ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN POLA MAKAN, JENIS KELAMIN DAN STATUS MEROKOK DENGAN JENIS DISPEPSIA DI UGD RSP KRAYAN ABSTRAK Dispepsia merupakan salah satu keluhan gastrointestinal yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan, jenis kelamin, dan status merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, jenis kelamin, dan status merokok dengan jenis dispepsia pada pasien di UGD Rumah Sakit Pratama Krayan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian berupa desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dan Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pola makan tidak teratur sebanyak 20 responden (66,7%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 20 responden (66,7%), memiliki status perokok berat sebanyak 12 responden (40,0%), dan mengalami dispepsia fungsional sebanyak 27 responden (90,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan jenis dispepsia (p = 0,030) dan status merokok dengan jenis dispepsia (p = 0,047). Sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan jenis dispepsia (p = 1,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan dan status merokok berhubungan dengan jenis dispepsia, sedangkan jenis kelamin tidak berhubungan dengan jenis dispepsia pada pasien di UGD Rumah Sakit Pratama Krayan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi mengenai pola makan sehat dan pengendalian faktor risiko gaya hidup sebagai upaya pencegahan dispepsia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Nurwulan Aprilia, 2026. Pengaruh Teknik Cinema Therapy Terhadap Perilaku Merokok Siswa di SMP Negeri 4 Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.,I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik cinema therapy terhadap perilaku merokok siswa di SMPN 4 Tarakan. Perilaku Merokok merupakan suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dalam membakar gulungan tembakau dan menghirup kemudian mengeluarkan asap dari mulut dan hidung yang membuat perokok menjadi ketagihan akibat kandungan yang ada dalam rokok.Teknik Cinema therapy adalah teknik terapi melalu film dimana dengan memperlihatkan film-film yang postif dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan kepercayaan diri setiap individu dimana dengan menggunakan terapi film ini individu dapat mengatahui bahaya merokok bagi kesehatan seperti yang dilihat dalam film tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pra-eksperimen(One Group Pretest-Postest Design). Subjek penelitian ini berjumlah 10 siswa kelas VIII-10 SMPN 4 Tarakan. Instrumen yang digunakan berupa skala perilaku merokok. Berdasarkan hasil uji hipotesis Wilcoxon Ranks menunjukkan bahwa seluruh responden (N=10) berada pada kategori Negative Ranks, dengan nilai Mean Rank sebesar 5,50 dan Sum of Ranks sebesar 55,00. Sedangkan pada kategori Positive Ranks dan Ties diperoleh nilai 0,00, yang berarti tidak terdapat siswa yang mengalami peningkatan perilaku merokok maupun yang memiliki skor tetap. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diketahui bahwa nilai posttest lebih rendah dibandingkan pretest, yang menandakan adanya penurunan perilaku merokok yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa Hipotesis Alternatif (Ha) diterima dan Hipotesis Nol (H0) ditolak.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik cinema therapy terhadap perilaku merokok siswa di SMPN 4 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Merokok menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena merupakan faktor risiko utama untuk beberapa penyakit kronis yang dapat menyebabkan kematian. Merokok adalah perilaku yang sangat merugikan kesehatan, namun masih sulit untuk dihilangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan bahaya merokok dengan perilaku merokok pada remaja putra. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebesar 2.082 siswa dan didapatkan sampel dalam penelitian ini sejumlah 336 siswa putra yang bersekolah di SMA Negeri Tarakan. Untuk penentuan jumlah sampel setiap sekolahnya menggunakan teknik proporsional sampling dan teknik yang digunakan untuk pengambilan yang sampel yaitu purposive sampling. