ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pengelolaan aset tetap merupakan aspek penting dalam mendukung akuntabilitas dan efektivitas pelayanan publik. DPRKPP Kota Tarakan memiliki tanggung jawab dalam mengelola aset tetap agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi optimalisasi pengelolaan aset tetap di DPRKPP Kota Tarakan dan mengidentifikasi faktor yang menjadi kekuatan maupun kelemahan dalam proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan informan kunci, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan kerangka Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan aset tetap di DPRKPP Kota Tarakan telah dilaksanakan sesuai regulasi dan berjalan sistematis, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan data real-time, rendahnya pemahaman pengguna, serta lemahnya pengawasan terhadap aset di luar kantor. Untuk mengatasi kendala tersebut diperlukan penguatan sistem informasi berbasis teknologi yang terintegrasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengawasan internal yang lebih terstruktur. Strategi optimalisasi yang berfokus pada regulasi, sumber daya manusia, teknologi, dan pengendalian internal diharapkan dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan aset tetap guna mendukung kualitas pelayanan publik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan PSAK No. 48 tentang penurunan nilai aset tetap berwujud pada PT. Primanuka dan mengetahui penyajian penurunan nilai aset tetap. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian studi kasus yang dilakukan pada PT. Primanuka menggunakan data primer berasal dari laporan keuangan tahun 2019-2023. Hasil penelitian mengungkapkan fakta bahwa PT. Primanuka telah menerapkan PSAK No.48 tentang Penurunan Nilai Aset Tetap. PT. Primanuka telah melakukan penilaian atas adanya indikasi penurunan nilai aset tetap sesuai ketentuan PSAK No. 48. hasil perbandingan menunjukkan bahwa pengakuan jumlah terpulihkan sebagai nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakai telah sesuai dengan PSAK 48. PT. Primanuka juga mengakui kerugian penurunan nilai dalam laporan laba rugi dan telah sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam PSAK 48 seperti Tanah, Bangunan, Mesin dan peralatan, kendaraan, dan inventaris kantor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kurangnya pemanfaatan teknologi maupun informasi serta modal tentu akan berpengaruh pada pendapatan petani yang tergabung dalam kelompok tani. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengevaluasi kinerja kelompok tani padi sawah (Oryza Sativa L) di Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara 2) Menganalisis pendapatan kelompok tani sawah (Oryza Sativa L) di Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara 3) menganalisis hubungan kinerja dengan pendapatan di Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara. Analisis data menggunakan skala likert dan korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa kinerja kelompok tani padi sawah di Desa Malinau Seberang Memiliki Kategori Sangat Tinggi dengan total nilai Keseluruhan 41,7. Masing-masing indikator kinerja di kategori tinggi dengan nilai 13,9. Total biaya variabel Rp. 2.882.0888 per Ha, dengan rata-rata total biaya tetap Rp.118.694 dan total biaya produksi sebesar Rp. 3.000.782. Penerimaan sebesar Rp.7.212.982 dan pendapatan di peroleh sebesar Rp. 4.212.201. Dari kinerja dan pendapatan menunjukan korelasi tingkat signifikan sebesar 0.027 yang lebih besar dari 0.05 maka H0 ditolak yang menyatakan hubungan positif akan tetapi sangat lemah. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tingkat kinerja yang tinggi akan tetapi pendapatan rendah. Kinerja tinggi dipengaruhi oleh tingginya pemanfaatan modal, penerapan teknologi dan pemanfaatan teknologi informasi. Sementara pendapatan rendah karena produksi padi masih rendah. Maka disarankan kepada petani sebaiknya meningkatkan lagi hasil produksinya sehingga dapat meningkatkan pendapatan. kinerja kelompok tani dapat lebih baik lagi agar menjadi lembaga yang memberi contoh untuk lembaga lainnya dan kepada pemerintah dapat memberi dukungan kepada kelompok tani untuk meningkatkan hasil panen padi sawah dengan memberi pengarahan kepada kelompok tani dalam bagaimana berusahatani yang lebih baik lagi agar pendapatan mereka lebih optimal.