Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Pembelajaran Bahasa Inggris
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Demotivation in Learning English Faced by Eighth Grade Students at SMP Negeri 11 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Demotivasi kerap kali menjadi sebuah tantangan yang dialami oleh siswa dalam belajar bahasa inggris di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami demotivasi dalam belajar bahasa Inggris serta menyelidiki tantangan yang memengaruhi motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode mixed-methods dengan desain Explanatory Sequential Design. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada siswa kelas VIII, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan nilai akhir bahasa Inggris terendah. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan SPSS 25, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan. Faktor internal meliputi kesulitan dalam mempelajari bahasa Inggris, kurangnya minat belajar, dan rasa bosan, sedangkan faktor eksternal mencakup pengaruh lingkungan belajar, metode pengajaran, serta dukungan sosial yang terbatas. Selain itu, siswa menghadapi tantangan linguistik, afektif, instruksional, dan sosiokultural, dengan tantangan sosiokultural sebagai faktor yang paling dominan. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya hubungan yang erat antara demotivasi dan tantangan belajar, di mana berbagai kesulitan yang dialami siswa berkontribusi terhadap menurunnya kepercayaan diri dan partisipasi mereka dalam pembelajaran bahasa Inggris. Demotivation is often a challenge faced by students when learning English at school. This study aimed to identify the factors causing students to experience demotivation in learning English and to investigate the challenges affecting students' motivation in learning English among eighth-grade students at SMP Negeri 11 Tarakan. This study employed a mixed-methods approach using an explanatory sequential design. Quantitative data were collected through a questionnaire distributed to eighth-grade students, while qualitative data were obtained through in-depth interviews with six students selected using purposive sampling. Data collection techniques included questionnaires, interviews, and documentation. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were analyzed using an interactive model comprising data reduction, data presentation, and concluding. The results of the study indicated that students' demotivation in learning English was influenced by interrelated internal and external factors. Internal factors included difficulties in learning English, a lack of interest in learning, and boredom, while external factors included the influence of the learning environment, teaching methods, and limited social support. In addition, students faced linguistic, affective, instructional, and sociocultural challenges, with sociocultural challenges being the most dominant factor. The research findings also revealed a strong correlation between demotivation and learning challenges, wherein the various difficulties experienced by students contributed to a decline in their self-confidence and participation in English language learning.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementation of Curriculum Merdeka Diagnostic Assessment in English Language Learning at SMAS Frater Don Bosco Tarakan

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi asesmen diagnostik kognitif dalam pembelajaran bahasa Inggris yang melibatkan satu guru bahasa Inggris dan observasi pada kelas X-B di SMAS Don Bosco Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen berupa modul ajar, instrumen asesmen diagnostik, dan hasil asesmen; observasi kelas yang berfokus pada pelaksanaan asesmen diagnostik dalam pembelajaran Bahasa Inggris; serta wawancara semi-terstruktur dengan guru Bahasa Inggris. Data di analisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola implementasi asesmen diagnostik dan tantangan yang dihadapi guru. Hasil penelitian ini menunjukkan asesmen diagnostik digunakan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuan dan menyesuaikan strategi pembelajaran. Namun, guru masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain keterbatasan waktu, kesulitan merancang instrumen asesmen, kendala teknis saat pembelajaran daring, serta perbedaan kemampuan siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa asesmen diagnostik membantu guru memetakan kemampuan awal dan kebutuhan belajar siswa sehingga strategi pembelajaran dapat disesuaikan secara lebih tepat. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan asesmen diagnostik yang efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

