early children's independence learning.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok terhadap kemandirian belajar siswa. Kemandirian belajar merupakan sikap mengarah pada kesadaran belajar sendiri dan segala keputusan, pertimbangan yang berhubungan dengan kegiatan belajar. Adapun indikator kemandirian belajar adalah percaya diri, disiplin, inisiatif, motivasi dan tanggung jawab. Bimbingan Kelompok merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling disekolah, bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok ini berpengaruh terhadap kemandirian belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Pra-Eksperimen model one grupe pretest-posttest design dengan sampel penelitian sebanyak 37 yang merupakan siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Berdasarkan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji paired samples test menggunakan SPSS 22.00 For Windows Versi 22.0 diketahui bahwa nilai uji t dengan thitung = 10,968 dengan uji t diketahui nilai df sebesar 36 dan nilai 0,05/2 = 0,025 sehingga ttabel sebesar 2,028. Karena thitung (10,968) > ttabel (2,028), hal ini berarti Ho ditolak, maka hipotesis diterima, artinya terdapat pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok terhadap kemandirian belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Ihsanul. 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan token economy untuk meningkatkan kemandirian belajar di SMP IT Ibnu Abbas Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen model one group pretest-posttest design. Sampel penelitian yaitu siswa SMP IT Ibnu Abbas sebanyak 10 siswa pada tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan skala kemandirian belajar dengan skala likert. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu teknik analisis deskriptif dan analisis inferesial dengan uji paired sampel t- Test dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata skor pretest sebelum diberikan perlakuan dan posttest sesudah diberikan perlakuan, hasil uji paired sampel T-test juga diperoleh nilai sig 2 Tailed = 0.000 nilai α = 0.05 maka hasil dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh penerapan dari token economy untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa SMP IT Ibnu Abbas Tarakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik token economy dapat digunakan untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan R & D (Research and Development) atau penelitian dan pengembangan yang menghasilkan suatu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa buku panduan layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan kemandirian belajar disekolah dasar yang teruji secara teoritis dengan memenuhi kriteria kelayakan produk.. Pengembangan produk buku pandualan layanan bimbingan klasikal ini mengadopsi tahapan model pengembangan Borg & Gall. Produk tersebut dikembangkan dengan memenuhi kriteria akseptabilitas yang sesuai dengan aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan. Untuk mengetahui akseptabilitas produk maka dilakukan uji ahli validasi ahli media, validasi ahli materi, uji validasi ahli bahasa, uji validasi pengguna produk dan uji validasi kelompok terbatas. Instrumen penelitian ini berupa angket yang digunakan untuk mengetahui akseptabilitas produk. Adapun hasil penilaiannya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian yang diperoleh dari hasil validasi uji ahli menunjukkan bahwa produk buku panduan layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa di sekolah dasar memenuhi kriteria akseptabilitas yang sesuai dengan aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan. Skor yang diperoleh dari hasil validasi uji ahli materi (80%), validasi uji ahli media (90,7%) dan uji ahli bahasa (80%), kemudian uji pengguna produk yag terdiri dari dua subjek yaitu (78,3%) dan (85%) masuk kedalam kategori “Layak” dan dapat dilakukan revisi sewaktu-waktu. Demikian produk pengembangan buku panduan layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa di sekolah dasar dapat menjadi sebuah alternatif bagi guru kelas dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa disekolah dasar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan ditinjau dari kemandirian belajar matematika tingkat tinggi, (2) untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan ditinjau dari kemandirian belajar matematika tingkat rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan angket, tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) peserta didik dengan kategori kemandirian belajar tinggi dapat menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik dan memenuhi seluruh indikator pemecahan masalah, (2) peserta didik dengan kategori kemandirian belajar rendah belum mampu menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik. Peserta didik pada kategori ini dapat memenuhi indikator memahami masalah namun belum memenuhi indikator pemecahan masalah lainnya.