Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NURLINDA

8 karya publik ditemukan.

2026: 32025: 32024: 2

Penerapan Teknik Pursed Lips Breathing melalui Media Pianika terhadap Perubahan Frekuensi Pernapasan pada Anak dengan Pneumonia

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama gangguan pernapasan pada anak yang ditandai dengan peningkatan frekuensi pernapasan akibat proses inflamasi pada paru sehingga menyebabkan pola napas tidak efektif. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk membantu memperbaiki pola napas adalah teknik Pursed Lips Breathing (PLB) melalui media pianika. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia setelah penerapan teknik Pursed Lips Breathing melalui media pianika. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua anak usia 6 tahun dengan diagnosis medis pneumonia dan diagnosis keperawatan pola napas tidak efektif. Intervensi berupa teknik Pursed Lips Breathing melalui media pianika diberikan selama tiga hari. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan frekuensi pernapasan sebelum dan sesudah intervensi serta mengamati perubahan kondisi klinis pasien. Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi pernapasan pada kedua pasien. Pada An. A, frekuensi pernapasan menurun dari 35 kali/menit menjadi 28 kali/menit, sedangkan pada An. M menurun dari 33 kali/menit menjadi 27 kali/menit. Selain itu, keluhan sesak napas berkurang, penggunaan otot bantu pernapasan menurun, anak tampak lebih rileks dan kooperatif selama latihan, serta masalah keperawatan pola napas tidak efektif teratasi. Penerapan teknik Pursed Lips Breathing melalui media pianika dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif untuk membantu menurunkan frekuensi pernapasan, memperbaiki pola napas, dan mendukung peningkatan fungsi respirasi pada anak dengan pneumonia.

Penerapan Teknik Pursed Lips Breathing melalui Media Pianika terhadap Perubahan Frekuensi Pernapasan pada Anak dengan Pneumonia

2026 · Book ·

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama gangguan pernapasan pada anak yang ditandai dengan peningkatan frekuensi pernapasan akibat proses inflamasi pada paru sehingga menyebabkan pola napas tidak efektif. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk membantu memperbaiki pola napas adalah teknik Pursed Lips Breathing (PLB) melalui media pianika. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia setelah penerapan teknik Pursed Lips Breathing melalui media pianika. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua anak usia 6 tahun dengan diagnosis medis pneumonia dan diagnosis keperawatan pola napas tidak efektif. Intervensi berupa teknik Pursed Lips Breathing melalui media pianika diberikan selama tiga hari. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan frekuensi pernapasan sebelum dan sesudah intervensi serta mengamati perubahan kondisi klinis pasien. Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi pernapasan pada kedua pasien. Pada An. A, frekuensi pernapasan menurun dari 35 kali/menit menjadi 28 kali/menit, sedangkan pada An. M menurun dari 33 kali/menit menjadi 27 kali/menit. Selain itu, keluhan sesak napas berkurang, penggunaan otot bantu pernapasan menurun, anak tampak lebih rileks dan kooperatif selama latihan, serta masalah keperawatan pola napas tidak efektif teratasi. Penerapan teknik Pursed Lips Breathing melalui media pianika dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif untuk membantu menurunkan frekuensi pernapasan, memperbaiki pola napas, dan mendukung peningkatan fungsi respirasi pada anak dengan pneumonia.

Classroom Icebreaker: Analyzing Students’ Motivation in Learning English at SMP Negeri 3 Tarakan

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana aktivitas ice breaker memengaruhi motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif untuk menyelidiki pengaruh aktivitas ice breaker di kelas terhadap motivasi belajar siswa. Partisipan penelitian ini terdiri atas 32 siswa kelas VII dan satu guru bahasa Inggris di SMP Negeri 3 Tarakan. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi observasi kelas, kuesioner, dan wawancara. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama proses pembelajaran, penyebaran kuesioner kepada siswa, serta wawancara dengan guru dan beberapa siswa terpilih, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indikator motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ice breaker mampu meningkatkan motivasi siswa dengan menciptakan suasana kelas yang lebih santai dan interaktif, sehingga mendorong partisipasi aktif serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, aktivitas ini membantu siswa menjadi lebih memahami dan terbiasa menggunakan bahasa Inggris, karena mereka terlibat dalam kegiatan belajar yang sederhana, bermakna, dan menyenangkan. Kondisi tersebut berkontribusi dalam mengurangi kecemasan belajar yang sering dialami siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Lebih lanjut, aktivitas ice breaker terbukti secara efektif meningkatkan motivasi siswa berdasarkan komponen model ARCS, yaitu attention (perhatian), relevance (relevansi), confidence (kepercayaan diri), dan satisfaction (kepuasan). Implikasi dari temuan ini adalah bahwa penerapan aktivitas ice breaker dapat digunakan sebagai strategi pedagogis yang efektif untuk menciptakan lingkungan pembelajaran bahasa Inggris yang dinamis, kondusif, dan berpusat pada siswa, serta mendukung pengembangan motivasi belajar siswa secara berkelanjutan.