CLASSROOM INTERACTION IN ENGLISH TEACHING AT THE ACCOUNTING DEPARTMENT OF UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Interaksi di kelas dalam pembelajaran bahasa Inggris memainkan peran penting dalam proses belajar bahasa Inggris karena mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti interaksi di kelas dan peran bahan ajar dalam mendukung interaksi selama proses pembelajaran bahasa Inggris di Jurusan Akuntansi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang melibatkan 44 mahasiswa akuntansi semester IV. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa interaksi di kelas berdasarkan FIACS terdiri dari Lecturer Talk, Student Talk, dan Silence atau Confusion. Lecturer Talk muncul lebih sering selama proses belajar-mengajar, terutama dalam mengajukan pertanyaan, memberikan penjelasan, memberikan arahan, serta memberi pujian atau dorongan kepada mahasiswa. Student Talk terjadi melalui tanggapan dan inisiatif siswa selama kegiatan di kelas, sedangkan Silence atau Confusion muncul ketika siswa sedang memproses informasi dan mempersiapkan tanggapan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa bahan ajar yang komunikatif dan kontekstual mendorong partisipasi, interaksi, dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Hal ini menyiratkan bahwa interaksi di kelas yang efektif dan bahan ajar yang tepat mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. This study aims to analyze classroom interactions and the influence of teaching materials on facilitating interactions in the English language acquisition process within the Accounting Department at the University of Borneo Tarakan. This research utilized a descriptive qualitative approach with 44 fourth-semester accounting students. The researcher gathered data via classroom observation, interviews, and document analysis, and subsequently analyzed them using the Miles and Huberman framework. The results demonstrate that classroom interactions, as characterized by FIACS, comprise Lecturer Talk, Student Talk, Silence, and Confusion. The data show that classroom interactions, as described by FIACS, include Lecturer Talk, Student Talk, Silence, and Confusion. Lecturer Talk is more common throughout the teaching-learning process, especially while asking questions, providing explanations, giving instructions, and praising or encouraging students. Student Talk occurs when students respond to and initiate classroom activities, whereas Silence or Confusion occurs when students analyze information and prepare their responses. The study also found that communicative and contextual teaching materials increase student participation, interaction, and confidence in using English. This shows that effective classroom interaction and appropriate teaching tools help students participate in English-language learning.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Strategi Pembelajaran Penemuan dalam Proses Pembelajaran Bahasa Inggris oleh Siswa Kelas XI di SMAN 4 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi Discovery Learning dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris serta kekuatan dan kelemahan penerapannya pada siswa kelas XI di SMAN 4 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian seorang guru Bahasa Inggris dan siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Discovery Learning diterapkan melalui tahapan stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi. Penerapan strategi ini telah berjalan dengan cukup baik, meskipun beberapa tahapan belum terlaksana secara optimal karena keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan siswa. Kekuatan strategi Discovery Learning terletak pada peningkatan keaktifan dan kemampuan berpikir kritis siswa, sedangkan kelemahannya adalah membutuhkan waktu pembelajaran yang lebih lama serta bimbingan guru yang lebih intensif. Dengan demikian, strategi Discovery Learning efektif diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris dengan perencanaan dan pengelolaan kelas yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

THE USE OF MEDIA IN TEACHING ENGLISH TO TENTH GRADE STUDENTS AT SMKN 2 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media apa saja yang digunakan oleh guru dalam mengajar bahasa Inggris, dan mengetahui jenis media apa yang dominan digunakan guru dalam mengajar bahasa Inggris di kelas sepuluh Teknik Otomotif A SMKN 2 Tarakan. Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih sampel. Kelas X teknik otomotif A menjadi sampel dalam penelitian ini, yang berjumlah 36 siswa. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan analisa dokumen. Peneliti menggunakan tahapan Miles dan Huberman dalam menganalisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media yang digunakan dalam pengajaran bahasa Inggris di dalam kelas terdapat dua jenis media yaitu media konvensional seperti papan tulis, buku bahasa Inggris, dan media modern seperti laptop (PowerPoint), dan LCD Proyektor, serta Smartphone (Google Chrome). Media pembelajaran yang dominan digunakan oleh guru Bahasa Inggris adalah media modern. Siswa memiliki pendapat yang positif terhadap media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Siswa berpendapat bahwa penggunaan media dalam proses pembelajaran bahasa Inggris sangat membantu dan mempermudah proses pembelajaran, membuat siswa lebih percaya diri, membuat siswa merasa senang, dan tertarik untuk belajar, serta dapat memotivasi siswa untuk lebih giat belajar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

THE TEACHER ROLES IN INCREASING TWELFTH GRADE STUDENTS' MOTIVATION IN LEARNING ENGLISH AT MADRASAH ALIYAH NEGERI TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan dan masalah yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas dua belas dan 10 siswa dari jurusan IPA (ilmu pengetahuan alam) dan IPS (ilmu pengetahuan sosial) yang dipilih sebagai sampel dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan semua peran dengan baik meskipun ada satu peran yang kurang dilakukan oleh guru. Guru sebagai demonstrator, pengelola kelas, motivator, mediator, fasilitator, dan evaluator sudah baik dengan melakukan semua informasi yang berkaitan dengan informasi tentang masing-masing peran. Peran guru yang kurang hanya satu yaitu guru sebagai mediator karena guru jarang menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, guru selalu menggunakan metode ceramah dalam menjelaskan materi di kelas. Ada tiga masalah yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi siswa yaitu kurangnya minat belajar, kesulitan belajar, dan materi yang sulit dipahami. Kurangnya minat belajar karena siswa merasa malas dan bosan dalam proses pembelajaran, kesulitan dalam belajar karena mereka merasa kesulitan dalam melafalkan kosakata bahasa Inggris dan minimnya kosakata bahasa Inggris, dan yang terakhir materi yang sulit dimengerti karena siswa kurang memahami tata bahasa dan konsep atau topik dari materi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail