Pengaruh Teknik Homeroom Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 2 Tarakan
Kemampuan belajar secara mandiri mengacu pada kemampuan seseorang untuk melibatkan diri dalam kegiatan pembelajaran dengan keyakinan penuh, bertanggung jawab terhadap tindakannya, serta memiliki rasa percaya diri dalam menyelesaikan tugas belajarnya tanpa bergantung pada bantuan orang lain. Tingkat kemandirian belajar siswa kelas XI Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan tergolong rendah, termanifestasi dalam perilaku siswa yang belum mampu mengelola waktu belajar dengan baik di sekolah maupun di rumah. Terdapat kecenderungan untuk bolos, menyelesaikan pekerjaan rumah sekolah secara tidak teratur, dan melakukan kecurangan akademis dengan menyontek teman. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kemandirian belajar siswa. Salah satu alternatif yang diujicobakan untuk meningkatkan kemandirian belajar adalah penerapan teknik homeroom. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan Pre-Experimental Design dalam bentuk One Grup Pretest-Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling dengan jumlah populasi yang ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa skala Likert yang dikembangkan berdasarkan teori kemandirian belajar (Sugiyono, 2014). Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan inferensial dengan uji paired sample t-test, nilai signifikansi (2-tailed) menunjukkan bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif teknik homeroom terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa kelas XI Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 2 Tarakan.