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penlitian ini yaitu adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya merokok pada perilaku remaja. Analisis menggunakan fisher’s exact test yang menunjukkan nilai p 0,05 (p = 0,014) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya merokok dengan perilaku merokok. Mayoritas responden menunjukkan tingkat pengetahuan tinggi serta memiliki perilaku merokok yang rendah, sehingga penelitian ini dapat dijadikan referensi ilmu keperawatan komunitas untuk menambah wawasan informasi mengenai bahaya merokok. Peneliti berharap agar peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan memperhatikan keterbatasan yang ada pada penelitian ini sehingga penelitian ini dapat berkembang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh teknik Cognitive Restructuring dalam mengurangi perilaku merokok pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Nunukan. Perilaku merokok di kalangan remaja merupakan masalah serius dengan dampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental, serta prestasi akademik. Teknik Cognitive Restructuring, sebagai bagian dari pendekatan kognitif-behavioral, berfokus pada identifikasi dan modifikasi pola pikir yang mendukung perilaku merokok. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test-post-test design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Nunukan yang memiliki perilaku merokok, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui skala perilaku merokok yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya dengan metode Cronbach's Alpha sebesar 0.941, menunjukkan instrumen yang sangat reliabel. Intervensi Cognitive Restructuring diberikan kepada subjek selama 6 sesi. Hasil analisis data menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil (pre-test) dan (post-test). Hal tersebut terdapat pada nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) yang diperoleh adalah 0.001 (p 0.05), dan terdapat nilai thitung sebesar 13,986 > dari ttabel sebesar 0,304 yang berarti hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Ini menunjukkan bahwa ada pengaruh teknik cognitive restructuring untuk mengurangi perilaku merokok pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Nunukan. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa teknik cognitive restructuring dapat menjadi strategi yang efektif dalam program pencegahan dan penanganan perilaku merokok di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, terutama pada usia balita. Salah satu faktor risiko yang signifikan namun sering diabaikan adalah paparan asap rokok di lingkungan rumah tangga. Orangtua yang merokok dapat meningkatkan risiko anak terkena pneumonia, baik melalui paparan langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku merokok orangtua pada anak yang terkena pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 163 responden yang merupakan orangtua dari anak usia 1–5 tahun yang mengalami pneumonia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan instrumen berupa kuesioner yang mencakup aspek durasi, frekuensi, dan intensitas merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua (89,0%) berada dalam kategori perilaku merokok sedang, 7,4% rendah, dan 3,6% tinggi. Mayoritas anak yang terkena pneumonia berusia 1–4 tahun (84,0%) dan sedikit lebih banyak berjenis kelamin laki-laki (50,3%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku merokok orangtua di rumah memiliki potensi besar sebagai faktor risiko pneumonia pada anak, terutama di usia balita. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis edukasi kesehatan kepada orangtua untuk menurunkan paparan asap rokok di lingkungan rumah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GAMBARAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KOTA TARAKAN ABSTRAK Merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan global dengan dampak serius, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat ke-4 negara dengan perokok aktif tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku merokok pada siswa Sekolah Menegah Pertama Negeri di Kota Tarakan, dengan fokus pada karakteristik usia, jenis kelamin, frekuensi merokok, serta faktor sosial yang memengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel 355 responden yang dipilih secara random sampling. Berdasarkan hasil penelitihan ini menunjukkan kurangnya pemahaman tentang bahaya merokok . Upaya preventif yang ada masih kurang efektif karena terbatas kesadaran individu secara mendalam. Gambaran perilaku merokok pada remaja berada dalam katagori kurang dalam perilaku merokok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku merokok pada anak sekolah di Indonesia sudah mulai terlihat pada anak-anak SMP hingga SMA sederajat. Remaja yang sedang menjadi seorang siswa tidak diperbolehkan untuk merokok di kalangan sekolah, di masyarakat atau di kalangan lainnya. Merokok pada usia dini disebabkan oleh kesadaran diri yang rendah tentang bahaya rokok. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Kesadaran Bahaya Merokok Pada Siswa Di SMA Hang Tuah Tarakan. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan pendekatan Pre-eksperimen dan desain penelitian one group pretestposttest. Populasi penelitian ini berjumlah 520 siswa. Sampel yang digunakan purposive sampling yaitu siswa laki-laki yang berjumlah 14 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala likert tentang perilaku merokok berdasarkan dengan 3 indikator perilaku merokok yaitu aktivitas fisik, aktivitas psikologi, intensitas merokok. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tailed) adalah sebesar 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh media audio visual dalam meningkatkan kesadaran bahaya merokok pada siswa di SMA Hang Tuah Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku merokok adalah upaya menghisap gulungan kertas yang didalamnya terdapat zat-zat berbahaya bagi kesehatan tubuh seperti nikotin, tar, karbon monoksida,hydrogen sianida, benzene,formaldehida, dll. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan teknik restukturisasi kognitif terhadap perilaku merokok pada siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP 5 Tarakan, penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya dalam penelitian ini sebanyak 12 siswa kelas VIII E. Teknik sampling yang digunakan jenuh sampling dengan klasifikasi seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 12 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu statistic deskriptif dan Inferensial. Uji hipotesis meneggunakan paired sample t-test, dengan SPSS ver 26.0. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa nilai signifikansi sebesar (0,000 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik restukturisasi kognitif terhadap perilaku merokok siswa kelas VIII E SMP 5 Tarakan. Adapun gambaran dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil pre-test dan post-test pada indikator aktivitas dan persepsi, mengalami perubahan nilai ditunjukan dengan perubahan kategorisasi dari tinggi,sedang menjadi sedang rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan R & D (Research and Development) dengan menghasilkan suatu produk berupa media bimbingan dan konseling dalam bahaya perilaku merokok bagi siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa media animasi perilaku bahaya merokok bagi remaja di SMA Negeri 1 Nunukan yang teruji secara teoritis dengan memenuhi kriteria kelayakan produk. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari angket hasil uji validasi ahli berupa data ordinal. Penilaian ini kemudian diintepretasikan untuk mengetahui besarnya tingkat validitas produk yang telah dibuat oleh peneliti. Sedangkan data kualitatif didapatkan dari hasil saran dan masukan dari para ahli ketika validasi produk. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan menurut Borg dan Gall yang terdiri dari 10 langkah, akan tetapi pada penelitian ini hanya dilakukan 5 langkah sampai dengan revisi desain ahli validasi. Untuk mengetahui akseptabilitas produk maka dilakukan uji ahli validasi ahli media, validasi ahli materi, uji validasi dan ahli bahasa. Instrumen penelitian ini berupa angket yang digunakan untuk mengetahui akseptabilitas produk. Adapun hasil penilaiannya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian yang diperoleh dari uji validasi menunjukkan bahwa media animasi perilaku bahaya merokok bagi remaja memenuhi kriteria yang sesuai dengan aspek kelayakan penelitian. Skor yang diperoleh dari hasil validasi uji ahli materi (92%) yang artinya ‘sangat layak”, validasi uji ahli media(84%) yang artinya ‘sangat layak”dan uji ahli bahasa (84%) yang artinya ‘sangat layak”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bahwa media animasi bahaya merokok ini sangat layak digunakan sebagai media bimbingan dan konseling yang dapat dilakukan revisi sewaktu-waktu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru bimbingan dan konseling mengatasi perilaku merokok siswa selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk membantu mengtasi permasalahan yang dihadapi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskiptif dalam mencari bagaimana cara guru BK dalam mengatasi perlilaku merokok siswa. Penelitian ini menggunakan tiga informan yang menjadi sumber data dari penelitian, dimana terdiri dari guru BK sebagai informan utama, kemudian siswa dan guru Wali kelas sebagai informan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dalam mendapatkan informasi dan dokumentasi dalam menguatkan data penelitian. Analisis data digunakan tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah guru BK melakukan pelaksanaan bimbingan dan konseling berupa pelaksanaan sebagai pembimbing yaitu untuk membimbing dan mengarahkan perilaku siswa kearah yang lebih positif, pemberian contoh atau teladan adalah pada dasarnya perubahan perilaku yang dapat ditunjukkan kepada siswa dapat dipengaruhi oleh seorang guru yang menjadi patokan siswa dalam bertingkah laku atau berperilaku selama di lingkungan sekolah, selanjutnya sebagai pengendali, guru BK harus mampu mengendalikan seluruh perilaku siswa selama berada di lingkungan sekolah.