2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipotensi merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi akibat penurunan volume intravaskular, yang disebabkan oleh syok hipovolemia akibat perdarahan serta kehilangan cairan berlebihan seperti diare dan muntah yang berkaitan dengan gangguan gastrointestinal. Kondisi ini menyebabkan ketidakstabilan hemodinamik yang ditandai dengan penurunan status hemodinamik dan Mean Arterial Pressure (MAP). Penatalaksanaan awal yang umum dilakukan adalah pemberian terapi cairan untuk mengembalikan volume sirkulasi. Salah satu metode noninvasif yang dapat digunakan untuk meningkatkan status hemodinamik adalah posisi passive leg raising (PLR), yang meningkatkan venous return secara sementara untuk meningkatkan status hemodinamik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi hemodinamik pasien hipotensi sebelum dan sesudah pemberian posisi passive leg raising (PLR), serta mengetahui perubahan kondisi hemodinamik yang terjadi. Data dikumpulkan melalui pengkajian dan observasi status hemodinamik sebelum intervensi, setelah pemberian terapi cairan, dan sesudah dilakukan posisi PLR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi hemodinamik pasien sebelum intervensi berada dalam keadaan tidak stabil yang ditandai dengan tekanan darah rendah dan nilai Mean Arterial Pressure (MAP) di bawah batas normal (65 mmHg). Setelah pemberian terapi cairan, terjadi perbaikan awal pada parameter hemodinamik, yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik serta kenaikan nilai MAP. Pemberian posisi PLR menunjukkan peningkatan tekanan darah dan MAP yang menandakan respons positif terhadap peningkatan preload. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perubahan kondisi hemodinamik pada pasien hipotensi sebelum dan sesudah pemberian posisi Passive Leg Raising (PLR), sehingga intervensi ini efektif dalam menilai respons cairan dan mendukung stabilitas hemodinamik pasien.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipotensi merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi akibat penurunan volume intravaskular, yang disebabkan oleh syok hipovolemia akibat perdarahan serta kehilangan cairan berlebihan seperti diare dan muntah yang berkaitan dengan gangguan gastrointestinal. Kondisi ini menyebabkan ketidakstabilan hemodinamik yang ditandai dengan penurunan status hemodinamik dan Mean Arterial Pressure (MAP). Penatalaksanaan awal yang umum dilakukan adalah pemberian terapi cairan untuk mengembalikan volume sirkulasi. Salah satu metode noninvasif yang dapat digunakan untuk meningkatkan status hemodinamik adalah posisi passive leg raising (PLR), yang meningkatkan venous return secara sementara untuk meningkatkan status hemodinamik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi hemodinamik pasien hipotensi sebelum dan sesudah pemberian posisi passive leg raising (PLR), serta mengetahui perubahan kondisi hemodinamik yang terjadi. Data dikumpulkan melalui pengkajian dan observasi status hemodinamik sebelum intervensi, setelah pemberian terapi cairan, dan sesudah dilakukan posisi PLR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi hemodinamik pasien sebelum intervensi berada dalam keadaan tidak stabil yang ditandai dengan tekanan darah rendah dan nilai Mean Arterial Pressure (MAP) di bawah batas normal (65 mmHg). Setelah pemberian terapi cairan, terjadi perbaikan awal pada parameter hemodinamik, yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik serta kenaikan nilai MAP. Pemberian posisi PLR menunjukkan peningkatan tekanan darah dan MAP yang menandakan respons positif terhadap peningkatan preload. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perubahan kondisi hemodinamik pada pasien hipotensi sebelum dan sesudah pemberian posisi Passive Leg Raising (PLR), sehingga intervensi ini efektif dalam menilai respons cairan dan mendukung stabilitas hemodinamik pasien.
2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara secara persial dan simultan. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder meliputi data Tingkat Kemiskinan, Pengangguran, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sedangkan metode analisis menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan aplikasi E-Views 10. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja tidak berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara, Indeks Pembangunan Manusia tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara, serta terdapat hubungan secara simultan antara variabel Pengangguran, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh signifikan terhadapa Tingkat Kemiskinan di Provinsi kalimantan Utara.
2025 · Book ·
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat dan sering tidak disadari oleh penderitanya. Kurangnya kesadaran dalam perawatan mandiri dan minimnya dukungan keluarga dalam pengelolaan hipertensi berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian dan komplikasi penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi senam hipertensi sebagai intervensi nonfarmakologis terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan anggota yang menderita hipertensi di Kelurahan Pantai Amal RT 03 Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap dua keluarga yang memiliki anggota dengan riwayat hipertensi dan tidak rutin menjalani pengobatan medis. Intervensi dilakukan berupa pelatihan dan pelaksanaan senam hipertensi selama tiga kali seminggu dengan durasi 30 menit setiap sesi. Hasil pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan pada kedua responden. Penerapan senam hipertensi terbukti menjadi upaya efektif dan aman dalam menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kesadaran keluarga dalam perawatan hipertensi. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan keterlibatan keluarga secara aktif untuk mendukung keberhasilan terapi nonfarmakologis ini.
2025 · Thesis ·
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat dan sering tidak disadari oleh penderitanya. Kurangnya kesadaran dalam perawatan mandiri dan minimnya dukungan keluarga dalam pengelolaan hipertensi berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian dan komplikasi penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi senam hipertensi sebagai intervensi nonfarmakologis terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan anggota yang menderita hipertensi di Kelurahan Pantai Amal RT 03 Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap dua keluarga yang memiliki anggota dengan riwayat hipertensi dan tidak rutin menjalani pengobatan medis. Intervensi dilakukan berupa pelatihan dan pelaksanaan senam hipertensi selama tiga kali seminggu dengan durasi 30 menit setiap sesi. Hasil pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan pada kedua responden. Penerapan senam hipertensi terbukti menjadi upaya efektif dan aman dalam menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kesadaran keluarga dalam perawatan hipertensi. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan keterlibatan keluarga secara aktif untuk mendukung keberhasilan terapi nonfarmakologis ini.
2025 · Book ·
Kepuasan kerja perawat merupakan faktor penting yang memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, kesejahteraan perawat, serta niat untuk tetap bekerja. Kepuasan kerja yang rendah dapat meningkatkan risiko turnover dan menurunkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja perawat Rumah Sakit X di wilayah pesisir Kalimantan Utara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 139 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Delapan komponen kepuasan kerja dianalisis, dengan tingkat kepuasan tertinggi pada aspek hubungan dengan rekan kerja, jadwal dinas, dan kesempatan berinteraksi. Sebaliknya, penghargaan eksternal menjadi sumber ketidakpuasan tertinggi (51,8%), terutama dialami oleh perawat non-ASN, lulusan D3, dan berpenghasilan dibawah UMR. Komitmen kerja juga ditemukan tinggi, dengan 76,3% responden menyatakan ingin tetap bekerja di rumah sakit. Implikasi dari hasil ini menekankan pentingnya peningkatan sistem penghargaan dan insentif berbasis kinerja untuk mempertahankan motivasi dan stabilitas tenaga keperawatan, serta meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa meskipun tingkat kepuasan kerja tergolong sedang, perawat tetap menunjukkan komitmen tinggi, sehingga perlu ada perbaikan pada aspek penghargaan agar kesejahteraan tenaga kesehatan perawat dapat ditingkatkan.
2025 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara secara persial dan simultan. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder meliputi data Tingkat Kemiskinan, Pengangguran, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sedangkan metode analisis menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan aplikasi E-Views 10. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja tidak berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara, Indeks Pembangunan Manusia tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara, serta terdapat hubungan secara simultan antara variabel Pengangguran, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh signifikan terhadapa Tingkat Kemiskinan di Provinsi kalimantan Utara.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepuasan kerja perawat merupakan faktor penting yang memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, kesejahteraan perawat, serta niat untuk tetap bekerja. Kepuasan kerja yang rendah dapat meningkatkan risiko turnover dan menurunkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja perawat Rumah Sakit X di wilayah pesisir Kalimantan Utara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 139 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Delapan komponen kepuasan kerja dianalisis, dengan tingkat kepuasan tertinggi pada aspek hubungan dengan rekan kerja, jadwal dinas, dan kesempatan berinteraksi. Sebaliknya, penghargaan eksternal menjadi sumber ketidakpuasan tertinggi (51,8%), terutama dialami oleh perawat non-ASN, lulusan D3, dan berpenghasilan dibawah UMR. Komitmen kerja juga ditemukan tinggi, dengan 76,3% responden menyatakan ingin tetap bekerja di rumah sakit. Implikasi dari hasil ini menekankan pentingnya peningkatan sistem penghargaan dan insentif berbasis kinerja untuk mempertahankan motivasi dan stabilitas tenaga keperawatan, serta meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa meskipun tingkat kepuasan kerja tergolong sedang, perawat tetap menunjukkan komitmen tinggi, sehingga perlu ada perbaikan pada aspek penghargaan agar kesejahteraan tenaga kesehatan perawat dapat ditingkatkan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pola komunikasi keluarga seringkali dikaitkan dengan kemampuan personal anak prasekolah yaitu kemampuan anak dalam bersosialisasi. Pola komunikasi sendiri merupakan komunikasi antar dua arah yang harus dibangun secara harmonis sedangkan kemampuan bersosialisasi anak adalah proses seseorang saat memasuki dunia sosial, seseorang yang mampu untuk bersosialisasi dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pola komunikasi keluarga yang terbuka akan mempengaruhi kemampuan bersosialisasi anak dan sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan pola komunikasi keluarga terhadap kemampuan bersosialisasi anak prasekolah di TK Si Jempol Kampung 1 Skip Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 responden yang ada di TK Si Jempol Kampung 1 Skip Kota Tarakan. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan pola komunikasi terhadap kemampuan bersosialisasi anak prasekolah di TK Si Jempol Kampung 1 Skip Kota Tarakan. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya agar dapat menambah kan sampel atau menggunakan populasi dan menggunakan metode lain.
2024 · Thesis ·
Pola komunikasi keluarga seringkali dikaitkan dengan kemampuan personal anak prasekolah yaitu kemampuan anak dalam bersosialisasi. Pola komunikasi sendiri merupakan komunikasi antar dua arah yang harus dibangun secara harmonis sedangkan kemampuan bersosialisasi anak adalah proses seseorang saat memasuki dunia sosial, seseorang yang mampu untuk bersosialisasi dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pola komunikasi keluarga yang terbuka akan mempengaruhi kemampuan bersosialisasi anak dan sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan pola komunikasi keluarga terhadap kemampuan bersosialisasi anak prasekolah di TK Si Jempol Kampung 1 Skip Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 responden yang ada di TK Si Jempol Kampung 1 Skip Kota Tarakan. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan pola komunikasi terhadap kemampuan bersosialisasi anak prasekolah di TK Si Jempol Kampung 1 Skip Kota Tarakan. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya agar dapat menambah kan sampel atau menggunakan populasi dan menggunakan metode lain.
2024 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengevaluasi kinerja ke lompok tani padi sawah (Oryza Sativa L) di Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara 2) Menganalisis pendapatan kelompok tani sawah (Oryza Sativa L) di Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara 3) menganalisis hubugan kinerja dengan pendapatan di Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara. Metode menentukan sampel yang digunakan adalah sensu. Metode Menggumpulkan data yang digunakan yaitu, Wawancara dengan kelompok tani yang berada Desa Malinau Seberang dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa kinerja kelompok tani padi sawah di Desa Malinau Seberang Memiliki Kategori Sangat Tinggi dengan total nilai Keseluruhan 41,7. Masing-masing indikator kinerja di kategori tinggi dengan nilai 13,9. Total biaya variabel Rp. 2.882.0888 per Ha, dengan rata-rata total biaya tetap Rp.118.694 dan total biaya produksi sebesar Rp. 3.000.782. Penerimaan sebesar Rp.7.212.982 dan pendapatan di peroleh sebesar Rp. 4.212.201. Dari kinerja dan pendapatan menunjukan korelasi tingkat signifikan sebesar 0.027 yang lebih besar dari 0.05 maka H0 ditolak yang menyatakan hubungan positif akan tetapi sangat lemah. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tingkat kinerja yang tinggi akan tetapi pendapatan rendah. Kinerja tinggi dipengaruhi oleh tingginya pemanfaatan modal, penerapan teknologi dan pemanfaatan teknologi informasi. Sementara pendapatan rendah karena produksi padi masih rendah. Maka disarankan kepada petani sebaiknya meningkatkan lagi hasil produksinya sehingga dapat meningkatkan pendapatan. kinerja kelompok tani dapat lebih baik lagi agar menjadi lembaga yang memberi contoh untuk lembaga lainnya dan kepada pemerintah dapat memberi dukungan kepada kelompok tani untuk meningkatkan hasil panen padi sawah dengan memberi pengarahan kepada kelompok tani dalam bagaimana berusahatani yang lebih baik lagi agar pendapatan mereka lebih optimal.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kurangnya pemanfaatan teknologi maupun informasi serta modal tentu akan berpengaruh pada pendapatan petani yang tergabung dalam kelompok tani. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengevaluasi kinerja kelompok tani padi sawah (Oryza Sativa L) di Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara 2) Menganalisis pendapatan kelompok tani sawah (Oryza Sativa L) di Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara 3) menganalisis hubungan kinerja dengan pendapatan di Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara. Analisis data menggunakan skala likert dan korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa kinerja kelompok tani padi sawah di Desa Malinau Seberang Memiliki Kategori Sangat Tinggi dengan total nilai Keseluruhan 41,7. Masing-masing indikator kinerja di kategori tinggi dengan nilai 13,9. Total biaya variabel Rp. 2.882.0888 per Ha, dengan rata-rata total biaya tetap Rp.118.694 dan total biaya produksi sebesar Rp. 3.000.782. Penerimaan sebesar Rp.7.212.982 dan pendapatan di peroleh sebesar Rp. 4.212.201. Dari kinerja dan pendapatan menunjukan korelasi tingkat signifikan sebesar 0.027 yang lebih besar dari 0.05 maka H0 ditolak yang menyatakan hubungan positif akan tetapi sangat lemah. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tingkat kinerja yang tinggi akan tetapi pendapatan rendah. Kinerja tinggi dipengaruhi oleh tingginya pemanfaatan modal, penerapan teknologi dan pemanfaatan teknologi informasi. Sementara pendapatan rendah karena produksi padi masih rendah. Maka disarankan kepada petani sebaiknya meningkatkan lagi hasil produksinya sehingga dapat meningkatkan pendapatan. kinerja kelompok tani dapat lebih baik lagi agar menjadi lembaga yang memberi contoh untuk lembaga lainnya dan kepada pemerintah dapat memberi dukungan kepada kelompok tani untuk meningkatkan hasil panen padi sawah dengan memberi pengarahan kepada kelompok tani dalam bagaimana berusahatani yang lebih baik lagi agar pendapatan mereka lebih optimal.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peluang pemanfaatan energi gelombang laut sangat besar di Indonesia, mengingat Indonesia memiliki wilayah lautan yang besar. Salah satu upaya untuk memanfaatkan gelombang laut tersebut adalah membuat media yang dapat menjadi sarana dan prasarana dalam pemanfaatan gelombang laut tersebut. Pada penelitian ini dilakukan rancang bangun bangun wave tank model flap skala laboratorium. Wave tank adalah alat simulasi pembuat gelombang skala laboratorium yang digunakan untuk mengamati perilaku gelombang. Wave tank dapat meminimalisir pengunaan waktu dan biaya dalam pengembangan teknologi yang menggunakan gelombang laut sebagai sumber energinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui cara merancang bangun serta mengetahui berapa panjang dan tinggi gelombang yang tercipta pada wave tank model flap skala laboratorium. Wave tank model flap skala laboratorium ini memiliki ukuran 150 cm x 35 cm x 35 cm dan menggunakan motor listrik dengan daya 200 watt. Wave tank membutuhkan 22 watt daya listrik dan putaran motor listrik sebesar 120 rpm. Tinggi dan panjang maksimal dari gelombang yang dihasilkan dari wave tank model flap skala laboratorium adalah dengan panjang dan tinggi 4 cm dan 36 cm dengan volume 15% air dari kapasitas penuh dari tangki.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kegiatan penyuluhan pertanian memiliki peran penting dalam proses pembangunan pertanian, terutama dalam memperluas ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap para pelaku utama dan pelaku usaha. Tujuan penelitian adalah mengukur kinerja penyuluh dan merumuskan strategi untuk meningkatkan kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Sesayap. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Likert dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Sesayap termasuk dalam kategori baik dengan skor 62 dan strategi untuk meningkatkan kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Sesayap adalah dengan menerapkan strategi SO (Strength-Opportunities) yaitu: (a) Penyuluh memiliki pendidikan yang memadai dengan masa kerja diatas dua tahun sehingga dapat mengoptimalisasikan teknologi dan inovasi. (b) Jumlah penyuluh cukup, penyuluh memiliki semangat dan dedikasi bekerja sehingga dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di BPP untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas penyuluh. (c) Dengan pendidikan penyuluh yang memadai, penyuluh memiliki semangat dan dedikasi bekerja serta usia tergolong muda sehingga dapat mengoptimalkan media belajar melalui online.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kegiatan penyuluhan pertanian memiliki peran penting dalam proses pembangunan pertanian, terutama dalam memperluas ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap para pelaku utama dan pelaku usaha. Tujuan penelitian adalah mengukur kinerja penyuluh dan merumuskan strategi untuk meningkatkan kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Sesayap. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Likert dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Sesayap termasuk dalam kategori baik dengan skor 62 dan strategi untuk meningkatkan kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Sesayap adalah dengan menerapkan strategi SO (Strength-Opportunities) yaitu: (a) Penyuluh memiliki pendidikan yang memadai dengan masa kerja diatas dua tahun sehingga dapat mengoptimalisasikan teknologi dan inovasi. (b) Jumlah penyuluh cukup, penyuluh memiliki semangat dan dedikasi bekerja sehingga dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di BPP untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas penyuluh. (c) Dengan pendidikan penyuluh yang memadai, penyuluh memiliki semangat dan dedikasi bekerja serta usia tergolong muda sehingga dapat mengoptimalkan media belajar melalui online.