Classroom Icebreaker: Analyzing Students’ Motivation in Learning English at SMP Negeri 3 Tarakan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana aktivitas ice breaker memengaruhi motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif untuk menyelidiki pengaruh aktivitas ice breaker di kelas terhadap motivasi belajar siswa. Partisipan penelitian ini terdiri atas 32 siswa kelas VII dan satu guru bahasa Inggris di SMP Negeri 3 Tarakan. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi observasi kelas, kuesioner, dan wawancara. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama proses pembelajaran, penyebaran kuesioner kepada siswa, serta wawancara dengan guru dan beberapa siswa terpilih, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indikator motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ice breaker mampu meningkatkan motivasi siswa dengan menciptakan suasana kelas yang lebih santai dan interaktif, sehingga mendorong partisipasi aktif serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, aktivitas ini membantu siswa menjadi lebih memahami dan terbiasa menggunakan bahasa Inggris, karena mereka terlibat dalam kegiatan belajar yang sederhana, bermakna, dan menyenangkan. Kondisi tersebut berkontribusi dalam mengurangi kecemasan belajar yang sering dialami siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Lebih lanjut, aktivitas ice breaker terbukti secara efektif meningkatkan motivasi siswa berdasarkan komponen model ARCS, yaitu attention (perhatian), relevance (relevansi), confidence (kepercayaan diri), dan satisfaction (kepuasan). Implikasi dari temuan ini adalah bahwa penerapan aktivitas ice breaker dapat digunakan sebagai strategi pedagogis yang efektif untuk menciptakan lingkungan pembelajaran bahasa Inggris yang dinamis, kondusif, dan berpusat pada siswa, serta mendukung pengembangan motivasi belajar siswa secara berkelanjutan.

Pengaruh Penggunaan Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Teknik Menyusui di Puskesmas Sebengkok.

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Permasalahan utama dalam pemberian ASI pada ibu primipara adalah rendahnya efikasi diri dan kurangnya pengetahuan tentang teknik menyusui yang tepat, yang dapat menyebabkan kegagalan dalam menyusui secara eksklusif. Banyak ibu mengalami kesulitan pada tahap awal menyusui karena tidak memiliki pengalaman sebelumnya. Penelitian ini untuk mengindentifikasi pengaruh penggunaan video terhadap tingkat pengetahuan ibu pada trimester III tentang teknik menyusui di Puskesmas Sebengkok. Penelitian ini menggunakan metode PreExperimental Dengan One Group Pretest-Posttest Design, metode sampling yang digunakan yaitu purposive sampling sebanyak 43 ibu hamil primipara. Intervensi yang dilakukan berupa pemberian media video teknik menyusui yang diberikan sebanyak 2 kali pemutaran video dengan jeda 15 menit. Instrument yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil menujukkan peningkatan signifikan setelah diberikan intervensi video tentang teknik menyusui yang benar dengan p-value = 0.000. Penelitian ini menyimpukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberikan edukasi menggunakan video dari kategori pengetahuan cukup menjadi kategori pengetahuan baik.

Pengaruh Penggunaan Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Teknik Menyusui di Puskesmas Sebengkok.

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan utama dalam pemberian ASI pada ibu primipara adalah rendahnya efikasi diri dan kurangnya pengetahuan tentang teknik menyusui yang tepat, yang dapat menyebabkan kegagalan dalam menyusui secara eksklusif. Banyak ibu mengalami kesulitan pada tahap awal menyusui karena tidak memiliki pengalaman sebelumnya. Penelitian ini untuk mengindentifikasi pengaruh penggunaan video terhadap tingkat pengetahuan ibu pada trimester III tentang teknik menyusui di Puskesmas Sebengkok. Penelitian ini menggunakan metode PreExperimental Dengan One Group Pretest-Posttest Design, metode sampling yang digunakan yaitu purposive sampling sebanyak 43 ibu hamil primipara. Intervensi yang dilakukan berupa pemberian media video teknik menyusui yang diberikan sebanyak 2 kali pemutaran video dengan jeda 15 menit. Instrument yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil menujukkan peningkatan signifikan setelah diberikan intervensi video tentang teknik menyusui yang benar dengan p-value = 0.000. Penelitian ini menyimpukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberikan edukasi menggunakan video dari kategori pengetahuan cukup menjadi kategori pengetahuan baik.

HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN METAKOGNITIF DENGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS VII SMP NEGERI 13 TARAKAN

2024 · Book ·

Keterampillan metakognitif merupakan pengetahuan tentang pembelajaran Berpikir dan kemampuan metakognitif. Metakognitif terbagi menjadi 3 yaitu perencanaan, pemantauan, dan mengevaluasi. Yang bertujuan menggembangkan sejumlah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedua hubungan antara keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional dimana korelasional merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengukur hubungan antara variabel X dan Y yaitu keterampilan metognitif dengan keterampilan proses sains. Teknik sampling yang digunakan yaitu perposive sampling dimana tujuan khusus dari pengambilan sampel ini yaitu mengambil siswa yang telah mempelajari topik interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya, Sebanyak 31 siswa kelas VII-1. Instrumen yang digunakan merupakan tes berupa soal uraian untuk mengukur keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi product moment yang didahului uji prasyarat berupa uji normalitas, uji lineritas, dan uji homogenitas. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains siswa dengan nilai korelasi 0,449 (katagori cukup) yang berarti kedua variabel tersebut memiliki hubungan positif dan singnifika

HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN METAKOGNITIF DENGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS VII SMP NEGERI 13 TARAKAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keterampillan metakognitif merupakan pengetahuan tentang pembelajaran Berpikir dan kemampuan metakognitif. Metakognitif terbagi menjadi 3 yaitu perencanaan, pemantauan, dan mengevaluasi. Yang bertujuan menggembangkan sejumlah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedua hubungan antara keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional dimana korelasional merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengukur hubungan antara variabel X dan Y yaitu keterampilan metognitif dengan keterampilan proses sains. Teknik sampling yang digunakan yaitu perposive sampling dimana tujuan khusus dari pengambilan sampel ini yaitu mengambil siswa yang telah mempelajari topik interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya, Sebanyak 31 siswa kelas VII-1. Instrumen yang digunakan merupakan tes berupa soal uraian untuk mengukur keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi product moment yang didahului uji prasyarat berupa uji normalitas, uji lineritas, dan uji homogenitas. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains siswa dengan nilai korelasi 0,449 (katagori cukup) yang berarti kedua variabel tersebut memiliki hubungan positif dan singnifika